Showing posts with label #Lauradorkasmanurung #Mystories. Show all posts
Showing posts with label #Lauradorkasmanurung #Mystories. Show all posts

Friday, July 6, 2018

Kehilangan Team

Kehilangan Team
Dorkas Manurung

"Guys, tolong berikan masing 20 agent top up ya" Kubaca isi whats up group sambil berpikir untuk apa nama tersebut.
Keesok harinya, semua supervisor dikumpulkan diruangan OM. Dan, deng..deng.. "Guys, ada kabar buruk. Project ini hanya membutuhkan beberapa agent. Dan agent yang lain akan dimutasi ke project lain. Mereka terakhir tanggal 15 Juli. Tolong keep silent, biar ER yang informasikan" Semua Supervisor saling tatapan, suasana hening seketika dan bagai disambar petir dipagi hari. 
Dengan wajah pura-pura senang, kita semua kembali ketempat dengan wajah senyum tapi hati teriris karena harus menyimpan berita tersebut untuk beberapa hari kedepan. 
Siang hari, Supervisor dipanggil kembali keruangan "Tolong nama-nama ini ketemu ER karena akan ketemu user besok" 
"Ya bu" kami semua berdiri dan kembali ketempat dengan perasaan bercampur aduk.
Nama-nama yang terpilih pun dipanggil dan briefing ER. Dan setelah selesai, salah satu dari team duduk dengan wajah sedih sambil berkata "Mih.. Kok kenapa jadi begini. Kita harus pisah mi"
"Kamu harus mendapatkan pengalaman yang lain supaya ilmu kamu nambah. Tapi keep silent, jangan kasih tahu yang lain" Sambil wajahku kelayar komputer dan tangan memainkan keyboard. Tidak sanggup tatap wajahnya.
Sejak saat itu perasaan jadi campur aduk, tidak konsentrasi. 
"Damm.. Kehilangan agent bukannya biasa ya. Ini bukan pertama kalinya harus kehilangan. Tapi.. Kenapa berat kali melepas mereka. 11 tahun bekerja, kenapa baru kali ini berat melepas"
Teringat beberapa bulan pas pegang project ini, rasanya pengen pindah project saja. Tidak kuat dengan cara kerja agent, disiplin attitute dan performance mereka. Seperti belum pernah kerja. Penolakan dari aku dan mereka semakin kuat bahkan ada yang menggunakan cara-cara gaib supaya aku tidak tahan diproject tersebut. Tapi Tuhan itu baik, Dia mengirimkan malaikat-malaikat penolongnya buat support. Terima kasih Ane Hasian, Pak Tono, Akka Chitra, Ane Ranjen, Bhai Sanjey, dll. 
Semakin lama, kita semakin dekat. "Mami.." Begitu kalian memanggilku. Hari-hari yang kita lalui pun setelah itu penuh canda tawa biarpun terkadang membuat kesal. Beraneka ragam tingkah kalian, tidak pernah sepi. Dan harus diingatkan supaya suara kalian pelan.
Hari yang ditunggu pun tiba, nama-nama yang akan tetap tinggal diumumkam. Dan yang tidak ada namanya akan dipindahkan project. Tak terbayang wajah mereka nanti ketika diumumkan berita itu.
Jreng.. Jreng.. Saatnya tiba, suasana hening. Semua diam, berpegangan tangan dan berdoa berharap nama mereka masuk yang akan tetap tinggal. Satu persatu nama yang akan tinggal dibacakan, suasana berubah menjadi tangisan ketika nama-nama yang dibacakan tidak termasuk didalamnya. Mereka saling berpelukan dan menguatkan. 
Air mataku pun membasahi pipi, belum pernah merasa sangat kehilangan seperti ini. Dalam hati berkata "Ayo.. Ini bukan untuk pertama kalinya kehilangan team, jangan cengeng. Jangan baper" Tapi perasaan itu tidak bisa disembunyikan, air mata itu terus mengalir. Sudah lama tidak menangis, bahkan lupa kapan terakhir menangis.
"Mih.." Beberapa dari mereka datang menghampiri dan memeluk. Suasana berubah menjadi tangis. 
11 tahun bekerja, belum pernah merasa kehilangan yang sangat. Jujur, kehilangan ini lebih sakit daripada terima whats up di Pagi hari, difitnah, dimaki dan dicaci maki dengan kata-kata kotor oleh calon istri ane Chandra Kanden. Yang tanpa sebab jelas, memaki di whats up. Bahkan diteror yang mengaku dari kepolisian. Tapi pada saat itu tidak mau ambil pusing karena tidak melakukan apa yang disampaikan. Dan dia lakukan itu pasti karena tidak mau kehilangan. Dia tidak mau Ane Chandra meninggalkannya. 
Dalam hati, "Aku yang beritahu semua tentang Ane Chandra kepadanya pada saat dia bilang dijodohin sama chandra. Aku yang kasih tahu dari kesehariannya bahkan luka dilengannya pun aku yang beritahu. Masa aku pula yang menghancurkan, justru aku orang yang paling bahagia melihat Ane Chandra menikah. Doaku dijawab Tuhan. Please deh, cemburu buta. Kalau kalian jodoh pasti bersatu biarpun badai datang mencobai kalian". 

