Lumpuhkan Ingatanku
Dorkas Manroe
Sebulan sudah tidak bisa kemana-mana, wabah ini membuat semua manusia yang ada dimuka bumi harus "STAY AT HOME".
Ya
... Wabah "Covid 19" atau lebih tenarnya "CORONA".
Wabah ini
ditimbulkan oleh virus dengan gejala ringan termasuk
pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam bahkan kematian. Penularan virus
ini lebih cepat dari semua penyakit yang ada, termasuk HIV/AIDS.
Wabah
ini berawal dari negara Wulan, China. Kemudian menyebar ke semua
negara, saat ini sudah 200 negara yang terkena wabah ini.
Dan
salah satu cara penanggulangan supaya tidak meluas, dengan cara PSBB
(Pembatasan Sosial Berskala Besar) alias pembatasan kegiatan masyarakat.
Selain itu, kebersihan menjadi perhatian. Seperti mencuci tangan secara
teratur dengan sabun dan air mengalir, atau bersihkan dengan usapan
berbasis alkohol.
Pemerintah pun memberlakukan semua kegiatan dilakukan dirumah, mulai dari sekolah bahkan kantoran pun dikerjakan dirumah.
"Aaahhh ... Bosan. Kapan semuanya berakhir, sampai kapan aku dirumah terus" Ujarku dalam hati.
Wabah ini
benar-benar membuat "lumpuh" aktivitas, tidak bisa kemana-mana. Ruang
gerak terbatas.
"Heeyyy ... Corona kapan kalain pergi. Aku sudah bosaaannnn ...." Teriak ku.
Rindu
dengan aktivitas rutin, bangun jam 04:00, masak, mandi, kemudian ke tempat usaha milik suami ku.
Sumpah ... Rindu dengan semuanya.
*****
Sabtu
siang, tidak ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Di depan
laptop, aku mencoba mencari film baru. Tapi tidak satu pun, film bagus.
Akhirnya ku putar musik, sambil aku browsing berita terbaru mengenai
wabah Corona ini.
Dan tiba-tiba ku lihat, ku lihat tulisan mengenai "Puasa".
Oh ya, sebentar lagi "Puasa" kan.
Dan setiap kali ingat puasa, teringat kisah percintaan ku yang kandas di bulan Ramandhan.
Ya ... Kisah cinta ku hancur karena kebodohan yang aku buat sendiri.
Mungkin yang mendengar kisah ku ini tidak akan percaya, atau mengatakan bodoh.
Bagaimana bisa jatuh cinta dengan sosok yang belum pernah ketemu, apa dengan komunikasi saja sudah bisa membuat jatuh cinta.
"Omong kosong ..."
Tapi bagi aku, ini kisah cinta yang unik dan belum pernah aku alami. Mungkin pertama dan terakhir dalam perjalanan hidupku.
Aku jatuh cinta dengan sosok lelaki yang belum pernah aku ketemu. Perkenalan kami di dunia maya, tepatnya facebook. Entahlah siapa yang add terlebih dahulu, tapi yang pasti kami sudah berteman.
Tapi
yang aku ingat, aku yang terlebih dahulu menyapanya.
Aku koment di statusnya, mengucapkan "Selamat Natal"
kepadanya. Dan gayung pun bersambut, dia bukan hanya membalasnya. Tapi
juga inbox mengucapkan "Selamat Natal".
Seiring waktu, kami pun tukeran no handphone. Dan kami pun terus berkomunikasi.
Chandra,
nama lelaki itu. Lelaki yang bekerja di Meulborne sebagai Chef. Dia
bukan lelaki asing, dia sebenarnya orang Indonesia yang bekerja disana.
Semenjak perceraiannya, dia memutuskan untuk bekerja dan tinggal disana. Sendiri, tanpa keluarga.
Dan berkat salah satu teman sekolahnya, dia bisa hijrah kesana.
Perjalanan
hidupnya membuatku berpikir, "Jika menikah, semuanya akan bersama
selamanya hingga kematian yang memisahkan". Ternyata tidak, pernikahan
itu bisa terputus karena "Perselingkuhan".
Itulah yang terjadi dengan dia, mantan istrinya selingkuh.
Untuk itulah, dia harus hijrah ke Meulborne. Melupakan masa lalu dan memulainya dari 0 lagi.
Hingga suatu hari, dia tidak ada kabar. Tiap aku chat, dia tidak membalas.
"Apa yang terjadi, apakah dia baik-baik saja". Tanya ku dalam hati.
Aku menjadi bigung, gelisah. Apa yang terjadi dengan dia, kenapa dengan dia.
Dia berubah, apa salah aku. Kenapa dia menjauh ?
Perasaan ini tidak karuan memikirkannya, hampir gila aku dibuatnya.
Hingga
suatu hari, muncul ide konyol, membuat akun palsu. Ternyata berhasil,
akun palsu itu bisa membuatnya dekat kembali denganku.
