Monday, November 5, 2018

Takdir ... Oh Takdir

Takdir ... Oh Takdir
Dorkas Manroe


Hi, sebelum membaca tulisan ini. Bisa baca dulu tulisan "Cinta Bayangan" hehehe... 

Tiga bulan sudah, Ita dan Handen menikah. Tidak ada lagi kabar yang aku terima tentang mereka. Terakhir aku mendengar, mereka tinggal di Meulborne karena Handen tidak bisa meninggalkan pekerjaannya disana. 

Iya sih, Handen kalau di Jakarta tidak ada pekerjaan yang cocok. Disana dia sudah nyaman sebagai chef.

Tapi apa pun itu, aku sangat bahagia dia menikah. My Old man menikah. Ada yang menemani dia dihari tuanya, maklum umurnya sudah tidak muda. Sudah mau kepala 5 alias 50 tahun, tahun depan. 

Lalu bagaimana dengan aku ? 

Aku... Iya, aku masih menunggu cinta sejatiku, Tapi aku sendiri tanpa Raj. Hubungan perteman kami putus karena aku tidak mau tergantung dengan dia. Aku harus mandiri tanpa dia, aku juga takut jatuh cinta dengan dia. Dan aku tidak mau merusak rumah-tangga dia.

Aku membuatnya marah dan membenciku, tapi aku lakukan itu supaya dia menjauh dari kehidupan aku. Tapi aku berjanji, suatu hari nanti aku pasti akan menemui dia. 

Kapan ? Nanti, jika aku sudah sukses. Dia orang yang pertama akan kutemui. 

Bagaimana dengan kehidupanku tanpa dia ?

Emmm... 

Aku berjuang sendiri, jalani hidupku dengan sendiri. Dan Hatiku masih menunggu... 

Iya, Menunggu sampai jodohku tiba. 

Dan Aku yakin, suatu hari nanti akan ada jodohku yang lebih baik dari Handen. 

Pastinya umurnya lebih muda juga umurnya dari Handen.

Kenapa bisa begitu ? 

Iya, kasihan juga nanti kalau punya anak kalau Papanya umurnya sudah 50 tahun sedangkan anaknya baru lahir. hehehe... 

Hari-hariku hanya sibuk dengan bekerja dan menulis jika ada waktu.

Aku juga melakukan program DIET, jika Tuhan izinkan aku bertemu Handen dan Istrinya, aku sudah langsing. 

Masih teringat jelas kata-kata Ita "Hey... GENTONG AIR / BABI AIR..." 

Memang sih, istrinya itu fisiknya ok. Tapi sayang, wajahnya penuh jerawat dan hatinya penuh dengan kebusukan. Bukan hanya itu saja, yang membuat aku sakit hati, dia menikah dengan Handen. 

Itu artinya dia menunjukan betapa kemunafikannya. 

Apa karena Handen sudah mapan, punya rumah dan mobil. Beda dengan mantan suaminya dulu yang biasa saja hingga dia memutuskan bercerai dengan suaminya dan menikah dengan Handen.

Tapi apa pun itu, aku tidak mau perduli lagi. 

Yang pasti, Handen menikah. Dia memiliki keluarga kecil. Turut bahagia, jika dia bahagia.

***

Lalu bagaimana cara melupakan Handen ?

Tuhan itu baik, aku diberikan cara untuk melupakan Handen. Aku diberikan project baru dan diberikan atasan baru. 

"What... Bosnya India ?" Ujarku dengan nada kaget

Lagi... Lagi... India lagi. Adeh, kenapa harus berhubungan dengan orang India lagi. Dulu masalah hati, sekarang atasan. 

OMG...

Dalam hati, kalau Ita tahu bosku India, dia pasti bisa bilang aku terobsesi dengan cowok India. Padahal takdirlah yang membuatku berhubungan dengan orang India.  

Seiring waktu, aku bisa melupakan Handen. Dia itu "Cinta Bayangan" ku, cinta yang tidak bisa aku miliki didunia nyata. Hanya bisa dimiliki didunia maya. Tapi apa pun itu, hidup harus terus berjalan.

Project baru menyita waktuku, semuanya dari 0. Belum ada flow dan SOP yang jelas, "Aarrgggg... Pusing" 

Sempat mau berpikir mundur dari project ini, tapi teringat ucapan Raj "Mana ada kerja yang enak. Kalau mau enak jadi istri, dirumah cuma urus suami sama anak. Biar otak kau hanya tahu masak dan urus rumah-tangga" 

Arrrgg... 

Kata-kata itu selalu muncul pada saat aku ingin menyerah dalam hal apa pun.

Biarpun Raj tidak lagi menemai hari-hariku tapi aku yakin, dia masih menjagaku. 

Aku yakin, dia pasti memonitor aku dari jauh. Teman terbaik yang ku punya, teman yang jujur. Aku berjanji suatu saat nanti, akan kutemui dia dan berkata "Anne... Lihatlah aku sekarang" (*Anne dalam bahasa Tamil artinya Abang)

Dan project ini semakin ribet ketika bosku, Mr. Chaveturi ke India untuk urusan kerjaan plus dia pulang kampung. 

"Lala, i want to India next week for 1 month" Ujarnya pas meeting.

"What ? 1 month. OMG... 1 month without you in here" Jawabku dengan nada lemes.

Dia hanya ketawa mendengar ucapanku dan berkata "I know, you can do without me. i believe to you dear"

Tidak terbayang, sebulan tanpa dia. Apa aku bisa tanpa dia disini ? 

Tapi kembali lagi, Tuhan itu baik. Sebulan tanpa dia, kerjaan berjalan dengan lancar. Banyak orang membantu aku dalam hal pekerjaan. 

Dan aku diperkenalkan dengan salah satu orang yang membuatku kembali mengenal cinta. Dia manager bagian warehouse. Diawal perkenalan, kesannya menyebalkan tapi kelamaan membuatku ingin bertemu dia terus.

Alfian, nama cowok yang sudah membuatku merasakan jatuh cinta. Gayanya yang cool dan cuek, membuatku penasaran dengan sikapnya.

Dia alasan kenapa ingin kekantor setiap hari, istilahnya semangatku. Hahaha...

Sehari, aku bisa bolak-balik ke lantai 2 hanya untuk ambil minum dan untuk melihatnya dari kejauhan. 

Ya... Lantai 2 selain pantry, juga tempat yang nyaman untuk orang-orang kerja. Semua bagian yang tidak menghubungi pelanggan, bebas bekerja dimana saja. Yang penting kerjaan kelar.

Gayanya yang cuek dan jabatannya yang tinggi, membuatku susah untuk mendekatinya. Ditambah lagi, dia dekat sama cewek yang jauh lebih cantik dari aku. Tapi aku tidak patah semangat, aku terus mencari tahu dia siapa. 

Dikala aku mencari tahu siapa Alfian, aku berkenalan dengan seorang cowok. Dia lebih kalem dan selalu ramah dengan siapa saja. Aku sering melihatnya dan tersenyum jika dia melihatku. 

Elmo, nama cowok itu. Perawakannya tinggi, putih dan berjenggot. Dia bagian analis Customer Care.

Entah kenapa, hati ini beralih kepadanya. Dan Tuhan memberikan jalan supaya aku dekat dengannya. Sejak saat itu, aku semakin dekat dengan dia. Setiap hari selalu bertemu.

Suatu hari, ketika makan siang dilantai 2. Elmo duduk disampingku, kita berbincang cukup lama dan tukeran nomor handphone. Ternyata orangnya ramah dan murah senyum. 

Meleleh melihatnya dari dekat apalagi senyumnya itu loh, aduh... Ganteng banget... 

Malam harinya, aku coba untuk WA Elmo terlebih dahulu. Ternyata dia belum tidur dan membalas chat aku.

"Hi Pak Elmo, ini aku Lala. Maaf ganggu"

"Hi, Lala. Panggil Elmo aja ya. Jangan Pak"

"Aku panggil bang Elmo saja ya"

"Iya boleh" 

Dan kami menghabiskan waktu untuk chat hingga jam 00:00, hahaha... Untung hari sabtu, besoknya libur jadi bisa bangun siang. 

Sejak saat itu, kami semakin dekat. Bukan hanya chat tapi kami juga sering jalan berdua, untuk sekedar makan atau nonton. 

Seiring waktu, Aku sudah tidak tertarik dengan Alfian. Aku mulai jatuh cinta dengan Elmo. 

Tapi... Ketika ku tahu perbedaan umur kita jauh, aku tidak terlalu berharap. 9 tahun selisih perbedaan umur kita, umurku jauh lebih tua.

