Kekuatan Doa
Dorkas Manroe
Lukas 11 : 9
Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu
Lukas 11 : 10
Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan
Mungkin 2 Ayat diatas benar, ketika kita meminta maka diberikan. Ya biarpun tidak diberikan langsung, tapi Tuhan berikan tepat pada waktunya.
Setiap manusia pasti ingin hidupnya berubah, baik dari sisi materi maupun rohani. Begitu pun aku, ingin hidup berubah menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Tuhan. Seperti ada kerinduan tersendiri tapi itu yang dirasa.
Malam Natal tepatnya, kuberdoa meminta di Tahun 2018, diberikan teman-teman yang bisa membuat hidupku lebih baik dari semua sisi. Dan Tuhan berikan itu. Awal tahun baru, tepatnya 1 Januari 2018, pada saat keluarga lain sibuk berkunjung kerumah saudara, aku memilih untuk menerima ajakan dari Bunda Dewi Maharani untuk berkumpul dengan teman-temannya di daerah Pasar Minggu. Perkenalanku dengan Bunda Dewi Maharani itu beberapa tahun lalu, ketika Bunda masih bekerja di Singapura. Awal perkenalan kami, ketika aku menulis comment di status Bagus Armanusa, seniorku waktu di kampus, IISIP Jakarta. Dan akhirnya, aku add Facebooknya. Dan dia meminta aku memanggilnya "Bunda".
Woww... Kereta Api saat itu penuh. Ya maklumlah, Tahun Baru, Orang-orang pasti berlibur bersama keluarga. Panas terik tidak menghalangiku. Dan setibanya disana, sudah banyak orang, disana aku berkenalan dengan Bunda Ayu Yulia, Bunda Hilda Winar, Bunda Mawar, Bunda Anna, Bunda Oma Sally, Eyang Romo, Om Al dan Aunty Rara.
Wah.. Mereka ternyata orang-orang menyukai seni, bahkan mereka sudah menciptakan buku puis. Suatu kehormatan bisa kenalan dengan mereka. Dan aku paling muda sendiri, tidak berprestasi pula. Mereka berbincang mengenai seni, aku hanya diam saja. Tapi dalam hati, aku harus seperti mereka suatu saat nanti. HARUS...
Pertemananku bertambah, baik didunia nyata maupun maya. Aku melihat dan membaca karya-karya mereka, bahkan postingan yang mereka buat. Aku hanya sebagai pembaca saja, belum berani comment, takut salah.
Seminggu setelah berkenalan dengan mereka, Tuhan tambahkan pertemananku lagi. Namanya Sanjai, lelaki India Medan. Waduh..Orangnya ceplas ceplos. Kalau dia tidak suka, dia akan katakan. Aku salah, dia akan bilang salah. Tidak jarang dia mengatakan aku "BODOH/TDAK PUNYA OTAK" Tapi anehnya aku tidak marah maupun sakit hati. Aku cuma mengatakan "Iya kah.
Tidak jarang dia ngambek, tidak mau komunikasi lagi sama aku karena kelakukan aku yang dinilai terlalu percaya orang, tidak bisa ambil sikap tegas. Kalau katanya bukan seperti orang Batak yang galak dan tegas. Biarpun kita belum bertemu, hanya komunikasi melalui telp/videocall/chat, tapi dia salah satu teman yang "JUJUR" dalam semua hal. Eiittss... Jangan berpikiran dia suka aku, dia sudah menikah dan setiap kali kita komunikasi istrinya ada disampingnya.
Perkenalan aku dengan dia, boleh dibilang rencana Tuhan. Dia yang support aku untuk melupakan lelaki bernama Chandra, lelaki India Medan yang bekerja sebagai Cheff di Restaurant Masakan Itali, Meulborne. Lelaki yang belum pernah aku temui, hanya kenal didunia maya. Tapi, aku suka dia. Gila kedengarannya, tapi itu yang terjadi dengan hati ini. Lebay.Com ya seperti ABG. Hehehe..