Dulu waktu ditanya bilang tidak cinta ane chandra, tapi sejak ada yang kejadian apalah itu, terbukti cinta ane chandra. Lucu.comlah. Kemunafikan itu biar urusan kamu dengan Tuhan. Tidak mau ikut campur urusan kalian. Tapi yang pasti terbukti kan doaku terjawab, ane Chandra berjodoh dengan kamu. Artinya besar kuasa doaku untuk kalian. Tuhan kabulkan, terbuktikan.
Ya, memang Ane Chandra Kanden bagian dari masa laluku yang pernah aku suka. Tidak bisa aku pungkiri, aku bisa berkarya terinspirasi dari dia. Tapi tidak akan kulakukan hal gila seperti yang dikatakan calon istrinya. Tidak mungkin aku lakukan hal bodoh untuk ke-2 kalinya.
Ya, memang dulu aku pernah melakukan hal gila yang membuatnya kecewa. Membuat akun FB palsu supaya bisa dekat dengan dia, bisa dengar tawa senyum dan cerita kesehariannya. Hanya itu, tidak pernah aku ambil keuntungan materi satu sen pun darinya. Aku hanya membuatnya kecewa karena telah membohonginya. Hanya itu, tidak lebih. Dan aku pun sudah minta maaf, terserah mau dimaafkan atau tidak. 

Hal gila bodoh itu kulakukan saat itu karena sayang, saat itu. Kalau sekarang, mata hatiku terbuka. Ane lebih pantas jadi om aku, umur ane 2 tahun lagi sudah kepala 5 & selisih umur kita jauh. Tapi sejak saat itu, aku berjanji, tidak akan melakukan hal gila seperti itu apa pun dan kepada siapun. Terima kasih Eyang Romo, Bunda Dewi, Aunty Rara, Om Al & Ane Hasian yang tidak pernah bosan memberi saran mengenai hal ini. Sayang kalian.
Dada ini lebih sakit daripada harus berkata jujur ke Ane Chandra tentang akun palsu itu, Kehilangan agent biasa, tapi ini sakit banget. Kesedihan terpancar diwajah mereka, tidak ada canda tawa sampai jam pulang kantor. Suasana hening dan terlihat air mata diwajah mereka. 
15 Juli itu artinya beberapa hari lagi bersama mereka. Tidak ada lagi keisengan, kekonyolan, makan bareng sama mereka. Tidak ada lagi yang tiap pagi bunyi whats up isinya "Mih.. Telat kesiangan bangun" atau "Mih, sakit tidak masuk" Pokoknya ada saja tingkah mereka yang buat kesal. 
Tidak ada lagi teriakan "Yadi...Tidur aja" ataupun dengar ejekan-ejekan seperti "Dasar banci.."dll.
Mari berhitung mulai senin.. Menghabiskan waktu yang tinggal beberapa hari lagi bersama mereka.. Siapkan tissue dan mental untuk hari H.
*Dimana pun kalian berada ku kirimkan terima kasih untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah kau melukis aku*




Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...