Showing posts with label Perjalanan Hati. Show all posts
Showing posts with label Perjalanan Hati. Show all posts

Monday, April 27, 2020

perjalanan hati

Perjalanan Hati
Dorkas Manroe


Setiap perempuan pasti ingin menikah, termasuk aku. Ketika teman-teman sebayaku sudah menikah dan sibuk mengurus anak, aku masih tetap sendiri Kalau istilah zaman now jomblo.

Kalau ditanya kapan terakhir pacaran ? Eemm... kalau tidak salah sih sekitar 13 tahun lalu. Terus kenapa putus ? Jawabannya simple, Tuhan memanggilnya lebih dahulu. Terus kenapa tidak pacaran lagi ? Minder, itu jawabannya.

Kok minder ? Ya, aku minder karena pada saat pacar ku itu meninggal, Papa aku dipensiunkan karena peraturan keluarga tidak boleh satu perusahaan. Padahal tempat papa ku bekerja itu termasuk BUMN loh, tapi ada peraturan itu. Bukan hanya papa aku saja yang terkena dampaknya, ada beberapa karyawan yang punya hubungan keluarga terkena. 

Mereka tidak tinggal diam, mereka gugat ke pengadilan. Tapi sayang, mereka kalah. Pasti uang bicara, yang punya uang pasti menang.

Tahun itu merupakan tahun yang berat bagiku, kehilangan pacar, orangtua dipensiunkan dini dan aku masih menyusun skripsi. Ditambah adik-adik ku masih sekolah. 

Sejak papa dipensiunkan, situasi keuangan semakin sulit. Bahkan Mobil dan emas pun dijual untuk menyambung hidup. Maklum, uang pensiun papa tidak cukup untuk kebutuhan rumah dan biaya sekolah adik-adik ku.

Bahkan ketika aku sudah bekerja, masih belum cukup untuk kebutuhan sehari-hari. 

Terkadang, uang sekolah dan uang antar jemput adik-adik ku harus nunggak 2 bulan. 

Ya, sejak mobil dijual kami tidak ada kendaraan. Sehingga adik-adik ku mengandalkan antar jemput. 

Setelah aku lulus kuliah dan bekerja, aku mencicil motor agar papa bisa antar-jemput adik-adik ku. Hitung-hitung menekan pengeluaran.

Oh ya, kami pernah tidak mempunyai uang sepeser pun. Sehingga papa terkadang menjadi ojek. Bukan hanya itu, terkadang orangtua ku harus meminjam uang. Dan yang membuat ku menagis, mereka sering dihina. Bukan orang lain yang menghina, tapi ini oleh keluarganya sendiri. 

Pernah suatu hari, papa dan adik ku kerumah salah satu adik papa didaerah kelapa gading untuk pinjam uang untuk menambahkan uang kuliah salah satu adik ku. Tapi apa yang didapat mereka, hanya sebuah hinaan.

"Kalau tidak punya uang tidak usah kuliah, jadi anak tahu diri"

Ya, begitulah ucapan tante ku. Kalimat itu membuat adik ku sakit hati, tapi itu yang membuat dia bekerja keras sekarang. 

Biar pun kami kekurangan keuangan, papa ku selalu berusaha agar anak-anaknya bisa mendapatkan gelar Sarjana. Segala macam cara dia lakukan agar bisa kuliah.

Dia menyampingkan malu untuk meminjam uang kepada beberapa temannya. Bersyukur, mereka selalu meminjamkan tanpa ada sebuah hinaan. 

Bukan hanya itu, papa ku sempat beberapa kali kehilangan nyawannya karena kehabisan obat asma. Tapi Tuhan masih menolong, nyawa papaku selalu tertolong. 

Itulah yang membuatku minder, tidak mau pacaran. Aku takut dihina karena keadaan orangtua ku. Untuk mengatakan suka dengan cowok saja tidak berani, selalu kupendam dihati. Tidak pernah kukatakan kepada siapa pun. 

Waktu di SMP, aku pernah suka cowok batak. Marganya Sitorus, mungkin dia cowok pertama yang aku suka sebelum pacarku yang meninggal itu. Dia pintar di mata pelajaran, musik dan silsilah batak. Tapi aku hanya bisa memendamnya sampai sekarang. 

Beberapa tahun sejak lulus SMP kami bertemu beberapa kali diacara reuni. Dia selalu anter pulang, aku selalu duduk didepan dan terakhir diantar. Terkadang, aku sering curi pandang melihat wajahnya. 

Pengen rasanya mengatakan "Aku suka kamu". 

Tapi tak sanggup, mulut ini selalu tertutup. Bisa melihat wajahnya saja sudah senang. Sayang, dia bukan jodohku. Dia sudah menikah dengan perempuan yang baik. Kalau kangen, aku hanya melihat dia dari foto di whats up nya. 

Oh ya, pacarku yang meninggal juga batak loh. Marganya Simanjuntak, dia juga baik. Tidak pernah marah, tapi nyebelin. Selalu membuatku marah karena menurut aku dia tidak perhatian. Dia juga tidak pernah ngajak aku kalau sedang ngumpul sama teman-temannya. Makanya aku tidak pernah tahu teman dia siapa saja. 

Hingga suatu hari setelah dia meninggal, aku baru tahu kenapa dia tidak pernah ngajak tuk ketemu teman-temannya. 

