"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".
Masa dimana dapat tertawa lepas, bermain dan menari-nari tanpa beban. Jikalau pun ada beban, itu dikarenakan kondisi keadaan.
Bahagia rasanya, bisa bermain bersama teman-teman samping rumah sehabis tidur siang. Dan baru kelar bermain pas magrib.
Yuks, mengenal permainan masa kecil yang HITS di era tahun 70an sampai 90an
1. Ketapel
Cara menggunakannya, Letakkan batu kecil diatas ujung karet, tahan larasnya dan tarik kayu ke belakang untuk meregangkan tali karet. Lalu lepaskan pelontar tersebut.
2. Lompat Karet
Cara permainannya : dua orang memegang ujung karet di kiri dan kanan. Pemain yang lain bergantian melompati karet tersebut dan tidak boleh menyentuh karet. Siapa yang menyentuh, gagal dan harus diganti dengan pemain lainnya. Lompat tali ini ada beberapa tahapan, mulai dari mata kaki sampai atas kepala.
3. Petak-Umpet
Cara permainannya : Satu anak menutup matanya dan posisi badan menghadap ke benteng pertahanannya seperti tembok / pohon. Tujuannya supaya tidak melihat teman-temannya mengumpet. Kemudian anak tersebut, mencari dimana teman-temannya mengumpet. Jika dia berhasil menemukan, harus mengatakan "INGLO" tapi jika temannya berhasil menyentuh benteng pertahanannya harus mengatakan "BENTENG"
4.Congklak
Permainan ini dari Papan yang terbuat dari kayu dan cangkang kerang. Papan kayu tersebut terdapat 16 lubang. Satu lubang di ujung kiri dan kanan. Dan diantara lubang tersebut, terdapat 14 lubang yang masing-masing lubang diisi 7 cangkang.Lubang yang diujung kiri kanan, merupakan "rumah" pemilik pemain.
Permainan ini dimainkan dua orang yang saling berhadapan dan bergantian mainnya. Pemain yang main pertama, akan mengambil dari salah satu lubang dan bergerak searah jarum jam. Setiap lubang dimasukin satu cangkak tersebut. Pemain yang "rumahnya" paling banyak jumlah cangkang kerangnya yang menjadi pemenang.
5. Kelereng
Permainan ini simple dan mudah.Kelereng adalah bola kecil seukuran kerikil yang mempunyai banyak corak, sebagai alat permainannya. Kelereng-kelereng tersebut diatur ditengah, berbentuk lingkaran. Pemain membidik ke kelereng sampai ada yang keluar lingkaran. Dan pemain yang berhasil membidik, kelerengnya bisa jadi milik pemain tersebut.
6. Bola bekel
Permainan ini bola berukuran kecil dan 6 biji yang terbuat dari tembaga kuningan.Dan bisa dimainkan 2 orang.Cara permainannya 6 biji bekel ditaruh ditelapak tangan, bola dilempar sambil menyebar biji bekel tersebut kelantai. Kemudian biji bekel tersebut diambil satu persatu kembali sambil bola dilempar dan ditangkap. Setelah semua biji bekel sudah berhasil diambil, sebar kembali biji bekel tersebut kelantai kemudian diambil dua-dua. Lakukan hal yang sama, tapi setiap ambil nambah terus. Setelah selesai sampai 6, posisi biji bekel dirubah ke posisi PIT. Lakukan hingga keenam biji bekel tersebut berubah. Setelah itu, rubah biji bekel menjadi ROH. Tapi harus diingat, pada saat mengambil atau merubah biji bekel tidak boleh kena biji bekel lainnya. Jika kenal berarti harus bergantian dengan pemain lainnya.
7. Layang-Layang
Bahan untuk membuatnya : Benang gelasan, Benang Jahit , 2 Bambu tipis berukuran 60-80 cm dan 40-50 cm, kertas minyak, spidol dan gunting / pisau.Cara buatnya : Terlebih dahulu membuat kerangka layang-layang dengan 2 bambu tipis yang diletakkan menyilang. Dan ditengahnya diikat benang jahit hingga kuat. Hubungkan setiap ujung kerangka dengan benang. Setelah kerangka tersebut berbentuk bangun datar, pasangkan kertas minyak sesuai pola tersebut. Sentuhan terakhir, pasang simpul penghubung antara layang-layang dengan kerangka dengan benang gelasan.
