Friday, June 29, 2018

St. Tanah Abang - St. Rawa Buntu

27 Juni 2018
Perjalanan St. Tanah Abang - St. Rawa Buntu
Dorkas Manroe
"Wah, kereta sepi. Lumayan nih buat bobo 30 menit" Dalam hati berbicara. Pada saat mata ingin menutup, kulihat seorang kakek berdiri depanku. Lalu kubangun dan mempersilahkan duduk karena kursi yang kududukin, kursi prioritas. Si kakek berkata "Ndak usah, u saja duduk. Saya berdiri saja" 

"Tidak apa-apa, eyang saja yang duduk" Lalu sieyang pun mau duduk dan berkata "U turun dimana" 

"Rawa buntu eyang" sambil mata tertuju dibuku yang ada disakunya. Dalam hati, sepertinya kakek ini banyak ilmu suka membaca.

"Wah, berarti saya duluan turun baru u" jawab kakek itu. Aku hanya tersenyum dan mengangguk

"U tinggal disana" tanya kakek itu lagi

"Tidak, ada kerjaan disana. Rumah aku di Jakarta Timur" jawabku. 

Si kakek dengan raut wajah heran dan berkata "U berani ya naik kereta sendiri, jauh lagi. U dah biasa ya seperti ini" 

Aku tersenyum dan berkata "Tidak eyang, baru pertama kali. Dan sudah terbiasa kok naik turun angkot kereta. Justru nambah pengalaman" Si kakek hanya mengganguk-nganguk

"Kerjaan apa u disana, jauh dari rumah u" tanya si kakek

"Kerja untuk Tuhan" Sambil tersenyum. 

"Eyang sendiri darimana, kok sendiri" tanyaku

"Saya habis dari seminar di Perpustakan Nasional mengenai kedokteran. Tapi mereka hanya bahas negara lain. Padahal saya ingin tahu kedokteran Indonesia. Ya sudah, saya pulang saja" 

Lalu sepanjang jalan, kami mengobrol banyak hal termasuk soal agama. Kakek berkata "Dalam hidup semua harus imbang, semua agama memgajarkan ibadah dan kelakuannya harus imbang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu" 

Aku hanya tersenyum dan mendengar apa yang dia ucapkan.

"Siapa nama u, orang mana u sulawesi ya" tanya kakek

"Laura, orang batak" 

"Tapi bukan seperti orang batak, lebih ke sulawesi u. Nama saya Rusli .. (Lupa nama panjangnya. Saya sejarahwan, saya suka dengan sejarah-sejarah" 

Dia berkata "Sejarah itu jangan dilupakan, perlu diingat. Seperti rumah, jangan dijual karena rumah itu mempunyai sejarah dimana setiap sudut ruangan mempunyai kenangan. Begitu juga sejarah Indonesia, harus kita ingat biar kita tahu. Sejarah itu bisa dari berbagai macam aspek, komunikasi psikologi agama dll. Belajar sejarah itu enak, tidak sulit. U lulusan apa ?" 

"S1 Komunikasi" jawabku sambil tersenyum

"Kampus mana"

"IISIP Jakarta, Kampus Tercinta" jawabku

"U harus kuliah S2, ambil sejarah karena sejarah itu menyenangkan" Pinta kakek Rusli

"Belum ada uangnya eyang" 

"U malas baca, u punya potensi besar dalam diri u. Jangan malaslah u, gali potensi u" 

Aku tersenyum dan tertunduk malu karena apa yang dikatakan benar, malas membaca

Kemudian si kakek berdiri karena sudah mau turun, dan dia berkata "Simpan no hp saya. Nanti kita diskusi lagi. Kartu nama saya habis. Jangan segan-segan untuk diskusi dengan saya" lalu si kakek berjalan kedepan pintu kereta api. 

Lalu kududuk dan ternyata aku kelewatan stasiun sambil berkata "OMG.. Aku kelewatan" Panik pun melanda.

Tuhan itu baik, memperkenalkan kepada orang baru yang bisa menambah wawasan. 



