Thursday, April 23, 2020

Aplikasi Ruang Guru dan COVID-19

Aplikasi Ruang Guru dan COVID-19
Dorkas Manroe


Apaaa ... PSBB (Perpanjangan Perbelakuan Pembatasan Sosial Berkala Besar) diperpanjang ? 

Busyet, artinya WFH (Work From Home) diperpanjang. 

Artinya anak-anak sekolah masih harus belajar dirumah.

Aaarrggghhh ... Bosan sangat pasti. 

Tapi jangan kuatir, untuk mengisi kebosanan, aku ada solusinya. Kita belajar yuks ...

Koq belajar sih, memang tidak ada kegiatan lain. 

Eeiitss, jangan salah dengan belajar kita bisa menambah ilmu. Orangtua, anak-anak bahkan kita orang dewasa pun bisa terus belajar.

Jadi bukan anak sekolah saja yang perlu belajar, kita yang dah lulus sekolah / kuliah maupun bekerja perlu belajar juga.

Kebetulan nih, aku menemukan aplikasi bagus. Aplikasi ini bisa untuk semua umur dan kalangan, namanya "RUANG GURU

Aplikasi ini berbasis kepada pendidikan, seperti layanan kelas virtual, platform ujian online, video belajar berlangganan, marketplace les privat, serta konten-konten pendidikan lainnya. 

Selain itu, aplikasi ini bisa juga buat guru. 

Nah, kalau aku sendiri "daftar sebagai guru". 

Nanti disini kita juga memilih, mau kelas berapa. Dan ada tes nya juga loh. Jadi kita mengasah pengetahuan kita, sejauh mana kemampuan kita.

Jujur, klo aku tidak terlalu pintar. Jadi aku sering mengikuti tes yang ada disini.

Aplikasi "RUANG GURU" ini bagus untuk anak-anak belajar, apalagi disituasi COVID-19 seperti ini. Anak-anak harus belajar dirumah dan orangtua juga harus membantu mereka belajar. 

Nah, kalau untuk anak-anak bisa pilih "daftar sebagai murid" kemudian pilih kelas berapa mereka. 

Aplikasi ini bisa diakses lewat HP dengan cara download di playstore namanya "RUANG GURU" atau bisa lewat laptop/PC


Download Playstore

 

Link URL



Di aplikasi ini banyak menu yang bisa kita pilih untuk belajar, jadi ilmu kita bisa menambah. 




Disini juga ada "BANK SOAL" jadi wawasan kita menambahkan.




Dan sekarang ini, "RUANG GURU" sedang ada program sekolah online Gratis yang bisa kita ikuti setiap Senin-Jumat jam 08:00-12:00  WIB. 

Coba deh kalian download dulu aplikasinya, pelajari dulu sendiri kemudian kenalin ke anak-anak. Biarpun mereka dirumah, mereka masih mendapatkan ilmu, wawasan dan materi pendidikan tidak hanya dari sekolah saja.

Aplikasi ini bagus dan aman buat anak-anak dan juga buat kita yang ingin menambah ilmu dan wawasan. Apalagi disituasi COVID-19 dimana PSBB diperpanjang entah sampai kapan dan anak-anak perlu belajar juga.

Kalau selama ini, kita memberikan mereka les mata pelajaran. Di Aplikasi "RUANG GURU" anak-anak bisa belajar, anggap saja mereka les disini.

Ya kan ... Mereka bisa belajar dirumah menggunakan HP / LAPTOP / PC mereka. Dan orangtua bisa monitor. 




Oh ya, untuk kalian yang guru, "RUANG GURU" sedang mencari pengajar terbaik dalam "INDONESIA TEACHER PRIZE 2020". 

Yuks ikutan, cara daftarnya mudah dan gratis. Coba deh klik link berikut








Kalau aku guru, aku dah daftar. Sayangnya aku bukan guru, jadi hanya bisa menyebar beritanya saja. 

Hehehe ...

Nah, tunggu apalagi. Buruan download aplikasi "RUANG GURU".

Aku saja sudah download, kalian juga dunks.
 
Oh ya, kalian kalau kalian daftar jangan lupa ya pakai kode referal aku "LAURA7FYRN4CEHE9"


Silahkan mencoba ya.

Saturday, April 18, 2020

Lumpuhkan Ingatanku

Lumpuhkan Ingatanku
Dorkas Manroe


Sebulan sudah tidak bisa kemana-mana, wabah ini membuat semua manusia yang ada dimuka bumi harus "STAY AT HOME". 