Dan ternyata, teman-temannya pengguna narkoba dan penganut seks bebas, termasuk dia. 

Selama pacaran dengan dia, kami tidak pernah berhubungan seks layaknya suami-istri. Dia benar-benar menjaga kehormatan ku, menjaga aku.

Ketika dia meninggal, aku tidak percaya kalau penyebab kematiannya karena HIV AIDS. Hanya 1 tahun dia bisa bertahan dengan penyakitnya, pantes dia memutuskan aku secara tiba-tiba tanpa alasan. 

Tapi sejak itu kami masih berteman baik.

Anehnya, dia bisa menyimpan semua penyakitnya dari aku dan teman-temannya. Dia memang pandai menyimpan semua masalahnya sendiri. Dan dari dia lah, aku sekarang menyimpan semua masalah ku sendiri. Kupendam dalam hati. 

Informasi yang aku dapat dari teman baiknya, dia menggunakan narkoba karena merasa bersalah karena papanya meninggal

"Aldo menggunakan narkoba sejak papanya meninggal, ada perasaan bersalah. Dia merasa penyebab papanya meninggal".

Eeemm... Pantes, sejak papanya meninggal sikapnya berubah. Dia tidak mau lagi, aku makan makanan dia. Bukan hanya itu, menggunakan sendok/garpu ataupun minum minuman dari gelas dia pun tidak boleh. Bahkan untuk ciuman bibir pun tidak. Rupanya dia tidak mau aku terkena narkoba secara tidak langsung.

Tapi hal yang membuatku bersalah, aku tidak disampingnya ketika dia meninggal. Meminta maaf tuk tidak bisa. 

Kami sempat putus komunikasi, kira-kira 6 bulan sebelum kepergiannya. Aku tidak mencarinya karena fokus kerja, lembur ... lembur ... dipikiranku, lumayan uangnya buat nambah pemasukan.

Hingga suatu hari, temanku, Robert, datang memberi kabar "Aldo masuk rumah sakit, mau besuk gak. Kalau mau, aku anter sekarang".

Tanpa pikir panjang, aku jawab "Iya".

Dan temanku melajukan motornya menuju rumah sakit. Sesampai disana, kami diminta menggunakan penutup mulut dan sarung tangan. 

Kami berjalan menuju kamarnya, ketika kami sampai. Hatiku berdetak kencang melihat pemandangan didepan mata. Tiba-tiba air mataku keluar.

Tubuhnya kurus, hanya tulang tanpa terlapisi kulit. Seperti anak-anak di negara Somalia. Warna kulitnya pun tambah hitam, gosong. Dan ku lihat, luka didaerah kakinya. Dia buru-buru menutupnya dengan selimut ketika aku melihatnya.

"Sar, pa kabar " Tanyanya.

"Baik" Jawabku sambil menghapus air mata.

Aku hanya diam kaku melihat kondisinya sambil mataku berkeliling melihat pasien lainnya. Tiba-tiba mataku tertuju pada salah satu pasien, tubuhnya kurus dengan selang infus dihidungnya. 

Tiba-tiba pundak ku ditepuk "Woii, kesini malah begong"

Kepalaku pusing seketika dan pamit "Aku pulang ya do, kepalaku pusing".

"Iya, jangan lupa minum obat. Kamu kurang tidur itu" Ujarnya.

Kami pun pamit, sepanjang menuju parkiran motor. Aku bertanya sakit 

"Robert, Aldo sakit apa ya ? Kok badannya bisa kurus begitu".

Robert hanya diam. Kami pun membisu menuju parkiran motor. 

Tapi sepanjang kami berjalan dilorong rumah sakit, aku melihat semua pegawai rumah sakit ini menggunakan sarung tangan dan penutup mulut. 

Aneh, rumah sakit apa. Tidak seperti rumah sakit pada umumnya. 

Seminggu setelah aku besuk. Temanku datang kembali   

"Sar ... Sar ... Aldo meninggal sar, abangnya telp barusan. Ayo kesana."

Jantungku berdebar kencang. Dan aku hanya bisa diam membisu. Tak ada air mata yang keluar, hanya perasaan campur-aduk tidak jelas. 

Aku tidak langsung datang kerumahnya malam itu karena papa ku melarang..

Keesok-harinya, aku datang kerumahnya. Sudah banyak teman-teman SMP kami. 

Dan tiba giliran kami masuk, aku mendekati jenazahnya. Tiba-tiba terdengar suara mamanya teriak-teriak berkata 

"Do ... Itu Sarah, bangun do. Kemarin kamu cari Sarah. Dia datang do".

Tiba-tiba air mataku keluar, isakan tangis ku terdengar. 

Pundak ku dirangkul kemudian oleh salah satu temanku. 

Rasa bersalah dan penyesalan menghampiri. 

"Kenapa tidak ada disampingnya disaat dia sakit biarpun kami sudah tidak pacaran. Kenapa ... ".

Dan perasaan bersalah itu pun hingga sekarang masih tersimpan. 

Sebelum peti ditutup, kami diberi kesempatan terakhir untuk melihat jenazahnya. 

Satu persatu melihat wajahnya untuk terakhir kalinya. 

Dan ketika aku melihat wajahnya, air mata ku mengalir deras. 

Ketika ingin kucium keningnya, aku tidak diperbolehkan

"Stop ... Jangan dicium, kamu hanya boleh memegangnya saja" Ujar salah satu abangnya.

