Friday, August 17, 2018

Perawatan Wajah di JT Clinic

Perawatan Wajah di JT Clinic
Dorkas Manurung

Sekarang, tiap off tidak perlu pusing lagi. Tinggal WA "Teman rasa tetangga" yang bernama Resi, tanya apakah dia dirumah atau tidak. Hehehe...

Kebetulan atau tidak, tiap gw off pasti dia dirumah tidak ada kegiatan. Kali ini dia mengajak gw ke Klinik Kecantikan di daerah Harapan Indah, Bekasi. Dia dapat voucher gratisan untuk Facial dan Pelling, lumayan gw dikasih gratisan Facialnya. Untuk tempatnya sendiri tidak jauh sih dari rumah kita. Kali ini, kita menggunakan motor milik Resi. Irit ongkos dan bisa lewat jalan tikus dan tidak ada polisi. Maklum, gw gak ada SIM. Puji Tuhan, selama ini belum kena razia. Bahkan sampai ke Bogor pun yang polisinya banyak, belum pernah razia. Semoga sih, tidak kena razia. Sayang uangnya, mending buat makan atau beli yang berguna.

Dan tiap jalan, tidak afdol kalau tidak "Jajan" dan jajanan pertama yang dibeli "Batagor", ada makanan tidak ada minum. Seret juga ya, dan "Alfamart" tempat kedua yang kita mampiri untuk membeli minum. Belum juga sampai, udah banyak saja jajannya.
Upsss...Lagi-lagi ya, warna pakaian kita sama lagi. Tidak dijanjian, pas nyampe rumahnya dia sudah pakaian. Ternyata kita sehati ya, "Pinky" hahaha... 
Sesampai disana, JT Klinik, wajah kita dicheck Dokter Kecantikannya. Katanya, wajah gw gak ada masalah. Masih kategori Ok lah, Puji Tuhan belum butuh perawatan nih wajah. Artinya tidak perlu keluar uang buat perawatan.
Jujur, ini pertama kalinya gw perawatan di Klinik kecantikan. Selama ini, gw hanya maskeran dirumah saja. 
Tahapannya, Wajah gw dibersihkan dulu menggunakan toner yang dibuat dari Klinik tersebut. Setelah itu, dipijit-pijit dari Pipi, Dagu, Jidat bahkan hidung. Enak banget, pijatannya membuat pengen tidur. Tahap selanjutnya, ada alat seperti vacum cleaner yang diputeri kewajah gw. Kemudian dicheck komedonya, lagi-lagi mba nya mengatakan "tidak ada komedo biarpun pori-pori gw besar" Wahh...Senang mendengarnya. Dan tahap terakhir, wajah gw dimasker selama 20 menit. Setelah itu dibersihkan kembali menggunakan toner pembersih. Hasilnya, wajah gw mulus dan terlihat bersih.   



Ooo...Jadi begini toh perawatan, kalau mau cantik terus harus berkali-kali datang untuk perawatan. Wah, bukan tipe gw banget yang harus menghabiskan waktu berjam-jam seperti ini. Ditambah dananya tidak ada buat perawatan begini, hahaha... 
Oh ya, di JT Klinik, banyak jenis perawatan selain untuk wajah. Ada juga buat kurusin badan atau membuat pipi tirus loh. Dijamin aman disini, banyak pasiennya loh.
Perawatan pun kelar, waktunya pulang, Tapi tidak afdol kalau belum mampir makan. Bakso, menu kita sore ini. Murah meriah, Rp 15.000 baksonya banyak ditambah banyak tetelannya. Tempatnya masuk gang sempit, hanya muat motor. Didaerah Bintara, Bekasi. Ya lumayanlah hari ini, menghabiskan waktu di Klinik Kecantikan.
Gw rekomendasi banget ini Klinik Kecantikan, wajah gw itu sensitif. Tidak bisa kena alat-alat make up. Tidak cocok, langsung gatal, merah dan jerawatan. Kalau sudah begini, bisa sebulan baru kembali normal. Ini tidak ada efek apa pun loh setelah perawatan, cocok sama wajah gw. 






                                                                                                                                                                                                                                                                                                                     


Yuks, untuk kamu yang lagi cari Klinik kecantikan dan di daerah Bekasi, bisa coba datang ke JT KLINIK di Jl. Harapan Indah Boulevard, Bekasi. Patokannya sebelah "Bamboo Dimsum Harapan Indah"  Ada kok di Google Map kalau mau kesana.