Ya ... Wabah "Covid 19" atau lebih tenarnya "CORONA". 

Wabah ini ditimbulkan oleh virus dengan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, demam bahkan kematian. Penularan virus ini lebih cepat dari semua penyakit yang ada, termasuk HIV/AIDS.

Wabah ini berawal dari negara Wulan, China. Kemudian menyebar ke semua negara, saat ini sudah 200 negara yang terkena wabah ini. 

Dan salah satu cara penanggulangan supaya tidak meluas, dengan cara PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) alias pembatasan kegiatan masyarakat. 

Selain itu, kebersihan menjadi perhatian. Seperti mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, atau bersihkan dengan usapan berbasis alkohol.  

Pemerintah pun memberlakukan semua kegiatan dilakukan dirumah, mulai dari sekolah bahkan kantoran pun dikerjakan dirumah. 

"Aaahhh ... Bosan. Kapan semuanya berakhir, sampai kapan aku dirumah terus" Ujarku dalam hati.

Wabah ini benar-benar membuat "lumpuh" aktivitas, tidak bisa kemana-mana. Ruang gerak terbatas. 

"Heeyyy ... Corona kapan kalain pergi. Aku sudah bosaaannnn ...." Teriak ku. 

Rindu dengan aktivitas rutin, bangun jam 04:00, masak, mandi, kemudian ke tempat usaha milik suami ku.

Sumpah ... Rindu dengan semuanya.

*****

Sabtu siang, tidak ada pekerjaan yang harus aku kerjakan. Di depan laptop, aku mencoba mencari film baru. Tapi tidak satu pun, film bagus. Akhirnya ku putar musik, sambil aku browsing berita terbaru mengenai wabah Corona ini.

Dan tiba-tiba ku lihat, ku lihat tulisan mengenai "Puasa". 

Oh ya, sebentar lagi "Puasa" kan.

Dan setiap kali ingat puasa, teringat kisah percintaan ku yang kandas di bulan Ramandhan.

Ya ... Kisah cinta ku hancur karena kebodohan yang aku buat sendiri. 

Mungkin yang mendengar kisah ku ini tidak akan percaya, atau mengatakan bodoh. 

Bagaimana bisa jatuh cinta dengan sosok yang belum pernah ketemu, apa dengan komunikasi saja sudah bisa membuat jatuh cinta. 

"Omong kosong ..."

Tapi bagi aku, ini kisah cinta yang unik dan belum pernah aku alami.  Mungkin pertama dan terakhir dalam perjalanan hidupku. 

Aku jatuh cinta dengan sosok lelaki yang belum pernah aku ketemu. Perkenalan kami di dunia maya, tepatnya facebook. Entahlah siapa yang add terlebih dahulu, tapi yang pasti kami sudah berteman.

Tapi yang aku ingat, aku yang terlebih dahulu menyapanya. 

Aku koment di statusnya, mengucapkan "Selamat Natal" kepadanya. Dan gayung pun bersambut, dia bukan hanya membalasnya. Tapi juga inbox mengucapkan "Selamat Natal".

Seiring waktu, kami pun tukeran no handphone. Dan kami pun terus berkomunikasi. 

Chandra, nama lelaki itu. Lelaki yang bekerja di Meulborne sebagai Chef. Dia bukan lelaki asing, dia sebenarnya orang Indonesia yang bekerja disana.

Semenjak perceraiannya, dia memutuskan untuk bekerja dan tinggal disana. Sendiri, tanpa keluarga. 

Dan berkat salah satu teman sekolahnya, dia bisa hijrah kesana. 

Perjalanan hidupnya membuatku berpikir, "Jika menikah, semuanya akan bersama selamanya hingga kematian yang memisahkan". Ternyata tidak, pernikahan itu bisa terputus karena "Perselingkuhan".

Itulah yang terjadi dengan dia, mantan istrinya selingkuh. 

Untuk itulah, dia harus hijrah ke Meulborne. Melupakan masa lalu dan memulainya dari 0 lagi. 

Hingga suatu hari, dia tidak ada kabar. Tiap aku chat, dia tidak membalas. 

"Apa yang terjadi, apakah dia baik-baik saja". Tanya ku dalam hati. 

Aku menjadi bigung, gelisah. Apa yang terjadi dengan dia, kenapa dengan dia. 

