#Gueanakradio
Dorkas Manurung

Sejak lulus SMU, aku lebih memilih kuliah dibidang Komunikasi Jurnalistik daripada Sekretaris. Bahkan aku harus berbohong sama orangtua klo gak lulus dari Sekretaris, padahal lulus. Dan kurang lebih 4,5 tahun aku kuliah di Komunikasi Jurnalistik.
Ada rasa penyesalan, kenapa waktu kuliah tidak benar-benar kuliah atau ikut kegiatan yang banyak. Ada rasa takut waktu itu karena papaku tipe yang kuatir dan tidak memperbolehkan anak-anaknya menginap. Prinsip Papaku, kalau tidak bisa pulang, pasti dijemput. Sedangkan untuk ikut kegiatan kampus, akan banyak pulang malam dan harus menginap.
Seiring waktu, impian dan cita-cita itu gw kubur dalam hati. Begitu lulus kuliah, gw memilih kerja dikantoran karena untuk membantu keluarga. Ya, pada saat itu Papaku pensiun. Dan gw mempunyai 2 adik yang masih sekolah, mereka masih butuh biaya.
Bertahun-tahun dengan rutinitas kantoran, bosan sih... Tapi mau gimana lagi, harus dijalanin. Bahkan impian dan cita-citaku terkubur.

Hingga suatu hari, keinginan menulis pun muncul kembali. Ya, muncul karena "Patah Hati". Dan berkat dari kenalan, Bunda Dewi Maharani dan Eyang Romo, aku mulai menulis. Semua isi hati, kutuangkan dalam tulisan.
Suatu hari, saat aku membuka akun Instagram (IG)
muncul foto "#GUEANAKRADIO", di akun @leoutomot. Lalu kucari
informasi bagaimana caranya. Dengan modal nekad, kudaftar dan lolos sampai
tahap "VIDEO GAYA SIARAN". Mungkin ini jalannya Tuhan, untuk aku
mencoba biarpun nantinya tidak lolos ketahap berikutnya. Paling tidak, aku
sudah pernah mencobanya. Biar tidak ada penyesalannya.

Kesan pertama, WOW... Ternyata banyak juga yang datang, bahkan ada yang datang dari luar kota. Mereka rela datang keacara ini. Muda, enerjik dan gaya pakaian mereka modis-modis. "ANAK ZAMAN NOW" atau "ANAK ZAMAN MILENNIA".
Kata-kata itu selalu aku ingat, dan jika suatu saat nanti aku sudah sukses. Aku akan temui dia, berdiri dihadapannya dan berkata "Ne... Aku sudah berhasil. Terima kasih atas kebaikanmu dan maaf karena kemarin sudah menyakiti hati anne. Aku lakukan itu, supaya anne menjauh dari kehidupanku agar aku bisa mandiri. Tidak tergantung sama anne SR" (*Anne dalam bahasa India Tamil artinya Abang)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setiap manusia mempunyai impian dan cita-cita, begitu
juga dengan aku. Dari dulu, aku pengen jadi penyiar atau reporter tapi semua
itu pupus karena keadaan.
Sejak lulus SMU, aku lebih memilih kuliah dibidang Komunikasi Jurnalistik daripada Sekretaris. Bahkan aku harus berbohong sama orangtua klo gak lulus dari Sekretaris, padahal lulus. Dan kurang lebih 4,5 tahun aku kuliah di Komunikasi Jurnalistik.
Ada rasa penyesalan, kenapa waktu kuliah tidak benar-benar kuliah atau ikut kegiatan yang banyak. Ada rasa takut waktu itu karena papaku tipe yang kuatir dan tidak memperbolehkan anak-anaknya menginap. Prinsip Papaku, kalau tidak bisa pulang, pasti dijemput. Sedangkan untuk ikut kegiatan kampus, akan banyak pulang malam dan harus menginap.
Seiring waktu, impian dan cita-cita itu gw kubur dalam hati. Begitu lulus kuliah, gw memilih kerja dikantoran karena untuk membantu keluarga. Ya, pada saat itu Papaku pensiun. Dan gw mempunyai 2 adik yang masih sekolah, mereka masih butuh biaya.
Bertahun-tahun dengan rutinitas kantoran, bosan sih... Tapi mau gimana lagi, harus dijalanin. Bahkan impian dan cita-citaku terkubur.