Tks u Resi untuk Voucher Facial gratisannya, semoga ditambahkan rejekinya. Amin                             

Wednesday, August 8, 2018

Teman Rasa Tetangga

Teman Rasa Tetangga
Dorkas Manroe


Pusing itu kalau hari off tidak kemana-mana, hanya dirumah. Itu artinya menambah berat badan, makan tidur saja. Waduh... Tidak... Bisa-bisa badan seperti yang diucapkan teman gw waktu itu "GENTONG AIR" 

Seperti hari ini (08/08/2018), baru janjian sama seseorang Jam 18:00. Tapi dari Pagi sampai Sore mau ngapain ya, bigung mau kemana. Cek-cek HP, browsing sana-sini. Tapi membosankan juga ya kalau seharian begini. Dan akhirnya, WA pun tertuju kepada seseorang, hehehe... 

Ya, siapa lagi kalau bukan Resi. Teman waktu di Kampus, sekarang jadi tetangga. Gayung bersambut, ternyata dia juga tidak kemana-mana. Langsung meluncur deh kesana setelah mandi.
Sampai disana, diajak nongkrong diluar. Dia cari suasana buat menulis. Pilihan tempat kali ini di JCO Pondok Kelapa Town Square, secara kita berdua belum pernah nongkrong disini. Eemm... Tempatnya sih enak, sepi dan nyaman. Mungkin karena yang ada disini, Superindo, Breadtalk dan JCO. Jadi jauh dari suasana hiruk pikuk, tapi suasananya buat ngantuk. Musik yang disuguhkan ditambah angin sepoi-sepoi membuat mata kita merem-melek.
Dan kita sibuk dengan dunia kita sendiri, sibuk membuat tulisan. Resi sibuk dengan tulisan mengenai ASIAN GAMES, gw sendiri sibuk dengan tulisan yang muncul diotak. Hehehee...
Tapi yang tidak pernah dilupakan, narcis. Foto-foto, Crekkk.... Crekkk... Berbagai macam pose demi menghasilkan foto yang bagus. Tanpa editan loh, foto kita hari ini bagus. Cerah dan Cantik.

Tepat Jam 17:00 dapat kabar "BATAL" karena Jadwal Trainningnya belum kelar. Uuuhff...Daripada pulang masih sore, kita jalan-jalan dulu seputar Pondok Kelapa dan sekitar. Sekalian memperkenalkan kepada "Tetangga Baru" area Pondok Kelapa yang kiri-kanan Toko Jualan. Disini lengkap, ada Salon, Tempat Makan, Toko Obat, Toko Mainan, dll.. Hehehehe..

Toko yang dimasukin pertama, "DANDAN" Toko Kosmetik. Disini awal "Gelap Mata" Ibu satu ini. Berapa item ya tadi, yang berhasil dia beli dari toko ini. Banyaklah pokoknya, hahahaha...
Kemudian kita berjalan lagi, toko kedua yang kita masukin "PET SHOP" Toko Hewan. Dia membeli banyak untuk kucing yang sering masuk kerumahnya. Mulai dari makanan sampai mainan buat kucing dia beli. Dan toko terakhir yang kita masukin "CINDY" Toko Pernak-Pernik, ditoko ini dia juga hilap membeli pernak-pernik lucu.
Hari ini, tiga toko dulu ya yang kita masukin. Untung suami loe dah jemput, kalau tidak, kita bisa sampai Lampiri. Dan entah berapa banyak barang yang loe beli, hehehe... 
Sepertinya loe harus hati-hati deh jalan sama gw, bisa "HILAP" Tiap toko yang gw ajak masuk, loe bisa membeli. Hehehe...
Dan penutup hari ini, ditraktir suami loe di "PIZZA HUT". Beruntung sekali gw hari ini tidak jadi ketemuan tapi dapat gratisan. Makasih ya Resi & Suami. Next lagi ya, hehehe.. Ngarep.Com







Saturday, August 4, 2018

Pertemuan Tanpa Direncakana alias Dadakan

Pertemuan Tanpa Direncakana alias Dadakan
Dorkas Manurung


Tiap ketemu sama perempuan ini, pasti dadakan. Tidak pernah planning jauh hari, istilah kata H+0 pasti jadi ketemu. Tapi kalau diplanning jauh hari, pasti gagal. 

Ya sih, lebih enak dadakan. Pasti jadi terus ya bu. Seperti hari ini, cuma Wa lagi dimana. Dan akhirnya diajak untuk nongkrong di Dunkin Donuts. Niatnya sih untuk menulis tapi karena tempatnya enak, mood untuk menulis pun menurun dan nyawa meminta haknya untuk bobok. Hehehe...