Dia berubah, apa salah aku. Kenapa dia menjauh ?

Perasaan ini tidak karuan memikirkannya, hampir gila aku dibuatnya.

Hingga suatu hari, muncul ide konyol, membuat akun palsu. Ternyata berhasil, akun palsu itu bisa membuatnya dekat kembali denganku. 

Ya, biarpun aku harus sebagai orang lain. Tapi tidak apalah, yang penting bisa komunikasi dengannya lagi. Bisa tahu apa saja yang dia lakukan, seperti dulu.

Kareen, nama akun palsu yang aku buat itu. 

Dan sejak saat itu, kami semakin dekat. Aku semakin tahu semua kegiatan dan kebiasaannya. Mulai dari bangun tidur, hingga tidur kembali. 

Sedikit demi sedikit, Chandra mulai cerita tentang masa lalu. Termasuk masa lalunya bersama mantan istrinya dan bagaimana dia bisa hijrah ke Meulborne.

Bukan hanya itu saja, Chandra selalu memberitahu apa saja yang dia lakukan. Kemana dia pergi, pakaian apa yang dia pakai selalu dia memberitahu. 

Pernah suatu ketika, Chandra memakai kemeja kotak-kotak berwarna merah dan celana pendek kotak-kotak berwarna kuning. 

Tertawa ngakak aku, ketika dia mengirimkan fotonya itu. Lalu aku menyarankan dia menganti bawahnya dengan jins. Dan diluar dugaan, dia menggantinya dengan celana jins panjang. 

Wooww ... Terlihat tampan ketika dia mengirimkan kembali fotonya.

Kami ini seperti saling melengkapi, saling mengisi kekosongan. Aku sendiri, dia sendiri. 

Dia juga tidak curiga, kalau yang selama ini komunikasi dengan dia itu aku. Tiap kali dia minta video call, aku punya sejuta alasan untuk menolaknya. Dan dia percaya karena aku selalu menggantinya dengan memberikan foto dari akun pemilik palsu tersebut.

Ritika, nama pemilik akun yang fotonya aku berikan. Perempuan bertubuh mungil, berambut panjang dan berkulit putih. Sosok itulah yang membuat Chandra menerima pertemanan di Facebook. 

Lalu, kenapa bisa cinta dengan Chandra ? Jawabannya simple, "Cinta yang tumbuh dalam hati"

Biarpun kami belum pernah bertemu, cinta itu tumbuh seiring kebersamaan kami. Aku pun tahu secara detail luka maupun tatto yang ada ditubuhnya. 

Kok bisa tahu ? Ya, aku tahu dari foto yang dia berikan. Aku bisa lihat secara detail, sampai dia berkata "Kamu ini benar-benar istri teliti".

Hahaha ... 

Aku hanya bisa tertawa mendengar dia berucap begitu. 

Tapi ... Mau sampai kapan seperti ini, mau sampai aku berpura-pura sebagai orang lain. Aku ingin Chandra mencintai aku. Mencintai Eva, bukan mencintai Kareen atau pun sosok Ritika seperti foto yang kuberikan.

Oh ya, nama aku Eva. Perempuan pendek, berambut panjang, berkulit putih dan berpostur tubuh gemuk. Tidak ada pria yang mau dengan aku, begitu lihat body aku mereka pasti mundur perlahan. Hanya sekedar kenalan, kemudian tidak ada kabar lagi.

Hingga suatu hari, Chandra mengatakan akan pulang ke Indonesia pas lebaran untuk berlibur disini. 

Uuhhfff .... Itu artinya masalah baru akan datang. 
 
Apa yang harus aku lakukan, apa aku harus mengatakan kebenarannya. Ini seperti buah simalakama, jika tidak dkatakan tidak akan berakhir. Jika dikatakan, aku akan kehilangan Chandra selamanya.

Dan benar, Chandra pulang ke Indonesia. Dia datang sebelum waktunya, 2 minggu sebelum Ramandhan sudah tiba di Indonesia. 

Perasaan cemas dan ketakutan yang ku rasakan, tidak tahu harus bagaimana mengatakannya. Tapi Chandra meminta untuk ketemu.

Hingga pada akhirnya, aku menyerah. Aku mengatakan semua kebohongan yang sudah ku lakukan kepadanya selama ini. 

