Saturday, February 8, 2020

Surat Untuk Kelly

Surat Untuk Kelly
Dorkas Manroe

Dear Kelly,

Ada kisah yang ingin kukatakan, tentang rasa yang tidak bisa kusampaikan. Rasa yang tak pernah terucap, yang hanya terucap hanya melalui surat ini.

Mungkin surat ini tidak akan sampai kepadamu atau bahkan akan sampai kepadamu, biarlah takdir yang menjawabnya. Mungkin bila surat ini sampai kepadamu, statusmu sudah suami orang atau kamu masih sendiri. Atau aku sudah menjadi istri orang. 

Aku ingin mengatakan selama 2 tahun lebih, aku menyukaimu. Entah sejak kapan aku menyukaimu, mungkin sejak aku melihat foto kedekatan kamu dengan anak perempuanmu. Kalian begitu dekat dan saling menyanyangi. 

Bagiku kamu itu beda, tidak seperti lelaki lainnya. Kamu itu cuek. Tiap kali chat denganmu, balasan chat kamu singkat. 

Gemes aku tiap baca chat kamu, sudah panjang lebar chat. Tapi balasan kamu, cuma 5 kata. 

OMG ...

Aku ingat pertama kali komment mengenai foto kamu yang seperti orang INDIAN AMERIKA, rambut dikepang kecil-kecil dan hidung kamu yang mancung. Wajah kamu tidak mirip orang INDIA.

Dan kamu tidak komen apa pun. Begitu juga pada saat kamu ultah, aku inbox FB ucapan "SELAMAT ULANG TAHUN" , kamu hanya membacanya. Tidak ada balasan apa pun.

Mungkin klo lelaki lain, begitu chat akan terus komunikasi. Tapi kamu beda, itu yang membuatku suka denganmu.

Seiring waktu, kita tukeran no hp.

Itu pun, kamu tidak chat aku duluan. Kamu benar-benar menyebalkan, tidak pernah chat duluan menanyakan kabar. Tapi anehnya, aku malah makin suka kamu. 

Kamu itu hanya chat di pagi hari memberi ucapan selamat pagi, dan itu selalu kutunggu. 

Oh ya, aku biasa memanggil kamu uncle. Tapi kamu tidak mau dipanggil seperti itu, akhirnya aku memanggil uncle bhai.

Seiring waktu, aku semakin mengenal kamu hanya melalui chat. Kapan kamu bangun, kapan kamu tidur. 

Biarpun kita belum pernah bertemu, rasa suka ini semakin mendalam. Aku juga ingin kamu tahu seperti lirik lagu Kahitna "Andai Dia Tahu". Seperti itulah, perasaan ini. Tapi, keberanian itu tidak ada.


Bilakah dia tahu
Apa yang telah terjadi
Semenjak hari itu
Hati ini miliknya
 

Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang kudamba
 

Bilakah dia mengerti
Apa yang telah terjadi
Hasratku tak tertahan
'Tuk dapatkan dirinya
 

Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang kudamba
 

Tuhan, yakinkah dia
'Tuk jatuh hati
Hanya untukku
Andai dia tahu
 

Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang kidamba
 

Bilakah dia mengerti
Apa yang telah terjadi
Hasratku tak tertahan
'Tuk dapatkan dirinya
 

Mungkinkah dia jatuh hati
Seperti apa yang kurasa
Mungkinkah dia jatuh cinta
Seperti apa yang kudamba
 

Tuhan, yakinkah dia
'Tuk jatuh hati
Hanya untukku
Andai dia tahu
Andai dia tahu
 




Aku pun mencari tahu kamu itu siapa, apa benar-benar kamu tidak ada istri. Pernah aku bertanya dengan kawan yang kebetulan dia juga berteman denganmu, siapa kamu. Tapi aku tidak mendapatkan jawaban. 

Uuuhhfff ... Menyebalkan. Aku tidak bisa mendapatkan informasi dari dia. 