Aku memanggilnya Anne Sanjai (Anne Panggilan di India Tamil artinya Abang) Sikapnya dewasa dan bijak, dari sisi umur padahal aku tua. Tapi dari sisi pemikiran, dia jauh lebih matang. Dia selalu support aku untuk melupakan bahkan hal lain aku sering curhat. Dia selalu kasih pandangan yang baik , mana yang buruk. Dan setiap kali aku salah langkah, dia tidak pernah meninggalkan aku. Dia malah menasehati aku panjang lebar, sampai kuping panas. Dan aku hanya diam saja karena salah.
Anne Sanjai juga memperkenalkan aku sama temannya, namanya Citra, berstatus Janda dan Ibu dua orang anak. Ya... Boleh dibilang, dia "INDIGO". Pertama kali kenal dia cuma mengatakan "Sudah lupakan lelaki itu Akka (Akka Panggilan di India Tamil artinya Kakak). Dia bukan jodoh Akka"
Aku diam dan berbicara dalam hati "Darimana dia tahu, aku lagi galau" Dan aku menjawab "Ya Akka, akan kulupakan"
Sejak saat itu, aku belajar melupakan lelaki itu. Lelaki yang tidak punya pintu maaf dihatinya, lelaki yang hanya diam tanpa berkata apa pun pada saat kebenaran diberitahu kepadanya. Ya.. Mungkin jalan cerita kehidupannya harus begini. Jadi harus "IKHLAS" untuk melupakan. Tapi setiap kali kuberdoa, nama dia pasti ada. Doaku "Chandra diberikan istri yang bisa mendampingnya dimasa tuanya" Ya.. Umur dia, 2 tahun lagi mau kepala 5, sudah tua ya. Lebih pantas jadi Om daripada suami.
Pertemanan aku dengan Anne Sanjai dan Akka Citra semakin erat, biapun belum pernah bertemu tapi mereka tulus dalam pertemanan. Bahkan kalau tidak punya uang, tidak malu kita mengatakan lagi "BOKEK" Hahaha..
Di Bulan Febuari 2018, aku diberikan berkat lagi, team yang mengisi hari-hariku menyenangkan. Ya.. Meskipun diawal, susah menyatukan visi misi kita, tapi akhirnya kita bisa menyatu. Dan hari-hari kita selalu penuh dengan canda tawa. Eiittsss.. Tapi tetap ya, DISIPLIN dan ATTITUDE No.1.
"Mami" mereka memanggilku, bukan Ibu ataupun Mba. Adeh.. Panggilan "Mami" berawal dari salah satu teamku yang bernama Aldy, aduh.. Anaknya hobi benar tidur. Tidak bisa ditinggal sebentar sudah tidur pulas, bahkan sedang menunggu call bisa loh dia tidur. Diawal kenal, dia suka kabur turun buat merokok dan ngopi. Tapi sejak kuancam akan dikeluarkan,tiap mau turun buat merokok dan ngopi selalu izin. Dan biasanya aku kasih waktu 10 menit, jika lebih jam pulangnya dilebihkan 10 menit. Dan cuman satu kali turun.
Kebersamaan kita seperti setiap ada yang ultah, tidak jarang kita berikan kejutan atau makan diluar. Ibarat kata, kantor keluarga ke-2 karena 8 Jam kita selalu bersama. Lebay tidak sih, tapi itu nyata. Setiap hari ada saja tingkah mereka, tapi itu yang membuat suasana hidup. Mereka juga masih muda, otomatis aku juga muda terus. Hehehe..
Selain itu, punya atasan dan teman-teman yang enak buat diajak ngobrol, jalan-jalan dan makan. Tiada tanpa hari bercanda dan makan. Kerja tetap No.1 tapi mulut tetap nguyah. Tidak jarang, kita makan diluar bareng, biarpun cuma Indomie doank. Tapi yang pemting bisa ngobrol setelah itu. Tidak boleh "BAPER" kuncinya karena kalau "BAPER" kelaut saja sana.
Apalagi kalau sudah Jumat, hari bebas keluar kantor lama. Dan biasanya aku sama Mba Indah pergi keluar, balik kantor Jam 14:00 sambil bawa titipan dari siapa saja yang mau nitip. Intinya boleh nitip, tapi baliknya Jam 14:00. Life is Beautiful
Hari demi hari, bulan demi bulan. Tuhan selalu berikan apa yang kuminta. Ya, memang waktunya tidak cepat. Tapi Tuhan berikan pada waktunya. Setiap hari ada Tuhan berikan sesuatu yang baru, yang belum pernah aku lakukan. Seperti ditawarkan dari Ibu Filicia Ongkowijaya untuk "TALENT" untuk reka adegan Program TV kerohanian "FIJAR TV"
Tawaran menari, kukatakan "Mau" pada saat ditelp.