Ya, aku hanya bisa memegang pipinya. Sambil berkata 

"Maafin aku yang terlalu egois dan tidak perduli dengan kebaikanmu. Selamat tinggal."

Setelah itu, aku diminta untuk mencuci tangan. Entahlah untuk apa, aku menurut saja. 

Dia pergi untuk selamanya. 

Dia pergi dengan wajah tersenyum. 

Dia sudah sembuh.

"Kamu sudah sembuh Do, tidak merasa sakit lagi" Kata ku dalam hati.

Sejak kepergian Aldo, aku pernah beberapa kali dekat dengan cowok batak. Tapi itu hanya "numpang lewat", tidak pernah pacaran. Hanya kenal dekat setelah itu menghilang. 

Ada perasaan malu jika harus bawa dia kerumah, malu karena rumah ku kecil jelek. 

Dan Sampai hari ini pun, aku belum pernah memperkenalkan cowok yang lagi dekat dengan orangtua ku. 

Perasaan malu dan takut selalu menghampiri kalau membawa mereka kerumah.  Jangankan pacar, teman saja tidak pernah. 

Aku tidak mau dihina, sudah cukup keluarga ku di hina oleh keluarganya sendiri. Jangan ada hinaan lagi.

Suatu hari aku berkenalan dengan cowok India Medan di Facebook, dia tinggal dan bekerja di Australia. Dia bekerja sebagai chef di Meulborne, perceraian membuatnya hijrah ke negara kangguru ini. 

Di awal kita masih komunikasi baik, tapi kelamaan dia menghilang tanpa kabar. 

Hingga timbul ide gila, membuat akun facebook palsu dengan nama "Pooja". 

Tujuannya satu, supaya bisa dekat dengan dia. Bisa jadi teman dia, secara dia disana sendiri. Pasti butuh teman ngobrol.

Dan berhasil, dia menyukai sosok "Pooja".  Mungkin karena foto Pooja cantik, jadi dia tertarik.

"Hi, Whats is your name, My name Chandra ?"  Tanyanya.

"Pooja, panggil aku Pooh" Jawabku.

Dia kaget aku bisa bahasa indonesia karena di akun Pooja tertera Jepang sebagai tempat tinggalnya. Mungkin dia berpikir, aku tidak bisa bahasa Indonesia. Hahahaha...

Sejak saat itu, hari-hari ku pun berwarna. Terkadang aku hanya tidur 3 jam karena perbedaan waktu. Apalagi kalau dia besoknya libur, aku tidak tidur. 

Rutinitasku setiap hari membangunkan dia tidur, berdoa bareng sebelum tidur dan setiap saat kita chat. 

Dan aku menyebut cinta ini sebagai "Cinta bayangan" karena dia menyukai sosok Pooja. Bukan diri aku yang sebenarnya. 

Apa pun yang dia lakukan, pasti dia beritahu. Sampai aku tahu setiap detail tato yang ada ditubuhnya, bahkan luka yang dia punya.

Semakin hari, aku semakin mencintainya. Semakin aku mencintainya, aku semakin takut kehilangannya. 

Hingga suatu hari, aku mengatakan kebenarannya ketika dia kembali ke Indonesia. Perasaan bersalah telah membohonginya selama 3 bulan. 

Atas saran beberapa teman, aku harus jujur mengatakan. Jika dia cinta aku, pasti akan menerima aku apa adanya.

Dengan berat hati, aku mengatakan "Ne... Aku bukan Pooja. Maafin aku sudah membohongi kamu beberapa bulan ini"

"Siapa kamu, kenapa kamu tega sama aku" Ujarnya.

"Kamu tahu siapa aku, Maafin. Aku lakukan semua ini karena aku mencintaimu."

Dia marah besar, tidak mau mengenal ku lagi. Semua akun aku diblock. 

Dan... Lagi-lagi aku kehilangan.

Kita putus komunikasi, tidak ada kabar. 

Aku selalu ingin mencari tahu gimana kabar dia. 

Dalam doaku, semoga dia diberikan jodoh. Ada yang menemaninya diumurnya yang tidak muda lagi.

Chandra, lelaki yang usianya sudah 47 tahun. Dia duda cerai, mantan istrinya selingkuh dengan mantan pacarnya. 

Dia hijrah ke Meulborne, ingin mencari baru dan melupakan masa lalunya. 

Dan atas saran temannya yang sudah disana, dia nekad pindah kesana. 

Ya biarpun bermodal bahasa inggris pas-pasan, dia tetap nekad kesana, menggunakan salah satu agency di daerah Kelapa Gading untuk hijrah ke Meulborne.

Disana dia kursus bahasa inggris dan sekolah memasak. Dari yang tidak bisa apa-apa, dia sekarang bisa jadi asissten chef. 

Itulah yang membuat aku menyukainya, kerja keras dan usahanya tidak pernah menyerah. Bisa bangkit dari keterpurukan.  

Dari foto-foto dan video yang dia kirim, aku jadi banyak mengetahui Meulborne, kota yang indah.

Meulborne merupakan salah satu kota di Australia, kota yang indah. Kota yang metropolis. 

Dulu, aku ingin sekali kesana. Tapi sekarang, kota itu yang paling ku benci. Sangat ku benci. 

