Sunday, October 7, 2018

Surat Untuk Chandra

Dear Chandra
Dorkas Manroe

Ada kisah yang ingin kukatakan, tentang rasa yang tidak bisa kusampaikan. Rasa yang tak pernah terucap, rasa yang akan terucap hanya melalui surat ini.

Mungkin surat ini tidak akan sampai kepadamu atau bahkan akan sampai kepadamu, biarlah takdir yang menjawabnya. Tapi yang pasti, bila surat ini sampai kepadamu, statusmu sudah suami Anita.

Andai kamu tahu, aku menyanyangimu. Entah sejak kapan rasa sayang ini ada dihati, tapi yang pasti aku pernah sayang kamu selama 1,5 tahun.

Maafkan atas kebodohanku yang membuatmu marah bahkan membenciku selamanya. Tapi andai kamu tahu, aku lakukan itu karena aku sayang kamu. Aku hanya ingin dekat denganmu. Jika jadi diri sendiri aku tidak bisa dekat, dengan menjadi orang lain bisa membuatku mengenalmu lebih jauh.

Kulakukan itu karena kamu tidak mencintaiku sebagai diriku, tapi kamu mencintai diriku sebagai orang lain. Dan itu membuatku senang karena aku bisa dekat denganmu.

Berbulan-bulan aku bersandiwara menjadi orang lain, tapi mau sampai kapan aku harus berpura-pura. Mau sampai kapan kamu mencintai yang bukan diriku tapi orang lain. Aku mau kamu mencintaiku sebagai diriku sendiri.

Keberanianku tuk mengatakan kejujuran sulit, mulutku terbujur kaku tuk mengatakan kebenarannya. Aku takut kehilanganmu karena aku sangat menyanyangimu. Biarpun kita belum pernah bertemu.

Kuceritakan kisahku kepada beberapa kenalan, mereka membuatku sadar. Cinta itu harus berlandaskan kejujuran. Dan aku harus mengatakan kebenarannya biarpun pahit, aku harus siap dengan resiko akan apa yang aku perbuat. Sekalipun aku harus kehilanganmu selamanya.

Dan benar... Apa yang kutakutkan terjadi. Ketika kukatakan kebenarannya, kamu diam. Kamu memblock semua akun seperti IG, FB, WA dan Line. Tidak ada amarah, caci-maki atau hinaan kepadaku. Diam... Hanya itu yang kamu lakukan.

Aku kehilanganmu... Benar-benar kehilanganmu. Tidak ada berita tentangmu, bagaimana keadaanmu. Aku seperti burung yang terbang tinggi, tiba-tiba harus terjatuh ketanah karena sebuah peluru terkena disayapku.

Sejak saat itu, rindu yang kurasakan. Hari-hariku sepi tanpa kamu, hari-hari dimana yang selalu kuisi bersamamu. Biarpun kita berbeda waktu dan benua, tidak masalah bagiku. Aku ingin menemani hari-harimu biarpun jarak memisahkan kita.

Aku rindu bangunin kamu dipagi hari, mendengar aktivitas memasakmu direstaurant, bercerita apa pun hingga pagi dan berdoa bersama sebelum tidur.

Aku rindu kamu Chandra...

Beberapa bulan tanpa berita tentangmu. Hingga suatu hari, kudengar kabar dari teman sekolahku bahwa dia dijodohi denganmu.

Dunia sempit, tidak disangka... Teman sekolahku akan menjadi istrimu... Teman dimana pernah aku tanyakan apakah mengenalmu, teman yang pernah aku ceritakan segala rasa cintaku kepadamu.

Sakit... Tidak... Justru bahagia yang kurasakan, kamu akan menikah. Kamu tidak akan sendiri lagi, ada yang menemani hari tuamu.

Ketika Anita bertanya tentangmu, kuceritakan semua yang kutahu. Kucerita semuanya, mulai dari kamu bangun pagi hingga mau tidur, makanan kesukaan kamu bahkan luka yang ada dilenganmu pun aku ceritakan. Pokoknya setiap detail yang ada dalam dirimu kuceritakan.