Woww... Acting, belum pernah aku lakukan. Selain mendapatkan pengalaman acting, menambah list perjalanan aku juga. Justru ini menarik, belum pernah aku lakukan. Naik kereta dari Stasiun Klender-Rawabuntu, untuk sampai kesana arus 2 kali transit, di Manggarai dan Tanah Abang. Sampai di Stasiun Rawabuntu, untuk kelokasi menggunakan Grabbike. Perjalanan yang panjang, tapi aku suka ini.
Ya... Karena belum pernah, adegan harus diambil berkali-kali. Maafkan ya teman-teman produksi, syuting pun harus dilakukan dua hari. Tapi jujur, ini pengalaman yang belum pernah aku lakukan. Nambah teman, nambah pengalaman.
Dihari kedua dalam perjalanan menuju Lokasi, Aku berkenalan dengan Bapak Roesdy Hoesein, didalam kereta menuju Stasiun Rawabuntu. Beliau salah satu sejarahwan Indonesia, banyak hal yang dia ceritakan. Mulai dari belajar Sejarah bisa darimana saja,Psikologi, Antropologi, dll. Beliau juga mengatakan agar aku kuliah S2 dan tidak usah pusing mengenai Pernikahan. Berkarya saja dulu katanya. Dan beliau memberikan no hp nya, katanya "Kalau mau diskusi bisa hubungi saya" Wah... Suatu kehormatan sekali bisa kenal beliau.
Kalau ada yang mengatakan aku "GENTONG AIR/BABI AIR" bahkan "PANTAS BELUM MENIKAH" itu masuk kiri keluar kanan. Aku tahu, dia mengatakan itu karena emosi. Tidak mau calon suaminya meninggalkannya. Entah aku sudah difitnah siapa dan kenapa dia mengatakan itu, tapi aku tidak mau ambil pusing.
Hey... Untuk kamu yang pernah mengatakan itu, aku tidak pernah marah ataupun sakit hati dengan perkataan kamu. Justru aku doakan kamu menikah dengan Chandra. Dan doaku terjawabkan, kamu yang akan jadi istri Chandra. Dari awal, kamu beritahu dijodohkan dengan dia, aku sudah katakan berkali-kali kamu yang akan jadi istrinya. Kamu yang akan mendampingi dia dimasa tuanya yang sebentar lagi kepala 5. Tapi kamu mengatakan "BUKAN TIPE KAMU" Tapi sekarang terbuktikan, doaku selama ini untuknya dijawab Tuhan. Dan aku senang, akhirnya Chandra, seseorang yang dulu pernah suka, menikah dengan perempuan yang sudah aku kenal.
Kalau kamu katakan "IRI" tidak ada dalam kamus aku. Chandra, "Cinta Bayangan", sudah kulupakan. Banyak yang kasih saran dan support, kalau Chandra lebih pantas jadi Om aku. Dari sisi umur dan perbedaan jauh banget, kasihan juga nanti kalau punya anak selisih umurnya jauh banget. Seperti Kakek-Cucu. Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari dia dan jarak umurnya tidak terlalu jauh kok, hehehe...
Jadi, untuk kamu yang mau menikah dengan Chandra. Doaku semoga pernikahan kalian berjalan dengan sesuai rencana kalian ya.
Lagipula yang ingin kuraih saat ini bukan "MENIKAH" tapi cita-cita yang belum aku wujudkan. Jadi kalau ada yang mengatakan "Tidak ada yang mau menikah dengan aku" Waduh... Salah besar itu, kalau pun mau, sudah dari dulu aku menikah. Cuma masalahnya yang melamar itu "BEDA AGAMA" Jadi buat apa menikah kalau beda agama atau salah satu dari kita harus pindah demi menikah. DOSA BESAR.
Dan masalahnya, aku bukan seperti kamu yang pikirannya hanya menikah... menikah saja, masih banyak yang mau aku wujudkan. Mimpi yang harus aku wujudkan, semoga tahun ini bisa terwujud.
