Anugerah Terindah
Dorkas Manroe
Namaku Lala, aku anak pertama dari 5 bersaudara. Aku terlahir dari keluarga sederhana, ayahku seorang Pegawai Negeri biasa dan Ibuku hanya ibu rumah tangga. Kisah perjalanan hidupku tidak sempurna orang-orang, sejak kecil aku selalu saja kena amarah dan pukulan dari ayahku.
Salah dikit, dimarahi, kalau sudah menurutnya fatal bisa jadi pukulan mendarat dibadan aku. Dan yang bisa aku lakukan hanya menangis. Sehingga aku tumbuh menjadi anak yang tertutup kepada ayahku.
Semuanya aku simpan sendiri, kalau ada masalah sebisa mungkin jangan sampai ayahku tahu. Aku pun menjadi perempuan yang kuat dan pemarah. Tidak jarang, kalau ada masalah yang sebenarnya tidak terlalu rumit aku bisa cepat emosi dan tidak terkontrol. Itu mungkin salah satunya, aku mempunyai teman sedikit.
Salah dikit, dimarahi, kalau sudah menurutnya fatal bisa jadi pukulan mendarat dibadan aku. Dan yang bisa aku lakukan hanya menangis. Sehingga aku tumbuh menjadi anak yang tertutup kepada ayahku.
Semuanya aku simpan sendiri, kalau ada masalah sebisa mungkin jangan sampai ayahku tahu. Aku pun menjadi perempuan yang kuat dan pemarah. Tidak jarang, kalau ada masalah yang sebenarnya tidak terlalu rumit aku bisa cepat emosi dan tidak terkontrol. Itu mungkin salah satunya, aku mempunyai teman sedikit.
Dalam hal percintaan, aku pun juga tidak pernah beruntung. Selalu saja kandas, bahkan aku pernah pacaran lama tapi dia meninggal karena komplikasi. Sejak saat itu, aku tidak berpikir untuk menikah.
Suatu ketika, aku berkenalan dengan seorang lelaki India Medan didunia maya, namamya Raj. Dia tinggal dan bekerja di Medan. Dia meminta pertemanan terlebih dahulu di Facebook, seperti biasa aku terima pertemannya.
Suatu ketika, aku berkenalan dengan seorang lelaki India Medan didunia maya, namamya Raj. Dia tinggal dan bekerja di Medan. Dia meminta pertemanan terlebih dahulu di Facebook, seperti biasa aku terima pertemannya.
“Hi… Tks ya dah diconfirm. Namaku Raj” Itulah chat pertama dia
“Yups… Panggil aku Lala” balasku
Sejak saat itu, dia rajin chat aku. Tapi terkadang aku balasnya setelah beberapa hari atau seingat aku saja. Suatu malam, aku tidak bisa tertidur. Dan kebiasaanku ketika tidak bisa tidur, utak-atik ponsel. Kubuka chat messager, satu pesan dari dia
“Kamu jutek banget sih, gak bagus cewe jutek”
“Bodo amat, kalau tidak suka delete aja akun aku. Simple kan” Balasku
Beberapa menit kemudian, bunyi pesan. Dan ternyata dari dia, rupanya dia belum tidur.
“Kamu itu dijaga buyut kamu. Dia sayang sama kamu, jangan terus bersedih” Isi chatnya membuat aku tidak mengantuk, malah menjadi penasaran. Kenapa dia bisa tahu soal aku ya, siapa dia.
“Apalagi yang kamu tahu, siapa kamu” Tanyaku penasaran
Lalu dia mulai cerita semua tentang aku, dan semua yang dia ceritakan benar. Sejak saat itu, aku semakin dekat dengan dia. Bahkan aku memberikan nomor telp dan wa kepada dia agar komunikasi kami semakin mudah.
Ya, aku selalu penasaran kalau ada yang mengatakan “Aku dijagain buyutku” Entahlah dari kecil, banyak yang mengatakan itu. Bahkan ada yang mengatakan aku punya kemampuan indera ke-6 dan bisa membantu orang yang kesusahaan. Tapi aku tidak percaya itu. Mungkin karena ini juga, aku dekat sama Raj. Dia bisa tahu semuanya.
Sejak saat itu, hari-hari aku jadi tergantung sama Raj. Setiap ada masalah cerita sama dia, padahal kita belum pernah ketemu hanya call atau video call. Gimana mau ketemu, dia di Medan dan aku di Jakarta.
Tidak jarang aku selalu minta pendapat dia. Seperti aku baru masuk kerja, hampir semua team tidak suka aku. Mungkin karena displin aku jd mereka tidak suka. Gimana tidak disiplin, masuk jam 9 tapi aku sudah datang jam 7. Pagi benar ya, kalau kata teman-teman aku yang pegang kuncinya.
“Ne…(Aku biasa menyebutnya, Anne itu bahasa India yang artinya abang) Aku mau resign saja. Mereka tidak bisa diatur, disiplin mereka parah banget”
“Sabar, kamu tidak boleh emosi. Kamu panggil satu persatu mereka. Tanya mau mereka apa, dan mau mereka apa ke kamu” Sarannya
Esoknya aku coba panggil mereka satu persatu sesuai saran dari Raj. Dan berhasil, mereka besoknya, perubahaan itu mulai terlihat. Mereka mulai disiplin. Wah, sarannya ampuh.
Dan hari-hariku selalu Raj, aku nyaman cerita apa pun ke dia. Tapi cinta itu tidak tumbuh, aku tidak mencintai dia. Mungkin karena dia sudah menikah. Jadi aku hanya anggap teman curhat saja, tidak lebih.
Dia selalu ada pada saat aku ingin cerita. Dia hanya minta jangan telp ataupun pada saat dia dirumah. Aku sih nurut saja, kalau ada yang penting aku kirim pesan difacebook. Bukan hanya soal pribadi saja aku cerita, bahkan aku sering pinjam uang kepadanya.
