Saturday, July 28, 2018

Kekuatan Doa

Kekuatan Doa
Dorkas Manroe



Lukas 11 : 9

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu

Lukas 11 : 10

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan

Mungkin 2 Ayat diatas benar, ketika kita meminta maka diberikan. Ya biarpun tidak diberikan langsung, tapi Tuhan berikan tepat pada waktunya.

Setiap manusia pasti ingin hidupnya berubah, baik dari sisi materi maupun rohani. Begitu pun aku, ingin hidup berubah menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Tuhan. Seperti ada kerinduan tersendiri tapi itu yang dirasa.
Malam Natal tepatnya, kuberdoa meminta di Tahun 2018, diberikan teman-teman yang bisa membuat hidupku lebih baik dari semua sisi. Dan Tuhan berikan itu. Awal tahun baru, tepatnya 1 Januari 2018, pada saat keluarga lain sibuk berkunjung kerumah saudara, aku memilih untuk menerima ajakan dari Bunda Dewi Maharani untuk berkumpul dengan teman-temannya di daerah Pasar Minggu. 

Perkenalanku dengan Bunda Dewi Maharani itu beberapa tahun lalu, ketika Bunda masih bekerja di Singapura. Awal perkenalan kami, ketika aku menulis comment di status Bagus Armanusa, seniorku waktu di kampus, IISIP Jakarta. Dan akhirnya, aku add Facebooknya. Dan dia meminta aku memanggilnya "Bunda".
Woww... Kereta Api saat itu penuh. Ya maklumlah, Tahun Baru, Orang-orang pasti berlibur bersama keluarga. Panas terik tidak menghalangiku. Dan setibanya disana, sudah banyak orang, disana aku berkenalan dengan Bunda Ayu Yulia, Bunda Hilda Winar,  Bunda Mawar, Bunda Anna, Bunda Oma Sally, Eyang Romo, Om Al dan Aunty Rara. 

Wah.. Mereka ternyata orang-orang menyukai seni, bahkan mereka sudah menciptakan buku puis. Suatu kehormatan bisa kenalan dengan mereka. Dan aku paling muda sendiri, tidak berprestasi pula. Mereka berbincang mengenai seni, aku hanya diam saja. Tapi dalam hati, aku harus seperti mereka suatu saat nanti. HARUS...

Pertemananku bertambah, baik didunia nyata maupun maya. Aku melihat dan membaca karya-karya mereka, bahkan postingan yang mereka buat. Aku hanya sebagai pembaca saja, belum berani comment, takut salah. 

Seminggu setelah berkenalan dengan mereka, Tuhan tambahkan pertemananku lagi. Namanya Sanjai, lelaki India Medan. Waduh..Orangnya ceplas ceplos. Kalau dia tidak suka, dia akan katakan. Aku salah, dia akan bilang salah. Tidak jarang dia mengatakan aku "BODOH/TDAK PUNYA OTAK" Tapi anehnya aku tidak marah maupun sakit hati. Aku cuma mengatakan "Iya kah.

Tidak jarang dia ngambek, tidak mau komunikasi lagi sama aku karena kelakukan aku yang dinilai terlalu percaya orang, tidak bisa ambil sikap tegas. Kalau katanya bukan seperti orang Batak yang galak dan tegas. Biarpun kita belum bertemu, hanya komunikasi melalui telp/videocall/chat, tapi dia salah satu teman yang "JUJUR" dalam semua hal. Eiittss... Jangan berpikiran dia suka aku, dia sudah menikah dan setiap kali kita komunikasi istrinya ada disampingnya. 

Perkenalan aku dengan dia, boleh dibilang rencana Tuhan. Dia yang support aku untuk melupakan lelaki bernama Chandra, lelaki India Medan yang bekerja sebagai Cheff di Restaurant Masakan Itali, Meulborne. Lelaki yang belum pernah aku temui, hanya kenal didunia maya. Tapi, aku suka dia. Gila kedengarannya, tapi itu yang terjadi dengan hati ini. Lebay.Com ya seperti ABG. Hehehe.. 