Ya,
biarpun aku harus sebagai orang lain. Tapi tidak apalah, yang penting
bisa komunikasi dengannya lagi. Bisa tahu apa saja yang dia lakukan,
seperti dulu.
Kareen, nama akun palsu yang aku buat itu.
Dan
sejak saat itu, kami semakin dekat. Aku semakin tahu semua kegiatan dan
kebiasaannya. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur kembali.
Sedikit
demi sedikit, Chandra mulai cerita tentang masa lalu. Termasuk masa lalunya bersama mantan istrinya dan bagaimana dia bisa hijrah ke Meulborne.
Bukan
hanya itu saja, Chandra selalu memberitahu apa saja yang dia lakukan.
Kemana dia pergi, pakaian apa yang dia pakai selalu dia memberitahu.
Pernah suatu ketika, Chandra memakai kemeja kotak-kotak berwarna merah dan celana pendek kotak-kotak berwarna kuning.
Tertawa ngakak aku, ketika dia mengirimkan fotonya itu. Lalu aku menyarankan dia menganti bawahnya dengan jins. Dan diluar dugaan, dia menggantinya dengan celana jins panjang.
Wooww ... Terlihat tampan ketika dia mengirimkan kembali fotonya.
Kami ini seperti saling melengkapi, saling mengisi kekosongan. Aku sendiri, dia sendiri.
Dia
juga tidak curiga, kalau yang selama ini komunikasi dengan dia itu aku.
Tiap kali dia minta video call, aku punya sejuta alasan untuk
menolaknya. Dan dia percaya karena aku selalu menggantinya dengan memberikan foto dari akun
pemilik palsu tersebut.
Ritika,
nama pemilik akun yang fotonya aku berikan. Perempuan bertubuh mungil,
berambut panjang dan berkulit putih. Sosok itulah yang membuat Chandra
menerima pertemanan di Facebook.
Lalu, kenapa bisa cinta dengan Chandra ? Jawabannya simple, "Cinta yang tumbuh dalam hati".
Biarpun
kami belum pernah bertemu, cinta itu tumbuh seiring kebersamaan kami.
Aku pun tahu secara detail luka maupun tatto yang ada ditubuhnya.
Kok
bisa tahu ? Ya, aku tahu dari foto yang dia berikan. Aku bisa lihat
secara detail, sampai dia berkata "Kamu ini benar-benar istri teliti".
Hahaha ...
Aku hanya bisa tertawa mendengar dia berucap begitu.
Tapi
... Mau sampai kapan seperti ini, mau sampai aku berpura-pura sebagai
orang lain. Aku ingin Chandra mencintai aku. Mencintai Eva, bukan
mencintai Kareen atau pun sosok Ritika seperti foto yang kuberikan.
Oh
ya, nama aku Eva. Perempuan pendek, berambut panjang, berkulit putih
dan berpostur tubuh gemuk. Tidak ada pria yang mau dengan aku, begitu
lihat body aku mereka pasti mundur perlahan. Hanya sekedar kenalan,
kemudian tidak ada kabar lagi.
Hingga suatu hari, Chandra mengatakan akan pulang ke Indonesia pas lebaran untuk berlibur disini.
Uuhhfff .... Itu artinya masalah baru akan datang.
Apa
yang harus aku lakukan, apa aku harus mengatakan kebenarannya. Ini
seperti buah simalakama, jika tidak dkatakan tidak akan berakhir. Jika
dikatakan, aku akan kehilangan Chandra selamanya.
Dan benar, Chandra pulang ke Indonesia. Dia datang sebelum waktunya, 2 minggu sebelum Ramandhan sudah tiba di Indonesia.
Perasaan cemas dan ketakutan yang ku rasakan, tidak tahu harus bagaimana mengatakannya. Tapi Chandra meminta untuk ketemu.
Hingga pada akhirnya, aku menyerah. Aku mengatakan semua kebohongan yang sudah ku lakukan kepadanya selama ini.
Ya,
kalau kata teman aku "Jika Chandra benar-benar mencintai aku, dia akan
menerima kamu sebagai diri aku sebenarnya. Jika dia tidak mencinta aku,
dia akan pergi untuk selamanya"
Dan
benar, ketika aku mengatakan kebenarannya kepadanya. Chandra tidak
merespon, dia tidak mengatakan apa pun. Aku tidak berani bertemu
dengannya, aku hanya berani mengatakannya melalui whats up. Bukan hanya
itu, dia memblock semua akun aku.
Perasaan kehilangan kurasakan berbulan-bulan, tanpa ada kabar darinya. Sepi ...
Tapi aku harus siap merelakan dia pergi untuk selamanya. Chandra bukan jodoh aku.
Sejak saat itu, aku resah memikirkannya. Apa yang dia lakukan, sedang apa dia. Isi otak aku hanya Chandra ... Chandra ...