Hahaha ...

Tapi entah lah, sejak SMP kota ini selalu jadi "bayangan" dalam hidupku. Bahkan negara ini pun jadi judul skripsi ku. 

Dan doaku terjawab, 3 bulan kemudian, aku dengar dia menikah dengan teman SMU ku. Dia dijodohi kakak iparnya yang kebetulan teman arisan. Tapi aku senang, dia akhirnya menikah. Ada yang menemani dia dihari tuanya. 

Tak lama kemudian, aku berkenalan dengan cowok India Medan lagi di Facebook. Tapi kali ini dia sudah menikah, namanya Raj. 

Dia menjadi teman curhat untuk melupakan Chandra. Dia itu ngeselin, bicara blak-blakan. Tidak perduli mau sakit hati ataupun membencinya. Itu yang aku suka. Kalau masalah ganteng apa tidak, jawabnnya tidak. 

Awal perkenalan kita lucu, dia inbox aku berkali-kali tapi selalu aku jawab jutek karena dia sudah beristri.

Hingga suatu hari, aku membalasnya karena dia tahu semua tentang ku tanpa aku cerita. 

Amazing ... Dia cenayang sepertinya, bisa tahu semua tentang aku. 

Dan sejak itu, kita jadi sering chat, telp dan video call. 

Aku merasa seperti pelakor, bisa komunikasi bebas kalau dia tidak bersama istrinya. Untung jarak kita jauah, Jakarta-Medan. Jadi tidak mungkin bertemu. Kalau dekat, bisa setiap hari bertemu. Pelakor benar kan jadinya.

Hahaha ...

"Hi, kamu lagi apa. Sudah makan belum" Tanyanya.

"Udah dunks, kemana istrimu" Ujarku.

"Lagi dirumah mamaknya".

Ciri-ciri pelakor seperti itu, selalu komunikasi dengan suami orang disaat dia nya jauh dari istri. 

Aku hanya takut jika suatu hari nanti aku jatuh cinta sama dia. 

Kelemahan ku hanya itu, jika setiap hari harus komunikasi. Aku bisa jatuh cinta.

Dan benar, semakin lama kita komunikasi, Perasaan sayang itu tumbuh. Tapi aku tidak boleh suka, dia sudah punya istri. 

Dia banyak menolong kalau aku lagi kesusahan, apalagi masalah keuangan. Dia selalu pinjamkan kalau aku lagi butuh uang. Begitu juga dia, ketika dia masa kontraknya habis, minta dibuatkan CV dalam bahasa inggris. 

Iya, dia lemah dalam bahasa inggris. Bukan hanya lemah, tapi tidak bisa. Hahahaha ...

Aneh kan, orang India tapi tidak bisa bahasa inggris. Padahal sering ke Kuala Lumpur atau pun Malaysia. 

Adehhh ... 

Sampai ada tes via website yang berbahasa inggris saja, dia telp minta diartiin dan jawabannya apa. 

OMG ...

Beberapa minggu setelah itu, dia mendapatkan kabar gembira. Dia diterima kerja dan ditrainning di Jakarta.

"Sar, aku minggu ke Jakarta. Trainning sebulan disana. Kau tidak jadi Medan, aku lah kesana". 

Wahhh ... Senang mendengar beritanya, bisa ketemu tuk pertama kalinya.

"Ok, aku tunggu kedatangan Anne. Jangan lupa bawa Bolu Meranti 2 kotak ya".

Ya, bolu meranti salah satu oleh-oleh khas Medan. Kalau ke Medan, pasti akan membeli ini sebagai oleh-oleh.  

Hari yang ditunggu pun tiba, dia datang dari Medan.

"Woy .. Dah dimana ? Aku dah sampai hotel ini, cepat kau kemari. Lama kali pun kau."

Selalu begitu, seperti bos saja. Suka hati dia memerintah, adehhh ...  

"Iya, dalam perjalanan ke hotel. Macet ini, sabar lah ne ... " Ujarku dengan nada kesal.

Setibanya di hotel, aku kaget. Ternyata bukan hanya aku saja. Rupanya sudah ada 2 temannya yang ikut menunggu ku. 

Kemudian aku diajak makan di salah tempat makanan India di daerah Sunter.

"Top Food Court" Itu namanya, letaknya di daerah Sunter. Tempatnya enak dan harganya murah meriah kenyang. 

Itu prinsipnya kalau cari tempat makan, hahaha ...

Disini banyak menu makanan seperti Roti Cane, Martabak, Mie Soup, Nasi Campur dan masih banyak lagi. Dari Masakan halal sampai non-halal. Tempatnya juga terbuka, jadi enak banyak angin sepoi-sepoi. 

Kalau kalian belum coba, datang kesini. Nikmati suasana dan makanan yang ada disini. Tidak menyesal deh.

Sambil menikmati makanan, hati ini berbunga-bunga. Bisa ketemu manusia yang selama ini hanya berbincang didunia maya.

Dan selama dia di Jakarta, aku rela pulang tengah malam dari hotelnya demi bisa ketemu dia. 

Tapi sayang, kemesraan ini terusik dengan kepindahannya ke kota lain. Dia dipindahkan ke Kerawang ditrainning di Kerawang selama sebulan. 

Uuuhh... Ini artinya, tidak bisa ketemu dia setiap hari. Hanya bisa ketemu seminggu sekali. 