Aku tidak berharap dia mencintaiku, aku lebih pasrah. Tidak mau kejadian seperti Handen terulang, terlalu mencintai tapi yang kudapatkan hinaan. Aku mulai mengganggap dia sebagai adik, kita masih tetap jalan bersama seperti biasa. 

Bedanya dulu, hati ini senang bila didekatnya. Sekarang, biasa saja. Aku anggap dia sama seperti yang lain. 

Hingga suatu malam, sepulang dari outing. Aku diantar pulang Elmo, sebelum pulang kami mampir makan mie ayam bakso. Makanan favorite aku. Disana, Elmo mengatakan sesuatu yang membuatku kaget.

"La... Aku mau mengatakan sesuatu. Sebenarnya sudah lama aku pengen katakan, tapi waktunya belum pas"

"Apa tuch, serius sepertinya" Tanyaku

"Iya... Sebenarnya, aku suka sejak pertama melihatmu. Dan semakin lama kita dekat, aku sayang kamu" Ujarnya

Aku terdiam, kaget sekaligus senang. Tidak menyangka, dia juga menyukai aku. Tapi... Perbedaan umur diantara kita, aku lebih tua dari dia.

"Bang, aku juga menyukai kamu. Tapi umurku lebih tua dari umur kamu, aku sudah 34 tahun dan kamu baru 25 tahun. Masa iya, kamu suka sama tante-tante" Kataku

"Aku sayang kamu, aku tidak perduli berapa umur kamu. Pokoknya aku sayang kamu, lagipula kamu tidak terlihat seperti umur 34 tahun"

Aku terdiam, menatap wajahnya. Disatu sisi, aku sayang dia. Tapi disisi lain, umur kami terpaut jauh. Apa hubungan ini bisa sampai jenjang pernikahan atau seperti sebelumnya, kandas.

Elmo membelai wajahku sambil berkata "Aku sayang kamu, aku cinta kamu. Aku tidak perduli umur kamu" 

Dia berusaha menyakinkan bahwa dia memang benar-benar sayang aku.

Aku menghela nafas panjang lalu berkata "Aku juga sayang kamu Elmo"

Dia tersenyum dan memelukku. Hangat... Itu yang kurasakan. Pelukkannya begitu hangat, aku nyaman dipeluknya.  

***

Sejak saat itu, kami berpacaran. Tapi kami tidak publikasikan bahwa kami berpacaran. Biar saja nanti mereka tahu sendiri. Dan orang-orang dikantor tidak ada yang curiga, mereka anggap kami hanya teman. 

Seiring waktu, orang-orang kantor mulai curiga dan bertanya-tanya. Mereka melihat akun IG kami, foto-foto yang kami upload lebih banyak foto berdua ditambah dengan caption tanda love. 

Suatu ketika, salah satu teman Elmo, Aldi bertanya ketika kami sedang makan siang

"Kalian berdua pacaran ya ?"

Tanpa basa-basi, Elmo berkata "Iya, kita dah pacaran 3 bulan" 

Suasana pun menjadi ramai, mereka mengucapkan selamat dan minta jatah pajak jadian. Hahaha.. 

"Ternyata... Diam-diam yaks. Makan siang bareng, pulang bareng. Ternyata ya... Traktir makan lah" Ucap Putra, teman yang ada diruangan itu.

"Iya... Iya... Ntar pulang, ditraktir pecel ayam depan kantor" Ujar Elmo sambil senyum-senyum.

Hubungan kami bukan hanya orang-orang kantor yang mengetahui, tapi semua yang mengenal kami pun sudah mengetahui.

Hingga suatu hari, ketika keluarga Elmo ada acara tunangan sepupunya. Aku diajak Elmo untuk menemaninya, tiba-tiba aku mendengar percakapan Elmo dengan sepupunya, Andrew.

"Mo, gak salah loe. Suka sama cewek yang umurnya jauh diatas umur loe. Gak ada apa cewek yang seumuran atau dibawah umur loe ? 

"Gak, dia beda. Dia tidak seperti cewek lainnya, dia apa adanya. Pokoknya beda" Jawabnya

Aku terdiam dibalik tembok dan berpikir apa hubungan ini harus diakhiri. Banyak perempuan yang lebih pantas bersamanya, perempuan yang seumuran atau dibawah umur dia. 

"Iya... Aku harus akhiri hubungan ini" Dalam hati aku berkata. 

Dalam perjalanan pulang, didalam mobil aku lebih banyak diam. Tidak seperti biasanya yang selalu ngoceh seperti burung beo. Sambil sesekali aku melihat wajahnya.

"Kamu kenapa ? Dari tadi, aku lihat kamu diam. Seperti ada yang dipikirkan, kamu ada masalah apa ?" Tanyanya sambil mengusap rambutku.

"Aku mau putus, kita akhiri hubungan ini"

Tiba-tiba, mobil mengerem mendadak. Aku kaget dan menatap ke wajah Elmo

"Kamu klenapa, ada masalah apa. Ada yang ngomong macem-macem sama kamu tadi" Tanyanya heran.

"Aku tadi secara tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dengan Andrew. Dia benar, kamu pantas mendapatkan yang umurnya sama dengan kamu. Bukan tante-tante seperti aku, biarpun aku belum menikah. Tapi umur kita terpaut jauh, kamu akan mendapatkan celaan dari teman-teman kamu maupun keluarga kamu. Biarpun orangtua dan adik-adik kamu setuju dengan hubungan kita"

"Tidak... Aku tidak mau putus, aku cinta kamu apa adanya. Aku mau hubungan ini terus, aku mencintaimu Lala" Ujarnya sambil memegang tanganku.

"Tapi...."

"Ssstt... Jangan banyak bicara lagi. Aku yang jalani hidupku, jadi aku yang tahu hidupku. Aku hanya mencintamu. Itu cukup dan stop membahas hal seperti ini lagi. Aku tidak mau mendengar lagi"

Lalu aku mencium pipi Elmo dan berkata "Aku sayang kamu Elmo"

"Aku juga sayang kamu Lala" Dia mencium keningku.

Sejak saat itu, aku semakin yakin Elmo sayang aku tanpa memandang perbedaan umur diantara kita. Orang mau bicara apa, aku sudah tutup telinga. Aku tidak mau mendengar, aku berprinsip "Jika suatu hari nanti, Elmo jatuh cinta dengan cewek lain. Aku siap ditinggalkan dia"

Hubungan kami semakin mesra, 6 bulan sudah kami jalani hubungan ini. Dan aku semakin cinta dengan Elmo, kedewasaan dan kesabaran dia membuatku berubah.

Elmo juga termasuk orang yang berpikir cepat, kalau ada masalah dia bisa selesaikan. Dan karena itulah, dia ditunjuk kantor untuk salah satu team yang akan handel project di Meulborne. 

Perusahaan kami, bergerak disistem aplikasi mesin kasir POS. Sebelumnya, outlet yang menggunakan sistem aplikasi kami hanya di Indonesia. Tapi entah darimana, banyak outlet di Meulborne yang ingin menggunakan sistem aplikasi kami

Outlet tersebut mulai dari restaurant, toko buku, toko pakaian, cafe, dll. Sehingga Perusahaan memutuskan untuk membuka kantor disana.

Hal ini membuatku galau, Elmo akan ke Meulborne, Australia. Itu artinya hubungan kami jarak jauh atau LDR. OMG...

Meulborne, Australia, kenapa harus negara itu lagi. Aku membencinya, mengginggatkan aku kepada pasangan suami-istri itu. Kenapa harus muncul lagi dipikiranku, sakit hati itu muncul lagi. Dammmnn...

Selain itu aku galau memikirkan hal ini. Pikiran negatif pun muncul. Apa ini artinya hubungan kami akan putus ? Dia akan sibuk dengan pekerjaannya, dan berkenalan dengan cewek yang jauh lebih cantik dari aku. Dan pasti seumuran dengan dia. Hati ini galau tidak menentu.

Tapi... Diluar dugaan, Elmo melamarku didepan keluargaku. Tepatnya dipernikahan sepupuku, dia melamarku. Hal gila yang pernah dia lakukan.

"Maaf... Bisa minta perhatiaan semuanya. Ada yang ingin saya katakan dan ini hal terpenting dalam hidup dan belum pernah saya lakukan"
Semua mata tertuju kepadanya, termasuk aku yang dari kejauhan melihat kearahnya.
"Saya Elmo, saya mencintai dan ingin melamar dia didepan kalian semua. Saya ingin kalian menjadi saksi, bahwa saya benar-benar mencintai dia. Lala, kamu dimana. Bisakah kamu kedepan ?" Matanya mencariku dimana.

Aku ditarik kedepan oleh sepupuku dan semua mata mengarah kepadaku sepanjang aku berjalan kedepan. Lalu aku berdiri tepat didepan Elmo. 