Butet Manurung saja kalau tidak salah belum menikah, tapi dia bisa berkarya. Apakah dengan tidak menikah, menjadi beban. Buat aku sih tidak, berkarya dan bisa berguna bagi orang lain. Jodoh, Rejeki dan Maut, Tuhan sudah atur sebaiknya. Jadi Cukup berdoa dan meminta karena kekuatan doa itu "LUAR BIASA" disaat kita meminta, Tuhan berikan lebih. Bahkan aku tidak minta, Tuhan berikan.
Biarpun badan aku seperti "GENTONG AIR/BABI AIR" dan "BELUM MENIKAH" Aku Cinta dengan hidupku yang sekarang.. Aku enjoy dengan kehidupan sekarang.. Aku ingin seperti BUTET MANURUNG yang bisa membantu orang banyak...
Wah.. Mereka ternyata orang-orang menyukai seni, bahkan mereka sudah menciptakan buku puis. Suatu kehormatan bisa kenalan dengan mereka. Dan aku paling muda sendiri, tidak berprestasi pula. Mereka berbincang mengenai seni, aku hanya diam saja. Tapi dalam hati, aku harus seperti mereka suatu saat nanti. HARUS...
Pertemananku bertambah, baik didunia nyata maupun maya. Aku melihat dan membaca karya-karya mereka, bahkan postingan yang mereka buat. Aku hanya sebagai pembaca saja, belum berani comment, takut salah.
Seminggu setelah berkenalan dengan mereka, Tuhan tambahkan pertemananku lagi. Namanya Sanjai, lelaki India Medan. Waduh..Orangnya ceplas ceplos. Kalau dia tidak suka, dia akan katakan. Aku salah, dia akan bilang salah. Tidak jarang dia mengatakan aku "BODOH/TDAK PUNYA OTAK" Tapi anehnya aku tidak marah maupun sakit hati. Aku cuma mengatakan "Iya kah.
Tidak jarang dia ngambek, tidak mau komunikasi lagi sama aku karena kelakukan aku yang dinilai terlalu percaya orang, tidak bisa ambil sikap tegas. Kalau katanya bukan seperti orang Batak yang galak dan tegas. Biarpun kita belum bertemu, hanya komunikasi melalui telp/videocall/chat, tapi dia salah satu teman yang "JUJUR" dalam semua hal. Eiittss... Jangan berpikiran dia suka aku, dia sudah menikah dan setiap kali kita komunikasi istrinya ada disampingnya.
Perkenalan aku dengan dia, boleh dibilang rencana Tuhan. Dia yang support aku untuk melupakan lelaki bernama Chandra, lelaki India Medan yang bekerja sebagai Cheff di Restaurant Masakan Itali, Meulborne. Lelaki yang belum pernah aku temui, hanya kenal didunia maya. Tapi, aku suka dia. Gila kedengarannya, tapi itu yang terjadi dengan hati ini. Lebay.Com ya seperti ABG. Hehehe..
Aku memanggilnya Anne Sanjai (Anne Panggilan di India Tamil artinya Abang) Sikapnya dewasa dan bijak, dari sisi umur padahal aku tua. Tapi dari sisi pemikiran, dia jauh lebih matang. Dia selalu support aku untuk melupakan bahkan hal lain aku sering curhat. Dia selalu kasih pandangan yang baik , mana yang buruk. Dan setiap kali aku salah langkah, dia tidak pernah meninggalkan aku. Dia malah menasehati aku panjang lebar, sampai kuping panas. Dan aku hanya diam saja karena salah.
Anne Sanjai juga memperkenalkan aku sama temannya, namanya Citra, berstatus Janda dan Ibu dua orang anak. Ya... Boleh dibilang, dia "INDIGO". Pertama kali kenal dia cuma mengatakan "Sudah lupakan lelaki itu Akka (Akka Panggilan di India Tamil artinya Kakak). Dia bukan jodoh Akka"
Aku diam dan berbicara dalam hati "Darimana dia tahu, aku lagi galau" Dan aku menjawab "Ya Akka, akan kulupakan"
Sejak saat itu, aku belajar melupakan lelaki itu. Lelaki yang tidak punya pintu maaf dihatinya, lelaki yang hanya diam tanpa berkata apa pun pada saat kebenaran diberitahu kepadanya. Ya.. Mungkin jalan cerita kehidupannya harus begini. Jadi harus "IKHLAS" untuk melupakan. Tapi setiap kali kuberdoa, nama dia pasti ada. Doaku "Chandra diberikan istri yang bisa mendampingnya dimasa tuanya" Ya.. Umur dia, 2 tahun lagi mau kepala 5, sudah tua ya. Lebih pantas jadi Om daripada suami.