Ya, kalau kata teman aku "Jika Chandra benar-benar mencintai aku, dia akan menerima kamu sebagai diri aku sebenarnya. Jika dia tidak mencinta aku, dia akan pergi untuk selamanya"
  
Dan benar, ketika aku mengatakan kebenarannya kepadanya. Chandra tidak merespon, dia tidak mengatakan apa pun. Aku tidak berani bertemu dengannya, aku hanya berani mengatakannya melalui whats up. Bukan hanya itu, dia memblock semua akun aku. 

Perasaan kehilangan kurasakan berbulan-bulan, tanpa ada kabar darinya. Sepi ...

Tapi  aku harus siap merelakan dia pergi untuk selamanya. Chandra bukan jodoh aku.

Sejak saat itu, aku resah memikirkannya. Apa yang dia lakukan, sedang apa dia.  Isi otak aku hanya Chandra ... Chandra ...

Suatu ketika, aku kerumahnya ketika Idul Fitri. Aku mengirimkan bunga untuk ibunya. 

Chandra marah, dia tidak mau aku kirimkan bunga untuk ibunya, "Jangan kirim bunga atau apa pun untuk ibu maupun keluarga aku".

Sedih ... Ketika membaca pesan darinya.

Ternyata Chandra tidak mencintai aku, dia melupakan apa saja yang sudah aku lakukan selama ini. Bahkan aku rela tidur jam 02:00 hanya untuk membangunkan dia. 

Ya ... Selisih waktu Meulborne - Jakarta sekitar 4 jam.

Chandra harus bangun jam 05:00 jika dapat shift Jam 07:00. Dan itu artinya, aku hanya tidur beberapa jam. 

Bukan itu saja, aku rela tidak tidur jika besoknya dia dapat jatah libur. Kami bisa ngobrol hingga pagi.

Tapi mau gimana lagi, semuanya berakhir sampai disini. Semuanya tinggal kenangan saja. 

Beberapa bulan kemudian, aku mendengar Chandra menikah. Dia dijodohi kakak iparanya dengan teman arisannya.

Dan yang membuat aku kaget, Chandra menikah dengan teman sekolah aku. 

"Aaahhh ... Sempitnya dunia ini, sangat sempit" Ucapku.


Tapi apa pun itu, aku bahagia melihat dia bahagia dengan pasangan hidupnya. Apalagi pasangannya aku kenal dan pernah kuceritakan mengenai Chandra kepadanya.

Sekarang artinya, ada yang temenin dia. Ada seseorang yang menemani dia untuk menjalani hidupnya, ada tempat dia berbagi kisah. Dia tidak sendiri lagi.

Dan itu cukup buat aku, yang terpenting dia bahagia. 

Beberapa tahun kemudian, aku kembali jatuh cinta. Aku jatuh cinta kepada pria asing, Luke nama lelaki itu. Dia berkewarganegaraan Australia. 

Daammm ... Australia ? Kenangan akan Chandra kembali.

Pertemuan aku dengan Luke, ketika berlibur di Bali.

Sore itu, disaat aku ingin melihat matahari terbenam di pantai Jimbaran. Tiba-tiba seekor anjing menghampiri aku. Dan tidak lama kemudian, Luke datang.

"Im sorry, thats my dog" Ucapnya.

"Its ok, i love dog. Dont worry" Ujarku.

Dan kami pun melihat matahari terbenam bersama. Romantis kan, padahal baru bertemu.

Hahaha ....
 
Sejak saat itu, hubungan kami semakin dekat. Biarpun jarak memisahkan kami, tapi tidak membuat kami putus komunikasi.

Aku mulai mengenal siapa Luke dan bagaimana karakter dia.

Ternyata, Luke sudah lama tinggal di Bali. Dia punya banyak usaha disini, mulai dari makanan hingga villa.

Dan aku pun kembali merasakan jatuh cinta. Biarpun Luke cuek, tapi dia sebenarnya perhatian. Dia selalu tahu apa yang aku butuhkan, tanpa aku harus mengatakannya.

Hingga suatu hari, Luke melamar aku. Tanpa berpikir panjang, aku menerimanya. Dan bulan madu kami ke Australia. 

Setibanya di Australia, aku berharap bisa bertemu Chandra sekali saja. Ingin melihat wajahnya, melihatnya langsung biarpun itu harus jauh.

Aku pun mengajak Luke untuk makan di restaurant tempat Chandra menjadi Chef-nya. 