Tiba-tiba, Elmo jongkok dan tangan memegang cincin sambil berkata "Lala, maukah kamu bersamaku dalam ikatan pernikahan hingga mau memisahkan kita" 
Aku terdiam dan air mataku mengalir, lalu kujawab "Iya aku mau menemanimu, sampai maut memisahkan kita" 

Kemudian Elmo memakaikan cincin kejariku dan memelukku. Suasana pun menjadi ramai tepuk-tangan. Kulihat tangis bahagia dari orangtuaku dan keluargaku. Mereka memang selama ini ingin aku menikah.

Dua bulan sebelum keberangkatannya ke Meulborne, kami menikah. Tepatnya 26 Mei, kami melangsungkan pernikahan di Gereja dan menggunakan adat Batak. Biarpun Elmo berasal campuran Jawa-Menado, tapi dia mau menggunakan adat Batak.

Aku menjadi perempuan paling bahagia karena memiliki suami seperti Elmo. Memang benar, aku mendapatkan pengganti yang lebih dari Handen. Lebih dari hal iman, pekerjaan maupun umur, suamiku brondong. Hahaha...

Dan lagi-lagi, Tuhan mengabulkan semua doa-doaku. Memang benar, disaat kita meminta, Tuhan akan kabulkan disaat yang tepat. 

***


Dua bulan pernikahan kami, Elmo pergi ke Meulborne terlebih dahulu karena surat-suratku belum selesai diproses. Dan ini untuk pertama kalinya sejak kami pacaran, harus terpisah jauh. 

Sepi yang kurasakan. Perbedaan waktu diantara kita, membuatku harus tidur lama dari sebelumnya. Tugasku untuk membangunkan dia setiap hari, biarpun sebenarnya tidak perlu. Elmo termasuk orang disiplin juga, dia bisa bangun tanpa harus ada yang bangunkan. 

Kantor tidak mengizinkan aku mengundurkan diri, justru meminta aku bekerja disana. Prinsip mereka, daripada mencari orang baru. Lebih baik menggunakan orang lama, yang sudah mengerti flow dan sistem Perusahaan.

Elmo pun mengizinkan aku bekerja tapi dengan perjanjian, jika aku melahirkan. Aku harus berhenti bekerja dan fokus mengurus anak. Kantor pun setuju, dan akhirnya aku pun bekerja di Meulborne, Australia. Satu kantor kembali dengan Elmo.

Dan untuk pertama kalinya, aku menginjakan kakiku di Meulborne, Australia. 

Ya, 2 Agustus, aku tiba dinegara dimana pasangan itu berada. Belum bisa kulupakan ucapan pasangan itu, sakit hati ini mendengar perkataan mereka waktu itu. Semoga aku bisa bertemu dengan mereka, dan memamerkan suamiku kepada mereka. Tapi aku tidak tahu, dimana alamat mereka.
  
Setahun kemudian, aku melahirkan. Proses persalinanku caesar karena aku mempunyai asma dan bayi yang kukandung kembar.

"Congratulations, your child is twin" Kata dokter yang membantu persalinanku.

Kulihat wajah bahagia Elmo, dia mengendong dan mencium kedua anak kami bergantian. Anak kami kembar cowok.

"Sayang... Anak kita kembar. Mereka mirip kamu" Ujarnya dengan nada bahagia.

Aku cuma tersenyum dan bersyukur karena hidupku menjadi lengkap dengan kehadiran mereka. 

Earl dan Earnest nama yang diberikan Elmo untuk anak kami, bila digabung nama mereka artinya bangsawan yang sederhana.

Dan aku mengundurkan diri sesuai perjanjian. Aku fokus mengurus anak-anak. Apalagi anak kami kembar cowok. Kebayangkan repotnya mengurus 2 bayi tanpa pembantu. Maklum, disini semua barang mahal jadi kami harus bisa mengatur keuangan seminimal mungkin.

Tapi aku beruntung memiliki suami yang siaga. Elmo selalu membantu mengurus anak-anak, biarpun dia capek sepulang kerja.
 
Kami pun membagi tugas, kalau aku sedang mencuci atau pun memasak. Maka Elmo yang menjaga anak-anak. Begitu pun sebaliknya, kami bergantian karena kami team. Hahaha...

Selain mengurus anak, kegiatanku kuisi dengan menulis dikala sikembar tidur. Elmo memberikan aku laptop agar aku tidak bosan dirumah dan ada kegiatan.

"Sayang, aku belikan kamu laptop. Kalau anak-anak tidur, kamu bisa menulis atau membaca berita. Biar tidak bosan" Ujarnya sepulang kantor.  

"Tks u Papa Elmo Sayang" Lalu kucium pipinya.

Hidup dinegeri orang, jauh dari keluarga. Sungguh tidak enak, tapi kami beruntung. Perumahaan tempat kami tinggal, banyak orang Indonesianya. Kita saling membantu dan setiap minggu ada acara ngumpul dan makanan yang dihidangkan, makanan khas Indonesia. 

Disini harga-harga pun sangat mahal, sehingga kami harus mengatur keuangan dengan baik. Apalagi sekarang, kami mempunyai anak kembar. Kebutuhan kami semakin banyak, semuanya serba double.  Aku mencari tambahan dengan menulis diblog, lumayanlah untuk membeli pampers. Hahaha...

***

Beberapa bulan setelah anak kami lahir, sepupu Elmo ada yang tinggal bersama kami. Mereka mendapatkan beasiswa disalah satu universitas di Meulborne, jaraknya tidak jauh dari rumah kami.

Hingga suatu hari, aku mempunyai usul untuk membuka rumah makan. Pecel ayam, simple dan bahannya mudah didapat. Elmo dan kedua sepupunya pun setuju.

Tempat untuk berjualan didepan rumah kami dengan dipasang tenda dan lesehan. Kenapa didepan rumah, ya supaya mudah mengawasi anak-anak juga. Jadi kalau sikembar tidur, aku bisa bantu untuk berjualan 

Dari hasil penjualan ini, pemasukan pun bertambah. Setiap hari laku terjual, untungnya lumayan buat menambah pemasukan dan menambah uang jajan sepupunya Elmo. 
Waktu tidak terasa, 18 tahun sudah kami di Meulborne, Australia. Dan otomatis, kami mendapatkan Permanent Residance. 

Tapi ... Selama aku disini, belum pernah sekali pun bertemu dengan pasangan itu. 

Ya... Siapa lagi, kalau bukan Handen dan Ita. Pasangan yang sampai hari ini belum bisa aku maafkan.

Dalam hati berkata "Baguslah, aku tidak bertemu dengan mereka. Biarpun sudah bertahun-tahun, tapi rasa sakit hati ini masih ada" 

Tak terasa juga, sikembar sudah 17 tahun.Hidupku menjadi sempurna, memiliki suami dan anak-anak yang berprestasi. 

Hingga suatu hari, Earnest, memperkenalkan seorang perempuan bernama Ritika. Parasnya seperti keturunan India. Aku sih tidak masalah, kalau anak-anak ku menyukai perempuan India. Tapi dengan catatan, harus seiman. 

Aku dan Elmo menyukainya, dia baik dan ramah. Dan sejak saat itu, dia jadi sering main kerumah. Membantuku memasak bahkan menemaniku shopping. Maklum, aku tidak mempunyai anak perempuan. 

***

Suatu hari, Earnest mengatakan kami sekeluarga diundang orangtua Ritika untuk makan malam

"Pa, Kita diundang makan malam sama orangtua Ritika Sabtu ini. Apa kalian mau datang ?" 

"Makan Malam ? Emmm... Ok, besok kita semua akan datang" Jawab Elmo.

Sebelum kerumahnya Ritika, kami mampir ke toko buah. Biarpun kita tinggal dinegeri orang, tapi tata krama membawa sesuatu kerumah orang , tetap ada.  

Tibalah kami dirumah Ritika, Earl menekan bel pintu. Pintu rumahnya pun terbuka, aku kaget melihat sosok yang berdiri didepan pintu. Untuk pertama kalinya, aku bertemu dia secara langsung. Jantungku tiba-tiba berdetak kencang.

"Handen..." Ucapku pelan

Elmo dan sikembar menatap kami berdua.

 "Kita pulang sekarang"


Kubalikan badanku dan berjalan menuju mobil.

"Tapi ma..." Tanya Earnest

"Pulang... " Bentakku

Ketika kami berjalan menuju mobil, Ritika menahanku dan bertanya "Aunty kenapa pulang, ada apa aunty"

Kuhentikan langkahku dan menatap wajah Ritika dengan amarah sambil berkata "Jauhi Earnest, jangan kamu dekati dia lagi. Kalau kamu dekati, kamu berurusan dengan saya. Mengerti kamu"

Setelah itu, kuteruskan langkahku menuju mobil sambil kutarik tangan Earnest . Kudengar suara tangis Ritika.