Pertemanan aku dengan Anne Sanjai dan Akka Citra semakin erat, biapun belum pernah bertemu tapi mereka tulus dalam pertemanan. Bahkan kalau tidak punya uang, tidak malu kita mengatakan lagi "BOKEK" Hahaha..
Di Bulan Febuari 2018, aku diberikan berkat lagi, team yang mengisi hari-hariku menyenangkan. Ya.. Meskipun diawal, susah menyatukan visi misi kita, tapi akhirnya kita bisa menyatu. Dan hari-hari kita selalu penuh dengan canda tawa. Eiittsss.. Tapi tetap ya, DISIPLIN dan ATTITUDE No.1."Mami" mereka memanggilku, bukan Ibu ataupun Mba. Adeh.. Panggilan "Mami" berawal dari salah satu teamku yang bernama Aldy, aduh.. Anaknya hobi benar tidur. Tidak bisa ditinggal sebentar sudah tidur pulas, bahkan sedang menunggu call bisa loh dia tidur. Diawal kenal, dia suka kabur turun buat merokok dan ngopi. Tapi sejak kuancam akan dikeluarkan,tiap mau turun buat merokok dan ngopi selalu izin. Dan biasanya aku kasih waktu 10 menit, jika lebih jam pulangnya dilebihkan 10 menit. Dan cuman satu kali turun.
Kebersamaan kita seperti setiap ada yang ultah, tidak jarang kita berikan kejutan atau makan diluar. Ibarat kata, kantor keluarga ke-2 karena 8 Jam kita selalu bersama. Lebay tidak sih, tapi itu nyata. Setiap hari ada saja tingkah mereka, tapi itu yang membuat suasana hidup. Mereka juga masih muda, otomatis aku juga muda terus. Hehehe..
Selain itu, punya atasan dan teman-teman yang enak buat diajak ngobrol, jalan-jalan dan makan. Tiada tanpa hari bercanda dan makan. Kerja tetap No.1 tapi mulut tetap nguyah. Tidak jarang, kita makan diluar bareng, biarpun cuma Indomie doank. Tapi yang pemting bisa ngobrol setelah itu. Tidak boleh "BAPER" kuncinya karena kalau "BAPER" kelaut saja sana.
Apalagi kalau sudah Jumat, hari bebas keluar kantor lama. Dan biasanya aku sama Mba Indah pergi keluar, balik kantor Jam 14:00 sambil bawa titipan dari siapa saja yang mau nitip. Intinya boleh nitip, tapi baliknya Jam 14:00. Life is Beautiful
Hari demi hari, bulan demi bulan. Tuhan selalu berikan apa yang kuminta. Ya, memang waktunya tidak cepat. Tapi Tuhan berikan pada waktunya. Setiap hari ada Tuhan berikan sesuatu yang baru, yang belum pernah aku lakukan. Seperti ditawarkan dari Ibu Filicia Ongkowijaya untuk "TALENT" untuk reka adegan Program TV kerohanian "FIJAR TV" Tawaran menari, kukatakan "Mau" pada saat ditelp.
Woww... Acting, belum pernah aku lakukan. Selain mendapatkan pengalaman acting, menambah list perjalanan aku juga. Justru ini menarik, belum pernah aku lakukan. Naik kereta dari Stasiun Klender-Rawabuntu, untuk sampai kesana arus 2 kali transit, di Manggarai dan Tanah Abang. Sampai di Stasiun Rawabuntu, untuk kelokasi menggunakan Grabbike. Perjalanan yang panjang, tapi aku suka ini.