Hingga suatu hari, keinginan menulis pun muncul kembali. Ya, muncul karena "Patah Hati". Dan berkat dari kenalan, Bunda Dewi Maharani dan Eyang Romo, aku mulai menulis. Semua isi hati, kutuangkan dalam tulisan.
"PUISI"... Tulisan pertamaku, kutuangkan dalam sebuah PUISI.
Hingga suatu malam, pada saat kubuka Facebook. Aku melihat salah satu postingan
tapi tertera disana "Blog". Dalam hati, apa itu "BLOG" Pencarian
pun kulakukan, kubaca satu-persatu tulisan/artikel mengenai blog. Aku tertarik
dan membuatnya.
Loveofyourlife21.blogspot.com, itulah nama blogku. Ya,
blog menjadi tempatku untuk menuangkan apa saja yang ingin
kutulis. Puisi, Cerpen atau Event yang kudatangi, semua kutulis disana. Itu pun
kalau aku pengen nulis, kalau malas melanda, ya.. tidak kutulis.
Selain menulis, aku juga ingin menjadi
"PENYIAR" Seru kali ya, bisa ngoceh/cuap-cuap sendiri kayak orang gila. Apa
saja bisa diocehin, tidak ada yang larang. Tapi tetap harus batasnnya, tidak
boleh berbau "SARA" dan harus "INDEPENDEN".
Suatu hari, saat aku membuka akun Instagram (IG)
muncul foto "#GUEANAKRADIO", di akun @leoutomot. Lalu kucari
informasi bagaimana caranya. Dengan modal nekad, kudaftar dan lolos sampai
tahap "VIDEO GAYA SIARAN". Mungkin ini jalannya Tuhan, untuk aku
mencoba biarpun nantinya tidak lolos ketahap berikutnya. Paling tidak, aku
sudah pernah mencobanya. Biar tidak ada penyesalannya.
Kebigungan melanda, pada saat harus membuat Video Gaya
Siaran. Eemm... Mau buat video gaya dan tema apa ya ?
Dateline untuk pengiriman pun sebentar lagi, sempat ada niatan
untuk "MENYERAH" Tapi entah kenapa, ada dorongan untuk aku membuat
video Gaya Siaran. Dengan ala kadarnya dan dibuat dikantor, akhirnya jadi juga
video tersebut. Hasilnya bagiku biasa saja, tapi paling tidak aku sudah
berusaha.
Beberapa hari kemudian, kuterima SMS isinya "Wow! Langkah kamu makin deket u/ jadi Anak Radio! Kami mengundang kamu di Inagurasi #GueAnakRadio. Silahkan klik bit.ly/inagurasianakradio" Lalu kuisi dan kirim.
Beberapa hari kemudian, kuterima SMS isinya "Wow! Langkah kamu makin deket u/ jadi Anak Radio! Kami mengundang kamu di Inagurasi #GueAnakRadio. Silahkan klik bit.ly/inagurasianakradio" Lalu kuisi dan kirim.
Aku pun datang ke acara Inagurasi tersebut, seru
banget acaranya.