Mobil pun melaju menuju rumah. Didalam mobil kami semua diam, hening. Air mataku mengalir, perkataan mereka muncul lagi. Sesak yang kurasakan, sakit. Belum bisa kulupakan dan kumaafkan.

Sesampainya dirumah, semua duduk terdiam. Lalu kuambil ponsel lamaku

"Kamu mau tahu kenapa mama seperti tadi, semua penjelasannya ada disini. Bacalah, nanti kamu akan mengerti" Kuberikan ponselku.

Earnest pun membaca semua pesan dari orangtuanya Ritika, diam terdiam setelah membacanya.

"Sekarang, mama serahkan sama kamu. Kamu memilih meneruskan hubungan kalian atau perasaan mama" Lalu aku masuk kekamar.

Elmo mengikuti dari belakang. Aku duduk dipinggiran tempat tidur dan Elmo pun duduk disampingku sambil merangkul.

"Sayang, kamu harus bisa memaafkan mereka. Mau sampai kapan kamu membenci mereka. Nanti kamu sakit, jangan ada akar kepahitan dalam diri kamu" 

Kusandarkan kepalaku kepundak Elmo sambil menitikan air mata. Diusapnya rambutku dan dicium. 

Aku beruntung memiliki suami seperti Elmo, biarpun aku lebih tua umurnya. Tapi dia yang lebih dewasa dan matang dalam hal pemikiran. Dia bisa membimbing aku menjadi manusia yang lebih baik. 

***

Sejak kejadian itu, Earnest memutuskan hubungan dengan Ritika. Dia lebih memilih menjaga perasaan aku daripada hubungannya.

Ritika beberapa kali kerumah untuk meminta maaf atas perlakukan orangtuanya dan mengatakan mencintai Earnest. Tapi aku masih belum bisa memaafkan perlakuan orangtuanya. 

Di hari minggu yang cerah, Elmo membuat suasana gaduh. Dia mengetok-getok panci sambil berkata "Perhatian... Perhatian... Good News... Minggu depan kita semua akan berlibur ke Medan" Tok... Tok....

Kulihat wajah bahagia sikembar. Rupanya Elmo mendapatkan cuti panjang, memang selama ini dia jarang cuti. Dia mungkin ingin aku melupakan masalah yang terjadi. 

Dihari yang ditunggu datang juga, kami sekeluarga pulang kampung. Indonesia, kampung halaman kami. Hahaha...

Kami tidak langsung ke Medan, kami diJakarta beberapa hari untuk mengajak keluarga kami berlibur kesana. 

Diluar dugaan, keluarga kami banyak yang mau ikut berlibur. Alhasil, aku report untuk mencari penginapan dan kendaraan selama disana. Tapi  aku tidak sendiri, aku dibantu sepupuku.

Setibanya di Medan, kami berkeliling dahulu disana sebelum menuju kampung halamanku. Dan tempat pertama yang wajib didatangi, DUREN. Kami semua menyukainya. 

Setibanya disana, aku bertabrakan dengan seorang pria berkulit hitam dan bertubuh besar. 

"Aduh... Maaf... Maaf Pak" Ucapku 

"Its ok" Katanya

Pas kulihat wajahnya, aku terdiam dan tiba-tiba kuberkata "Raj ?"

Ya, aku bertemu Raj. Teman yang dulu selalu menolong aku dikala susah. Dia yang memberikan support ketika pasangan itu menghina aku. Teman yang membuatku bangkit dari kepurukan.

"Lala... Kamu lala kan" Ujarnya

"Iya Anne... Aku Lala" Jawabku (*Anne itu dalam bahasa Tamil artinya Abang)

"Cantik sekali kau, dah langsing kau. Sama siapa kau" 

"Sama suami, anak dan keluarga besar. Mereka duduk disana" Sambil kutunjuk tempat dimana mereka duduk.

"Yang mana suami dan anakmu" Tanya lagi

"Ayo... Kukenalkan kemereka" Lalu kuajak Raj menemui mereka

Kukenalkan Raj dengan semuanya 

"Oooo.... Jadi ini Raj, yang sering Lala ceritakan. Makasih ya atas bantuannya selama ini sama Lala" Ucap Elmo

"Lala cerita apa saja tentang aku, bukan yang jelek-jelek kan" Ujar Raj

"Gak kok Ne, aku ceritakan yang bagus-bagus lah. Btw, mana keluarga Anne. Berapa anak anne ?" Tanyaku

"Anakku satu, perempuan, namanya Jain. Mainlah kerumah, nanti kukenalkan. Berapa no WA kau, nanti kuberikan alamatnya"

Kuberikan no WA ku. Dan Raj pamit karena istrinya sudah menghubungi dan memintanya segera pulang.

***

Besoknya, Raj mengundang kami untuk makan malam dirumahnya. Dan Elmo terima undangan tersebut. 

Sesampainya dirumah, aku berkenalan dengan istri dan anaknya. Ini pertama kalinya aku berkenalan dengan istrinya. Biarpun dulu sering komunikasi tapi Raj tidak pernah mengenalkan aku dengan istrinya. Aku terkadang seperti "Pelakor" kalau sedang komunikasi dengan dia. Hahahaha...

Rupanya, Earl menyukai Jain. Sesampainya dikamar hotel, Earl tidur disampingku sambil berkata "Jain cantik ya ma".

Aku dan Elmo tertawa mendengarnya, ini untuk pertama kalinya Earl mengatakan perempuan cantik. Selama ini, sikapnya kepada Perempuan biasa saja. Biarpun dia dikelilingi perempuan cantik, tapi tidak ada yang dia sukai.

"Apa ? Kamu menyukai Jain. Kamu jatuh cinta pada pandangan pertama" Tanya Elmo sambil tersenyum.

"Iya Pah" Jawab Earl dengan malu-malu.

"Wah... Apa perlu papamu melamar besok" Ejekku

"Boleh ma" Jawab kembali dengan malu-malu

Suasana pun menjadi ramai, tawa kami yang kencang menggangu Earnest yang sedang tidur dikamar sebelah.

"Berisik kali kalian, sudah malam pun masih saja ketawa kencang. Ada apa ini ? Tanyanya sambil garuk-garuk rambut.

"Besok kita akan melamar Jain untuk abangmu" Goda Elmo

"What ? Earl jatuh cinta" Tanyanya

Kemudian dia berlari dan duduk ditengah aku dan Earl. Dia ikutan kepo ingin mendengar kisah hati Earl. Dan seketika, kurasakan tempat tidur ini terasa sempit karena sikembar ingin tidur ditengah-tengah kami. Sudah lama kami tidak seperti ini, tidur berempat dalam satu ranjang. 

Selama kami di Medan, Ritika beberapa menghubungi aku dan Earnest tapi kami tidak respon. Aku tidak mau berurusan dengan pasangan itu apalagi harus berbesan. Lebih baik, aku bunuh diri daripada anakku harus menikah dengan anak mereka. 

Hingga suatu hari, aku terima WA yang isinya "Hi Lala, maaf menggangu. Ini aku Handen, aku mau meminta maaf atas segala ucapanku dulu. Ritika tidak bersalah dalam hal ini. Jangan siksa anak-anak kita, Ritika mencintai Earnest. Dia selalu memikirkan anakmu. Aku mohon, mereka tidak tahu apa-apa"

Kukasih unjuk isi chat dari Handen ke Elmo. Kemudian dia berkata "Maafkanlah, jangan ada akar kepahitan dalam diri kamu. Mau sampai kapan kamu siksa dirimu sendiri ? Nanti kamu sakit ? Dan seandainya kamu diposisi Handen, apa yang akan kamu lakukan?"

Aku terdiam dan menangis, Elmo memeluk erat. Pelukan Elmo selalu membuatku nyaman, dia anugerah yang dikirimkan Tuhan dalam kehidupanku. Dia lelaki sempurna bagiku.

***

Selama kami di Medan, Earl setiap hari mengajak Jain untuk makan maupun nonton. Aku ikut senang dan mendukung hubungan mereka. Dan Raj juga sepertinya tidak masalah dengan hubungan mereka. 

Eeemmm... Apa itu artinya, aku akan berbesan dengan Raj ? Biar takdir yang menjawabnya nanti.

Seminggu kami di Medan, kami memutuskan untuk kekampung halamanku. Earl meminta izin kepada Raj untuk mengajak Jain ikut serta

"Uncle, bolehkan Jain ikut bersama kami untuk beberapa hari. Aku janji akan menjaga dia dan tidak akan memberikan terluka" Pinta Earl.