“Ne… Aku pinjam uang Rp 100.000 dunk. Tiris nih” Mintaku sambil merengek ditelp
“Gaji kau kemana, baru tanggal berapa sudah habis” Tanyanya heran
Lalu kuceritakan semua masalah keuangan yang terjadi sama aku. Dan dia paham, sejak saat itu dia selalu memberi ketika aku meminta. Jujur belum ada lelaki yang selama ini aku kenal, perlakuannya seperti dia. Padahal kita belum pernah ketemu.
Kita selalu berbagi dalam semua hal, setiap hari selalu mengganggu dia. Pasti ada saja alasan supaya bisa komunikasi sama dia.
Tapi dia tidak marah, malah dia sering berkata “Awas kau jatuh cinta sama aku”
Tapi dia tidak marah, malah dia sering berkata “Awas kau jatuh cinta sama aku”
Dan jawabku “Anne khan sudah punya istri, mang aku pelakor apa. Hehehe”
"Namanya cinta mana tahu datang, tidak pandang siapa pun" Ujarnya meledek
Ya, mungkin boleh dibilang dia itu pacar dunia mayaku. Perhatiannya membuat aku nyaman. Seperti kalau aku pulang malam dari kantor, dia selalu marah. Dia selalu berkata “Kerjaan tidak ada habisnya. Bisa kerjaan besok, berapa gaji kau sampai kau pulang malam”
Ya itulah, kata-kata setiap kali aku pulang malam. Dan aku hanya menjawab "Namanya kuli jadi siap pulang malam diluar Jam kerja"
Biarpun dia dirumah, dia pasti akan chat menanyakan apa aku sudah sampai rumah. Terkadang aku berpikir, dia siapa. Kenapa dia baik sama aku, tulus tidak ya perhatiannya.
Pernah aku berucap “Awas ne, jatuh cinta sama aku. Anne sudah punya istri, ingat itu” Tapi dia malah membalikkannya sama aku. Dia takut aku yang jatuh cinta sama dia.
“Ne, aku panggil anne hasian ya” Kataku
“Apa tuh hasian artinya” Tanya dia
“Hasian itu kesayangan. Anne itu kesayangan aku” Jawabku
Dan sejak itu, kami saling memanggil hasian. Dan nama dia poselku pun hasian.
Suatu hari, dia telp mengatakan kontrak kerjanya akan berakhir akhir bulan karena tidak performance. Entah kenapa, mendengar berita itu aku jadi sedih. Tapi dia mengatakan, dikantor temannya ada lowongan. Besok dia mau kesana melamar
“Coba kau tolong dulu edit lamaran kerja aku, nanti kau kirim lagi ke email aku. Biar aku print”
“Oke bos” Jawabku
Lalu aku edit surat lamaran dan CV nya. Sebelum dikirim keemailnya, aku fotokan formatnya. Dan dIa suka dengan editannya.
Beberapa hari kemudian, dia telp mengatakan terima email dari Perusahaan Terbang Perkasa tapi isinya Bahasa Inggris. Dia minta diartikan agar bisa diisi. Hahaha… Biarpun dia India Medan, tapi Bahasa Inggrisnya payah banget.
Dua hari setelah dia isi formulir itu, dia dapat undangan psikotes dan interview dengan Manager Supervisornya. Dan dia lolos “Hasian… Aku diterima kerja di PT Terbang Perkasa. Akhir bulan aku kerja”
“Puji Tuhan, anne diterima. Sukses ya hasian”
“Makasih ya hasian”
Tidak semua aku cerita sama dia, rasa takut kalau jujur meliputiku. Salah satunya mengenai aku diputus kontrak karena efisiensi karyawan. Aku menyimpannya sendiri, baik dari Raj maupun orangtuaku. Takut, itulah perasaan yang menyelimutiku.
Setiap hari, aku bangun pagi dan pulang seperti biasa kekantor. Padahal, setiap hari aku mencari pekerjaan. Satu perusahaan keperusahaan lain aku lamar dan interview, tapi belum berhasil. Begini nasib, cari pekerjaan tanpa ada kenalan orang dalam. Jika tidak ada panggilan interview, aku menghabiskan waktu di perpustakaan. Untuk sekedar membaca ataupun menonton film.
Suara getar ponsel, membuyarkan lamunanku disiang hari. Ternyata Raj telp “Ada apa hasian” tanyaku
“Hasian, minggu aku ke Jakarta. Ada trainning sebulan disana. Kita ketemu ya” Suaranya riang sekali, belum pernah aku mendengar dia seriang ini.
“Serius… Hasian mau ke Jakarta. Kita akan ketemu”
“Ya… Nanti aku kabari lagi ya hasian”
Aku tidak sabar menunggu waktu itu, bisa ketemu dia. Selama ini hanya didunia maya saja komunikasi. Setiap hari, aku selalu tanya jadi tidak ke Jakarta. Sampai dia kesal dengan pertanyaan aku. Dan yang ditunggu tiba, dia memberi kabar kalau akan ke Jakarta minggu, pesawat Jam 12.
Tibalah hari yang dinanti, Jam 10 dia mengirim pesan sudah dibandara. Dia minta aku datang ke hotelnya buat ketemuan. Kalau pesawat Jam 12 berarti sampai Jakarta sekitar Jam 1 an, dan tepat jam 13:30 dia mengirim pesan sudah mendarat di Bandara Soekarno. Lalu aku siap-siap untuk menuju hotel dia menginap didaerah Kelapa Gading.
“Hasian, dimana kau. Sudah Sampai aku di Hotel” Tanyanya
“Ya hasian, aku di motor. Bentar lagi sampai” Jawabku
Pas sampai di hotel, tiba-tiba hatiku deg-degan tidak tentu. Mungkin ini pertama kalinya ketemu kali jadi begini. Dandananku pun menor, make up habis. Selama ini aku tidak pernah dandan, hanya ingin ketemu dia rela berjam-jam berkutat dengan alat-alat make up.
“Hasian, aku sudah sampai. Hasian dimana?” Tanyaku ditelp
“Dikolam renang kemarilah” Ujarnya
Lalu keberjalan ke kolam renang, ternyata dia sama teman-temannya waktu kecil. Kaget plus malu juga, aku pikir dia sendiri. Ternyata sama teman-temannya. Uuuhhff, dia ini tidak katakan ada temannya. Setelah aku sampai, diajak untuk makan malam bersama mereka didaerah sunter. Nasi briyani dan misoup, masakan khas India. Kami pun menuju kesana menggunakan motor mereka.