Aku memanggilnya Anne Sanjai (Anne Panggilan di India Tamil artinya Abang) Sikapnya dewasa dan bijak, dari sisi umur padahal aku tua. Tapi dari sisi pemikiran, dia jauh lebih matang. Dia selalu support aku untuk melupakan bahkan hal lain aku sering curhat. Dia selalu kasih pandangan yang baik , mana yang buruk. Dan setiap kali aku salah langkah, dia tidak pernah meninggalkan aku. Dia malah menasehati aku panjang lebar, sampai kuping panas. Dan aku hanya diam saja karena salah.

Anne Sanjai juga memperkenalkan aku sama temannya, namanya Citra, berstatus Janda dan Ibu dua orang anak. Ya... Boleh dibilang, dia "INDIGO". Pertama kali kenal dia cuma mengatakan "Sudah lupakan lelaki itu Akka (Akka Panggilan di India Tamil artinya Kakak). Dia bukan jodoh Akka"
Aku diam dan berbicara dalam hati "Darimana dia tahu, aku lagi galau" Dan aku menjawab "Ya Akka, akan kulupakan"

Sejak saat itu, aku belajar melupakan lelaki itu. Lelaki yang tidak punya pintu maaf dihatinya, lelaki yang hanya diam tanpa berkata apa pun pada saat kebenaran diberitahu kepadanya. Ya.. Mungkin jalan cerita kehidupannya harus begini. Jadi harus "IKHLAS" untuk melupakan. Tapi setiap kali kuberdoa, nama dia pasti ada. Doaku "Chandra diberikan istri yang bisa mendampingnya dimasa tuanya" Ya.. Umur dia, 2 tahun lagi mau kepala 5, sudah tua ya. Lebih pantas jadi Om daripada suami.

Pertemanan aku dengan Anne Sanjai dan Akka Citra semakin erat, biapun belum pernah bertemu tapi mereka tulus dalam pertemanan. Bahkan kalau tidak punya uang, tidak malu kita mengatakan lagi "BOKEK" Hahaha..

Di Bulan Febuari 2018, aku diberikan berkat lagi, team yang mengisi hari-hariku menyenangkan. Ya.. Meskipun diawal, susah menyatukan visi misi kita, tapi akhirnya kita bisa menyatu. Dan hari-hari kita selalu penuh dengan canda tawa. Eiittsss.. Tapi tetap ya, DISIPLIN dan ATTITUDE No.1.

"Mami" mereka memanggilku, bukan Ibu ataupun Mba. Adeh.. Panggilan "Mami" berawal dari salah satu teamku yang bernama Aldy, aduh.. Anaknya hobi benar tidur. Tidak bisa ditinggal sebentar sudah tidur pulas, bahkan sedang menunggu call bisa loh dia tidur. Diawal kenal, dia suka kabur turun buat merokok dan ngopi. Tapi sejak kuancam akan dikeluarkan,tiap mau turun buat merokok dan ngopi selalu izin. Dan biasanya aku kasih waktu 10 menit, jika lebih jam pulangnya dilebihkan 10 menit. Dan cuman satu kali turun.

Kebersamaan kita seperti setiap ada yang ultah, tidak jarang kita berikan kejutan atau makan diluar. Ibarat kata, kantor keluarga ke-2 karena 8 Jam kita selalu bersama. Lebay tidak sih, tapi itu nyata. Setiap hari ada saja tingkah mereka, tapi itu yang membuat suasana hidup. Mereka juga masih muda, otomatis aku juga muda terus. Hehehe..

Selain itu, punya atasan dan teman-teman yang enak buat diajak ngobrol, jalan-jalan dan makan. Tiada tanpa hari bercanda dan makan. Kerja tetap No.1 tapi mulut tetap nguyah. Tidak jarang, kita makan diluar bareng, biarpun cuma Indomie doank. Tapi yang pemting bisa ngobrol setelah itu. Tidak boleh "BAPER" kuncinya karena kalau "BAPER" kelaut saja sana.