Aku dan Elmo tersenyum mendengar ucapan Earl. Dan Elmo berbisik "Anakmu sudah besar, kita sudah tua" 

Kulirik Elmo dan mencium pipinya. 

Raj memberikan izin Jain ikut dengan kami untuk berlibur dikampung halamanku untuk beberapa hari.

"Ok, saya izinkan Jain ikut kalian, Tapi, kalau sampai dia terluka. Awas kalian" 

"Saya janji uncle, tidak akan terjadi apa-apa dengan Jain" Ucap Earl.

***

Dan kami pun berlibur dikampung halamanku di Danau Toba. Lalu bagaimana dengan Earnest ? 

Dia sudah bisa melupakan Ritika, beberapa kali aku melihat isi chat di WA nya. Aku membaca chat dia dengan Ritika. Rupanya, Earnest, tidak mau membuatku terluka. Dia memilih melupakan cintanya demi kebahagiaan aku, mamanya. Aku terharu membaca isi chat mereka. 

Egois, itu yang kurasa. Aku ini ibu egois, mementingkan kepentingan sendiri daripada kebahagiaan anak. Aku akan merestui hubungan mereka, akan kukatakan nanti jika kami sudah kembali ke Meulborne.

Selama dikampung halaman, kami keliling Danau Toba. Sejenak kami melupakan masalah yang terjadi. Aku melihat wajah suami dan sikembar happy. Tidak ada hentinya aku bersyukur karena Tuhan memberikan aku kebahagiaan. 

Waktu terasa cepat, sudah seminggu kami dikampung halamanku. Sudah waktunya kami kembali ke Jakarta. Sebelum pulang ke Jakarta, Earl mengatakan ingin bertunangan dengan Jain. 

"Pa... Ma... Aku ingin mengatakan sesuatu" Ucap Earl dengan suara terbata-bata dan wajah menunduk

"Ada apa ? kamu melakukan kesalahan apa ?" Tanya Elmo

"Emm.... Emmm.. Aku..."

"Iihh... Ada apa Earl, cepat katakan. Jangan buat mama penasaran"

"Earl ingin bertunangan dengan Jain" 

Kulihat wajah Earl malu tertunduk. Aku dan Elmo saling menatap dan tertawa terbahak-bahak.

"Anakmu sudah besar ma, kita sudah ma" Ujar Elmo

"Papa saja tua, mama masih juda" Ucapku sambil kujulurkan lidahku

"Ok, Papa telp Raj dulu. Papa akan bilang kita akan kerumahnya besok" 

Earl berdiri dan memeluk Elmo. Suasana mengharukan.

"Terus... Mama tidak dipeluk nih, cuma Papa saja. Mang yang mengandung terus melahirkan kamu siapa, papa memang" Ujarku dengan nada cemburu.

Earl memelukku erat dan menciumiku. Dan tiba-tiba Earnest berkata "Pa... Ma... Aku mau diJakarta sebulan lagi. Aku mau jaga Opung, bolehkah?

"Ahhh... Jaga Opung, tumben. Emm, ada apa Earnest. Apa Ritika diJakarta ?" Tanyaku heran.

"Bukan Ritika ma, tapi Ellen. Kemarin di Danau Toba, aku kenalan sama cewek Batak marganya Gultom. Cantik deh ma, boleh ya aku tinggal sebulan lagi. Please" Renggeknya

"Lalu Ritika ?" Tanyaku

"Ma, aku sayang mama melebihi apa pun. Aku mau mama bahagia, aku tidak mau menyakiti mama"

Kubelai pipinya dan berkata "Mama merestui hubungan kamu dengan Ritika, mama ikhlas sayang" 

"Tidak ma, aku tidak mencintainya lagi. Aku sudah jatuh cinta sama Ellen, dia beda ma" 

Kucium pipinya dan berkata "Siapa pun perempuan itu, mama akan restui. Sekalipun itu Ritika"

Lalu Earnest memelukku dan berbisik ditelingaku "Earnest sayang mama, boleh ya ma aku tinggal di Jakarta sebulan lagi"

"Iya boleh sayang, tapi jaga nama baik keluarga ya" Kukecup keningnya.

***

Keesok harinya, kami sekeluarga kerumah Raj untuk meminang Jain. Dan Raj pun terima pinangannya, tapi dengan perjanjian. Pernikahannya akan dilakukan jika mereka sudah lulus kuliah. Dan untuk saat ini, tunangan terlebih dahulu. 

Sebelum kami kembali ke Meulborne, kami mengadakan pertunangan Earl dengan Jain. Kami membuatnya sederhana, hanya keluarga dekat saja yang menghadiri.

Dan seminggu setelah acara pertunangan, aku dan Elmo kembali ke Meulborne. Sikembar tidak ikut, mereka sebulan lagi baru kembali. Earl akan di Medan dan Earnest di Jakarta.

Sebulan tanpa sikembar, rumah terasa sepi. Hanya kami berdua, seperti diawal pernikahan kami dan berasa sedang berbulan madu. Hahaha...

Setelah selesai bersih-bersih rumah dan tidak tahu apa yang dilakukan, aku pergi jalan-jalan sendiri. Hingga suatu hari, aku bertemu Ita di Supermarket. Kami berpapasan. Kubalikan tubuhku dan berjalan dengan cepat.

Lalu kudengar suara memanggil "La, tunggu. Gw pengen ngomong"

Kupercepat langkahku, aku tidak mau bertemu dengan dia. Perkataan perempuan itu yang membuatku sakit hati sampai bertahun-tahun.

"La, tunggu. Gw mau minta maaf. Jangan loe balaskan ke Ritika. Dia tidak tahu apa-apa. Dia sekarang di Rumah Sakit. Please La, berhenti" 

Aku tidak mau menghentikan langkahku, aku terus berjalan menuju mobil. Dan kulajukan mobilku, dari spion aku melihat Ita masih mengejarku. 

Ternyata Ita tidak berhenti mengejarku, dia datang kerumahku. Ketika bel rumah berbunyi, aku melihat dari tirai jendela."Ahh... Itu Ita, darimana dia tahu rumahku. Pasti Ritika yang memberitahu"

Aku tidak membuka pintu, aku membiarkan dia terus memanggil dan memencet bel. Dan malam harinya, pas Elmo sedang menonton TV , aku mengatakan kejadian hari ini kepadanya. 

"Kamu belum bisa memaafkan mereka ? Sampai kapan sayang ?" Ujarnya

Aku hanya terdiam, tidak sepatah kata pun kuucapkan. Biarlah waktu yang menjawabnya, dalam hatiku. 

Sebulan sudah sikembar di Indonesia, suasana rumah menjadi ramai. Kalau kata Elmo "Biang rusuhnya mama kembali" 

Iya benar, mereka kalau sudah dirumah rusuh. Ada saja keisengan mereka, buat emosi jiwa. Salah satu keisengan mereka, pada saat aku tidur siang. Mereka datang ketempat tidurku, memeluk dan menciumi pipiku biar bangun. 

Keisengan mereka tidak jarang membuatku marah, tapi justru itu yang membuat suasana ramai.

Ketika kami sedang bersantai dihalaman belakang rumah kami, tiba-tiba bel rumah berbunyi. Elmo berjalan menuju pintu, beberapa menit kemudia dia memanggil kami semua

"Ma... Earl... Earnest... Kemarilah..."

"Iya Pah..." Seru Earl

Kami bertiga pun berjalan keruang tamu. Lalu aku menghentikan langkahku, jantungku berdetak kencang. 

"Dammm... Mau apa mereka kemari" Dalam hati bertanya

Iya... Mereka bertiga, diruang tamuku. Berdiri menatapku. Earnest menghampiriku dan merangkulku

"Ma... Ayo. Earnest sayang mama"

Lalu aku berjalan mendekati mereka, kupersilahkan mereka duduk. 

"Mau apa kalian kemari, mau menghina aku lagi. Tidak puas kalian sudah menghina aku. Terutama kamu Ita, hanya demi mendapatkan Handen, kamu tega menghina aku seperti itu. Apa kamu masih ingat, kalau aku masih ingat. Tidak akan aku lupakan" Ujarku

"Aku pribadi mau minta maaf atas perkataanku, maafin aku" Ucapa Ita.

"Sudah kumaafkan, tapi jangan tunjukan wajah kalian didepan aku lagi" Pintaku

"Anak-anak kita saling mencintai, tolong restui hubungan mereka" 

"Maaf aunty, aku tidak mencintai Ritika lagi. Aku sudah jatuh cinta sama Ellen, kami akan menikah setelah kuliah kami selesai" Ucap Earnest. 

"Tapi Earnest, aku sangat mencintaimu. Jangan tinggalkan aku" Ujar Ritika

Kulihat dia menitikan air mata. Tiba-tiba, ada rasa iba kepadanya. 