 



Res, kita berteman sejak kuliah dan di organisasi "HIMAJUR" (Himpunan Mahasiswa Jurnalistik). Tapi baru bisa jalan bareng sejak loe menikah dan tinggal dekat rumah gw, cukup 5 menit naik motor. Kalau jalan kaki, ya... Sekitar 15 menit. 

Loe sadar gak sih res, tiap kita ketemu pasti warna pakaian kita sama. Padahal tidak pernah direncanakan. Coba deh, liat foto kita kalau ketemu pasti sama warnanya. Hehehe...

Dari loe, gw belajar banyak apalagi soal "BLOGGER". Ya...Semoga gw bisa ya seperti dia. Dan jangan bosen ya bu, klo gw bawel tanya ini itu, hehehehe...



Saturday, July 28, 2018

Kekuatan Doa

Kekuatan Doa
Dorkas Manroe



Lukas 11 : 9

Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu

Lukas 11 : 10

Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan

Mungkin 2 Ayat diatas benar, ketika kita meminta maka diberikan. Ya biarpun tidak diberikan langsung, tapi Tuhan berikan tepat pada waktunya.

Setiap manusia pasti ingin hidupnya berubah, baik dari sisi materi maupun rohani. Begitu pun aku, ingin hidup berubah menjadi lebih baik, lebih dekat dengan Tuhan. Seperti ada kerinduan tersendiri tapi itu yang dirasa.
Malam Natal tepatnya, kuberdoa meminta di Tahun 2018, diberikan teman-teman yang bisa membuat hidupku lebih baik dari semua sisi. Dan Tuhan berikan itu. Awal tahun baru, tepatnya 1 Januari 2018, pada saat keluarga lain sibuk berkunjung kerumah saudara, aku memilih untuk menerima ajakan dari Bunda Dewi Maharani untuk berkumpul dengan teman-temannya di daerah Pasar Minggu. 

Perkenalanku dengan Bunda Dewi Maharani itu beberapa tahun lalu, ketika Bunda masih bekerja di Singapura. Awal perkenalan kami, ketika aku menulis comment di status Bagus Armanusa, seniorku waktu di kampus, IISIP Jakarta. Dan akhirnya, aku add Facebooknya. Dan dia meminta aku memanggilnya "Bunda".
Woww... Kereta Api saat itu penuh. Ya maklumlah, Tahun Baru, Orang-orang pasti berlibur bersama keluarga. Panas terik tidak menghalangiku. Dan setibanya disana, sudah banyak orang, disana aku berkenalan dengan Bunda Ayu Yulia, Bunda Hilda Winar,  Bunda Mawar, Bunda Anna, Bunda Oma Sally, Eyang Romo, Om Al dan Aunty Rara. 

Wah.. Mereka ternyata orang-orang menyukai seni, bahkan mereka sudah menciptakan buku puis. Suatu kehormatan bisa kenalan dengan mereka. Dan aku paling muda sendiri, tidak berprestasi pula. Mereka berbincang mengenai seni, aku hanya diam saja. Tapi dalam hati, aku harus seperti mereka suatu saat nanti. HARUS...

Pertemananku bertambah, baik didunia nyata maupun maya. Aku melihat dan membaca karya-karya mereka, bahkan postingan yang mereka buat. Aku hanya sebagai pembaca saja, belum berani comment, takut salah. 

Seminggu setelah berkenalan dengan mereka, Tuhan tambahkan pertemananku lagi. Namanya Sanjai, lelaki India Medan. Waduh..Orangnya ceplas ceplos. Kalau dia tidak suka, dia akan katakan. Aku salah, dia akan bilang salah. Tidak jarang dia mengatakan aku "BODOH/TDAK PUNYA OTAK" Tapi anehnya aku tidak marah maupun sakit hati. Aku cuma mengatakan "Iya kah.

Tidak jarang dia ngambek, tidak mau komunikasi lagi sama aku karena kelakukan aku yang dinilai terlalu percaya orang, tidak bisa ambil sikap tegas. Kalau katanya bukan seperti orang Batak yang galak dan tegas. Biarpun kita belum bertemu, hanya komunikasi melalui telp/videocall/chat, tapi dia salah satu teman yang "JUJUR" dalam semua hal. Eiittss... Jangan berpikiran dia suka aku, dia sudah menikah dan setiap kali kita komunikasi istrinya ada disampingnya. 

