27 Juni 2018
Perjalanan St. Tanah Abang - St. Rawa Buntu
Dorkas Manroe
"Wah, kereta sepi. Lumayan nih buat bobo 30 menit" Dalam hati berbicara. Pada saat mata ingin menutup, kulihat seorang kakek berdiri depanku. Lalu kubangun dan mempersilahkan duduk karena kursi yang kududukin, kursi prioritas. Si kakek berkata "Ndak usah, u saja duduk. Saya berdiri saja"
"Tidak apa-apa, eyang saja yang duduk" Lalu sieyang pun mau duduk dan berkata "U turun dimana"
"Rawa buntu eyang" sambil mata tertuju dibuku yang ada disakunya. Dalam hati, sepertinya kakek ini banyak ilmu suka membaca.
"Wah, berarti saya duluan turun baru u" jawab kakek itu. Aku hanya tersenyum dan mengangguk
"U tinggal disana" tanya kakek itu lagi
"Tidak, ada kerjaan disana. Rumah aku di Jakarta Timur" jawabku.
Si kakek dengan raut wajah heran dan berkata "U berani ya naik kereta sendiri, jauh lagi. U dah biasa ya seperti ini"
Aku tersenyum dan berkata "Tidak eyang, baru pertama kali. Dan sudah terbiasa kok naik turun angkot kereta. Justru nambah pengalaman" Si kakek hanya mengganguk-nganguk
"Kerjaan apa u disana, jauh dari rumah u" tanya si kakek
"Kerja untuk Tuhan" Sambil tersenyum.
"Eyang sendiri darimana, kok sendiri" tanyaku
"Saya habis dari seminar di Perpustakan Nasional mengenai kedokteran. Tapi mereka hanya bahas negara lain. Padahal saya ingin tahu kedokteran Indonesia. Ya sudah, saya pulang saja"
Lalu sepanjang jalan, kami mengobrol banyak hal termasuk soal agama. Kakek berkata "Dalam hidup semua harus imbang, semua agama memgajarkan ibadah dan kelakuannya harus imbang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu"
Aku hanya tersenyum dan mendengar apa yang dia ucapkan.
"Siapa nama u, orang mana u sulawesi ya" tanya kakek
"Laura, orang batak"
"Tapi bukan seperti orang batak, lebih ke sulawesi u. Nama saya Rusli .. (Lupa nama panjangnya. Saya sejarahwan, saya suka dengan sejarah-sejarah"
Dia berkata "Sejarah itu jangan dilupakan, perlu diingat. Seperti rumah, jangan dijual karena rumah itu mempunyai sejarah dimana setiap sudut ruangan mempunyai kenangan. Begitu juga sejarah Indonesia, harus kita ingat biar kita tahu. Sejarah itu bisa dari berbagai macam aspek, komunikasi psikologi agama dll. Belajar sejarah itu enak, tidak sulit. U lulusan apa ?"
"S1 Komunikasi" jawabku sambil tersenyum
"Kampus mana"
"IISIP Jakarta, Kampus Tercinta" jawabku
"U harus kuliah S2, ambil sejarah karena sejarah itu menyenangkan" Pinta kakek Rusli
"Belum ada uangnya eyang"
"U malas baca, u punya potensi besar dalam diri u. Jangan malaslah u, gali potensi u"
Aku tersenyum dan tertunduk malu karena apa yang dikatakan benar, malas membaca
Kemudian si kakek berdiri karena sudah mau turun, dan dia berkata "Simpan no hp saya. Nanti kita diskusi lagi. Kartu nama saya habis. Jangan segan-segan untuk diskusi dengan saya" lalu si kakek berjalan kedepan pintu kereta api.
Lalu kududuk dan ternyata aku kelewatan stasiun sambil berkata "OMG.. Aku kelewatan" Panik pun melanda.
Tuhan itu baik, memperkenalkan kepada orang baru yang bisa menambah wawasan.
#Pondokkelapa
#JakartaTimur
#27Juni2018
#St.TanahAbang-St.Rawabuntu
#27Juni2018
#St.TanahAbang-St.Rawabuntu
No comments:
Post a Comment