"Maaf Ritika, dulu aku memang mencintai kamu. Tapi setelah aku tahu perlakuan orangtua kamu kepada mamaku, maaf. Aku tidak mencintaimu, aku sayang mamaku. Aku tidak mau dia tersiksa hatinya jika melihat orangtuamu. Masih banyak pria yang lebih baik dari aku" 

"Aku tidak mau, aku hanya cinta kamu" Ujar Ritika

Earnest menghampiri Ritika dan memeluk dan membelai rambutnya. 

"Sudah jelas sekarang, hubungan kalian tidak bisa diteruskan. Tapi kalian bisa berteman baik" Ujar Elmo. 

"Iya Pah" Balas Earnest.

Elmo menghampiri dan membelai wajahku

"Ma, maafin mereka ya. Jangan ada dendam atau sakit hati lagi ya" Kemudian Elmo mencium kening dan memelukku erat.

Kurasakan hangat, cintanya selama ini tidak pernah luntur. Masih sama seperti dulu. Biarpun dia lebih muda dariku, tapi sikapnya dewasa dan matang. Aku beruntung memiliki suami seperti dia.

Kulepaskan pelukanku dari Elmo dan berkata

"Aku memaafkan kalian, Tuhan memberikan aku seseorang yang lebih dari kamu Handen. Dia lebih dewasa, matang dan pintar. Sekarang, pulanglah. Aku memaafkan kalian, tapi jangan tunjukkan wajah kalian depan aku lagi" 

"Terima kasih La" Ita menghampiri dan mencoba memelukku. Tapi aku menolak dipeluknya.

Akhirnya mereka pamit pulang, kulihat kesedihan diwajah Ritika, kuberkata dalam hati "Maafin aunty Ritika, kamu tidak salah dalam hal ini. Tapi kamu yang kena dampak dari perlakuan orangtuamu. Maafin aunty"

Aku menitikan air mata, kurasakan lega karena semua masalah dan uneg-uneg aku selama ini sudah kukatakan.

Earl dan Earnest memeluk dan menciumku sambil berbisik "Kami sayang mama, jangan menangis ma..."

***

Betapa beruntungnya aku memiliki suami dan anak-anak yang sayang sama aku. Memang rencana Tuhan tidak ada yang ketahui. Tidak kebayang, jika aku menikah dengan Handen apakah aku akan mempunyai keluarga seperti ini. 

Semua sudah berlalu, aku sudah bahagia dengan suami dan sikembar. Mereka anugerah dari Tuhan. 

I Love u guys. 



THE END    


















                                                                                                                                   










     









 


 

Monday, October 15, 2018

#Gueanakradio

#Gueanakradio
Dorkas Manurung


Setiap manusia mempunyai impian dan cita-cita, begitu juga dengan aku. Dari dulu, aku pengen jadi penyiar atau reporter tapi semua itu pupus karena keadaan. 

Sejak lulus SMU, aku lebih memilih kuliah dibidang Komunikasi Jurnalistik daripada Sekretaris. Bahkan aku harus berbohong sama orangtua klo gak lulus dari Sekretaris, padahal lulus. Dan kurang lebih 4,5 tahun aku kuliah di Komunikasi Jurnalistik.

Ada rasa penyesalan, kenapa waktu kuliah tidak benar-benar kuliah atau ikut kegiatan yang banyak. Ada rasa takut waktu itu karena papaku tipe yang kuatir dan tidak memperbolehkan anak-anaknya menginap. Prinsip Papaku, kalau tidak bisa pulang, pasti dijemput. Sedangkan untuk ikut kegiatan kampus, akan banyak pulang malam dan harus menginap.  

Seiring waktu, impian dan cita-cita itu gw kubur dalam hati. Begitu lulus kuliah, gw memilih kerja dikantoran karena untuk membantu keluarga. Ya, pada saat itu Papaku pensiun. Dan gw mempunyai 2 adik yang masih sekolah, mereka masih butuh biaya.

Bertahun-tahun dengan rutinitas kantoran, bosan sih... Tapi mau gimana lagi, harus dijalanin. Bahkan impian dan cita-citaku terkubur. 

Hingga suatu hari, keinginan menulis pun muncul kembali. Ya, muncul karena "Patah Hati". Dan berkat dari kenalan, Bunda Dewi Maharani dan Eyang Romo, aku mulai menulis. Semua isi hati, kutuangkan dalam tulisan. 

"PUISI"... Tulisan pertamaku, kutuangkan dalam sebuah PUISI. Hingga suatu malam, pada saat kubuka Facebook. Aku melihat salah satu postingan tapi tertera disana "Blog". Dalam hati, apa itu "BLOG" Pencarian pun kulakukan, kubaca satu-persatu tulisan/artikel mengenai blog. Aku tertarik dan membuatnya.

Loveofyourlife21.blogspot.com, itulah nama blogku. Ya, blog menjadi tempatku untuk menuangkan apa saja yang ingin kutulis. Puisi, Cerpen atau Event yang kudatangi, semua kutulis disana. Itu pun kalau aku pengen nulis, kalau malas melanda, ya.. tidak kutulis. 

Selain menulis, aku juga ingin menjadi "PENYIAR" Seru kali ya, bisa ngoceh/cuap-cuap sendiri kayak orang gila. Apa saja bisa diocehin, tidak ada yang larang. Tapi tetap harus batasnnya, tidak boleh berbau "SARA" dan harus "INDEPENDEN"

Suatu hari, saat aku membuka akun Instagram (IG) muncul foto "#GUEANAKRADIO", di akun @leoutomot. Lalu kucari informasi bagaimana caranya. Dengan modal nekad, kudaftar dan lolos sampai tahap "VIDEO GAYA SIARAN". Mungkin ini jalannya Tuhan, untuk aku mencoba biarpun nantinya tidak lolos ketahap berikutnya. Paling tidak, aku sudah pernah mencobanya. Biar tidak ada penyesalannya. 

Kebigungan melanda, pada saat harus membuat Video Gaya Siaran. Eemm... Mau buat video gaya dan tema apa ya ? 

Dateline untuk pengiriman pun sebentar lagi, sempat ada niatan untuk "MENYERAH" Tapi entah kenapa, ada dorongan untuk aku membuat video Gaya Siaran. Dengan ala kadarnya dan dibuat dikantor, akhirnya jadi juga video tersebut. Hasilnya bagiku biasa saja, tapi paling tidak aku sudah berusaha.
  
Beberapa hari kemudian, kuterima SMS isinya "Wow! Langkah kamu makin deket u/ jadi Anak Radio! Kami mengundang kamu di Inagurasi #GueAnakRadio. Silahkan klik bit.ly/inagurasianakradio" Lalu kuisi dan kirim. 

Aku pun datang ke acara Inagurasi tersebut, seru banget acaranya.  

Kesan pertama, WOW... Ternyata banyak juga yang datang, bahkan ada yang datang dari luar kota. Mereka rela datang keacara ini. Muda, enerjik dan gaya pakaian mereka modis-modis. "ANAK ZAMAN NOW" atau "ANAK ZAMAN MILENNIA".

Open Gate baru dibuka Jam 11:00, tapi mereka sudah banyak yang datang dari Pagi. Entah dari jam berapa, mungkin ada yang datang dari Jam 05:00. 

Diacara tersebut, kita bisa ketemu mentor-mentor yang akan membimbing. Selain itu, acara dimeriahkan dengan kehadiran Isyanasarasvati, Mustang Squad & Nsgmusic.

Untuk jadi pemenang, aku tidak terlalu berharap. Banyak saingan yang jauh lebih bagus dan pasti mempunyai ide-ide kreatif. Biarpun tidak terpilih, paling tidak sudah mencoba apa yang selama ini ku impikan dan cita-cita. Agar suatu saat, tidak ada penyesalan.  

Jika terpilih, berarti PR buat aku untuk mengasah kemampuan. Tidak boleh berbangga diri, harus terus belajar.
  
Seorang penyiar radio harus dapat memperkenalkan dan membahas berbagai hal seperti musik, mengadakan wawancara yang turut melibatkan panggilan pendengar, atau menyampaikan berita, ramalan cuaca, perkembangan olahraga atau informasi lalu lintas.

Selain itu, untuk menjadi penyiar harus mempunyai 
  1. suara yang baik dan jelas dengan nada dan artikulasi suara yang jelas
  2. Kemampuan komunikasi yang baik dan kreativitas untuk berinteraksi dengan pendengar 
  3. Berpengetahuan luas terhadap isu terkini dan tren sosial 
  4. "Berpikir di luar kotak" 
  5. Kemampuan untuk mengembangkan gaya mereka sendiri 
  6. Rasa humor yang tinggi
Untuk Penyiar radio saat ini, lebih berfokus pada informasi terkini, memutarkan sejumlah lagu pada saat jam-jam tertentu dan berdialog dengan pendengar.