Setelah selesai makan, aku dan Raj kembali ke hotel untuk mengambil oleh-oleh buatku. Tapi sebelum pulang, kami berbincang dikolam renang. Sambil duduk, tiba-tiba tangannya kepundakku dan posis duduknya mendekat denganku. Aku diam dan membiarkan dia memegang bahuku. Tiba-tiba kepalaku bersandar didadanya, nyaman dan hangat. Itu yang kurasakan. Sudah lama aku tidak merasakan seperti ini, tiba-tiba sebuah kecupan dikepalaku.
Aku kaget dan melihat kearahnya. Lalu dia mengecup kembali ke keningku. Aku hanya tersenyum dan mengecup pipinya. Lalu menyadarkan kepalaku kembali ke dadanya, dia membelai rambutku. OMG, tiba-tiba perasaanku jadi tidak menentu.
Seminggu di Jakarta, hampir setiap hari ketemu. Dan entah kenapa perasaan sayang itu muncul, rindu itu hadir kalau tidak ketemu. Apakah ini artinya aku jatuh cinta. Eeemmm… ini tidak boleh terjadi, dia sudah punya istri. Tidak boleh aku jatuh cinta kepadanya, aku akan sakit hati nanti. Tapi aku juga belum siap kehilangan dia.
“Hasian, Jumat aku ditempatkan di Kerawang sebulan. Masih bisa kan kau kesini”
“Masih bisa hasian, naik kereta”
Sedih mendengar dia dipindahkan ke Kerawang, Itu artinya tidak bisa ketemu setiap hari, seminggu sekali. Itu pun belum pasti, uuuhhff…
Hari yang dinanti tiba, dia ke Kerawang. Artinya harus berpisah, tidak bisa bertemu. Setelah dia sampai, dia memberi kabar sudah sampai. Dia komplain karena kamarnya kecil, lemarinya Cuma satu, sempit, banyak nyamuk tapi yang terpenting AC dan bebas kosannya. Adehh…
“Hasian, besok jangan lupa bawa selimut, gantungan baju, kaca, gunting kuku, keset dan seprei ganti. Punya kau saja, tidak usah beli, jangan lupa bawa pas kau datang ya” Ujarnya ditelp
“Siap bos, ada lagi” Tanyaku
“Cukup”
Esoknya aku membawa perlengkapan yang dia minta, seperti orang pulang kampung, banyak tentengan. Untung tidak bawa kardus seperti orang-orang, persis seperti pulang kampung. Ini pengalamanku pertama ke Kerawang, biarpun tinggal di Jakarta tapi aku belum pernah menginjakan kaki kesini. Kalau naik kereta api harus menggunakan Kereta api arah Cikarang dan transit terlebih dahulu di Tambun. Lalu disambung kereta ekonomi, cukup membeli karcis Rp 6000. Murmer, murah meriah.
Sesampainya dikosannya, ternyata kamarnya kecil tapi masih layak dan nyaman buat tidur. Aku membereskan pakaiannya. Aku masukan ke lemari pakaian dalamnya dan menggantung kemejanya. Persis istrinya ya aku, tapi entah kenapa aku mau melakukannya.
Tibalah waktunya tidur, kami tidur seranjang. Tiba-tiba dia memeluk dan menciumiku, aku hanya diam saja. Tiba-tiba jantung berdetak kencang. Lalu dia mencium bibirku, aku kembali diam dan menikmatinya. Tangannya bergerak, kepunggungku dan melepaskan tali braku dan membuka bajuku.
Aku hanya diam dan membiarkan dia melakukan apa yang dia mau. Dan kami melakukan hubungan yang seharusnya tidak boleh kami lakukan, hubungan suami istri. Tapi setelah itu tidak ada perasaan menyesal, aku justru berucap “Apa pun yang terjadi, aku tidak menyesal. Dan jika aku hamil, aku tidak akan katakan dan tidak meminta pertanggung-jawab karena aku tidak mau buat rumah-tangga hasian hancur”
Lalu dia mengecup keningku dan memelukku. Kami tertidur pulas sampai pagi dan kami melakukan kembali di Pagi hari. OMG, aku sudah berdosa. Tapi jujur, ini untuk pertama kalinya aku merasakannya. Sore harinya, aku pulang menggunakan bus travel. Perasaan campur aduk tapi aku sudah jatuh cinta dengannya. Aku takut kehilangannya.
Sampai suatu hari, Raj marah besar karena ada sms isinya kalau aku ada pinjaman online dan belum dibayar. Dia marah karena dipikirannya aku memasukkan data dia tanpa izinnya. Sikapnya jadi berubah, dingin. Tiap di wa tidak dibalas, ditelp tidak diangkat. Ketakutan mulai muncul, “Aku akan kehilangan dia selamanya” Perasaan sedih, kecewa, marah dan jijjk semua jadi satu. Hingga suatu hari, kita berantem hebat di WA dan dia minta jangan ganggu dia lagi. Seperti disambar petir ketika membacanya, aku hanya bisa menangis dan mengikuti kemauan dia.
Sejak saat itu, aku tidak komunikasi dengan dia dan hari-hariku hampa. Belum lagi masalah hutang yang harus diselesaikan. Sendiri, itu yang kurasakan. Harus ku jalani sendiri tanpa ada yang support seperti dulu, waktu masih ada Raj.
Sebulan sudah, aku tidak komunikasi dengan Raj. Tidak tahu kabar dia bagaimana, rindu. Hanya itu yang bisa kulakukan. Setiap rindu, yang kulakukan hanya berdoa semoga dia baik-baik saja. Dan setiap rindu dia, air mata ini selalu keluar. “Hai Raj, apa kabarmu. I Miss u”
“Uueeekkk … Ueekkk… Kenapa tiba-tiba kepalaku pusing dan mual” Tiba-tiba kepalaku pusing dan mual. Masuk angin mungkin. Berhari-hari aku rasakan seperti itu ditambah tidak nafsu makan. Hingga suatu hari, aku pingsan dan ternyata hasil pemeriksaan dokter, aku hamil.
