Kelingking Beach Nusa Penida,
Surga Tersembunyi
Surga Tersembunyi
Dorkas Manroe
Apa kalian pernah dengar atau pernah ke Kelingking Beach, Nusa Penida ? Pasti jawabannya sudah dunks. Kalau belum pernah dengar, jawabannya ada di 3 nusa daerah Bali. Tepatnya di Bunga Mekar, Nusapenida, Klungkung Regency, Bali 80771.
Terus bagaimana kesana, gampang. Dari Pantai Sanur, kita menyebarangnya. Dengan kapal cepat sekitar 45 menit dan biayanya cukup murah Rp 100.000 sekali jalan. Dan Nanti akan berlabuh di pelabuhan, seperti Banjar Nyuh, Buyuk, Sampalan, dan Toya Pakeh.
Kalau PP bisa tidak ? Bisa banget. Kita bisa pergi dengan penyebrangan awal di Jam 07:00, kalau bisa sudah di Pantai Sanur paling lama jam 05:00 karena kalau datang mepet, kita akan ikut jam berikutnya kalau tidak salah jam 10:00. Rugi kalau nyebrang siang kalau mau PP.
Nah ... Kalau mau pulang, Kapal cepat terakhir jam 18:00. Jadi jam 116:00 harus sudah sampai di Pelabuhan Nusa Penida nya karena tiket terbatas. Jika habis, harus menginap disini.
Dan kalau boleh saran, lebih baik pulang dari Nusa Penida Jam 15:00 karena arusnya bagus. Dan tidak terlalu gelap juga. Jadi masih bisalah menikmati pemandangannya.
Selama di Nusa Penida, kita bisa sewa motor atau mobil. Jangan kuatir, begitu turun dari kapal cepat, kita bisa temui penyewaan mobil atau motor.
Waktu itu sih, aku sewa motor karena sendiri. Cukup murah koq, Rp 70.000 saja selama kita di Nusapenida, bensin pun penuh.
Jujur, ini pengalaman berkesan. Gimana tidak berkesan, aku kesini sendiri. Tanpa ada teman, hanya modal nekad. Ingin tahu seperti apa "Kelingking Beach". Seindah apa sih, ternyata memang indah.
Mungkin kebanyakan orang menyebutnya "Surga Tersembunyi".
Dan untuk bisa sampai kesini, bagi aku butuh perjuangan banget.
- Bangun pagi dari hotel Jam 04:00 karena harus di Pantai Sanur paling lama Jam 05:30 biar tidak kehabisan tiket.
- Sewa motor dan kendarain motor sendiri, tanpa teman. Hanya modal keberanian dan nekad tinggi. Tidak ada bayangan, rutenya gimana. Bagi aku yang penting jalan dulu lah, gimana disana, nanti saja. Dan ternyata, rute perjalanan untuk bisa sampai disana luar biasa. Sepi, terkadang berbatuan, berliku/berbelok-belok dan naik-turun. Untungnya tidak hujan, cuaca "bersahabat". Jika tidak, ya tetap diteruskan dunks. Masa udah sampai disini, harus berhenti. Tidak ada dalam kamus aku begitu, hehehe ...
- Butuh waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke "Kelingking Beach", modal bertanya ketika bertemu orang dan felling. Disana untuk rambu panduan terbatas, tapi tidak susah kok, tinggal ikuti saja jalannya. Kalau ada perempatan, tinggal cari orang saja tuk bertanya.
- Dan ketika sampai disana, terbayar. Pemandangannya cantik, tidak bisa dikatakan. Luar biasa.
Surga ....
Seperti inikah surga itu ...
Indah ...
Cantik ...
Tapi yang membuatku tidak habis pikir sampai sekarang, klo ingat kenangan disana.
Kenekatan luar biasa, hampir tidak percaya aku bisa lakukan itu.
Hehehe ...
Kenangan ketika harus turun kebawah untuk merasakan deburan ombaknya, birunya air laut dan bersihnya pasir. Dan ketika harus naik lagi untuk kembali.
Mungkin orang denger cerita aku, tidak akan percaya aku bisa sampai dibawah. Untuk menuju kesana itu sulit, kondisi jalannya tidak bagus. Berbatuan dan terjal, salah langkah bisa nyawa melayang.
Kalau tidak percaya, silahkan cek di youtobe kondisi jalan "Kelingking Beach".
Dan Puji Tuhan, aku bisa sampai dibawah dibantu bule-bule yang ingin turun ke bawah.
Aahhhh ... Akhirnya aku bisa sampai, biarpun harus berhenti dan banyak dibantu.
Sesampainya, semua terbayar.
Selama ini hanya liat postingan orang-orang disini, akhirnya bisa disini. Bisa liat langsung, bisa merasakan deburan ombaknya. Udara sejuk dan birunya laut.