Mengesalkan ... 

Selama dia disana diberikan fasilitas tempat kos, bukan di hotel.  

Pagi-pagi sekali, dia sudah menghubungi ku hanya memberitahu kalau dia hari ini akan ke Kerawang

"Sar, aku hari ini Kerawang sehabis makan siang. Jangan lupa sabtu ini datang. Aku minta tolong, kau bawakan aku barang yang aku butuhkan. Nanti aku whats up apa saja barang yang kau bawa ya." Ujarnya ditelp.

"Ok bos, 46 dilaksanakan".

Wooww ... Kerawang, kota yang belum pernah aku injakan kaki kesini. 

Dan tiba lah hari yang ditunggu untuk ketemu dia. Tuk pertama kalinya ke Kerawang. 

Jujur, ini pertama kalinya aku kesini. Tidak ada bayangan sama sekali, biarpun kota ini tidak jauh tapi memang belum pernah aku injakan kaki kesini. Tapi karena dia, aku menginjakan kaki ku tuk pertama kali disini. 

Akses untuk kesini lebih mudah dan tidak kena macet. Biarpun harus 2 kali berganti kereta.

Tiba-tiba, ponsel ku berbunyi. Rupanya dia telp

"Dimana kau ? Jangan lupa kau datang hari ini dan bawa semua yang ku bilang ya"

"Ok bos" Ujarku

Begitulah komunikasi kami pagi itu. 

Ternyata kereta yang menuju Kerawang seperti kereta jaman dulu tempat duduknya dan berkipas. Bukan AC, jadi kebayang dunks panasnya gimana. Tapi demi dia tak apa-apalah.

Hampir satu jam aku didalam kereta, ponsel ku tiba-tiba bergetar. Rupanya dia telp lagi

"Dimana kau, jam berapa kau sampai disini" Tanyanya.

"Bentar lagi sampai stasiun Kerawang, setelah itu aku nyambung ojek"

"Jangan lupa beli makanan, aku lapar."

Eeemmm... Sesuka hati dia saja lah perintah, main suruh ini itu. Dia tidak tahu apa, aku bawa banyak barang yang dia minta. Tapi karena cinta, ya sudahlah. 

Dan tibalah aku dikosan dia, disana aku dikenalkan sebagai istrinya agar bisa nginap.

Aduuh... Pake berbohong dia. tapi, suka-suka dia sajalah. Aku nurut lah, yang penting malam ini bisa bersamamu.

Setelah aku bersih-bersih, kami pun rebahan.

Tubuh kami berdua sama-sama bungkam, tak berinteraksi dan hanya diam. Didalam kamar berukuran 4 x 6 meter dan enggan bersuara. 

Ini hal gila yang baru kulakukan dalam hidupku, diatas tempat tidur bersama lelaki. 

Eeiitss ... Jangan berpikir negatif. Kita tidak melakukan apa-apa kok, hanya tidur ditempat tidur yang sama. 

Dia hanya memeluk saja, tidak lebih dari itu. Dia mau aku masih suci, hingga jodoh mempertemukan aku. 

Jarang ada lelaki yang segitu seranjang dengan cewek, tidak melakukan apa-apa. Pasti sudah terjadi "sesuatu" dan setelah melakukannya akan berkata "khilaf".

Uuuhhh ... Ini Gila... Gila... Aku melakukan hal gila untuk pertama kalinya dalam hidupku. Kalau sampai orangtuaku tahu, bisa dibunuhnya aku ini. 

Hati ini tiba-tiba berdetak kencang, hati ini sepertinya benar menyukainya.

Lagi-lagi, aku akan melakukan kesalahan besar. Suka dengan seseorang.

Damm ...  

Tiba-tiba rasa ketakutan itu muncul kembali. Bukan takut karena kami akan melakukan perbuatan dosa, tapi aku takut kehilangan dia. 

Aku tidak mau kehilangan lagi. 

Berbulan-bulan kami dekat, hati ini semakin hari semakin menyukainya. Aku tahu kami tidak mungkin bersatu, dia sudah menikah. Dan aku tidak mau merusak rumah-tangga nya.

Nyaman kalau sedang ngobrol dengannya, dia orangnya jujur. Tidak perduli orang mau sakit hati atau tidak. Ada rasa ketakutan dalam hati, tapi biar lah.

Hingga suatu hari, ketakutan itu menjadi kenyataan. 

Aku melakukan kesalahan terbesar. Hal terbodoh dalam hidupku. Aku menghutang di aplikasi online, si penangih menghubungi semua kontak telp termasuk dia. 

Amarah murka ketika dia menghungi ku 

"Kau ini kenapa bodoh pinjam duit dari aplikasi itu, kalau tidak bisa bayar tidak usah pinjam. Kau tidak usah hubungi aku lagi, selesaikan urusan kau".

Aku berusaha menghubungi dia, tapi dia tidak angkat telpnya. Dia memblock semua akun aku.

Terakhir ketemu, ketika dia mengembalikan barang-barang ku. Itu pun cuma sekitar 5 menit. Disitu lah aku melihat wajahnya secara langsung untuk terakhir kalinya.

Lagi-lagi aku kehilangan, kebodohan membuatku kehilangan teman curhat. 

Sepi ... 

Itulah yang kurasa, tidak ada lagi teman curhatku. Aku tidak pernah beruntung, selalu kehilangan.