Aku antara kaget, senang dan sedih mendengarnya. Senang akan jadi Ibu, sedih karena anak ini tidak punya Ayah. Perasaan takut juga muncul karena kalau ayahku tahu, aku hamil sebelum menikah bisa dihajar habis aku. Lalu aku memutuskan menyimpan sendiri tanpa beritahu siapa pun. Aku akan lahirkan dan anak ini. Biarlah Raj tidak mengetahui hal ini.
Akhirnya, aku memutuskan pindah ke Bali. Aku akan melahirkan dan membesarkan anak ini disana tanpa siapa pun tahu. Berkat bantuan teman, aku bisa bekerja dicafenya. Mungkin karena iba atau kasihan, jadi dia mau memberikan pekerjaan.
Aku kerja 2 shift bahkan hari off aku minta masuk 1 shift, uangnya lumayan buat bayar hutang dan biaya melahirkan pikirku.
Hingga suatu hari, saat kandungan aku sudah berusia 2 bulan, ada seorang lelaki yang mengajak berkenalan. Lelaki bule warga negara Perancis, dia biasa ke café tempatku bekerja. Sammy Aldrich namanya, dia suka bolak balik Perancis-Bali. Bahasa Indonesianya pun sudah lancar, dia mempunyai rekanaan bisnis banyak di Bali.
“Hi… Siapa namamu. Aku setiap kesini selalu melihatmu. Siapa namamu” Tanya Sammy
“Lala sir” Jawabmu
“Kamu sedang hamil ? “ Tanyanya kembali
“Ya sir, sudah 2 bulan”
“Tapi aku sering lihat kamu pulang sendiri jalan kaki, dimana suamimu”
“Tidak ada suami sir”
Kulihat wajahnya heran ketika kukatakan itu, mungkin dipikirnya aku janda kali ya. Tapi bodoh amat dia mau berpresepsi apa tentang aku. Sejak hari itu, dia jadi perhatian dan kita semakin dekat.
Sebulan kami perkenalan, aku menceritakan masa lalu aku termasuk ayah dari bayi dikandunganku. Ternyata, setelah aku menceritakan itu Keesok-harinya dia membawa aku ketaman yang penuh bunga-bunga dipinggir pantai dengan alunan musik. Suasananya romantis dan dia melamarku.
“La… Bolehkah aku menjadi ayah dari anak didalam kandunganmu. Aku mencintaimu dan ingjn menjadi ayah dari anakmu”
Aku kaget, diam dan mengeluarkan air mata. Tidak percaya, masih ada lelaki yang mau menikah denganku biarpun keadaanku sedang hamil.
“Kamu yakin mau menjadi ayah dari anakku dan menerima aku menjadi istrimu” Tanyaku untuk memastikan
“Ya, aku mau”
Akhirnya kami pun menikah dengan menggunakan adat Batak dan menetap di Perancis. Dan dia membayar semua hutang-hutang aku. Bahkan dia membantu keuangan dikeluarga aku. Mengenai kehamilan, Ayahku tidak tahu soal kehamilanku hingga kami menikah. Ayahku baru tahu, aku hamil setelah sebulan pernikahan kami.
“Ayah, aku hamil” Kataku melalui telp
Mendengar aku hamil, ayahku bahagia. Maklum, ini cucu pertamanya. Sejak aku beritahu aku hamil, setiap menit selalu wa. Isi wa nya lebih banyak supaya aku jaga kesehatan, jangan capek-capek dan masih banyak lagi. Sikap ayahku menjadi perhatian, mungkin karena sudah tua atau karena aku sedang hamil. Tapi apa pun itu, aku senang ayahku berubah jadi sabar.
Tibalah waktunya melahirkan, aku hanya ditemanin Sammy dan keluarganya. Maklum, keluargaku semuanya di Indonesia. Jadi mereka hanya Video Call menunggu kabar lahirannya. Aku memilih cesar supaya tidak curiga kalau aku sudah hamil sebelum menikah.Aku katakan kondisi bayi terlilit tali pusar jadi harus ambil tindakan dan berat bayi sudah over weight.
“Ooeee… Ooee… “ Kudengar suara tangis bayi keluar dari perutku. Bukan hanya satu tapi dua, beratnya 4,7 gram dan panjang 55 cm. Wajah dan Warna kulit mirip Raj, apalagi hidungnya, mirip hidung Raj yang seperti jambu air. Tiba-tiba teringat dia “Raj, ini anak kamu. Andai kamu tahu”
Wajah Sammy bahagia, dia bahagia jadi seorang ayah. Dan ketika kuberitahu keluarga di Indonesia kalau anakku kembar, mereka senang. Tapi pada saat aku share foto di Facebook, banyak yang heran melihat paras wajah dan kulit tidak mirip Sammy. Tidak bule, alias hitam. Tapi untungnya, sammy memberi commemt “Itu anak aku, paras wajah dan warna kulitnya lebih mirip ke keluarga mommynya. Jadi tidak mirip dadynya”
Setelah membaca commentnya, aku seperti perempuan yang beruntung, Sammy dikirim Tuhan untuk menjaga aku dan anak-anakku. Aku semakin mencintai Sammy karena ketulusannya menerima aku apa adanya.
Kami pun memberikan nama “Jonathan Raj Aldrich dan Johan Raj Aldrich” yang artinya Anugerah dan Berkah dari Tuhan, nama Raj aku berikan karena mereka anak-anak Raj. Dan Aldrich Farm yang melekat dikeluarga Sammy. Jadi mereka anugerah dan berkah dari Tuhan untuk Raj dan Sammy.
Sejak kelahiran Raj twins (Panggilan untuk sikembar agar lebih mudah), bisnis Sammy semakin naik. Dia memenangkan banyak tender, dia selalu pergi dari satu negara ke negara lain. Tapi tidak jarang dia membawa aku dan sikembar. Biarpun repot, tapi kami menikmatinya.