Dan sekali lagi aku berkata "Inikah surga ? Seperti inikah surga , indah sekali". Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.
Tapi sayang, tidak bisa tinggal disini. Harus pulang, ketika kita pergi harus tetap pulang kan.
Dan inilah paling berat, ketika harus naik keatas. Rute perjalanan naik lebih berat daripada turun. Tidak ada tali, hanya modal berbatuan, tangan dan kaki yang kuat untuk melangkah.
Ditambah terik matahari yang luar biasa dan tubuh aku pendek plus gendut, menambah perjalanan semakin berat. Mungkin kalau orang yang bobotnya tidak gendut dan tinggi, pokoknya tidak seperti aku, akan mudah naiknya.
Nah ... Sedangkan aku sangat sulit. Beberapa kali harus berhenti, minum. Bukan hanya itu saja, rasa mual dan pusing menghampiri.
Dan saat seperti inilah baru ingat Tuhan, baru ingat berdoa.
Hahahahaha ...
Tuhan itu baik, Dia kirimkan banyak bule untuk bantu naik ketika susah untuk dinaiki. Maklum, kaki aku pendek. Jadi butuh bantuan untuk menaikinya.
Dan Puji Tuhan, aku bisa sampai diatas. Tanpa lecet ditubuh, hanya muntah saja begitu sampai diatas.
Tapi tidak apalah, yang penting aku selamat.
Entahlah, apa yang terjadi jika aku terjatuh kemarin. Mungkin nama aku jadi terkenal dan ada di semua media sosial dengan judul "Seorang Perempuan terjatuh di Kelingking Beach, dia sendiri tanpa ada yang temanin".
Dan di body tulisannya tertera nama aku.
Hahahaha ...
Gila ... Sumpah Gila ...
Andai wkatu itu, bisa aku videokan perjalanan menuju ke atas pasti akan ku videokan. Tapi sayang, tidak bisa. Bisa sampai diatas saja, Puji Tuhan.
Puji Tuhan, masih diberi umur sampai sekarang.
Dan ketika aku beritahu orangtua, keluarga dan orang-orang terdekat aku, mereka tidak percaya aku bisa sampai dibawah.
Seperti itulah hidup, butuh perjuangan untuk bertahan. Tidak selamanya perjalanan hidup kita mulus, terkadang terjal, berbatuan, berliku dan naik-turun. Tinggal gimana kita menjalaninya, apakah akan meneruskan perjalanan hidup itu atau memilih berhenti.
Tapi tahu tidak, aku bisa naik keatas karena ada bisikan "Kamu pasti bisa naik, selama ini kamu bisa lewati hidup kamu. Kenapa untuk ini, kamu menyerah" Dan seperti ada tenaga untuk menaiki rute yang terjal itu.
Sumpah, aku disini menangis. Aku takut mati, aku tidak mau mati.
Hahaha ... Lebay ya aku.
Aduh ... Tidak tahu deh, jika kemarin aku tidak sampai diatas. Artinya aku lemah, menyerah begitu saja. Menyerah karena putus-asa, menyerah karena lelah.
Tapi itu bukan aku, tidak ada lelah dalam hidup aku. Sudah banyak rute terjal dalam kehidupan aku dan selama ini bisa aku lewati.
Aku kan perempuan yang tidak pantang menyerah, aku harus bisa bangkit ketika aku terjatuh karena Tuhan selalu bersama aku. Dia selalu kirimkan orang untuk menarik tangan aku ketika aku membutuhkan.
Dan itu benar, disaat aku butuh seseorang untuk membantu aku naik. Ada saja yang tolong, mereka menawarkan untuk membantu aku.
Tuhan tidak pernah meninggalkan aku, biarpun terkadang aku lupa dengan-Nya.
Mungkin ini terdengar lebay, tapi coba deh kalian yang belum pernah sama sekali mendaki, ke "Kelingking Beach" sendiri. Terus turun kebawahnya dan naik kembali.
Apakah kalian mampu atau tidak, jika mampu kalian akan berkata sama dengan aku.
Tapi apa pun itu, aku tidak kapok. Mau lagi kesana, mau lagi melakukan hal yang sama.
Oh ya, di Nusa Penida bukan hanya "Kelingking Beach" yang bisa dikunjungi. Disini banyak tempat yang bisa kita kunjungi
Nah, kalau kalian tipe yang liburannya berpetualang bisa coba kesini deh.
Pasti betah deh...
Jangan lupa juga, siapkan kamera atau pun kamera hp kalian. Banyak spot bisa kalian foto, lumayan kan buat nambah koleksi foto.
SELAMAT BERLIBUR
Galerry Foto



















No comments:
Post a Comment