Wisma Pesanggrahan Soekarno
Danau Toba, Parapat
Dorkas Manroe
Tahukah kamu, kota Parapat bukan hanya tempat pariwisata. Di kota ini pernah jadi saksi sejarah bangsa Indonesia. Kalau yang belajar sejarah pasti tahu, bagaimana yang tidak pernah belajar sejarah. Jawabannya pasti tidak tahu. Ya, contohnya seperti aku. Baru tahu ketika sedang berkunjung kesini.
Dirumah Pengasingan ini, Soekarno bisa menikmati keindahan Danau Toba. Rumah berlantai 2 yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1820 dengan ukuran 10 x 20 m dan dikelilingi taman kira-kira seluas Dua hektar.
Rumah tersebut, awalnya dibangun tentara Belanda untuk pegawai perkebunan. Dirumah ini, kita bisa melihat perabotan yang pernah digunakan Soekarno. Dan sampai saat ini masih terawat dengan baik. Biarpun ada beberapa perabotan yang sudah diganti karena usang / usianya sudah tua.
Rumah yang terletak di Jl. Istana No.5 dibangun dengan gaya bangunan Eropa. Ukiran didalamnya pun didominasi dengan ukiran kayu jati. Dari lantai 2 rumah ini, kita bisa melihat pemandangan Danau Toba dan perbukitan yang berwarna hijau.
Di dinding rumah ini, kita bisa melihat foto-foto, lukisan Soekarno dan peristiwa yang terjadi di zaman itu.
Bangunan ini juga mempunyai akses bawah tanah yang bisa tembus dibeberapa titik. Sayang, akses jalan ini sudah ditutup
Biarpun tidak ada AC atau pun kipas, suasana rumah ini nyaman dan adem. Kita dibuat betah jika berada dirumah ini.
Oh ya, dihalaman rumah ini terdapat Mushollah loh. Jadi bagi kalian yang mau shollat bisa menggunakan tempat ini.
Rumah ini tidak bisa dibuka untuk umum, dan beruntungnya aku bisa berkeliling melihat isi rumah ini.
Saat ini, rumah tersebut dikelola Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Dan bernama Mess / Pesanggarahan Parapat. Rumah ini digunakan jika Presiden sedang berkunjung ke kota ini.
Sooo.. Jangan lupa mampir kesini kalau kalian di Parapat. Sekali-kali, berwisata sejarah.
Parapat, 31 Mei 2019



























