Sejak menikah dengan Sammy, aku tidak bekerja lagi. Hari-hariku hanya mengurus rumah dan menulis, diawal bosan dengan rutinitas seperti itu tapi semakin lama, aku enjoy dengan semuanya. Apalagi sejak ada Raj twins, semakin repot. Maklum, aku tidak mau menggunakan jasa “Baby Sisters” hanya pembantu rumah tangga yang tugasnya merapikan rumah. Untuk mencuci pakaian bayi pun, aku mencucinya sendiri.
Suatu malam, aku bermimpi didatangi Kakek Buyutku yang meminta aku datang ke Medan dengan membawa anak-anak. Mimpi pertama aku tidak hiraukan, bagiku itu Cuma bunga tidur. Hingga suatu malam, aku bermimpi sambil teriak-teriak.
Dan aku pun dibangunkan Sammy “Honey, bangun… Honey..”
Lalu aku pun terbangun dan memeluk erat Sammy erat, seperti ketakutan. Sammy memeluk sambil membelai rambut dan mencium keningku. Dan aku menceritakan mimpiku yang berkali-kali.
Setelah mendengar ceritaku, Sammy mengambil ponselnya dan dia menunjukkan bahwa dia sudah membooking ticket pesawat ke Medan awal bulan depan. Sambil tersenyum, dia berkata “Kita akan ke Medan bulan depan honey, sudah waktunya anak-anak berkunjung ke Indonesia” Dan aku pun mencium pipinya sebagai rasa terima kasih.
Ya, sudah 3 tahun tidak balik ke Indonesia. Kangen rasanya suasana Indonesia, apalagi macetnya Jakarta. Panas teriknya Jakarta, tidak kebayang gimana anak-anak nanti. Apa mereka cocok dengan suasana disana. Seperti halnya orang kampung, aku sibuk mencari oleh-oleh untuk keluarga di Indonesia. Dua koper hanya penuh oleh-oleh, aku relakan membawa sedikit baju kami dengan alasan disana bisa beli.
Dihari yang ditunggu datang, aku tidak bisa tidur karena kami harus pergi subuh-subuh. Pesawat kami akan berangkat pagi Jam 07:00, semua kebutuhan Raj twins aku taruh dikoper kecil agar bisa masuk Pesawat. Untungnya Raj Twins bukan tipe anak yang rewel, mereka tinggal membawa alat-alat menggambar sudah anteng duduk.
Biarpun baru berusia 3 tahun, tapi mereka hobi corat-coret, dinding rumah kami pun penuh hasil abstrak mereka. Dan Sammy hanya berkata “Biarkan sayang biarkan mereka berkreasi”
Dan kami pun tiba di Jakarta untuk transit beberapa jam, lalu melanjutkan keberangkatan ke Medan. Ini pertama kalinya untuk Sammy dan Raj Twins ke Medan. Sambil menunggu keberangkatan, Sammy berkata “Tidak terasa ya Raj Twins sudah 3 tahun, Makasih ya sudah izinkan aku menjadi dady mereka”
Sambil tersenyum aku berkata “Aku yang terima kasih, kalau tidak ada kamu entah bagaimana nasib aku dan anak-anak. Aku mencintaimu” Lalu aku mencium pipinya dan bersandar didadanya sambil melihat anak-anak berlari-lari.
“Honey, bagaimana kalau di Medan mereka bertemu dengan dady kandungnya” Tanya Sammy tiba-tiba.
Lalu aku duduk dan wajahku menghadap ke Sammy “Tidak mungkin mereka bertemu, Medan itu luas. Tidak mungkin mereka bertemu Raj”
Sammy membelai wajahku dan mencium keningku “Jika mereka bertemu dengan dady nya, aku tidak akan biarkan dia mengambilnya karena aku tidak mau kehilangan mereka”
Pembicaraan kami dihentikan dengan panggilan yang meminta penumpang masuk ke Pesawat. Lalu kami menggendong anak-anak menuju Pesawat. Waktu tempuh 2 jam membuat anak-anak mengantuk, mereka tertidur selama perjalanan. Mungkin lelah karena perjalanan yang panjang.
Setibanya di Bandara Kuala Namu, kami menuju hotel untuk istirahat sebentar dan memghubungi ayahku memberi kabar kami di Medan “Yah, kami di Medan. Mau ziarah, ayah dan semuanya mau ikutan tidak. Maaf baru beri kabar, mau beri kejutan”
Lalu ayahku seperti biasa, marah-marah terlebih dahulu dan berkata “Kami akan kesana, kirim ticketnya” Dan aku mengatakan ke Sammy untuk booking ticket untuk keluargaku.
Sehabis Magrib, kami siap-siap untuk pergi keluar makan. Mall dikota Medan salah satu tempat yang akan kami tuju, disana ada tempat bermain untuk anak-anak. Kasihan anak-anak sudah melakukan perjalanan panjang.
Setelah mereka puas bermain, kami mencari tempat makan yang cocok buat anak-anak. Seperti biasa, sejak mereka bisa berjalan. Mereka tidak bisa diam, selalu aktif bergerak dan berlari.
“Raj… Pelan-pelan larinya nak… Raj sayang…” Sambil mengejar mereka
Bruk… Tiba-tiba mereka terjatuh karena menabrak betis seseorang. Aku kaget melihat mereka terjatuh duduk, buru-buru kuhampiri mereka dan melihat keadaan mereka. Puji Tuhan, mereka tidak apa-apa. Lalu kubangun sambil kugendong mereka. Pas aku berdiri, ternyata betis yang ditabrak anak-anak, betis Raj. Aku kaget dan terdiam.
“Lala… Kamu Lala kan” Ujarnya
Seperti melihat setan, aku hanya diam dan melihat Raj. Tiba-tiba pundaku ditepuk Sammy “Are u ok honey”
Aku kaget dan memjawab “Im ok” sambil aku memberikan Johan ke dia.
Lalu aku memperkenalkan “Honey, ini Raj” sambil kutatap wajah dia. Dan kulihat wajah Sammy kaget.