Tidak ada lagi teman curhat, hari-hari ku hampa. 

Hampa ... Yang kulakukan hanya sibuk dengan dunia maya, facebook. 

Hingga suatu hari, ada permintaan pertemanan seseorang di Facebook. Fotonya profilnya, ganteng. Kulitnya putih, hidungnya mancung dan rambutnya dikepang kecil-kecil. Persis seperti suku Indian. Dia bukan Indian tapi India Medan. 

Kelly, nama cowok Indian Medan itu. 

Eemmm ... Entah kenapa, aku selalu saja kenalan dengan cowok India Medan. Dan yang parahnya, berujung pada suka.

Kenapa aku tidak pernah kenalan cowok selain India Medan, China kek. 

Adehh, ini seperti suratan takdir. Berawal dari kenalan, suka dan berakhir putus komunikasi.

Nasib ... Nasib ... 

Tau gak sih, cowok ini beda. Tidak seperti yang lain yang agresif, begitu di confirm pasti akan inbox. Dia tidak loh.  

Kesan pertamaku, dia cuek dan sombong. Susah sepertinya ditaklukan.

Sejak aku confirm pertemanan, dia tidak pernah koment atau pun like di updatean aku. 

Bahkan, aku mengucapkan selamat ulang tahun ke dia tidak dibalas. 

Eeemmm ... Mungkin karena aku tidak cantik kali ya, jadi dia tidak memperhatikan aku. 

Ya sudahlah lah ya, aku juga tidak terlalu pusing. Mau dia koment mau tidak, bodo amat lah. 

Hingga suatu hari, aku lihat updatean foto terbaru dia bersama seorang anak perempuan. Wajahnya mirip.  

"Anaknya kah ? Cantik" Dalam hati bertanya. 

Makin kepo saja nih aku, siapa anak perempuan itu. Lalu aku cek semua foto dan updatean facebook dan instagram dia.

Ooo ... Rupanya dia duda beranak satu. 

Eeemmm .. Dapat bonus nih kalau bisa dekat sama dia, tidak apa-apa lah.

Lagipula, kalau aku sudah menikah. Pasti sekarang sudah punya anak kan, pasti seumuran dengan anaknya. 

Setiap kali melihat foto anaknya, seperti ada getaran. Ada grativasi, gerakan tarik menarik ketika melihat foto anaknya. 

Dan semua foto dia dengan anaknya di Faceook dan Instagram, aku like. 

Lani, nama anak perempuan itu. Usianya 13 tahun. Parasnya cantik dan rambutnya keriting, persis seperti dady nya.

Aku add semua akun medsos Lani. Setiap kali, aku buka akun medsos pasti aku buka akun dia. Ada updatean apa, dia lagi apa. Pokoknya ingin tahu, dia sedang ada dan dimana.

Berharap suatu hari nanti bisa ketemu langsung, bisa peluk dan mencium keningnya. Tapi itu semua tidak mungkin, itu hanya khayalan. 

"Mimpi loe ... " Klo sebutan kerennya.

Setahun kami berteman di facebook dan instagram, tapi tidak pernah kami komunikasi sama sekali. Hingga suatu hari, aku inbox dia di inbox instagram untuk menanyakan arti dari bahasa india yang dia tulis.

Kali ini, gayung bersambut. Dia membalas chatnya dan memberikan no wa.

"WA saja 08771789092" 

Antara tidak percaya dan senang, dia membalas chatnya. Tapi aku tidak langsung chat, baru aku chat beberapa hari kemudian. 

"Hi, uncle Kelly. Ini Sarah" Isi chat ku tuk pertama kalinya.

"Ya Auntie, ada yang bisa dibanting" Jawabnya.

"Koq auntie, panggil Sarah. Btw, jangan dibanting. Digendong saja. Hahaha .." Balasku

"Sini aku gendong. Hahahaha ... Ok Sarah, panggil aku juga Kelly saja"

"Ok, aku panggil Bhai Kelly saja ya".

Sejak itu, aku memanggilnya Bhai Kelly. Dan kami pun berlanjut komunikasi. 

Dia setiap hari mengirimkan chat ucapan selamat pagi, senangnya hati ini...

Dan aku pun membalas chat nya dengan tulisan "Kiss for your daughter". 

Bahagia ... 
Itu pun yang kurasakan. 

Aku pun jadi tahu, dia buka WA jam berapa. Di kantornya jam berapa ? 

Semua itu aku tahu dari rutinitas dia membuka WA nya.

Aku seperti menemukan kembali yang hilang, hati ini berbunga kembali. 

Biarpun dia lama membalas chatku, pasti dia membalas. 

Rasa ingin bertemu pun besar, hingga suatu hari. Aku harus berbohong tuk izin pulang cepat demi bisa bertemu dia di Tanah Abang.

Ya, disana lah dia bekerja. Dia bekerja sebagai sales kain. Tak jarang, dia harus keluar kota untuk bekerja. Sulawesi dan Kalimantan, kota yang sering dia datangi.

Kalau kalian tahu Tanah Abang itu pusat grosir terbesar, mau beli barang berbau tekstil bisa datang kesini. Murah meriah, tapi sayang panas. AC disini tidak berasa karena pengunjungnya yang banyak, untuk jalan saja susah.

Aku kesana hanya ingin melihatnya dari jauh, hanya itu.