Apalagi kalau sudah Jumat, hari bebas keluar kantor lama. Dan biasanya aku sama Mba Indah pergi keluar, balik kantor Jam 14:00 sambil bawa titipan dari siapa saja yang mau nitip. Intinya boleh nitip, tapi baliknya Jam 14:00. Life is Beautiful

Hari demi hari, bulan demi bulan. Tuhan selalu berikan apa yang kuminta. Ya, memang waktunya tidak cepat. Tapi Tuhan berikan pada waktunya. Setiap hari ada Tuhan berikan sesuatu yang baru, yang belum pernah aku lakukan. Seperti ditawarkan dari Ibu Filicia Ongkowijaya untuk "TALENT" untuk reka adegan Program TV kerohanian "FIJAR TV" 
Tawaran menari, kukatakan "Mau" pada saat ditelp. 

Woww... Acting, belum pernah aku lakukan. Selain mendapatkan pengalaman acting, menambah list perjalanan aku juga. Justru ini menarik, belum pernah aku lakukan. Naik kereta dari Stasiun Klender-Rawabuntu, untuk sampai kesana arus 2 kali transit, di Manggarai dan Tanah Abang. Sampai di Stasiun Rawabuntu, untuk kelokasi menggunakan Grabbike. Perjalanan yang panjang, tapi aku suka ini. 

Ya... Karena belum pernah, adegan harus diambil berkali-kali. Maafkan ya teman-teman produksi, syuting pun harus dilakukan dua hari. Tapi jujur, ini pengalaman yang belum pernah aku lakukan. Nambah teman, nambah pengalaman.

Dihari kedua dalam perjalanan menuju Lokasi, Aku berkenalan dengan Bapak Roesdy Hoesein, didalam kereta menuju Stasiun Rawabuntu. Beliau salah satu sejarahwan Indonesia, banyak hal yang dia ceritakan. Mulai dari belajar Sejarah bisa darimana saja,Psikologi, Antropologi, dll. Beliau juga mengatakan agar aku kuliah S2 dan tidak usah pusing mengenai Pernikahan. Berkarya saja dulu katanya. Dan beliau memberikan no hp nya, katanya "Kalau mau diskusi bisa hubungi saya" Wah... Suatu kehormatan sekali bisa kenal beliau.

Kalau ada yang mengatakan aku "GENTONG AIR/BABI AIR" bahkan "PANTAS BELUM MENIKAH" itu masuk kiri keluar kanan. Aku tahu, dia mengatakan itu karena emosi. Tidak mau calon suaminya meninggalkannya. Entah aku sudah difitnah siapa dan kenapa dia mengatakan itu, tapi aku tidak mau ambil pusing.

Hey... Untuk kamu yang pernah mengatakan itu, aku tidak pernah marah ataupun sakit hati dengan perkataan kamu. Justru aku doakan kamu menikah dengan Chandra. Dan doaku terjawabkan, kamu yang akan jadi istri Chandra. Dari awal, kamu beritahu dijodohkan dengan dia, aku sudah katakan berkali-kali kamu yang akan jadi istrinya. Kamu yang akan mendampingi dia dimasa tuanya yang sebentar lagi kepala 5. Tapi kamu mengatakan "BUKAN TIPE KAMU" Tapi sekarang terbuktikan, doaku selama ini untuknya dijawab Tuhan. Dan aku senang, akhirnya Chandra, seseorang yang dulu pernah suka, menikah dengan perempuan yang sudah aku kenal. 

Kalau kamu katakan "IRI" tidak ada dalam kamus aku. Chandra, "Cinta Bayangan", sudah kulupakan. Banyak yang kasih saran dan support, kalau Chandra lebih pantas jadi Om aku. Dari sisi umur dan perbedaan jauh banget, kasihan juga nanti kalau punya anak selisih umurnya jauh banget. Seperti Kakek-Cucu. Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari dia dan jarak umurnya tidak terlalu jauh kok, hehehe... 