Suatu ketika, aku kerumahnya ketika Idul Fitri. Aku mengirimkan bunga untuk ibunya.
Chandra marah, dia tidak mau aku kirimkan bunga untuk ibunya, "Jangan kirim bunga atau apa pun untuk ibu maupun keluarga aku".
Sedih ... Ketika membaca pesan darinya.
Ternyata
Chandra tidak mencintai aku, dia melupakan apa saja yang sudah aku
lakukan selama ini. Bahkan aku rela tidur jam 02:00 hanya untuk membangunkan dia.
Ya ... Selisih waktu Meulborne - Jakarta sekitar 4 jam.
Chandra harus bangun jam 05:00 jika dapat shift Jam 07:00. Dan itu artinya, aku hanya tidur beberapa jam.
Bukan itu saja, aku rela tidak tidur jika besoknya dia dapat jatah libur. Kami bisa ngobrol hingga pagi.
Tapi mau gimana lagi, semuanya berakhir sampai disini. Semuanya tinggal kenangan saja.
Beberapa bulan kemudian, aku mendengar Chandra menikah. Dia dijodohi kakak iparanya dengan teman arisannya.
Dan yang membuat aku kaget, Chandra menikah dengan teman sekolah aku.
"Aaahhh ... Sempitnya dunia ini, sangat sempit" Ucapku.
Tapi apa pun itu, aku bahagia melihat dia bahagia dengan pasangan hidupnya. Apalagi pasangannya aku kenal dan pernah kuceritakan mengenai Chandra kepadanya.
Sekarang artinya, ada yang temenin dia. Ada seseorang yang menemani dia untuk
menjalani hidupnya, ada tempat dia berbagi kisah. Dia tidak sendiri
lagi.
Dan itu cukup buat aku, yang terpenting dia bahagia.
Beberapa
tahun kemudian, aku kembali jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepada pria
asing, Luke nama lelaki itu. Dia berkewarganegaraan Australia.
Daammm ... Australia ? Kenangan akan Chandra kembali.
Pertemuan aku dengan Luke, ketika berlibur di Bali.
Sore
itu, disaat aku ingin melihat matahari terbenam di pantai Jimbaran.
Tiba-tiba seekor anjing menghampiri aku. Dan tidak lama kemudian, Luke
datang.
"Im sorry, thats my dog" Ucapnya.
"Its ok, i love dog. Dont worry" Ujarku.
Dan kami pun melihat matahari terbenam bersama. Romantis kan, padahal baru bertemu.
Hahaha ....
Sejak saat itu, hubungan kami semakin dekat. Biarpun jarak memisahkan kami, tapi tidak membuat kami putus komunikasi.
Aku mulai mengenal siapa Luke dan bagaimana karakter dia.
Ternyata, Luke sudah lama tinggal di Bali. Dia punya banyak usaha disini, mulai dari makanan hingga villa.
Dan
aku pun kembali merasakan jatuh cinta. Biarpun Luke cuek, tapi dia
sebenarnya perhatian. Dia selalu tahu apa yang aku butuhkan, tanpa aku
harus mengatakannya.
Hingga suatu hari, Luke melamar aku. Tanpa berpikir panjang, aku menerimanya. Dan bulan madu kami ke Australia.
Setibanya di Australia, aku berharap bisa bertemu Chandra sekali saja. Ingin melihat wajahnya, melihatnya langsung biarpun itu harus jauh.
Aku pun mengajak Luke untuk makan di restaurant tempat Chandra menjadi Chef-nya.
Perasaan campur-aduk dan berharap bisa bertemu dengannya. Dan doaku dijawab, aku melihat Chandra.
Ya ... Aku melihat Chandra dari kejauhan, melihat wajahnya.
"Itukah lelaki yang pernah aku cintai, itukah lelaki yang selama ini pernah aku tipu dengan akun palsu. Agar bisa dekat dengannya". Dalam hati ku berkata.
Dan ketika mata bertatapan, aku tersenyum kepadanya. Dia membalas senyumku.
Ternyata ... Chandra tidak mengenali aku, dia memang benar-benar melupakan aku. Bagus ...
Dia sudah bahagia pasti bersama istrinya, ada yang mengurusnya.
Chandra memang masa lalu aku, tapi sekarang Luke masa depan aku. Chandra sudah bahagia, aku pun harus bahagia.
Dan aku ingin dilumpuhkan ingatanku akan Chandra, aku ingin melupakan dia selamanya.
Chandra bukan jodoh aku, Luke jodoh dan masa depanku.
Aku ingin memiliki anak darinya, bersamanya dalam suka maupun duka. Dan hingga maut memisahkan kami.
Tulisan ini diikutsertakan dalam "EVENT MENULIS" Tema "HARAPAN TERINDAH"


No comments:
Post a Comment