Perasaan campur-aduk dan berharap bisa bertemu dengannya. Dan doaku dijawab, aku melihat Chandra. 

Ya ... Aku melihat Chandra dari kejauhan, melihat wajahnya. 

"Itukah lelaki yang pernah aku cintai, itukah lelaki yang selama ini pernah aku tipu dengan akun palsu. Agar bisa dekat dengannya". Dalam hati ku berkata.

Dan ketika mata bertatapan, aku tersenyum kepadanya. Dia membalas senyumku. 

Ternyata ... Chandra tidak mengenali aku, dia memang benar-benar melupakan aku. Bagus ...

Dia sudah bahagia pasti bersama istrinya, ada yang mengurusnya.

Chandra memang masa lalu aku, tapi sekarang Luke masa depan aku. Chandra sudah bahagia, aku pun harus bahagia. 
 
Dan aku ingin dilumpuhkan ingatanku akan Chandra, aku ingin melupakan dia selamanya.  

Chandra bukan jodoh aku, Luke jodoh dan masa depanku.

Aku ingin memiliki anak darinya, bersamanya dalam suka maupun duka. Dan hingga maut memisahkan kami.



Tulisan ini diikutsertakan dalam "EVENT MENULIS" Tema "HARAPAN TERINDAH"



 

Tuesday, April 14, 2020

Kelingking Beach Nusa Penida, Surga Tersembunyi

Kelingking Beach Nusa Penida,
Surga Tersembunyi
 Dorkas Manroe


Apa kalian pernah dengar atau pernah ke Kelingking Beach, Nusa Penida ? Pasti jawabannya sudah dunks. Kalau belum pernah dengar, jawabannya ada di 3 nusa daerah Bali. Tepatnya di Bunga Mekar, Nusapenida, Klungkung Regency, Bali 80771.

Terus bagaimana kesana, gampang. Dari Pantai Sanur, kita menyebarangnya. Dengan kapal cepat sekitar 45 menit dan biayanya cukup murah Rp 100.000 sekali jalan. Dan Nanti akan berlabuh di pelabuhan, seperti Banjar Nyuh, Buyuk, Sampalan, dan Toya Pakeh.

Kalau PP bisa tidak ? Bisa banget. Kita bisa pergi dengan penyebrangan awal di Jam 07:00, kalau bisa sudah di Pantai Sanur paling lama jam 05:00 karena kalau datang mepet, kita akan ikut jam berikutnya kalau tidak salah jam 10:00. Rugi kalau nyebrang siang kalau mau PP.

Nah ... Kalau mau pulang, Kapal cepat terakhir jam 18:00. Jadi jam 116:00 harus sudah sampai di Pelabuhan Nusa Penida nya karena tiket terbatas. Jika habis, harus menginap disini. 

Dan kalau boleh saran, lebih baik pulang dari Nusa Penida Jam 15:00 karena arusnya bagus. Dan tidak terlalu gelap juga. Jadi masih bisalah menikmati pemandangannya.

Selama di Nusa Penida, kita bisa sewa motor atau mobil. Jangan kuatir, begitu turun dari kapal cepat, kita bisa temui penyewaan mobil atau motor. 

Waktu itu sih, aku sewa motor karena sendiri. Cukup murah koq, Rp 70.000 saja selama kita di Nusapenida, bensin pun penuh. 

Jujur, ini pengalaman berkesan. Gimana tidak berkesan, aku kesini sendiri. Tanpa ada teman, hanya modal nekad. Ingin tahu seperti apa "Kelingking Beach". Seindah apa sih, ternyata memang indah. 

Mungkin kebanyakan orang menyebutnya "Surga Tersembunyi".

Dan untuk bisa sampai kesini, bagi aku butuh perjuangan banget.