Jadi, untuk kamu yang mau menikah dengan Chandra. Doaku semoga pernikahan kalian berjalan dengan sesuai rencana kalian ya

Lagipula yang ingin kuraih saat ini bukan "MENIKAH" tapi cita-cita yang belum aku wujudkan. Jadi kalau ada yang mengatakan "Tidak ada yang mau menikah dengan aku" Waduh... Salah besar itu, kalau pun mau, sudah dari dulu aku menikah. Cuma masalahnya yang melamar itu "BEDA AGAMA" Jadi buat apa menikah kalau beda agama atau salah satu dari kita harus pindah demi menikah. DOSA BESAR.

Dan masalahnya, aku bukan seperti kamu yang pikirannya hanya menikah... menikah saja, masih banyak yang mau aku wujudkan. Mimpi yang harus aku wujudkan, semoga tahun ini bisa terwujud. 

Butet Manurung saja kalau tidak salah belum menikah, tapi dia bisa berkarya. Apakah dengan tidak menikah, menjadi beban. Buat aku sih tidak, berkarya dan bisa berguna bagi orang lain. Jodoh, Rejeki dan Maut, Tuhan sudah atur sebaiknya. Jadi Cukup berdoa dan meminta karena kekuatan doa itu "LUAR BIASA" disaat kita meminta, Tuhan berikan lebih. Bahkan aku tidak minta, Tuhan berikan. 

Biarpun badan aku seperti "GENTONG AIR/BABI AIR" dan "BELUM MENIKAH" Aku Cinta dengan hidupku yang sekarang.. Aku enjoy dengan kehidupan sekarang.. Aku ingin seperti BUTET MANURUNG yang bisa membantu orang banyak... 












Sunday, July 22, 2018

Pasukan Bogor

Pasukan Bogor
Laura Dorkas Manurung

Hari ini kita jalan-jalan ke kota Bogor hanya  bersama "Pasukan Bogor", istilah yang kami gunakan hari ini (21/07/2018)

Sate Taichan Lodaya tujuan kami, letaknya disamping Mcd Lodaya Bogor. Kereta api, alat transportasi yang digunakan untuk menuju ke Bogor. Lalu disambung grabcar untuk sampai ketempat tujuan kami.

Wuihhh..Tidak sangka, padat terjadi distasiun dikarenakan mesin tap untuk masuk & keluar sedang upgrade. Alhasil, antrian panjang untuk masuk. Didalam keretanya sendiri sih tidak begitu ramai, duduk malah. 
Terik matahari tidak menghalangi kami untuk bisa sampai ke "Sate Taichan Lodaya". Sampai disana, ternyata lagi persiapan untuk buka. Maklum, baru buka jam 15:38, kami datang jam 15:00. Tapi tidak masalah, sambil menunggu kami bercerita sambil tertawa dan foto-foto. Maklum, kami banci kamera. Dimana saja harus foto, crekkk.. 

Tempatnya sih sederhana, tapi bagi kami yang penting makan dan datang untuk merasakan satenya. Oh ya, sekdar informasi Sipemilik "Sate Taichan Lodaya" teman kantor yang sudah resign, namanya Aldy. Si tukang tidur/sipelor, ternyata bisa juga jadi pengusaha biarpun masih kecil-kecilan. 

Tapi dari semua itu, yang terpenting adalah silahturahmi/kekeluargaan. 
Ya, kalau ada yang kataka
n gw "Gentong Air & Belum menikah" bodo amat. Yang penting, hidup gw happy. Setiap hari ada moment yang tidak terlupakan.

"Untuk merubah diri menjadi lebih baik, akan ada orang yang tidak percaya. Tapi yang terpenting, lakukan dulu kebaikan itu. Nanti biar orang menilainya" 
Rejeki itu bukan dalam bentuk uang, tapi kebahagiaan. 