#Pondokkelapa #JakartaTimur  
#27Juni2018  
#St.TanahAbang-St.Rawabuntu

Monday, June 11, 2018

Kebaikan dalam Hidup


Kebaikan dalam Hidup
Dorkas Manroe


Aku bermimpi mendaki gunung yang penuh dengan salju dan rumput hutan yang begitu lebat. Dalam perjalanan menuju puncak gunung tersebut, kutemukan seorang bayi dalam keadaan hidup. Kugendong dalam pelukanku, sambil kulihat sekelilingku tidak ada seorang pun.

Kubawa bayi tersebut, dan tidak jauh dari tempat bayi itu kutemukan, ada seorang perempuan tua. Ketika kuhampiri perempuan tua tersebut, dia tidak bertanya aku siapa maupun bayi yang kugendong tersebut. Perempuan tua tersebut hanya memberitahukan bahwa aku sudah berada di ketinggian 2000 dari permukaan darat. Kemudian perempuan tua tersebut memberikan aku nasehat “Jangan kamu mendaki lebih keatas lagi karena bayi yang kamu gendong akan kekurangan oksigen”.

Aku mengatakan kepada perempuan tua tersebut “Aku harus bisa mencapai puncak dari gunung ini”. Ketika kuingin menitipkan bayi, perempuan tua tersebut memberikan tiga pilihan, Pilihan pertama “Bila engkau tinggalkan bayi itu disini kemudian kamu melanjutkan perjalananmu maka bayi ini akan mati"

Pilihan kedua “Saya akan berdosa”, dan pilihan ke tiga “Kamu tidak bisa mencapai puncak kalau kamu tidak melanjutkan perjalananmu”. Kemudian perempuan tua tersebut hilang entah kemana. Dan tiba-tiba badai besar datang beserta angin dan hujan kencang.

Tubuhku dan bayi ini semakin kedinginan, tidak ada satu orang pun cuman aku dan anak bayi itu saja. Kulanjutkan perjalananku, kemudian kulihat ada semacam Gua kecil, kuberjalan kedalam Gua tersebut.

Aku pun berkata dalam hati “Aku akan berlindung sementara disini bersama bayi ini” Sambil kupandang wajah polosnya. Dan kami pun hanya makan buah-buahan yang ada disekitar kami, yang aku petik untuk menahan lapar. Tapi kondisi bayi itu semakin lemah fisiknya, kupeluk dan kucium bayi tersebut untuk memberikan kehangatan.

Tidak lama kemudian kami pun tertidur, dan tiba-tiba aku terbangun. Kulihat sekitar dan berkata “Dimana aku” Sambil mata memandang sekitar dan keheranan. Aku sudah berada dipuncak gunung bersama bayi tersebut. Kulihat pemandangan yang indah, tak lama kemudian aku dan bayi tersebut turun dari puncak gunung.

Dalam perjalanan turun, kami kembali hanya memakan buah-buahan dan meminum air embun saja. Setelah beberapa hari dalam perjalanan turun dari gunung tersebut. Akhirnya kami beristirahat didalam Gua kecil yang dipenuhi dengan salju.

Tiba-tiba dalam tumpukan salju aku menemukan dua orang yang berbentuk mayat yang sudah membeku. Kemudian aku menggali tumpukan salju tersebut, kulihat seorang bayi dan seorang lelaki muda yang sudah meninggal dunia. Tidak lama kemudian perempuan tua tersebut muncul kembali, aku menanyakan kepada perempuan tua tersebut “Siapa mereka” sambil menunjuk kearah dua mayat tersebut.

Perempuan tua tersebut memberitahu bahwa “Ini adalah mayat kamu dan bayi yang kamu gendong. Kamu sudah tidak ada lagi dibumi ini, kamu sudah meninggal. Aku terkejut dan menangis.

Perempuan tua tersebut memberitahukan bahwa “Tujuanmu untuk mencapai puncak sudah terpenuhi, kemudian tujuanmu untuk menjaga bayi tersebut agar tidak naik lain dari ketinggian 2000 kaki lebih yang bisa menewaskan bayi tersebut sudah kamu jalankan. Dan tujuanmu, takut dengan dosa karena apabila bayi tersebut kamu tinggalkan bisa meninggal, sudah kamu penuhi juga. Semua kewajibanmu sudah kamu lakukan meskipun kehilangan nyawamu”.