Penyiar radio juga harus gaul / kepo artinya harus selalu up-date dengan apa-apa saja yang sedang trend dan popular di masyarakat, berita atau informasi apa saja yang ramai dibicarakan. 

 Banyak tahapan dan saingan untuk menjadi "PEMENANG" di #GUEANAKRADIO. Tapi, aku tidak boleh putus semangat. Jika memang bukan jalan hidupku untuk menjadi penyiar, paling tidak aku sudah mencobanya. Mungkin jalan hidup untuk aku menjadi sukses bukan menjadi penyiar. Tapi yang pasti, aku harus melakukan semua impian & cita-citaku. Biar nanti tidak ada penyesalan. 

Dan jika sudah saat nanti aku sukses, orang pertama yang ingin aku temui dia. Ya... Dia yang membuatku bangkit dari kepurukan, yang selalu ada pada saat aku terpuruk dan terluka. Dia yang selalu mengatakan kebenaran, tidak pernah basa-basi.
Kata-katanya pedas jika bicara, tapi justru itu yang membuatku berusaha untuk sukses. Dia selalu berkatanya "Kamu harus bisa bangkit, tidak ada yang membantu kamu disaat kamu terpuruk. Lihat aku, bisa bangkit dan berusaha untuk sukses. Dan jika kamu sukses, teman akan datang ke kamu. Tapi saat kamu terpuruk, semua akan menjauhi kamu. Ingat Tuhan, disaat kamu tidak tahu harus kemana. Berdoalah, jalan akan dibukaan kepadamu" 

Kata-kata itu selalu aku ingat, dan jika suatu saat nanti aku sudah sukses. Aku akan temui dia, berdiri dihadapannya dan berkata "Ne... Aku sudah berhasil. Terima kasih atas kebaikanmu dan maaf karena kemarin sudah menyakiti hati anne. Aku lakukan itu, supaya anne menjauh dari kehidupanku agar aku bisa mandiri. Tidak tergantung sama anne SR" (*Anne dalam bahasa India Tamil artinya Abang)

Semoga keinginan dan impianku terwujud di Tahun 2018. Kalaupun tidak terwujud, paling tidak aku sudah berusaha untuk mewujudkannya. 


-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sunday, October 7, 2018

Surat Untuk Chandra

Dear Chandra
Dorkas Manroe

Ada kisah yang ingin kukatakan, tentang rasa yang tidak bisa kusampaikan. Rasa yang tak pernah terucap, rasa yang akan terucap hanya melalui surat ini.

Mungkin surat ini tidak akan sampai kepadamu atau bahkan akan sampai kepadamu, biarlah takdir yang menjawabnya. Tapi yang pasti, bila surat ini sampai kepadamu, statusmu sudah suami Anita.

Andai kamu tahu, aku menyanyangimu. Entah sejak kapan rasa sayang ini ada dihati, tapi yang pasti aku pernah sayang kamu selama 1,5 tahun.

Maafkan atas kebodohanku yang membuatmu marah bahkan membenciku selamanya. Tapi andai kamu tahu, aku lakukan itu karena aku sayang kamu. Aku hanya ingin dekat denganmu. Jika jadi diri sendiri aku tidak bisa dekat, dengan menjadi orang lain bisa membuatku mengenalmu lebih jauh.

Kulakukan itu karena kamu tidak mencintaiku sebagai diriku, tapi kamu mencintai diriku sebagai orang lain. Dan itu membuatku senang karena aku bisa dekat denganmu.

Berbulan-bulan aku bersandiwara menjadi orang lain, tapi mau sampai kapan aku harus berpura-pura. Mau sampai kapan kamu mencintai yang bukan diriku tapi orang lain. Aku mau kamu mencintaiku sebagai diriku sendiri.

Keberanianku tuk mengatakan kejujuran sulit, mulutku terbujur kaku tuk mengatakan kebenarannya. Aku takut kehilanganmu karena aku sangat menyanyangimu. Biarpun kita belum pernah bertemu.

Kuceritakan kisahku kepada beberapa kenalan, mereka membuatku sadar. Cinta itu harus berlandaskan kejujuran. Dan aku harus mengatakan kebenarannya biarpun pahit, aku harus siap dengan resiko akan apa yang aku perbuat. Sekalipun aku harus kehilanganmu selamanya.

Dan benar... Apa yang kutakutkan terjadi. Ketika kukatakan kebenarannya, kamu diam. Kamu memblock semua akun seperti IG, FB, WA dan Line. Tidak ada amarah, caci-maki atau hinaan kepadaku. Diam... Hanya itu yang kamu lakukan.

Aku kehilanganmu... Benar-benar kehilanganmu. Tidak ada berita tentangmu, bagaimana keadaanmu. Aku seperti burung yang terbang tinggi, tiba-tiba harus terjatuh ketanah karena sebuah peluru terkena disayapku.

Sejak saat itu, rindu yang kurasakan. Hari-hariku sepi tanpa kamu, hari-hari dimana yang selalu kuisi bersamamu. Biarpun kita berbeda waktu dan benua, tidak masalah bagiku. Aku ingin menemani hari-harimu biarpun jarak memisahkan kita.

Aku rindu bangunin kamu dipagi hari, mendengar aktivitas memasakmu direstaurant, bercerita apa pun hingga pagi dan berdoa bersama sebelum tidur.

Aku rindu kamu Chandra...

Beberapa bulan tanpa berita tentangmu. Hingga suatu hari, kudengar kabar dari teman sekolahku bahwa dia dijodohi denganmu.

Dunia sempit, tidak disangka... Teman sekolahku akan menjadi istrimu... Teman dimana pernah aku tanyakan apakah mengenalmu, teman yang pernah aku ceritakan segala rasa cintaku kepadamu.

Sakit... Tidak... Justru bahagia yang kurasakan, kamu akan menikah. Kamu tidak akan sendiri lagi, ada yang menemani hari tuamu.

Ketika Anita bertanya tentangmu, kuceritakan semua yang kutahu. Kucerita semuanya, mulai dari kamu bangun pagi hingga mau tidur, makanan kesukaan kamu bahkan luka yang ada dilenganmu pun aku ceritakan. Pokoknya setiap detail yang ada dalam dirimu kuceritakan.

Banyak orang mengatakan aku bodoh karena menceritakan semua tentang dirimu kepada Anita. Tapi aku tidak perduli, aku tidak mendengar saran mereka. Aku terus menceritakan tentang dirimu.

Aku senang, kamu akan menikah. Ada yang menemani hari-harimu, menemani hari tuamu. Diusiamu yang akan kepala 5.

Doaku terjawab, doa yang selama ini kuminta "Kamu menikah". Doa yang kupanjatkan sejak aku mengatakan kebenaran saat itu.

Kamu tahu... Seiring waktu, rasa sayang kepadamu memudar. Aku dikelilingi banyak cinta, banyak support dari teman-teman. Support agar aku melupakanmu dan memulai hidup baru.

Aku juga harus bahagia... Aku tidak boleh selamanya sayang kepadamu, kamu bukan milikku. Sayang kamu sama artinya aku "Cinta Bayangan"

Ya... Semua sudah berakhir dengan indah. Kamu menikah dengan Anita, teman sekolahku. Dan aku, sedang mengejar impianku hingga Tuhan mempertemukanku dengan jodohku.

Dan sekarang, tidak ada lagi namamu dalam doaku karena kamu sudah bahagia. Aku pun bahagia mendengarmu bahagia biarpun kita tidak pernah bertemu. Dan aku berharap, kita tidak pernah bertemu selamanya. Biarlah ini menjadi cerita dalam perjalanan hidup kita.

Tapi ingatlah, aku mungkin satu-satunya perempuan yang tahu secara detail tentang kamu. Hanya lewat foto yang kamu kirim, aku bisa tahu setiap detail yang ada ditubuhmu. Termasuk luka yang ada ditubuhmu, Luka akibat panci panas pada saat kamu memasak di Restaurant.

Ya... Kamu sering terluka pada saat memasak. Tak heran, jika dilenganmu banyak goresan. Bukan hanya luka yang kutahu, pada saat kamu menggunakan krim malam pun aku tahu.

Chandra, apakah kamu ingat. Ketika kamu sedang menjemur pakaian dan kamu mengirim foto celana dalammu. Dan aku mengatakan "Celana dalam kamu robek". Kamu sempat mengatakan "Tidak" Tapi setelah kuberitahu dimana letak yang robek. Kamu tertawa terbahak-bahak dan berkata kalau aku jadi istri akan teliti karena bisa melihat secara detail.