Friday, July 6, 2018

Kehilangan Team

Kehilangan Team
Dorkas Manurung

"Guys, tolong berikan masing 20 agent top up ya" Kubaca isi whats up group sambil berpikir untuk apa nama tersebut.
Keesok harinya, semua supervisor dikumpulkan diruangan OM. Dan, deng..deng.. "Guys, ada kabar buruk. Project ini hanya membutuhkan beberapa agent. Dan agent yang lain akan dimutasi ke project lain. Mereka terakhir tanggal 15 Juli. Tolong keep silent, biar ER yang informasikan" Semua Supervisor saling tatapan, suasana hening seketika dan bagai disambar petir dipagi hari. 
Dengan wajah pura-pura senang, kita semua kembali ketempat dengan wajah senyum tapi hati teriris karena harus menyimpan berita tersebut untuk beberapa hari kedepan. 
Siang hari, Supervisor dipanggil kembali keruangan "Tolong nama-nama ini ketemu ER karena akan ketemu user besok" 
"Ya bu" kami semua berdiri dan kembali ketempat dengan perasaan bercampur aduk.
Nama-nama yang terpilih pun dipanggil dan briefing ER. Dan setelah selesai, salah satu dari team duduk dengan wajah sedih sambil berkata "Mih.. Kok kenapa jadi begini. Kita harus pisah mi"
"Kamu harus mendapatkan pengalaman yang lain supaya ilmu kamu nambah. Tapi keep silent, jangan kasih tahu yang lain" Sambil wajahku kelayar komputer dan tangan memainkan keyboard. Tidak sanggup tatap wajahnya.
Sejak saat itu perasaan jadi campur aduk, tidak konsentrasi. 
"Damm.. Kehilangan agent bukannya biasa ya. Ini bukan pertama kalinya harus kehilangan. Tapi.. Kenapa berat kali melepas mereka. 11 tahun bekerja, kenapa baru kali ini berat melepas"
Teringat beberapa bulan pas pegang project ini, rasanya pengen pindah project saja. Tidak kuat dengan cara kerja agent, disiplin attitute dan performance mereka. Seperti belum pernah kerja. Penolakan dari aku dan mereka semakin kuat bahkan ada yang menggunakan cara-cara gaib supaya aku tidak tahan diproject tersebut. Tapi Tuhan itu baik, Dia mengirimkan malaikat-malaikat penolongnya buat support. Terima kasih Ane Hasian, Pak Tono, Akka Chitra, Ane Ranjen, Bhai Sanjey, dll. 
Semakin lama, kita semakin dekat. "Mami.." Begitu kalian memanggilku. Hari-hari yang kita lalui pun setelah itu penuh canda tawa biarpun terkadang membuat kesal. Beraneka ragam tingkah kalian, tidak pernah sepi. Dan harus diingatkan supaya suara kalian pelan.
Hari yang ditunggu pun tiba, nama-nama yang akan tetap tinggal diumumkam. Dan yang tidak ada namanya akan dipindahkan project. Tak terbayang wajah mereka nanti ketika diumumkan berita itu.
Jreng.. Jreng.. Saatnya tiba, suasana hening. Semua diam, berpegangan tangan dan berdoa berharap nama mereka masuk yang akan tetap tinggal. Satu persatu nama yang akan tinggal dibacakan, suasana berubah menjadi tangisan ketika nama-nama yang dibacakan tidak termasuk didalamnya. Mereka saling berpelukan dan menguatkan. 
Air mataku pun membasahi pipi, belum pernah merasa sangat kehilangan seperti ini. Dalam hati berkata "Ayo.. Ini bukan untuk pertama kalinya kehilangan team, jangan cengeng. Jangan baper" Tapi perasaan itu tidak bisa disembunyikan, air mata itu terus mengalir. Sudah lama tidak menangis, bahkan lupa kapan terakhir menangis.
"Mih.." Beberapa dari mereka datang menghampiri dan memeluk. Suasana berubah menjadi tangis. 
11 tahun bekerja, belum pernah merasa kehilangan yang sangat. Jujur, kehilangan ini lebih sakit daripada terima whats up di Pagi hari, difitnah, dimaki dan dicaci maki dengan kata-kata kotor oleh calon istri ane Chandra Kanden. Yang tanpa sebab jelas, memaki di whats up. Bahkan diteror yang mengaku dari kepolisian. Tapi pada saat itu tidak mau ambil pusing karena tidak melakukan apa yang disampaikan. Dan dia lakukan itu pasti karena tidak mau kehilangan. Dia tidak mau Ane Chandra meninggalkannya. 
Dalam hati, "Aku yang beritahu semua tentang Ane Chandra kepadanya pada saat dia bilang dijodohin sama chandra. Aku yang kasih tahu dari kesehariannya bahkan luka dilengannya pun aku yang beritahu. Masa aku pula yang menghancurkan, justru aku orang yang paling bahagia melihat Ane Chandra menikah. Doaku dijawab Tuhan. Please deh, cemburu buta. Kalau kalian jodoh pasti bersatu biarpun badai datang mencobai kalian". 