“Hi… Sammy”Sambil mengulurkan tangannya
“Hi… Raj” Membalas jabat tangan Sammy
“Pa kabar ne, mana istri ane” Ujarku
“Itu… Sambil menunjuk kearah istrinya
“Ooo… Anak sudah berapa ne” Tanyaku kembali
“Belum ada, doakan semoga secepatnya. Oh ya, ini anak-anak kalian. Kembar, lucu-lucu ya” Ujarnya
“Ya bro, mereka aktif tidak bisa diam” Ujar Sammy
“Siapa nama mereka” Tanya Raj
“Jonathan Raj Aldrich dan Johan Raj Aldrich, kalau manggil mereka sekaligus cukup Raj. Pasti mereka menjawab” Ujar Sammy sambil ketawa
“Raj… Seperti namaku” Tanyanya heran
“Iya, Raj. Kenapa ada masalah dengan nama mereka? Kalau sama kenapa” Jawabku dengan kesal
Tiba-tiba istri Raj datang menghampiri “Hai mama (di India suami dipanggil Mama jika sudah menikah) siapa mereka”
“Ini Lala, masih ingat yang beberapa tahun lalu teman di Facebook” Jawabnya sambil menjelaskan
“Ooo… Iya ingat… Lala yang tinggalnya di Jakarta”
Sambil mengulurkan tanganku “Hi, Lala”
“Hi, Marissa” Membalas jabat tanganku
Obrolan kami terhenti karena mendengar renggekan Johan “Momy, hungry”
“Dia lapar, ayo kita cari makan dulu” Sammy berkata kepadaku. Dan aku menggangukan kepala yang artinya ya.
“Kalian sudah makan belum, kalau belum ayo kita makan bersama” Ajak Sammy ke Raj dan istrinya
“Ayo, kebetulan kami juga belum makan” Jawab Raj
Lalu kuletakan Raj Twins di Stoller dan kami mencari tempat makan. Kami diajak makan nasi Briyani dan Miesoup. Dan ternyata anak-anak pun menyukainya.
Sambil menikmati makanan, Raj bertanya “Berapa usia anak-anak kalian?”
“3 Tahun bro” Jawab Sammy
“Tapi wajahnya mirip orang India, hidungnya juga mirip kamu sayang” Kata Marissa sambil menatap wajah Raj
“Uuuhkk… Uuuhhkk…” Aku tersendak mendengarnya
Sambil menepuk-tepuk punggungku, Sammy berkata “Are u ok honey”
“Yes, Im ok. Aku kekamar mandi dulu, jaga anak-anak sebentar” Kataku sambil aku berdiri dan berjalan ke toilet. Setelah selesai dari toilet, aku melihat dari Jauh Jonathan sudah digendong Raj.
Dalam hati berkata, tumben anak ini tidak menangis. Dia biasanya tidak mau dengan orang asing.
Kenapa dengan Raj dia mau mengendong. Sambil berjalan menuju tempat duduk, aku terus memperhatikan mereka. Setelah selesai makan, kami pun pamit. Kulihat Jonathan Sudah terlelap dipangkuan Raj. Tidak lupa, sebelum pulang kami berfoto.
“Tunggu, dimana kalian menginap. Berapa no telp kalian” Tanya Raj
“Hotel di Jl. Petisha, No WA dan akun Facebook aku masih sama seperti dulu” Jawabku. Lalu aku dan Sammy meninggalkan mereka dan menuju pool taksi di Mall tersebut.
Setibanya di Hotel, Sammy berkata “Mungkin mimpi kamu salah satunya ini, Raj Twins ketemu dadynya” sambil Sammy mencium mereka.
Aku hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Sammy sambil mempersiapkan pakaian yang akan digunakan besok. Setelah semua beres, aku merebahkan diri diranjang sambil kubuka ponsel.
Dan kulihat pesan dari Raj “Kalian sudah sampai? Anak-anak sudah tidur?”
Aku tidak membalasnya, malas. Lalu kubuka akun facebook, kulihat ada permintaan dari Raj. Aku juga tidak confirm akunnya. Kemudian aku tertidur.
Entah sudah berapa lama aku tertidur, aku dibangunkan dengan suara tangis Johan. Kulihat jam, ternyata baru Jam 06:00. Sepertinya dia lapar, lalu kubangun dan membuat susu untuk Raj Twins. Setelah selesai minum, aku mengambil ponsel dan membuka akun facebook.
Aku confirm akun Raj dan membalas Chat “Maaf baru balas, anak-anak masih tidur”
Dan 30 menit kemudian, aku bangunkan Sammy dan anak-anak untuk berenang. Kemudian kami berenang selama 1 jam sambil sarapan pagi. Setelah itu kami kembali ke kamar untuk mandi dan pakaian. Hari ini belum ada planning mau kemana.
Tiba-tiba ponselku berbunyi ketika aku sedang mandi. Sammy yang angkat “Ya Raj, ada apa?”
Rupanya Raj yang telp, ada apa ya. Mau apa dia, kenapa dia hadir dalam kehidupanku lagi. Tidak bisakah dia musnah, lelaki yang pernah kucintai. Lelaki yang memberiku anak kembar lucu-lucu ini.
Setelah keluar dari kamar, Sammy berkata “Raj mengajak kita jalan-jalan”
Aku menatap marah ke Sammy “Kau jawab ya, kau kenapa tidak mengatakan tidak bisa. Aku tidak mau”
Sammy menghampiriku dan memelukku dari belakang “Honey, tenang. Apa pun yang terjadi aku tidak akan biarkan Raj mengambil Raj Twins. Dia hanya boleh melihat dan mengendong. Kalau dia meminta Raj Twins, aku lebih dulu maju. Di akte kelahiran, mereka anakku”
Aku jadi tenang mendengar perkataan Sammy, dia selalu membuat aku nyaman. Dia malaikat yang dikirim Tuhan untuk aku dan anak-anak.
Dan 1 jam kemudian, Raj telp dan meminta kami turun karena dia dan istrinya sudah tiba. Lalu kami pun turun ke lobby, kulihat Raj dan istrinya sedang duduk diLobby Hotel. Jonathan berlari menghampiri Raj, lalu Raj mengendong dan mencium Jonathan. Kulihat Johan memilih Sammy, dia tidak mau digendong Raj. Dia masih takut-takut.
