Monday, June 11, 2018

Kebaikan dalam Hidup


Kebaikan dalam Hidup
Dorkas Manroe


Aku bermimpi mendaki gunung yang penuh dengan salju dan rumput hutan yang begitu lebat. Dalam perjalanan menuju puncak gunung tersebut, kutemukan seorang bayi dalam keadaan hidup. Kugendong dalam pelukanku, sambil kulihat sekelilingku tidak ada seorang pun.

Kubawa bayi tersebut, dan tidak jauh dari tempat bayi itu kutemukan, ada seorang perempuan tua. Ketika kuhampiri perempuan tua tersebut, dia tidak bertanya aku siapa maupun bayi yang kugendong tersebut. Perempuan tua tersebut hanya memberitahukan bahwa aku sudah berada di ketinggian 2000 dari permukaan darat. Kemudian perempuan tua tersebut memberikan aku nasehat “Jangan kamu mendaki lebih keatas lagi karena bayi yang kamu gendong akan kekurangan oksigen”.

Aku mengatakan kepada perempuan tua tersebut “Aku harus bisa mencapai puncak dari gunung ini”. Ketika kuingin menitipkan bayi, perempuan tua tersebut memberikan tiga pilihan, Pilihan pertama “Bila engkau tinggalkan bayi itu disini kemudian kamu melanjutkan perjalananmu maka bayi ini akan mati"

Pilihan kedua “Saya akan berdosa”, dan pilihan ke tiga “Kamu tidak bisa mencapai puncak kalau kamu tidak melanjutkan perjalananmu”. Kemudian perempuan tua tersebut hilang entah kemana. Dan tiba-tiba badai besar datang beserta angin dan hujan kencang.

Tubuhku dan bayi ini semakin kedinginan, tidak ada satu orang pun cuman aku dan anak bayi itu saja. Kulanjutkan perjalananku, kemudian kulihat ada semacam Gua kecil, kuberjalan kedalam Gua tersebut.

Aku pun berkata dalam hati “Aku akan berlindung sementara disini bersama bayi ini” Sambil kupandang wajah polosnya. Dan kami pun hanya makan buah-buahan yang ada disekitar kami, yang aku petik untuk menahan lapar. Tapi kondisi bayi itu semakin lemah fisiknya, kupeluk dan kucium bayi tersebut untuk memberikan kehangatan.

Tidak lama kemudian kami pun tertidur, dan tiba-tiba aku terbangun. Kulihat sekitar dan berkata “Dimana aku” Sambil mata memandang sekitar dan keheranan. Aku sudah berada dipuncak gunung bersama bayi tersebut. Kulihat pemandangan yang indah, tak lama kemudian aku dan bayi tersebut turun dari puncak gunung.

Dalam perjalanan turun, kami kembali hanya memakan buah-buahan dan meminum air embun saja. Setelah beberapa hari dalam perjalanan turun dari gunung tersebut. Akhirnya kami beristirahat didalam Gua kecil yang dipenuhi dengan salju.

Tiba-tiba dalam tumpukan salju aku menemukan dua orang yang berbentuk mayat yang sudah membeku. Kemudian aku menggali tumpukan salju tersebut, kulihat seorang bayi dan seorang lelaki muda yang sudah meninggal dunia. Tidak lama kemudian perempuan tua tersebut muncul kembali, aku menanyakan kepada perempuan tua tersebut “Siapa mereka” sambil menunjuk kearah dua mayat tersebut.

Perempuan tua tersebut memberitahu bahwa “Ini adalah mayat kamu dan bayi yang kamu gendong. Kamu sudah tidak ada lagi dibumi ini, kamu sudah meninggal. Aku terkejut dan menangis.

Perempuan tua tersebut memberitahukan bahwa “Tujuanmu untuk mencapai puncak sudah terpenuhi, kemudian tujuanmu untuk menjaga bayi tersebut agar tidak naik lain dari ketinggian 2000 kaki lebih yang bisa menewaskan bayi tersebut sudah kamu jalankan. Dan tujuanmu, takut dengan dosa karena apabila bayi tersebut kamu tinggalkan bisa meninggal, sudah kamu penuhi juga. Semua kewajibanmu sudah kamu lakukan meskipun kehilangan nyawamu”.

Perempuan tua tersebut berkata kembali “Engkau pun telah sampai puncak bersama bayi tersebut meskipun dalam keadaan meninggal dunia. Engkau telah melakukan kebaikan sampai mana pun Tuhan akan menolongmu meskipun dalam keadaan yang sudah meninggal sekalipun. Ya, Tuhan akan menolongmu selalu disetiap saat”. Kemudian perempuan tua tersebut menghilang.

Dan pada akhirnya lelaki dan bayi tersebut yang sudah meninggal dunia berada di tempat semestinya karena sudah melakukan kebaikan di dunia yaitu Surga, tempat yang damai indah bersama yang lainnya.

Aku pun terbangun dari mimpi dan berjanji akan melakukan kebaikan terhadap sesama tanpa memandang dari sisi mana pun. Tuhan juga akan menolong umat-Nya dengan cara-Nya.

Amin ...

Dari kisah diatas, betapa pentingnya dalam hidup itu harus menolong orang lain. Karena dengan melakukan Kebaikan terhadap sesama sebenarnya mencerminkan "KASIH" seperti ajaran Yesus Kristus.

Yohanes 15:12

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu".

1 Yohanes 3:23

"Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita".

1 Tesalonika 4:9

"Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah".

Roma 12:10

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat".

Ibrani 13:16

"Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah".

Lukas 6:38

"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu".

Matius 5:42

"Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu".

Amsal 25:21

"Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air".

Foto Pribadi

Lukas 3:11

"Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian".

Ulangan 15:11

"Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."

Disaat kita hidup pada ”hari-hari terakhir”, kebanyakan orang sekarang tidak punya rasa kasihan. Mereka juga kejam, menyukai kekerasan, dan tidak mengasihi sesama.

Nah, untuk itu hendaklah kita selalu berbuat kebaikan kepada sesama.Salah satunya bisa dengan membeli barang dagangan dari penjual di pinggir jalan. Dengan membeli, kita sebenarnya sudah membantu mereka. Biarpun sebenarnya kita tidak membutuhkan, tapi itu sangat berarti buat mereka.

Dengan kita berbuat kebaikan, niscaya Tuhan akan memberikan rejeki yang berlipat-ganda.

 Maka ingatlah hal ini

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Gal. 5:14; lihat Rm. 13:9)

 

No comments:

Post a Comment

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...