Dulu waktu ditanya bilang tidak cinta ane chandra, tapi sejak ada yang kejadian apalah itu, terbukti cinta ane chandra. Lucu.comlah. Kemunafikan itu biar urusan kamu dengan Tuhan. Tidak mau ikut campur urusan kalian. Tapi yang pasti terbukti kan doaku terjawab, ane Chandra berjodoh dengan kamu. Artinya besar kuasa doaku untuk kalian. Tuhan kabulkan, terbuktikan.
Ya, memang Ane Chandra Kanden bagian dari masa laluku yang pernah aku suka. Tidak bisa aku pungkiri, aku bisa berkarya terinspirasi dari dia. Tapi tidak akan kulakukan hal gila seperti yang dikatakan calon istrinya. Tidak mungkin aku lakukan hal bodoh untuk ke-2 kalinya.
Ya, memang dulu aku pernah melakukan hal gila yang membuatnya kecewa. Membuat akun FB palsu supaya bisa dekat dengan dia, bisa dengar tawa senyum dan cerita kesehariannya. Hanya itu, tidak pernah aku ambil keuntungan materi satu sen pun darinya. Aku hanya membuatnya kecewa karena telah membohonginya. Hanya itu, tidak lebih. Dan aku pun sudah minta maaf, terserah mau dimaafkan atau tidak. 

Hal gila bodoh itu kulakukan saat itu karena sayang, saat itu. Kalau sekarang, mata hatiku terbuka. Ane lebih pantas jadi om aku, umur ane 2 tahun lagi sudah kepala 5 & selisih umur kita jauh. Tapi sejak saat itu, aku berjanji, tidak akan melakukan hal gila seperti itu apa pun dan kepada siapun. Terima kasih Eyang Romo, Bunda Dewi, Aunty Rara, Om Al & Ane Hasian yang tidak pernah bosan memberi saran mengenai hal ini. Sayang kalian.
Dada ini lebih sakit daripada harus berkata jujur ke Ane Chandra tentang akun palsu itu, Kehilangan agent biasa, tapi ini sakit banget. Kesedihan terpancar diwajah mereka, tidak ada canda tawa sampai jam pulang kantor. Suasana hening dan terlihat air mata diwajah mereka. 
15 Juli itu artinya beberapa hari lagi bersama mereka. Tidak ada lagi keisengan, kekonyolan, makan bareng sama mereka. Tidak ada lagi yang tiap pagi bunyi whats up isinya "Mih.. Telat kesiangan bangun" atau "Mih, sakit tidak masuk" Pokoknya ada saja tingkah mereka yang buat kesal. 
Tidak ada lagi teriakan "Yadi...Tidur aja" ataupun dengar ejekan-ejekan seperti "Dasar banci.."dll.
Mari berhitung mulai senin.. Menghabiskan waktu yang tinggal beberapa hari lagi bersama mereka.. Siapkan tissue dan mental untuk hari H.
*Dimana pun kalian berada ku kirimkan terima kasih untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah kau melukis aku*




Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...