Banyak orang mengatakan aku bodoh karena menceritakan semua tentang dirimu kepada Anita. Tapi aku tidak perduli, aku tidak mendengar saran mereka. Aku terus menceritakan tentang dirimu.

Aku senang, kamu akan menikah. Ada yang menemani hari-harimu, menemani hari tuamu. Diusiamu yang akan kepala 5.

Doaku terjawab, doa yang selama ini kuminta "Kamu menikah". Doa yang kupanjatkan sejak aku mengatakan kebenaran saat itu.

Kamu tahu... Seiring waktu, rasa sayang kepadamu memudar. Aku dikelilingi banyak cinta, banyak support dari teman-teman. Support agar aku melupakanmu dan memulai hidup baru.

Aku juga harus bahagia... Aku tidak boleh selamanya sayang kepadamu, kamu bukan milikku. Sayang kamu sama artinya aku "Cinta Bayangan"

Ya... Semua sudah berakhir dengan indah. Kamu menikah dengan Anita, teman sekolahku. Dan aku, sedang mengejar impianku hingga Tuhan mempertemukanku dengan jodohku.

Dan sekarang, tidak ada lagi namamu dalam doaku karena kamu sudah bahagia. Aku pun bahagia mendengarmu bahagia biarpun kita tidak pernah bertemu. Dan aku berharap, kita tidak pernah bertemu selamanya. Biarlah ini menjadi cerita dalam perjalanan hidup kita.

Tapi ingatlah, aku mungkin satu-satunya perempuan yang tahu secara detail tentang kamu. Hanya lewat foto yang kamu kirim, aku bisa tahu setiap detail yang ada ditubuhmu. Termasuk luka yang ada ditubuhmu, Luka akibat panci panas pada saat kamu memasak di Restaurant.

Ya... Kamu sering terluka pada saat memasak. Tak heran, jika dilenganmu banyak goresan. Bukan hanya luka yang kutahu, pada saat kamu menggunakan krim malam pun aku tahu.

Chandra, apakah kamu ingat. Ketika kamu sedang menjemur pakaian dan kamu mengirim foto celana dalammu. Dan aku mengatakan "Celana dalam kamu robek". Kamu sempat mengatakan "Tidak" Tapi setelah kuberitahu dimana letak yang robek. Kamu tertawa terbahak-bahak dan berkata kalau aku jadi istri akan teliti karena bisa melihat secara detail.

Semua tentangmu akan tersimpan didalam hatiku dan tulisanku. Terima kasih karena kamu, aku bisa menulis. Kutuangkan isi hatiku dalam tulisan, jika suatu saat nanti kuingat namamu akan kubaca kembali kisah cinta ini.

Sekarang kamu sudah bahagia, aku pun bahagia. Maaf atas segala tindakan bodohku, tapi aku lakukan itu karena aku sayang kamu.

Semoga kamu bahagia selamanya... Tuhan besertamu Chandra...


From

Dari yang pernah menyayangimu & menyakitimu

1 comment:

  1. Thanks to Dr. Lebelebe (+2348159043910) for his good work I never believe that HIV has cure, I was HIV positive over 3 year now before I came across a comment about how
    Dr. Lebelebe cure HIV and herpes disease but when I saw it i have it in mind
    that he cant cure HIV I just decided to give it a try I contact him that
    night luckily to me he replied me, but I don't believe him I thought it was
    a scam but I still hold on to see the work of Dr. lebelebe if he is saying the
    truth he ask for some details about me i gave him all he needed and I
    waited to see his reply to my problem after all, he told me to go for check
    up and I went for HIV test I cant believe I was negative,am so happy and
    grateful to God for using Dr. Lebelebe to cure me, that is the reason why i
    decided to write this wonderful testimony of our i was cured, i recommend
    Dr. Lebelebe, I to you all around the world,contact him on his you can also reach him through WhatsApp number +2348159043910
    Dr. Lebelebe for helping me at this age if you need help contact,

    ReplyDelete

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...