Perkenalan aku dengan dia, boleh dibilang rencana Tuhan. Dia yang support aku untuk melupakan lelaki bernama Chandra, lelaki India Medan yang bekerja sebagai Cheff di Restaurant Masakan Itali, Meulborne. Lelaki yang belum pernah aku temui, hanya kenal didunia maya. Tapi, aku suka dia. Gila kedengarannya, tapi itu yang terjadi dengan hati ini. Lebay.Com ya seperti ABG. Hehehe.. 

Aku memanggilnya Anne Sanjai (Anne Panggilan di India Tamil artinya Abang) Sikapnya dewasa dan bijak, dari sisi umur padahal aku tua. Tapi dari sisi pemikiran, dia jauh lebih matang. Dia selalu support aku untuk melupakan bahkan hal lain aku sering curhat. Dia selalu kasih pandangan yang baik , mana yang buruk. Dan setiap kali aku salah langkah, dia tidak pernah meninggalkan aku. Dia malah menasehati aku panjang lebar, sampai kuping panas. Dan aku hanya diam saja karena salah.

Anne Sanjai juga memperkenalkan aku sama temannya, namanya Citra, berstatus Janda dan Ibu dua orang anak. Ya... Boleh dibilang, dia "INDIGO". Pertama kali kenal dia cuma mengatakan "Sudah lupakan lelaki itu Akka (Akka Panggilan di India Tamil artinya Kakak). Dia bukan jodoh Akka"
Aku diam dan berbicara dalam hati "Darimana dia tahu, aku lagi galau" Dan aku menjawab "Ya Akka, akan kulupakan"

Sejak saat itu, aku belajar melupakan lelaki itu. Lelaki yang tidak punya pintu maaf dihatinya, lelaki yang hanya diam tanpa berkata apa pun pada saat kebenaran diberitahu kepadanya. Ya.. Mungkin jalan cerita kehidupannya harus begini. Jadi harus "IKHLAS" untuk melupakan. Tapi setiap kali kuberdoa, nama dia pasti ada. Doaku "Chandra diberikan istri yang bisa mendampingnya dimasa tuanya" Ya.. Umur dia, 2 tahun lagi mau kepala 5, sudah tua ya. Lebih pantas jadi Om daripada suami.

Pertemanan aku dengan Anne Sanjai dan Akka Citra semakin erat, biapun belum pernah bertemu tapi mereka tulus dalam pertemanan. Bahkan kalau tidak punya uang, tidak malu kita mengatakan lagi "BOKEK" Hahaha..

Di Bulan Febuari 2018, aku diberikan berkat lagi, team yang mengisi hari-hariku menyenangkan. Ya.. Meskipun diawal, susah menyatukan visi misi kita, tapi akhirnya kita bisa menyatu. Dan hari-hari kita selalu penuh dengan canda tawa. Eiittsss.. Tapi tetap ya, DISIPLIN dan ATTITUDE No.1.

"Mami" mereka memanggilku, bukan Ibu ataupun Mba. Adeh.. Panggilan "Mami" berawal dari salah satu teamku yang bernama Aldy, aduh.. Anaknya hobi benar tidur. Tidak bisa ditinggal sebentar sudah tidur pulas, bahkan sedang menunggu call bisa loh dia tidur. Diawal kenal, dia suka kabur turun buat merokok dan ngopi. Tapi sejak kuancam akan dikeluarkan,tiap mau turun buat merokok dan ngopi selalu izin. Dan biasanya aku kasih waktu 10 menit, jika lebih jam pulangnya dilebihkan 10 menit. Dan cuman satu kali turun.

Kebersamaan kita seperti setiap ada yang ultah, tidak jarang kita berikan kejutan atau makan diluar. Ibarat kata, kantor keluarga ke-2 karena 8 Jam kita selalu bersama. Lebay tidak sih, tapi itu nyata. Setiap hari ada saja tingkah mereka, tapi itu yang membuat suasana hidup. Mereka juga masih muda, otomatis aku juga muda terus. Hehehe..

Selain itu, punya atasan dan teman-teman yang enak buat diajak ngobrol, jalan-jalan dan makan. Tiada tanpa hari bercanda dan makan. Kerja tetap No.1 tapi mulut tetap nguyah. Tidak jarang, kita makan diluar bareng, biarpun cuma Indomie doank. Tapi yang pemting bisa ngobrol setelah itu. Tidak boleh "BAPER" kuncinya karena kalau "BAPER" kelaut saja sana.