“Ayo kita ke mobil” Ujar Raj sambil berjalan dan mengendong Jonathan. Sepanjang menuju mobil, kulihat Jonathan mencium pipi Raj. Pemandangan apa ini dalam hati, kenapa Jonathan begitu nyaman dengan Raj. Apakah inj yang namanya hubungan darah?
Raj membawa kami ke Pantai, tempatnya bagus dan aman untuk anak-anak. Kugantikan baju renang ke anak-anak dan memakainya cream biar tidak melupas kulit mereka bila kena matahari dan air laut. Lalu Raj, Sammy dan anak-anak berenang di Pantai. Sedangkan aku dan Marisa memilih menjaga barang-barang kami. Selama mereka berenang, kami pun mengobrol.
Dari kejauhan aku melihat mereka sangat senang, terutama anak-anak yang akrab dengan Raj. Johan yang tadinya takut-takut, sudah mulai akrab dengan Raj. Dia sudah mulai mau digendong.
Tiba-tiba kudengar suara tangis Jonathan, kulihat Sammy berjalan sambil mengendong Sammy. Rupanya kaki Jonathan berdarah kena karang, kubersihkan dan ku perban. Aku mandikan Jonathan dan memberikan susu. Dia tertidur, sepertinya dia lelah.
Selama 3 jam kami bermain di Pantai, setelah mereka bersih. Kami lanjut dengan wisata kuliner khas Medan. Raj membawa kami ketempat-tempat makan yang enak disana, salah satunya durian. Makanan yang tidak boleh dilewatkan kalau sudah disini. Yummmy…
"Kerja dimana sekarang bro" Tanya Sammy sambil menikmati makan durian
"PT Terbang Perkasa bro, sudah mau 3,5 tahun. Kalau loe kerja dimana bro" Ujarnya
"Bisnis saja, makanya sering tinggalin anak istri beberapa hari keluar kota" Jawab Sammy
Setelah puas berwisata kuliner, kami kembali ke hotel. Didalam mobil Sammy berkata “Makasih Raj sudah ajak kami jalan-jalan. Besok kami akan ke Danau Toba, orangtua Lala akan tiba di Bandara Sibolangit lusa. Setelah itu, kami akan ziarah kekampung halamannya”
“Kami antar besok ke Danau Toba, sekalian aku mau berlibur sama istri. Sudah lama juga kami tidak berlibur”
Sammy mengiyakan dan bersedia diantar sampai Danau Toba, didalam mobil Sammy membooking 2 kamar untuk kami dan Raj. Kami pun sampai dihotel, Raj mencium Raj Tiwns. Sampai dikamar, aku merapikan koper. Biar besok tidak ribet dan tidak ada barang yang ketinggalan.
Jam 06:00 Raj dan istri sudah di hotel tempat kami menginap, kami mengajaknya sarapan terlebih dahulu dihotel sebelum check out. Setelah sarapan, Raj dan Sammy menggangkat koper kedalam mobil. Raj Twins aku dudukan di Stoller, sambil aku periksa kembali apa ada barang yang tertinggal dikamar.
Setelah selesai check out, Raj melajukan mobilnya ke Danau Toba. Sepanjang jalan, Raj Twins tidak rewel. Mereka happy, tertawa dan bernyayi. Anehnya, pas Raj memutar lagu India, Raj Twins jingkrak-jingkrakan. Memiliki mereka luar biasa, anugerah terindah dari Tuhan lah.
Sebelum sampai di Danau Toba, kami beberapa kali berhenti untuk istirahat dan makan. maklum, bawa anak jadi harus sering makan. Dan anehnya, aku tidak melihat Raj tidak merokok pada saat kita berhenti istirahat.
"Ne... Sudah berhenti merokok?" Tanyaku
"Belum, masih kok. Ini karena ada anak-anak jadi aku tidak merokok. Kasihan mereka cium asap rokok nanti" Jawabnya
"Oooo..." Rupanya dia bisa tidak merokok sesaat demi anak-anak. Andai kamu tahu, mereka anakmu Raj.
Sesampainya di Danau Toba, kami masuk ke kamar masing-masing. Ternyata, ada pintu dari samping yang bisa menghubungkan kamar kami. Jadi memudahkan kami untuk ngobrol, tidak perlu keluar. Tinggal ketok saja. Lalu aku baringkan Raj Twins dikasur, kugantikan pakaian mereka.
Sammy sendiri, langsung mandi. Dan aku membereskan koper dan merapikan pakaian yang akan digunakan besok. Setelah itu, aku tertidur.
Jam 05:00 aku sudah terbangun, aku kedinginan dan tidak bisa tertidur lagi. Aku lihat Sammy dan anak-anak masih terpulas tidur, mungkin mereka kecapean. Lalu aku keluar kamar, kulihat pemandangan Danau Toba dan kicauan burung dipagi hari.
Kuberjalan sekitar hotel dan kulihat dari kejauhan Raj. Dia sedang merokok sambil minum kopi, aku menghampiri dia.
"Sudah bangun ne" Tanyaku
"Sudah dari tadi, aku sakit perut dan tidak bisa tidur lagi. Kenapa kau sudah bangun, mana suami dan anak-anakmu" Jawabnya
"Ooo... Aku kedinginan dan tidak bisa tidur lagi. Sammy dan anak-anak masih tidur"
"Kau makin cantik dan langsing sekarang, hidup kau bahagia sekarang" Ujarnya
"Aku beruntung memiliki Sammy, dia suami dan daddy yang baik. Dia anugerah Tuhan yang dikirim untuk aku dan anak-anak"
Belum lama berbincang, terdengar suara istri Raj memanggil. Kemudian Raj berdiri dan menghampiri istrinya. Setelah itu aku kembali kekamar dan memberi susu keanak-anak. Sammy pun terbangun dan mencium keningku "Good Morning Honey" lalu dia mencium anak-anak.
Ciuman dia membangunkan anak-anak, seperti biasa. Anak-anak kalau sudah dengar suara daddnya pasti akan bangun.
Tepat Jam 09:00 kami sarapan di hotel, setelah selesai sarapan kami diajak melihat monyet dan kera yang dilepas. Disana banyak monyet-monyet dan kera yang berkeliaran, kita cukup beli pisang atau kacang robus, mereka akan datang kekita.