Ya... Karena belum pernah, adegan harus diambil berkali-kali. Maafkan ya teman-teman produksi, syuting pun harus dilakukan dua hari. Tapi jujur, ini pengalaman yang belum pernah aku lakukan. Nambah teman, nambah pengalaman.
Dihari kedua dalam perjalanan menuju Lokasi, Aku berkenalan dengan Bapak Roesdy Hoesein, didalam kereta menuju Stasiun Rawabuntu. Beliau salah satu sejarahwan Indonesia, banyak hal yang dia ceritakan. Mulai dari belajar Sejarah bisa darimana saja,Psikologi, Antropologi, dll. Beliau juga mengatakan agar aku kuliah S2 dan tidak usah pusing mengenai Pernikahan. Berkarya saja dulu katanya. Dan beliau memberikan no hp nya, katanya "Kalau mau diskusi bisa hubungi saya" Wah... Suatu kehormatan sekali bisa kenal beliau.
Kalau ada yang mengatakan aku "GENTONG AIR/BABI AIR" bahkan "PANTAS BELUM MENIKAH" itu masuk kiri keluar kanan. Aku tahu, dia mengatakan itu karena emosi. Tidak mau calon suaminya meninggalkannya. Entah aku sudah difitnah siapa dan kenapa dia mengatakan itu, tapi aku tidak mau ambil pusing.
Hey... Untuk kamu yang pernah mengatakan itu, aku tidak pernah marah ataupun sakit hati dengan perkataan kamu. Justru aku doakan kamu menikah dengan Chandra. Dan doaku terjawabkan, kamu yang akan jadi istri Chandra. Dari awal, kamu beritahu dijodohkan dengan dia, aku sudah katakan berkali-kali kamu yang akan jadi istrinya. Kamu yang akan mendampingi dia dimasa tuanya yang sebentar lagi kepala 5. Tapi kamu mengatakan "BUKAN TIPE KAMU" Tapi sekarang terbuktikan, doaku selama ini untuknya dijawab Tuhan. Dan aku senang, akhirnya Chandra, seseorang yang dulu pernah suka, menikah dengan perempuan yang sudah aku kenal.
Kalau kamu katakan "IRI" tidak ada dalam kamus aku. Chandra, "Cinta Bayangan", sudah kulupakan. Banyak yang kasih saran dan support, kalau Chandra lebih pantas jadi Om aku. Dari sisi umur dan perbedaan jauh banget, kasihan juga nanti kalau punya anak selisih umurnya jauh banget. Seperti Kakek-Cucu. Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari dia dan jarak umurnya tidak terlalu jauh kok, hehehe...
Jadi, untuk kamu yang mau menikah dengan Chandra. Doaku semoga pernikahan kalian berjalan dengan sesuai rencana kalian ya.
Lagipula yang ingin kuraih saat ini bukan "MENIKAH" tapi cita-cita yang belum aku wujudkan. Jadi kalau ada yang mengatakan "Tidak ada yang mau menikah dengan aku" Waduh... Salah besar itu, kalau pun mau, sudah dari dulu aku menikah. Cuma masalahnya yang melamar itu "BEDA AGAMA" Jadi buat apa menikah kalau beda agama atau salah satu dari kita harus pindah demi menikah. DOSA BESAR.
Dan masalahnya, aku bukan seperti kamu yang pikirannya hanya menikah... menikah saja, masih banyak yang mau aku wujudkan. Mimpi yang harus aku wujudkan, semoga tahun ini bisa terwujud.
Butet Manurung saja kalau tidak salah belum menikah, tapi dia bisa berkarya. Apakah dengan tidak menikah, menjadi beban. Buat aku sih tidak, berkarya dan bisa berguna bagi orang lain. Jodoh, Rejeki dan Maut, Tuhan sudah atur sebaiknya. Jadi Cukup berdoa dan meminta karena kekuatan doa itu "LUAR BIASA" disaat kita meminta, Tuhan berikan lebih. Bahkan aku tidak minta, Tuhan berikan.
Biarpun badan aku seperti "GENTONG AIR/BABI AIR" dan "BELUM MENIKAH" Aku Cinta dengan hidupku yang sekarang.. Aku enjoy dengan kehidupan sekarang.. Aku ingin seperti BUTET MANURUNG yang bisa membantu orang banyak...




No comments:
Post a Comment