Seiring waktu, rasa ingin bertemu denganmu semakin bear. Tapi aku takut bertemu, akhirnya aku diam-diam beberapa kali ketempat kerja kamu di Tanah Abang. Hanya ingin melihatmu dari kejauhan, dan bagiku itu cukup.

Dua tahun mengenalmu didunia maya, tapi hanya satu kali kita bertemu secara langsung dan itu hanya 10 menit. Aku senang, bisa bertatap wajah dengannya. Bisa melihatnya dari dekat, hati ini riang. 

Tapi sejak saat itu, sikapmu mulai berubah. Mungkin karena aku tidak cantik, jadinya menjauh. 

Ya, aku sadar. Aku tidak cantik, aku gendut. Mana mungkin kamu tertarik dengan aku, hikss.. hikss...

Emmm ... 

Dan suatu hari, aku memberanikan diri mengatakan suka denganmu. Dalam chat tersebut, aku memang mengatakan tidak perlu dijawab. Dan benar, kamu tidak menjawabnya.

Menyebalkan ...

Klo lelaki lain pasti menjawab atau telp, tapi kamu tidak. 

Hikss ... Hikss ...

Kamu membuat aku semakin penasaran.  

Dan aku memutuskan untuk melupakan kamu, tapi aku tidak bisa melupakan anak perempuan. Entah kenapa setiap kali melihat anak perempuanmu, ada getaran aneh. 

Tapi kenyataannya, aku belum bisa melupakan kamu. Aku semakin menyukai kamu.

Hingga suatu hari, bagai disambar petir, sepupu jauh dari sepupu aku mengatakan dekat sama kamu. Kalian saling menyukai dan ada hubungan.

Aku terluka, aku patah hati. 
Dunia ternyata sempit, entah darimana kalian berkenalan. Tapi aku kesal, sangat kesal.

Kenapa harus perempuan itu, kenapa harus perempuan yang kelakuannya tidak bagus. Perempuan yang sudah dua kali bercerai dan punya dua cucu. 

Perempuan yang selalu minta cerai dengan alasan materi. Ketika suaminya kaya, dia bersama. Tapi ketika suaminya tidak punya-apa, ditinggalkan. Ditambah lagi, dia pernah tidur dengan lelaki lain pada saat statusnya masih istri. 

Bukan hanya itu saja, teror datang ke aku. Pada saat perempuan itu kabur dari rumahnya. Entah siapa yang teror, tapi yang pasti si peneror mengatakan 

"Butuh lelaki yang bisa membayar".

Ketika aku sampaikan ke perempuan itu, seakan dia tidak mau perduli. Dia malah saranin lapor polisi.

OMG, lapor polisi artinya banyak waktu yang akan terbuang untuk mengurus sesuatu yang bagiku tidak penting.

Uuuhhhfff ... 

Aku pun mengatakan teror ini ke keluarga aku, mereka menyarankan agar tidak ada hubungan dengan perempuan itu. Sudah gila perempuan itu. 

Dan aku pun putus hubungan komunikasi dengan perempuan itu.  

Daammm ... 


Perempuan itu beruntung, dua kali menikah dan selalu mendapatkan suami yang memiliki materi. Dan sekarang, dia mendapatkan kamu, bukan hanya materi yang kamu miliki tapi hati kamu yang baik. 

Hati yang selama ini sudah membuatku menyukai mu. Bukan hanya kamu yang aku suka, tapi anak perempuanmu. 

Mungkin kalau aku menikah, anak aku sudah seumur anakmu.

Oh ya, aku juga pernah dua kali bertanya apakah kamu ada hubungan dengan perempuan itu. Dan minta untuk teror yang datang ke aku berhenti. 

Tapi jawaban kamu seperti biasa "Kamu ngomong apa dan salah chat".

Kan, benar-benar menyebalkan. Jawaban chat kamu hanya itu saja, buat aku kesal. 