  1. Bangun pagi dari hotel Jam 04:00 karena harus di Pantai Sanur paling lama Jam 05:30 biar tidak kehabisan tiket.
  2. Sewa motor dan kendarain motor sendiri, tanpa teman. Hanya modal keberanian dan nekad tinggi. Tidak ada bayangan, rutenya gimana. Bagi aku yang penting jalan dulu lah, gimana disana, nanti saja. Dan ternyata, rute perjalanan untuk bisa sampai disana luar biasa. Sepi, terkadang berbatuan, berliku/berbelok-belok dan naik-turun. Untungnya tidak hujan, cuaca "bersahabat". Jika tidak, ya tetap diteruskan dunks.  Masa udah sampai disini, harus berhenti. Tidak ada dalam kamus aku begitu, hehehe ...
  3. Butuh waktu sekitar 1 jam untuk bisa sampai ke "Kelingking Beach", modal bertanya ketika bertemu orang dan felling. Disana untuk rambu panduan terbatas, tapi tidak susah kok, tinggal ikuti saja jalannya. Kalau ada perempatan, tinggal cari orang saja tuk bertanya.
  4. Dan ketika sampai disana, terbayar. Pemandangannya cantik, tidak bisa dikatakan. Luar biasa. 
Surga .... 

Seperti inikah surga itu ... 

Indah ...

Cantik ...

Tapi yang membuatku tidak habis pikir sampai sekarang, klo ingat kenangan disana. 

Kenekatan luar biasa, hampir tidak percaya aku bisa lakukan itu. 

Hehehe ...

Kenangan ketika harus turun kebawah untuk merasakan deburan ombaknya, birunya air laut dan bersihnya pasir. Dan ketika harus naik lagi untuk kembali.

Mungkin orang denger cerita aku, tidak akan percaya aku bisa sampai dibawah. Untuk menuju kesana itu sulit, kondisi jalannya tidak bagus. Berbatuan dan terjal, salah langkah bisa nyawa melayang. 

Kalau tidak percaya, silahkan cek di youtobe kondisi jalan "Kelingking Beach".

Dan Puji Tuhan, aku bisa sampai dibawah dibantu bule-bule yang ingin turun ke bawah. 

Aahhhh ... Akhirnya aku bisa sampai, biarpun harus berhenti dan banyak dibantu. 

Sesampainya, semua terbayar. 

Selama ini hanya liat postingan orang-orang disini, akhirnya bisa disini. Bisa liat langsung, bisa merasakan deburan ombaknya. Udara sejuk dan birunya laut. 

Dan sekali lagi aku berkata "Inikah surga ? Seperti inikah surga , indah sekali". Tidak bisa diucapkan dengan kata-kata.

Sesudah sampai disini, rasanya tidak ingin pulang. Betah ...

Tapi sayang, tidak bisa tinggal disini. Harus pulang, ketika kita pergi harus tetap pulang kan

Dan inilah paling berat, ketika harus naik keatas. Rute perjalanan naik lebih berat daripada turun. Tidak ada tali, hanya modal berbatuan, tangan dan kaki yang kuat untuk melangkah. 

Ditambah terik matahari yang luar biasa dan tubuh aku pendek plus gendut, menambah perjalanan semakin berat. Mungkin kalau orang yang bobotnya tidak gendut dan tinggi, pokoknya tidak seperti aku, akan mudah naiknya. 

Nah ... Sedangkan aku sangat sulit. Beberapa kali harus berhenti, minum. Bukan hanya itu saja, rasa mual dan pusing menghampiri. 

Dan saat seperti inilah baru ingat Tuhan, baru ingat berdoa. 

Hahahahaha ...

Tuhan itu baik, Dia kirimkan banyak bule untuk bantu naik ketika susah untuk dinaiki. Maklum, kaki aku pendek. Jadi butuh bantuan untuk menaikinya.

Dan Puji Tuhan, aku bisa sampai diatas. Tanpa lecet ditubuh, hanya muntah saja begitu sampai diatas. 

Tapi tidak apalah, yang penting aku selamat. 

Entahlah, apa yang terjadi jika aku terjatuh kemarin. Mungkin nama aku jadi terkenal dan ada di semua media sosial dengan judul "Seorang Perempuan terjatuh di Kelingking Beach, dia sendiri tanpa ada yang temanin".

Dan di body tulisannya tertera nama aku.

Hahahaha ... 

Gila ... Sumpah Gila ... 

Andai wkatu itu, bisa aku videokan perjalanan menuju ke atas pasti akan ku videokan. Tapi sayang, tidak bisa. Bisa sampai diatas saja, Puji Tuhan. 

Puji Tuhan, masih diberi umur sampai sekarang.

Dan ketika aku beritahu orangtua, keluarga dan orang-orang terdekat aku, mereka tidak percaya aku bisa sampai dibawah. 

Seperti itulah hidup, butuh perjuangan untuk bertahan. Tidak selamanya perjalanan hidup kita mulus, terkadang terjal, berbatuan, berliku dan naik-turun. Tinggal gimana kita menjalaninya, apakah akan meneruskan perjalanan hidup itu atau memilih berhenti.