Sesampainya di Tanah Abang, aku mencari lantai yang khusus menjual kain, pasti dia ada disana. 

Dan benar, belum juga aku sampai ke lantai yang dituju, aku melihatnya dari jauh. 

OMG, Ganteng banget, tinggi besar dan hidungnya itu loh. Pengen rasanya aku gigit, hahaha ...

Apalagi yang membuatku meleleh, dia menggunakan kemeja. Dan salah satu kancingnya dibuka dengan rambut di gerai. Cool banget, jantungku berdetak kencang melihatnya. Pengen copot rasanya.

Hahaha ... Lebay ya aku.  

Sayang seribu sayang, aku hanya ingin melihatnya dari jauh. Ada rasa ketakutan dan malu. Rasa tidak percaya diri dengan postur tubuhku yang besar.

Hanya menatapnya dari jauh, itu yang bisa kulakukan. Itu pun dah senang.   

Sejak melihatnya, wajahnya terus membayangiku. 

Hari demi hari, aku sangat menyukainya. Bukan hanya dia, tapi anaknya juga. Setiap buka media sosial, pasti melihat akun mereka. Rasanya ingin bersama mereka sampai maut memisahkannya. 

Lebay ya aku ...

Berbulan-bulan aku pendam perasaan ini, hingga suatu hari ada teman yang menyarankan untuk mengatakan perasaan aku ini. Masalah dia terima apa tidak, yang penting katakan.

Dan aku memberanikan diri mengatakan melalui WA isi hati ku

"Bhai, maaf sebelumnya. Aku cuma mau mengatakan kalau aku selama ini suka bhai. Entah suka karena ap, yang pasti sejak aku lihat postingan bhai dengan anak bhai. Seperti ada getaran, perasaanku aneh. Tidak usah dibalas karena aku tidak butuh balasan. Aku cuma ingin mengatakan isi hatiku".

Uuuuhh ... Malu rasanya ungkapin cinta sama cowok. Apa dia kata ya, apa dia bilang aku cewek agresif. Tapi aku harus katakan, daripada dipendam seperti sebelumnya.

OMG ...

Sejak saat itu, kita tidak komunikasi. Putus hubungan sama sekali.

Dua bulan sebelum kami putus komunikasi, aku ke Tanah Abang. Pura-pura membeli sesuatu, padahal hanya ingin bertemu dengan dia. Dan memberanikan diri tuk ketemuan. 

"Bhai dimana ? Aku di Tanah Abang blok B ini ? Ketemuan yuks" 

Ternyata dia menjawab isi pesan ku cepat

"Ok, dimana. Aku kesana ya".

Aahhhh, akhirnya bisa liat dia langsung. Jantung ku berdetak kencang melihatnya. 

Sumpah, aku jatuh cinta dengannya. Hahaha ...

Tapi sayang, pertemuan kita hanya 5 menit saja. Itu pun dia seperti ketakutan karena disana banyak kenalannya. Dia tidak mau kenalannya tahu. 

Malu mungkin karena aku tidak cantik, jadi dia tidak mau ada kenalan yang melihat dia bersama aku.

Hingga suatu hari, bagai disambar petir disiang bolong. Aku melihat foto dia di wallpaper sepupunya sepupu aku ketika kami bertemu disalah satu cafe.

"Kakak Peni, itu lelaki siapa di wallpaper kakak" Tanyaku penasaran.

"Foto mana ya" Jawabnya sambil memasukkan hp nya ke tasnya.

"Itu tadi yang meluk kakak dari belakang" Tanyaku memaksa.

"Bukan siapa-siapa".

Rasa penasaran muncul, seperti melihat wajah dia di hp nya. 

Kami bertemu karena sebelumnya suaminya Kakak Peni, chat menanyakan dimana istrinya. Bukan hanya itu, suaminya mengkira bahwa aku bisa mencarikan lelaki yang bisa membayar kalau menemai seorang perempuan. 

Kaget dan kesal ketika membaca isi chat dia, rasanya pengen ditabok tuh orang. Tidak ada sopannya bicara begitu.

Sayang, dia masih keponakan dari tante aku, kalau tidak dah habis aku caci-maki.

Pas kami ketemu, Kakak Peni menceritakan bahwa dia kabur dari rumah karena dikurung suaminya. Dia dihina dan tidak diberikan materi. Bukan hanya itu, dia dikurung. Dikunci disalah satu kamar, dan berhasil kabur karena anaknya membantunya.

"Kakak kabur dari rumah, kakak dikurung di kamar. Ita yang buka pintu kamar supaya kakak kabur. Sudah gila Kahar itu".

Aku hanya diam mendengarkan semua cerita tentang dia. Hampir tidak percaya, suaminya bisa melakukan hal itu. 

Sejauh yang aku tahu, suaminya selalu temenin dia kemana-mana. Termasuk ke gereja kalau ada saudara yang menikah.

"Apa iya, Kahar melakukan itu semua" Dalam hati, aku bertanya. 

Rasa penasaranku semakin besar, darimana mereka bisa berteman. Apa dari tag foto yang dia nya yah, mereka bisa berteman di dunia maya. Kemudian bertemu didunia nyata dan jatuh cinta.

Praduga muncul diisi kepalaku, darimana mereka bertemu. Kalau memang benar, berarti dari dunia maya.