Tapi itulah jodoh, kalian saling menyukai dan akan menikah. Itu informasi yang aku dapat.

Sedih, kecewa, patah hati ... Perasaan campur-aduk, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Kalian sudah ditakdirkan bersama. Perempuan itu beruntung bisa bersama denganmu.

Kelly ...

Sekarang kamu sudah bahagia, aku pun bahagia. Biarpun aku tidak rela, kamu dengan perempuan itu. 

Aku doakan semoga kamu  dan anak perempuan kamu bahagia selamanya... 

Tuhan besertamu Kelly dan anak perempuanmu...





From

Dari yang pernah menyayangimu

Sunday, February 2, 2020

Oprah, I Want To Meet You

Oprah, I Want To Meet You
Dorkas Manroe
Translator Mr. Sathasivan B

In life, surely we idolize someone. Both famous artists and important figures, as well as I who idolize Oprah Winfrey.
I don't know since when, I idolized her. First time hearing her name in a news in one of the television shows (forgot the name of the station). In the news,it was about Oprah's past. What made me interested was, Oprah was a "victim" of sexual harassment by her own family.

From there, I began to search for information about Oprah Winfrey. Who is Oprah Winfrey?
Oprah Winfrey was born January 29, 1954 in Kosciusko, Mississippi. Parents divorced since she was a child. And she was raised by her grandmother on a farm.

Oprah's childhood may not be like other children in general. She was raped at the age of 9 years by her own cousin. And she chose to remain silent, not telling anyone about the incident.

She even blamed herself.

How could the rape be considered to be her own fault? Maybe if that happened to me, I would report it and be traumatized or even kill myself. But Oprah didn't, she chose to be quiet.
Not only that, Oprah was pregnant and gave birth to a child at a young age.
Yes ... At the age of 14, Oprah gave birth to a child. But unfortunately, her child died. Shortly thereafter, Oprah lived with her father and stepmother. With strict rules and upbringing from her father, Oprah managed to rise from adversity.
She once chose to represent her school in a youth conference at the White House. And she also got a scholarship.
Amazing ...
Since then, I started to idolize Oprah and follow all her accounts in cyberspace.
Oprah began her career in television at the age of 19, she became a journalist and a news anchor. And since then, she rose up in her career.
She also received many awards.
Her first award in 1996, the International Radio & Television Society Foundation - George Foster Peabody Awards Gold Medal Award - 1995 Individual Achievement Award.
In addition, Oprah is also the founder of "O, The Oprah Magazine" magazine. And she also has her own talk show, "The Oprah Winfrey Show" which was produced by her own company.
She also acted in several movies and films.
Wealth and fame did not make her arrogant, instead she contributes to many social activities.
From the news that I read, the reason she contributes was because,"The best way to bring good to yourself is to do good for others".
Oprah and I might be the same in terms of saving the problem itself, not wanting to tell others what happened.
Its the same with me, always keep my own problems to myself. As a person who always smiles, but in actual life,my heart is filled with a lot of problems. Do not want to share,but keep it to myself.
Maybe, Oprah didn't want to tell what happened to her for fear of being a burden to the people around her.
Oprah is an inspirational figure for everyone, although with a dark past a person can also be successful.
The proof is, she became one of the richest people in the world with a total wealth of maybe around 100 trillion rupiah.
Amazing ...
isn’t it ?
And my dream is to be able to meet Oprah Winfrey and hug her . That's enough, but it's just a dream that may not come true.I hope one day God will answer my prayers and my dream.


My dream
1. Meet and hug Oprah
2. Repairing my parent’s house
3. Having a house and car
4. Repairing the family grave at my home town
5. Reality shows that show live tourist attractions in Indonesia, introducing tourist attractions to
foreign countries
6. Establishing orphanages and nursing homes
7. Vacationing around some place with my large family

But it was all just a dream that would not come true. And let me keep dreaming

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...