Kesan pertama, WOW... Ternyata banyak juga yang datang, bahkan ada yang datang dari luar kota. Mereka rela datang keacara ini. Muda, enerjik dan gaya pakaian mereka modis-modis. "ANAK ZAMAN NOW" atau "ANAK ZAMAN MILENNIA".
Open Gate baru dibuka Jam 11:00, tapi mereka sudah banyak yang
datang dari Pagi. Entah dari jam berapa, mungkin ada yang datang dari Jam
05:00.
Diacara tersebut, kita bisa ketemu mentor-mentor yang
akan membimbing. Selain itu, acara dimeriahkan dengan kehadiran
Isyanasarasvati, Mustang Squad & Nsgmusic.
Untuk jadi pemenang, aku tidak terlalu berharap.
Banyak saingan yang jauh lebih bagus dan pasti mempunyai ide-ide kreatif.
Biarpun tidak terpilih, paling tidak sudah mencoba apa yang selama ini ku
impikan dan cita-cita. Agar suatu saat, tidak ada penyesalan.
Jika terpilih, berarti PR buat aku untuk mengasah kemampuan. Tidak
boleh berbangga diri, harus terus belajar.
Seorang penyiar radio harus dapat memperkenalkan dan membahas berbagai
hal seperti musik, mengadakan wawancara yang turut melibatkan panggilan
pendengar, atau menyampaikan berita, ramalan cuaca, perkembangan olahraga atau
informasi lalu lintas.
Selain itu, untuk menjadi penyiar harus mempunyai
- suara yang baik dan jelas dengan nada dan artikulasi suara yang jelas
- Kemampuan komunikasi yang baik dan kreativitas untuk berinteraksi dengan pendengar
- Berpengetahuan luas terhadap isu terkini dan tren sosial
- "Berpikir di luar kotak"
- Kemampuan untuk mengembangkan gaya mereka sendiri
- Rasa humor yang tinggi
Untuk Penyiar radio saat ini, lebih berfokus pada informasi terkini, memutarkan sejumlah lagu pada saat jam-jam tertentu dan berdialog dengan pendengar.
Penyiar radio juga harus gaul / kepo artinya harus selalu up-date dengan apa-apa saja yang sedang trend dan popular di masyarakat, berita atau informasi apa saja yang ramai dibicarakan.
Banyak tahapan dan saingan untuk menjadi "PEMENANG" di #GUEANAKRADIO. Tapi, aku tidak boleh putus semangat. Jika memang bukan jalan hidupku untuk menjadi penyiar, paling tidak aku sudah mencobanya. Mungkin jalan hidup untuk aku menjadi sukses bukan menjadi penyiar. Tapi yang pasti, aku harus melakukan semua impian & cita-citaku. Biar nanti tidak ada penyesalan.
Banyak tahapan dan saingan untuk menjadi "PEMENANG" di #GUEANAKRADIO. Tapi, aku tidak boleh putus semangat. Jika memang bukan jalan hidupku untuk menjadi penyiar, paling tidak aku sudah mencobanya. Mungkin jalan hidup untuk aku menjadi sukses bukan menjadi penyiar. Tapi yang pasti, aku harus melakukan semua impian & cita-citaku. Biar nanti tidak ada penyesalan.
Dan jika sudah saat nanti aku sukses, orang pertama yang ingin aku temui
dia. Ya... Dia yang membuatku bangkit dari kepurukan, yang selalu ada pada saat
aku terpuruk dan terluka. Dia yang selalu mengatakan kebenaran, tidak pernah
basa-basi.
Kata-katanya pedas jika bicara, tapi justru itu yang membuatku
berusaha untuk sukses. Dia selalu berkatanya "Kamu harus bisa
bangkit, tidak ada yang membantu kamu disaat kamu terpuruk. Lihat aku, bisa
bangkit dan berusaha untuk sukses. Dan jika kamu sukses, teman akan datang ke
kamu. Tapi saat kamu terpuruk, semua akan menjauhi kamu. Ingat Tuhan, disaat
kamu tidak tahu harus kemana. Berdoalah, jalan akan dibukaan
kepadamu"
Kata-kata itu selalu aku ingat, dan jika suatu saat nanti aku sudah sukses. Aku akan temui dia, berdiri dihadapannya dan berkata "Ne... Aku sudah berhasil. Terima kasih atas kebaikanmu dan maaf karena kemarin sudah menyakiti hati anne. Aku lakukan itu, supaya anne menjauh dari kehidupanku agar aku bisa mandiri. Tidak tergantung sama anne SR" (*Anne dalam bahasa India Tamil artinya Abang)
Semoga keinginan dan impianku terwujud di Tahun 2018. Kalaupun
tidak terwujud, paling tidak aku sudah berusaha untuk mewujudkannya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