Tapi harus hati-hati, mereka bisa ambil barang-barang berharga seperti jam atau telp atau cincin. Pokoknya harus hati-hati deh.
Kulihat Raj Twins senang, mereka asyik memberi monyet-monyet dan kera pisang. Jonathan digendong Raj dan Johan digendong Sammy. Setelah puas, kami pun balik ke mobil. Medan yang kami lewati untuk turun sangat terjal, banyak batu-batu dan kerikil. Jadi harus hati-hati kalau kesana.
Tiba-tiba, kulihat Raj terpleset dan Jonathan terlepas dari gendongannya.
Tubuh Jonathan terguling-guling, untung ada orang yang lewat dan menangkap tubuh Jonathan. Hingga Jonathan tidak sampai kebawah, tidak kebayang jika tadi tidak ada orang itu. mungkin nyawa Jonathan tidak selamat.
Kugendong Jonathan dan kuberkata "Kau gila ne, kau mau bunuh anakmu. Dia darah dagingmu" Aku kelepasan bicara. Raj, Istrinya dan Sammy ketika aku bicara begitu.
"Apa katamu, mereka anakku" Tanyanya sambil memegang tanganku
"Iya... Mereka anak anne, apa anne lupa.. Aahh... lupa apa yang sudah anne lakukan ke aku" Air mataku mengalir dan kulihat istri Raj diam terpaku.
Lalu Sammy berkata "Mari kita jelaskan semua di Hotel, biar aku saja yang membawa mobilnya" Kemudian kami berjalan menuju mobil dan berlaju ke Hotel.
Sepanjang jalan menuju hotel, kami diam. Aku mengobati luka Jonathan dan Johan dipangku Raj. Dia memperhatikan wajah Johan sambil sesekali menciumnya.
Sesampainya dihotel, aku bersihkan lagi luka ditubuh Jonathan dan menggantikan Raj Twins pakaian. Lalu menidurkan mereka. Setelah mereka tidur, Aku, Sammy, Raj dan Istrinya duduk di kamar kami. Aku menceritakan semua ke Raj dan Istrinya mengenai Raj Twins.
Kuceritakan sejak kejadian pertengkaran terakhir dengan Raj, sebenarnya aku sedang hamil beberapa minggu. Tapi baru ketahui karena pingsan, mungkin kalau aku tidak pingsan tidak tahu kalau sedang hamil.
Lalu Sammy datang dalam kehidupan aku dan dia mau jadi daddy dari anak-anakku. Kalau tidak ada dia, mungkin anak-anak tidak punya daddy dan dicap anak diluar nikah.
"Kenapa tidak kau beritahu aku, kau sedang hamil. Mereka anak-anak aku" Tanya dengan wajah marah.
"Karena aku sudah berjanji, apa pun yang terjadi tidak akan kuberitahu. lagipula anne sudah block semua akun aku. Apa anne tidak pernah berpikir, aku akan hamil. Tidak kan...Kalau aku katakan, apa anne akan menikahi aku, tidak kan... Anne hanya akan bertanggung-jawab menanggung semua biaya, untuk menikahi tidak. Itu yang anne sering katakan bukan..." Ujarku dengan emosi
Sammy memisahkan dan berkata "Sudah... Jangan diteruskan lagi, Raj sudah tahu kalau Raj Twins anaknya. Tapi aku tidak akan berikan mereka ke kamu untuk dirawat. Mereka anak-anakku sekarang, diakte kelahiran tertera aku daddy mereka. Dan mereka warga Negara Perancis karena mereka lahir disana"
Tiba-tiba Istri Raj berkata "Seharusnya Lala katakan kemarin ke mama Raj kalo hamil, dia akan menikahi Lala"
Aku memegang tangannya dan berkata "Maafin aku akka, aku sudah selingkuh dengan suami akka. Tapi aku tidak akan rusak dengan mengatakan aku hamil, aku tidak mau rumah-tangga kalian hancur. maafin aku akka" Air mataku mengalir deras
"Aku minta maaf atas semua yang kulakukan kepadamu, seharusnya aku tidak meninggalkanmu waktu itu. Aku tidak emosi waktu itu, aku menyesal. Andai waktu itu aku tidak memutuskan hubungan komunikasi, mungkin keadaanya tidak seperti ini" Ucap Raj.
Aku menarik nafas dan berkata "Semuanya sudah terjadi, tidak perlu disesalkan. Anne sudah tahu, Raj Twins anak anne, tapi aku tidak izinkan anne mengambil mereka dari aku dan Sammy"
"Berikan kami satu anak saja, biar kami merawatnya. Kami ingin merasakan memiliki anak" Ucap Marissa
"Tidak akan kuberikan satu pun kepada kalian, mereka anakku" Kataku dengan nada tinggi
Sammy memberikan solusi "Bagaimana selama kami di Medan, kami menginap dirumah kalian. Jadi kalian bisa merawat anak-anak. Nanti kalau mereka libur sekolah, kami akan kirim mereka berlibur kesini. Biar mereka memilih nanti kalau sudah besar mau tinggal bersama siapa. Bagaimana, setuju tidak ? "
Raj dan Istrinya saling menatap, kemudian Marissa berkata "Setuju"
"Mommy... Mommy" Tiba-tiba suara Johan memanggil.
Raj berdiri dan menghampirinya, dia mengendong dan menciumi Raj. Air matanya turun dan berkata "Maafin Appa... (Bahasa India yang artinya Bapa) Appa sayang kamu" Lalu Marissa berdiri dan menghampiri Raj yang sedang mengendong Johan.
Sammy memegang tanganku sambil berkata "Mungkin arti dari mimpi kamu ini, buyut kamu mau Raj Twins bertemu dengan Daddy kandungnya"
Aku sambil tersenyum berkata "Kamu anugerah terindah yang dikirim Tuhan untuk aku dan anak-anak. Makasih sayang" Lalu aku memeluknya.
THE END
Notes :
Cerita ini hanya fiktif saja, jika ada unsur nama dan cerita tidak ada faktor unsur kesengajaan. Semuanya dari hasil daya khayal ngantuk yang dibuat oleh Dorkas.