Semua tentangmu akan tersimpan didalam hatiku dan tulisanku. Terima kasih karena kamu, aku bisa menulis. Kutuangkan isi hatiku dalam tulisan, jika suatu saat nanti kuingat namamu akan kubaca kembali kisah cinta ini.

Sekarang kamu sudah bahagia, aku pun bahagia. Maaf atas segala tindakan bodohku, tapi aku lakukan itu karena aku sayang kamu.

Semoga kamu bahagia selamanya... Tuhan besertamu Chandra...


From

Dari yang pernah menyayangimu & menyakitimu

Saturday, October 6, 2018

Presiden Ke-7 Republik Indonesia

Presiden ke-7 Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo atau lebih dikenal Jokowi (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961) adalah Presiden ke-7 Indonesia.

Beliau menjabat sebagai Presiden RI sejak 20 Oktober 2014. Awal karier beliau di Pemerintahan pada 28 Juli 2005 sebagai Walikota Surakarta (Solo) ke-16. Dan pada tanggal 16 Oktober 2012, beliau diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta. Didampingi oleh Basuki Tjahaja Purnama atau lebih dikenal Ahok.

Anak sulung dari pasangan Noto Mihardjo dan Sudjiatmi, merupakan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Pria lulusan dari Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kehutanan ini menyelesaikan kuliahnya dengan judul Skripsi "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta". Dan semasa kuliah, ia juga tercatat aktif sebagai anggota Mapala silvagama.

Joko Widodo mulai dikenal setelah dianggap berhasil mengubah wajah Kota Surakarta menjadi kota pariwisata, kota budaya, dan kota batik.

Sejak saat itu, namamya mulai dikenal masyarakat. Dan pada tahun 2012, secara pribadi Jusuf Kalla meminta Jokowi untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Akhirnya setelah melewati pertarungan politik, Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta. Dan sejak terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta,  popularitasnya menjadi melejit.

Wacana pun bermunculan, namanya pun diusung menjadi Presiden. Pada 14 Maret 2014, Megawati memberikan surat mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon Presiden. Dan Jokowi menerima mandat tersebut didampingi oleh Jusuf Kalla sebagai Calon Wakil Presiden.

Jokowi memulai masa kepresidenannya dengan meluncurkan Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan Kartu Keluarga Sejahtera.

Pada Konferensi Asia Afrika, 22 April 2015, Jokowi mendapat sambutan hangat dan pujian ketika menyampaikan pidato di hadapan peserta peringatan ke 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Jokowi menyampaikan perlunya mereformasi PBB dan badan internasional lainnya. Ia dipandang berani mengkritik lembaga prestisius dunia seperti PBB, Dana Moneter Internasional, dan Bank Dunia. Jokowi pun menuai kritik dari peneliti Amerika Serikat karena ia dipandang tidak konsisten dalam mengajak investor asing untuk masuk ke Indonesia

Di bidang infrastruktur, Jokowi telah memulai banyak proyek pembangunan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dalam sektor ini, di antaranya adalah melakukan Jalan Tol Trans-Sumatera, Tol Solo-Kertosono, pelabuhan Makassar,  meresmikan operasional terminal Teluk Lamong sebagai bagian dari Greater Surabaya Metropolitan Port, dan lain sebagainya.

Jokowi juga memberikan perhatian khusus bagi Papua. Terlihat dari frekuensi kunjungan yang terhitung sangat sering dibanding presiden sebelumnya, dan banyaknya pembangunan infrastruktur di Papua. Di antaranya adalah pembangunan pasar tradisional dan jalan lintas Papua. Banyak bandara perintis dibangun atau dibenahi sehingga terlihat lebih baik dan kapasitasnya lebih besar. Beliau juga menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat pada 11 Desember 2017.

Dan pada Pemilihan Presiden ke-8 tahun 2019, Jokowi dipilih kembali menjadi calon Presiden dari Partai PDIP. Dan kali ini beliau akan didampingi Ma'aruf Amin.

Tapi pada pemilihan kali ini, banyak pihak yang tidak mendukung beliau untuk menjadi Presiden. Entah karena apa penyebab pastinya, banyak pihak yang tidak menyukai Jokowi.

Cebongers sebutan yang muncul bagi pendukungJokowi. Istilah ini muncul mungkin karena Jokowi gemar memelihara Kodok.

Cebongers artinya kecebong adalah larva binatang amfibi (seperti misalnya kodok) yang hidup di air dan bernapas dengan insang serta berekor. Entah siapa yang pertama kali menyebutkan istilah "Cebongers" tapi yang pasti istilah itu sudah melekat bagi pendukung Jokowi.

Apa pun yang dilakukan, akan selalu salah. Banyak caption, foto atau statment yang menjatuhkan Jokowi. Tapi beliau hanya diam, tidak sibuk membalas tanggapan-tanggapan negatif tentang dirinya. Beliau sibuk kerja, seperti mottonya "KERJA... KERJA... KERJA..."

Mungkin Jokowi mau memberi contoh, "Apa pun berita negatif yang datang tentang diri kita,  tidak usah ditanggapi. Lebih baik kerja, untuk masa depan lebih baik" 

Kemeja putih merupakan pakaian favorit Jokowi, alasannya simple "Murah & Tidak Sumuk". Tidak usah heran, kalau dalam beberapa acara selalu menggenakan "Kemeja Putih"

Warna Putih sendiri menggambarkan kesederhanaan, kemurnian dan kesempurnaan. Mungkin ini pesan yang ingin disampaikan Jokowi kepada banyak orang tentang dirinya.

Ada yang menarik dan belum ada dari Presiden sebelumnya, pemberian sepeda setiap kali Jokowi melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Kenapa harus sepeda, mungkin karena sepeda alat transportasi yang sudah ada sejak dulu dan murah. Tidak perlu bahan bakar, cukup kaki saja untuk mengayuh pada pedal sepeda. Pemberian sepeda merupakan bentuk terima kasih dan menanamkan nilai kebangsaan.

Banyak pihak yang mengatakan Jokowi tidak tepati janjinya, banyak janjinya pada saat kampanye tidak terealisasi. Bukankah setiap kampamye akan banyak "Janji Manis" terucap tapi pada kenyataannya banyak yang tidak terwujud. Kalau pun banyak Janji Jokowi yang tidak terealisasi, tapi kan digantikan dengan pembangunan/kemajuan yang bisa dilihat sekarang. 

Pertanyaanya "Jika Jokowi tidak terpilih jadi Presiden untuk Periode 5 tahun kedepan, akankah Presiden yang terpilih itu bisa merealisasi semua janjinya. Kalau tidak bagaimana ?"

Masa kerja kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan berakhir (2014-2019) Akankah beliau akan menjabat Presiden untuk 5 tahun kedepan. Biarpun nantinya Jokowi tidak terpilih, paling tidak banyak terobosan-terobasan yang sudah dilakukannya untuk Bangsa Indonesia ini.

Tapi bagi aku, Jokowi tetap Presiden ku. Kenapa, kepimpinannya yang tenang, tidak emosional, strategi kepemimpinannya diluar dugaan seperti gonta-ganti Mentri. Siapa yang menduga itu akan terjadi.

Teruskan perjuanganmu Pak Jokowi, kami mendukungmu. Biarpun kami dijuluki "Cebongers", kami akan diam seperti halnya Pak Jokowi yang tidak menanggapi akan hinaan/cacian/sindirian yang datang kepada Bapa.

Bangun bangsa ini menjadi lebih baik. Terutama didaerah-daerah yang sulit dijangkau. Jika Papua saja bisa dibuka akses jalannya, berarti daerah-daerah yang sulit dijangkau yang ada di Indonesia ini bisa juga dibuka akses jalannya.

Tolong juga diperhatikan PENDIDIKAN. Kirimkan guru-guru dan bangun sekolah-sekolah yang layak untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau.

Ayo Pak Jokowi, tunjukan prestasi Bapa sebelum masa jabatan Bapa berakhir 2019. Kalaupun nanti Bapa tidak menang dipemilihan  Presiden 2019, aku bangga punya Presiden seperti Bapa. Bersahaja dan berwibawa.

#Salam1jari
#2019Jokowi-Ma'ruf

Pak... Pak.. Kira-kira aq bisa tidak ya ketemu Pak Jokowi. Klo bisa, aq mau lakukan
1) Cium tangannya
2) Bonceng Pak Jokowi kelilingi Monas
3) Makan siang lesehan di Monas bersama anak-anak yatim piatu, gelandangan dan masyarakat. Menunya makanan khas Indonesia

Hahahhahaaha... Itu hanyalah mimpi siang hari bolong... Itu hanyalah cerita sebelum tidur.

Ok... Selamat siang teman-teman.. Tetap semangat.

#IndonesiaDamai

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...