Tapi tahu tidak, aku bisa naik keatas karena ada bisikan "Kamu pasti bisa naik, selama ini kamu bisa lewati hidup kamu. Kenapa untuk ini, kamu menyerah" Dan seperti ada tenaga untuk menaiki rute yang terjal itu. 

Sumpah, aku disini menangis. Aku takut mati, aku tidak mau mati.

Hahaha ... Lebay ya aku.

Aduh ... Tidak tahu deh, jika kemarin aku tidak sampai diatas. Artinya aku lemah, menyerah begitu saja. Menyerah karena putus-asa, menyerah karena lelah. 

Tapi itu bukan aku, tidak ada lelah dalam hidup aku. Sudah banyak rute terjal dalam kehidupan aku dan selama ini bisa aku lewati. 

Aku kan perempuan yang tidak pantang menyerah, aku harus bisa bangkit ketika aku terjatuh karena Tuhan selalu bersama aku. Dia selalu kirimkan orang untuk menarik tangan aku ketika aku membutuhkan.

Dan itu benar, disaat aku butuh seseorang untuk membantu aku naik. Ada saja yang tolong, mereka menawarkan untuk membantu aku.

Tuhan tidak pernah meninggalkan aku, biarpun terkadang aku lupa dengan-Nya. 

Mungkin ini terdengar lebay, tapi coba deh kalian yang belum pernah sama sekali mendaki, ke "Kelingking Beach" sendiri. Terus turun kebawahnya dan naik kembali.

Apakah kalian mampu atau tidak, jika mampu kalian akan berkata sama dengan aku.  

Tapi apa pun itu, aku tidak kapok. Mau lagi kesana, mau lagi melakukan hal yang sama. 

Oh ya, di Nusa Penida bukan hanya "Kelingking Beach" yang bisa dikunjungi. Disini banyak tempat yang bisa kita kunjungi

Nah, kalau kalian tipe yang liburannya berpetualang bisa coba kesini deh. 

Pasti betah deh...

Jangan lupa juga, siapkan kamera atau pun kamera hp kalian. Banyak spot bisa kalian foto, lumayan kan buat nambah koleksi foto.



SELAMAT BERLIBUR


Galerry Foto



























 


 

 




Friday, April 10, 2020

Siapa yang Menebar Kebaikan, akan Menuai Kebaikan

Siapa yang Menebar Kebaikan, akan Menuai Kebaikan
Dorkas Manroe


Kenapa dalam hidup "kita harus berbuat baik. Kenapa kita harus berbagi dengan orang lain, terutama kepada orang yang membutuhkan".

Mungkin kalimat itu pernah menjadi pertanyaan dibenak diri sendiri. Jawabannya simple "Tabur Tuai".

Ya, siapa yang menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan. Jika kita berbuat kebaikan, suatu hari nanti pasti kita akan menerima kebaikan juga. 

Maka "Berikanlah kebaikan kepada orang yang berhak menerimanya. Dan janganlah menahan Kebaikan dari pada orang yang berhak menerimanya"

 
Ini bukan bualan / ocehaan saja, tapi ini pernah terjadi dalam kehidupan aku. Banyak pertolongan datang ketika aku benar-benar membutuhkan.

Aku ini bukan orang baik, aku ini galak dan cerewet. Mungkin orang yang baru kenal aku, pasti akan mengatakan aku sombong. Tapi bagi yang sudah kenal dan dekat dengan aku, pasti akan mengatakan aku ini orang baik. Suka memberi, itu yang mereka suka katakan.

Entahlah, hati ini suka sedih, tidak tega kalau melihat mereka yang mempunyai keterbatasan masih punya semangat untuk bekerja. Berjuang untuk menyambung hidup dan kalau melihat mereka menjadi cerminan diri sendiri. Mereka saja masih mau bekerja, sedangkan aku masih saja suka mengeluh.
 
Hampir setiap hari, aku melihat pedagang yang berjualan dengan keterbatasan mereka. Entah itu keterbatasan fisik atau usia mereka yang seharusnya sudah dirumah, tapi masih berjualan.

Seperti pedagang krupuk yang tidak bisa melihat ini, dengan keterbatasan alat indera. Mereka bisa naik turun commuterline atau pun angkot hanya untuk menjual krupuk dari satu tempat ketempat lain. 