Setiap kali chat dengan Kakak Peni, pasti aku tanya apa benar dia ada hubungan dengan Bhai Kelly. 

Dan dia selalu jawab "Tidak".

Aku yakin, wajah yang aku lihat waktu itu wajah Bhai Kelly. Ditambah lagi, aku melihat last update di WA selalu sama. 

Kecurigaan ku bertambah ketika Updatean Kakak Peni sama dengan updatean Lani, sedang menuju ke Pantai Carita. 

Gimana coba, aku tak berpikiran negatif. Semua tanda menunjukan bahwa mereka saling kenal bahkan saling cinta.

Ditambah lagi, tiap ditanya ke Kakak Peni tinggal dimana. Dia tidak selalu menjawab.

Tapi aku tidak perduli, selama belum terbukti dengan mata kepala ku mereka bersama. Aku masih mencintai Bhai Kelly dan anaknya. 

Saking cintanya sama mereka, aku sampai nulis status di Instagram story setiap mau tidur  

"Selamat Tidur Lani .. Selamat Tidur Bhai Kelly. Mimpi Indah".   

Bukan hanya itu saja, setiap kali aku ke Gereja Katedral. Pasti berdoa dan menyalakan lilin untuk mereka.

Dua bulan lamanya aku menulis status tersebut, hingga suatu hari dia mengetahui. Dan marah besar karena membawa nama anaknya.

"Sar, Jangan kamu menulis status bawa nama anakku. Aku tahu dari adikku yang sering kamu beli bukunya".

"Aaahhh... Jadi selama ini aku beli buku di online buku adik bhai. Sorry, aku tidak tahu. Aku tidak akan ganggu kalian lagi dan tidak akan beli buku disana."

Dia tidak menjawab chat aku. 

"Oh ya, semoga langgeng dengan kakak sepupu jauh aku itu." Itulah chat terakhir ke dia.

Perasaan campur-aduk, sedih karena aku tahu setelah ini hubungan kami akan benar-benar putus. 

Aku menulis status itu sebagai bentuk isi hati yang tidak bisa diucapkan secara langsung. Rasa dari hati kepada mereka. 

Sejak saat itu, tidak ada komunikasi apa pun, aku juga tidak membeli lagi buku anak-anak di IG Online adiknya. 

Aku benar-benar memutuskan hubungan dengan dia dan yang berhubungan dengan keluarganya.

Tak lama dari kejadian itu, aku mendengar kabar, Bhai Kelly akan menikah dengan sepupu jauh aku itu. Mereka akhirnya akan menikah.

Itu artinya teror yang selama ini datang ke aku akan berakhir. 

Ya ... Sejak pertemuan aku dengan Kakak Peni terakhir waktu itu, aku sering terima telp dari nomor yang tidak dikenal. 

"Hallo, kamu Sarah ya. Kamu bisa carikan aku lelaki yang bisa bayar aku tidak".

Dammm ... Rasanya pengen marah, pengen aku tonjok kalau dia didepan aku. Dia pikir aku cewek seperti itu.

Teror-teror tidak jelas menanyakan kakak Peni dimana, tidak jarang teror tak masuk akal. 

Ternyata usut punya usut, si Kakak Peni itu ketahuan tidur dengan lelaki. Dia menyimpan foto dia lagi tidur dengan lelaki lain. 

Pantas saja, yang teror aku bicara seperti itu. 

Dan lebih menyebalkan lagi, si Kakak Peni tidak mau tahu soal teror yang datang ke aku. Dia malah block semua akun aku. 

Njiirr ... Aku jadi terlibat masalah yang aku tidak tahu. 

Dan aku tidak mau menghabiskan waktu dengan pusing teror-teror tidak penting. Nanti juga capek sendiri lah. 

Yang membuatku sebel, kenapa dia harus dengan Kakak Peni. Tidak adakah cewek lain yang lebih baik daripada cewek itu. Kenapa harus dia, yang punya tabiat tidak bagus. 

Tapi itulah jodoh, kita tidak pernah tahu kapan datang dan dengan siapa dia berjodoh.

Sejak mendengar kabar mereka akan menikah, aku putus komunikasi dengan mereka. Aku pun tidak mencari tahu mengenai mereka.

Dan selama aku kenal bhai Kelly, hanya 1 kali bertemu langsung dan 1 kali melihatnya dari jauh tanpa dia tahu. 

Lalu bagaimana dengan aku ? 

Ya, aku masih menikmati masa kesendirian aku bersama dengan orang-orang yang ku sayang. Hingga Tuhan memberikan jodoh  yang terbaik.

Untuk melupakan itu semu, aku menyibukkan dengan bekerja. Mengejar impian dan rencana-rencana yang belum sempat aku wujudkan selama bertahun-tahun.

Dari semua itu, aku banyak belajar bahwa ketika kita mencintai seseorang, kita harus berani mengatakan "AKU SUKA KAMU". Dan kamu harus siap menerima jawaban jika dia tidak menyukaimu.

Dan suatu hari nanti, aku percaya Tuhan akan beri jodoh karena manusia diciptakan berpasangan bukan. 


The End

*Tulisan itu Fiktif,karangan penulis saja* 

*Jika ada kesamaan tempat, nama, waktu dan jalan cerita, mohon maaf sebelumnya*


Jakarta 18 July 2019


Jakarta Timur






Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...