Untuk bentuk layang-layang bisa dimodifikasi ya sesuai kreatif / selera.
Nah, sekarang layang-layangnya siap diterbangkan. Jangan lupa ya kemana arah anginnya biar bisa terbang.
8. ABC 5 Dasar
Permainan ini cukup menggunakan jari jemari tangan saja. Caranya juga cukup mudah, jari digoyang-goyangkan sambil menyanyi "ABC 5 Dasar". Lalu pemain terserah menunjukkan berapa jari, kemudian dihitung berdasarkan alfabet. Dan jari terakhir, huruf terakhir menjadi dasar untuk ditebak. Kategori tebak-tebakan bisa apa saja, seperti nama hewan, nama negara, nama makanan dan masih banyak lainnya.Permainan ini bisa jadi salah satu edukasi pembelajaran dan mengasah kecerdasaan
9. Do mikado
Permainan ini merupakan permainan berantai. Cara mainnya pun mudah, tangan diletakan di telapak kanan-kiri teman hingga berbentuk lingkaran. Kemudian teman disamping akan menepukkan tangannya ke tangan teman yang lain sambil menyanyikan lagu domikado. Diakhir nyanyian Do mikado, jika terkena tepukan tangan maka kalah.
10. Cublak-cublak Suweng
Permainan yang berasal dari Jawa merupakan salah satu karya Sunan Giri. Permainan ini bisa dimainkan hingga 8 orang. Cara mainnya juga mudah, satu orang menjadi Pak Empo, dia harus membungkuk dan yang lain duduk melingkari Pak Empo. Sambil menyanyi "Cublak-cublak Suweng" dengan batu yang dipindah tangankan dari telapak tangan satu ketelapak tangan lain.Dan diakhir lagu, pemain harus mengepalkan tangan dan Pak Empo harus menebak dimana batu itu berada. Jika benar tebakannya, yang memegang batu tersebut harus menjadi Pak Empo. Jika salah, harus menjadi Pak Empo lagi.
Gimana , seru kan. Pastilah ...
Selain itu, Permainan di era tahun 70an sampai 90an anak-anak menjadi kreatif, pemberani, bersosialisasi dan sopan.
Tapi ... Seiring kemajuan teknologi, permainan tradisional ini perlahan musnah. Digantikan dengan teknologi.
Hal ini tidak lepas dari peranan orangtua yang memberikan fasilitas untuk anak-anaknya bebas menggunakan internet. Tanpa dimonitor secara ketat.
Bahkan usia balita pun sudah diperkenalkan dengan internet. Orangtua lebih suka memberikan tontonan dari youtube agar anaknya tidak menangis. Dan mereka sendiri sibuk dengan urusannya sendiri.
Hal seperti ini lah yang membuat masa kecilnya hilang. Apalagi sekarang ini, jarang sekali ditemukan anak-anak kumpul didepan rumah untuk bermain permainan tradisional ini.
Harus disadari, kemajuan teknologi bisa berdampak buruk kepada perkembangan anak-anak. Sehingga orangtua harus mengawasi lebih ketat, jangan sampai mereka bermain game yang bisa merusak otak.
Selain itu, kemajuan teknologi membuat anak-anak berperilaku dan bergaya tidak sesuai usianya. Sering kita dengar, anak-anak zaman sekarang mulai berpacaran. Bahkan tidak malu bergandengan tangan / merangkul didepan umum.
Untuk itu, sudah sepantasnya jika anak-anak tidak dibiarkan tumbuh terlalu bebas dan tidak terkontrol. Peranan orangtua berperan penting, mereka harus ketat mengawasi anak-anak.
Mungkin ini alasan, kenapa permainan era tahun 70an sampai 90an berkesan dan dikangenin.
Nah ... Yuks, anak era tahun 200an dicoba permainan anak era tahun 70an sampai 90an. Pasti asyik dan seru.
Pondok Kelapa
17 Okt 2020