Bukan hanya itu, mereka sendiri tanpa ada yang dampingi. Dengan satu tangan memegang tongkat dan satu tangan memegang barang dagangannya. Bukan hanya itu, tubuh yang lain juga sebagai tempat untuk menaruh barang dagangannya. 



Atau seperti nenek penjual tissue dan kakek penjual celengan tanah ini. Mereka rela berjualan dipinggir jalan demi mendapatkan uang. Mereka tidak perduli harus jualan sampai malam. Diusia mereka yang seharusnya dirumah, tapi mereka masih menjajakan dagangan mereka demi mendapatkan uang. Tidak perduli berapa yang mereka dapat nanti hasilnya, tapi mereka berusaha dulu untuk menjual barang dagangannya.

Dan apakah mereka mendapat untung, jawabannya tentu tidak. Kalau pun ada keuntungan, pasti tidak bisa memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari mereka. 

Ya, klo aku pribadi ketemu mereka. Biasanya aku membeli. Entah itu satu atau dua dari dagangan mereka. Mungkin sebenarnya barang itu tidak perlu, tapi dengan kita membelinya akan berarti buat mereka.

Dan jangan menawar, kalau perlu kasih lebih. Anggap saja kita sedang membeli barang di mall, sudah ada harganya. Jadi tidak bisa ditawar. 


Lihat ... Hidup ini tidak adil bukan, kenapa mereka diberikan perjalanan hidup seperti ini. Dan apakah mereka pernah mengeluh, pasti jawabannya pernah. Setiap orang pernah mengeluh, apa pun situasinya pasti pernah mengeluh.

Tapi mereka tidak putus asa, mereka tetap menjalani hidup. Mereka tetap bekerja, tidak perduli usia mereka berapa. Tidak perduli dengan keterbatasan mereka. Yang mereka tahu, mereka harus mendapatkan uang untuk menyambung hidup.

Harusnya kita yang sudah diberikan pekerjaan yang enak, bisa bekerja dengan baik. Bisa bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan, tapi sayangnya kita terkadang kurang bersyukur dan kurang menyadarinya.

Apalagi disituasi sekarang ini, wabah corona melanda semua lapisan negara. Termasuk Indonesia, yang tingkat penyebarannya cepat.

Bagaimana nasib dengan mereka yang dikalangan bawah, bagaimana mereka menyambung hidup. Masyarakat banyak yang takut untuk membeli sesuatu, apalagi dari pedagang seperti mereka. Pedagang jalanan, yang tidak punya tempat berjualan yang tetap. 

Nah, ini saatnya kita membantu mereka. Saatnya kita melakukan kebaikan berbagi, menebar kebaikan untuk menuai kebaikan suatu hari nanti.
 
Tapi ... Kan lagi wabah corona, lagi "Social distancing". Tidak bisa kemana-mana, harus "Stay At Home"
 

Eeemmm ... Jangan kuatir, kalian bisa menebar kebaikan melalui DOMPET DHUAFA.

Disini kalian bisa membantu sesama dengan cara berdonasi, zakat, infaq dan wakaf.

Dompet Dhuafa sendiri yang berdiri di bulan April 1993, mempunyai VISI dan MISI 

Selain itu, Dompet Dhuafa sendiri mempunyai program yang meliputi Pendidikan, Ekonomi, Kesehatan, Budaya, Sosial dan Dakwah.

Jadi ... Tunggu apalagi, yuks menebar kebaikan. Kalian bisa salurkan kebaikan kalian di link berik
ut

Kalian juga tidak perlu malu klo hanya bisa memberi sedikit, karena menebar kebaikan itu tidak dinilai dari besar kecilnya yang diberikan. Tapi keikhlasan untuk memberi. 

Niscaya, ketika kita memberi. Akan datang kebaikan.

Oh ya, klo pengen jadi relawan bisa tidak. Jawabannya bisa banget. Disini kalian bisa bergabung menjadi bagian keluarga Dompet Dhuafa untuk menebar kebaikan. Agar suatu hari nanti, kalian akan menuai kebaikan.

Yuks, mulai #MENEBARKEBAIKAN agar suatu hari nanti MENUAI KEBAIKAN

"Karena kebaikan jangan berhenti pada diri kita sendiri. Tebarkanlah dan raihlah kebaikan berkali lipat"
 




“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...