Showing posts with label akan Menuai Kebaikan. Show all posts
Showing posts with label akan Menuai Kebaikan. Show all posts

Friday, April 10, 2020

Siapa yang Menebar Kebaikan, akan Menuai Kebaikan

Siapa yang Menebar Kebaikan, akan Menuai Kebaikan
Dorkas Manroe


Kenapa dalam hidup "kita harus berbuat baik. Kenapa kita harus berbagi dengan orang lain, terutama kepada orang yang membutuhkan".

Mungkin kalimat itu pernah menjadi pertanyaan dibenak diri sendiri. Jawabannya simple "Tabur Tuai".

Ya, siapa yang menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan. Jika kita berbuat kebaikan, suatu hari nanti pasti kita akan menerima kebaikan juga. 

Maka "Berikanlah kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya. Dan janganlah menahan Kebaikan dari pada orang yang berhak menerimanya"

 
Ini bukan bualan / ocehaan saja, tapi ini pernah terjadi dalam kehidupan aku. Banyak pertolongan datang ketika aku benar-benar membutuhkan.

Aku ini bukan orang baik, aku ini galak dan cerewet. Mungkin orang yang baru kenal aku, pasti akan mengatakan aku sombong. Tapi bagi yang sudah kenal dan dekat dengan aku, pasti akan mengatakan aku ini orang baik. Suka memberi, itu yang mereka suka katakan.

Entahlah, hati ini suka sedih, tidak tega kalau melihat mereka yang mempunyai keterbatasan masih punya semangat untuk bekerja. Berjuang untuk menyambung hidup dan kalau melihat mereka menjadi cerminan diri sendiri. Mereka saja masih mau bekerja, sedangkan aku masih saja suka mengeluh.
 
Hampir setiap hari, aku melihat pedagang yang berjualan dengan keterbatasan mereka. Entah itu keterbatasan fisik atau usia mereka yang seharusnya sudah dirumah, tapi masih berjualan.

Seperti pedagang krupuk yang tidak bisa melihat ini, dengan keterbatasan alat indera. Mereka bisa naik turun commuterline atau pun angkot hanya untuk menjual krupuk dari satu tempat ketempat lain. 


Bukan hanya itu, mereka sendiri tanpa ada yang dampingi. Dengan satu tangan memegang tongkat dan satu tangan memegang barang dagangannya. Bukan hanya itu, tubuh yang lain juga sebagai tempat untuk menaruh barang dagangannya. 



Atau seperti nenek penjual tissue dan kakek penjual celengan tanah ini. Mereka rela berjualan dipinggir jalan demi mendapatkan uang. Mereka tidak perduli harus jualan sampai malam. Diusia mereka yang seharusnya dirumah, tapi mereka masih menjajakan dagangan mereka demi mendapatkan uang. Tidak perduli berapa yang mereka dapat nanti hasilnya, tapi mereka berusaha dulu untuk menjual barang dagangannya.

Dan apakah mereka mendapat untung, jawabannya tentu tidak. Kalau pun ada keuntungan, pasti tidak bisa memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari mereka. 

Ya, klo aku pribadi ketemu mereka. Biasanya aku membeli. Entah itu satu atau dua dari dagangan mereka. Mungkin sebenarnya barang itu tidak perlu, tapi dengan kita membelinya akan berarti buat mereka.

Dan jangan menawar, kalau perlu kasih lebih. Anggap saja kita sedang membeli barang di mall, sudah ada harganya. Jadi tidak bisa ditawar. 


Lihat ... Hidup ini tidak adil bukan, kenapa mereka diberikan perjalanan hidup seperti ini. Dan apakah mereka pernah mengeluh, pasti jawabannya pernah. Setiap orang pernah mengeluh, apa pun situasinya pasti pernah mengeluh.

Tapi mereka tidak putus asa, mereka tetap menjalani hidup. Mereka tetap bekerja, tidak perduli usia mereka berapa. Tidak perduli dengan keterbatasan mereka. Yang mereka tahu, mereka harus mendapatkan uang untuk menyambung hidup.

Harusnya kita yang sudah diberikan pekerjaan yang enak, bisa bekerja dengan baik. Bisa bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, tapi sayangnya kita terkadang kurang bersyukur dan kurang menyadarinya.

Apalagi disituasi sekarang ini, wabah corona melanda semua lapisan negara. Termasuk Indonesia, yang tingkat penyebarannya cepat.

Bagaimana nasib dengan mereka yang dikalangan bawah, bagaimana mereka menyambung hidup. Masyarakat banyak yang takut untuk membeli sesuatu, apalagi dari pedagang seperti mereka. Pedagang jalanan, yang tidak punya tempat berjualan yang tetap. 

Nah, ini saatnya kita membantu mereka. Saatnya kita melakukan kebaikan berbagi, menebar kebaikan untuk menuai kebaikan suatu hari nanti.
 
Tapi ... Kan lagi wabah corona, lagi "Social distancing". Tidak bisa kemana-mana, harus "Stay At Home"
 

Eeemmm ... Jangan kuatir, kalian bisa menebar kebaikan melalui DOMPET DHUAFA.

Disini kalian bisa membantu sesama dengan cara berdonasi, zakat, infaq dan wakaf.

Dompet Dhuafa sendiri yang berdiri di bulan April 1993, mempunyai VISI dan MISI 

Selain itu, Dompet Dhuafa sendiri mempunyai program yang meliputi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Budaya, Sosial dan Dakwah.

Jadi ... Tunggu apalagi, yuks menebar kebaikan. Kalian bisa salurkan kebaikan kalian di link berik
ut

Kalian juga tidak perlu malu klo hanya bisa memberi sedikit, karena menebar kebaikan itu tidak dinilai dari besar kecilnya yang diberikan. Tapi keikhlasan untuk memberi. 

Niscaya, ketika kita memberi. Akan datang kebaikan.

Oh ya, klo pengen jadi relawan bisa tidak. Jawabannya bisa banget. Disini kalian bisa bergabung menjadi bagian keluarga Dompet Dhuafa untuk menebar kebaikan. Agar suatu hari nanti, kalian akan menuai kebaikan.

Yuks, mulai #MENEBARKEBAIKAN agar suatu hari nanti MENUAI KEBAIKAN

"Karena kebaikan jangan berhenti pada diri kita sendiri. Tebarkanlah dan raihlah kebaikan berkali lipat"
 




“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...