Perempuan tua tersebut berkata kembali “Engkau pun telah sampai puncak bersama bayi tersebut meskipun dalam keadaan meninggal dunia. Engkau telah melakukan kebaikan sampai mana pun Tuhan akan menolongmu meskipun dalam keadaan yang sudah meninggal sekalipun. Ya, Tuhan akan menolongmu selalu disetiap saat”. Kemudian perempuan tua tersebut menghilang.

Dan pada akhirnya lelaki dan bayi tersebut yang sudah meninggal dunia berada di tempat semestinya karena sudah melakukan kebaikan di dunia yaitu Surga, tempat yang damai indah bersama yang lainnya.

Aku pun terbangun dari mimpi dan berjanji akan melakukan kebaikan terhadap sesama tanpa memandang dari sisi mana pun. Tuhan juga akan menolong umat-Nya dengan cara-Nya.

Amin ...

Dari kisah diatas, betapa pentingnya dalam hidup itu harus menolong orang lain. Karena dengan melakukan Kebaikan terhadap sesama sebenarnya mencerminkan "KASIH" seperti ajaran Yesus Kristus.

Yohanes 15:12

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu".

1 Yohanes 3:23

"Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita".

1 Tesalonika 4:9

"Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah".

Roma 12:10

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat".

Ibrani 13:16

"Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah".

Lukas 6:38

"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu".

Matius 5:42

"Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu".

Amsal 25:21

"Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air".

Foto Pribadi

Lukas 3:11

"Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian".

Ulangan 15:11

"Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."

Disaat kita hidup pada ”hari-hari terakhir”, kebanyakan orang sekarang tidak punya rasa kasihan. Mereka juga kejam, menyukai kekerasan, dan tidak mengasihi sesama.

Nah, untuk itu hendaklah kita selalu berbuat kebaikan kepada sesama.Salah satunya bisa dengan membeli barang dagangan dari penjual di pinggir jalan. Dengan membeli, kita sebenarnya sudah membantu mereka. Biarpun sebenarnya kita tidak membutuhkan, tapi itu sangat berarti buat mereka.

Dengan kita berbuat kebaikan, niscaya Tuhan akan memberikan rejeki yang berlipat-ganda.

 Maka ingatlah hal ini

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Gal. 5:14; lihat Rm. 13:9)

 

Sunday, June 10, 2018

My Channel

My Channel
Dorkas Manroe


https://youtu.be/SNY7kVs5FsY




https://youtu.be/OPXfWUpevb4





 https://youtu.be/CG-11FokCjQ


  https://youtu.be/F88pi9rNEe8




https://youtu.be/OPXfWUpevb4



 
https://youtu.be/IRJMwzh6Jzc




https://youtu.be/ms8iiOjlqIU




https://youtu.be/u9sOAoi9wT8



https://youtu.be/IccH_A0BCAQ




https://youtu.be/kmnHrz2VPzo



https://youtu.be/tkx8RHY_d9o




https://youtu.be/SaTTNN1GhJw






https://youtu.be/CG-11FokCjQ





https://youtu.be/l5mIu5FcvvI





https://youtu.be/4W7q8fOdMsk





Saturday, June 9, 2018

Sahabat

SAHABAT TERBAIKKU
Dorkas Manroe

Sahabat,
Di saat kita menikmati kebersamaan
Banyak hal yang terlewatkan begitu saja
Keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
Waktu yang tersisa seolah tak mampu menampungnya

Dan waktu yang sangatlah singkat
Membuat ku teringat kepada mu, Sahabat.
Semua kenangan-kenangan itu tak terasa
Pergi meninggalkan segala kegembiraan
Serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
Ada seribu senyum saat terlintas memori yang dulu kala

Sahabat,
Semua yang telah kita jalani hari demi hari
Waktu demi waktu telah kita lalui semuanya
Banyak hal yang pernah terjadi
Karena itulah jalan hidup yang kita miliki
Kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa senang dan sayang
Sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama

Ya Allah,
Jagalah dan lindungilah
Sahabat-sahabat ku
Karena merek adalah sahabat terbaikku selamanya




Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...