Apalagi kalau sudah Jumat, hari bebas keluar kantor lama. Dan biasanya aku sama Mba Indah pergi keluar, balik kantor Jam 14:00 sambil bawa titipan dari siapa saja yang mau nitip. Intinya boleh nitip, tapi baliknya Jam 14:00. Life is Beautiful

Hari demi hari, bulan demi bulan. Tuhan selalu berikan apa yang kuminta. Ya, memang waktunya tidak cepat. Tapi Tuhan berikan pada waktunya. Setiap hari ada Tuhan berikan sesuatu yang baru, yang belum pernah aku lakukan. Seperti ditawarkan dari Ibu Filicia Ongkowijaya untuk "TALENT" untuk reka adegan Program TV kerohanian "FIJAR TV" 
Tawaran menari, kukatakan "Mau" pada saat ditelp. 

Woww... Acting, belum pernah aku lakukan. Selain mendapatkan pengalaman acting, menambah list perjalanan aku juga. Justru ini menarik, belum pernah aku lakukan. Naik kereta dari Stasiun Klender-Rawabuntu, untuk sampai kesana arus 2 kali transit, di Manggarai dan Tanah Abang. Sampai di Stasiun Rawabuntu, untuk kelokasi menggunakan Grabbike. Perjalanan yang panjang, tapi aku suka ini. 

Ya... Karena belum pernah, adegan harus diambil berkali-kali. Maafkan ya teman-teman produksi, syuting pun harus dilakukan dua hari. Tapi jujur, ini pengalaman yang belum pernah aku lakukan. Nambah teman, nambah pengalaman.

Dihari kedua dalam perjalanan menuju Lokasi, Aku berkenalan dengan Bapak Roesdy Hoesein, didalam kereta menuju Stasiun Rawabuntu. Beliau salah satu sejarahwan Indonesia, banyak hal yang dia ceritakan. Mulai dari belajar Sejarah bisa darimana saja,Psikologi, Antropologi, dll. Beliau juga mengatakan agar aku kuliah S2 dan tidak usah pusing mengenai Pernikahan. Berkarya saja dulu katanya. Dan beliau memberikan no hp nya, katanya "Kalau mau diskusi bisa hubungi saya" Wah... Suatu kehormatan sekali bisa kenal beliau.

Kalau ada yang mengatakan aku "GENTONG AIR/BABI AIR" bahkan "PANTAS BELUM MENIKAH" itu masuk kiri keluar kanan. Aku tahu, dia mengatakan itu karena emosi. Tidak mau calon suaminya meninggalkannya. Entah aku sudah difitnah siapa dan kenapa dia mengatakan itu, tapi aku tidak mau ambil pusing.

Hey... Untuk kamu yang pernah mengatakan itu, aku tidak pernah marah ataupun sakit hati dengan perkataan kamu. Justru aku doakan kamu menikah dengan Chandra. Dan doaku terjawabkan, kamu yang akan jadi istri Chandra. Dari awal, kamu beritahu dijodohkan dengan dia, aku sudah katakan berkali-kali kamu yang akan jadi istrinya. Kamu yang akan mendampingi dia dimasa tuanya yang sebentar lagi kepala 5. Tapi kamu mengatakan "BUKAN TIPE KAMU" Tapi sekarang terbuktikan, doaku selama ini untuknya dijawab Tuhan. Dan aku senang, akhirnya Chandra, seseorang yang dulu pernah suka, menikah dengan perempuan yang sudah aku kenal. 

Kalau kamu katakan "IRI" tidak ada dalam kamus aku. Chandra, "Cinta Bayangan", sudah kulupakan. Banyak yang kasih saran dan support, kalau Chandra lebih pantas jadi Om aku. Dari sisi umur dan perbedaan jauh banget, kasihan juga nanti kalau punya anak selisih umurnya jauh banget. Seperti Kakek-Cucu. Masih banyak lelaki yang jauh lebih baik dari dia dan jarak umurnya tidak terlalu jauh kok, hehehe... 

Jadi, untuk kamu yang mau menikah dengan Chandra. Doaku semoga pernikahan kalian berjalan dengan sesuai rencana kalian ya

Lagipula yang ingin kuraih saat ini bukan "MENIKAH" tapi cita-cita yang belum aku wujudkan. Jadi kalau ada yang mengatakan "Tidak ada yang mau menikah dengan aku" Waduh... Salah besar itu, kalau pun mau, sudah dari dulu aku menikah. Cuma masalahnya yang melamar itu "BEDA AGAMA" Jadi buat apa menikah kalau beda agama atau salah satu dari kita harus pindah demi menikah. DOSA BESAR.

Dan masalahnya, aku bukan seperti kamu yang pikirannya hanya menikah... menikah saja, masih banyak yang mau aku wujudkan. Mimpi yang harus aku wujudkan, semoga tahun ini bisa terwujud. 

Butet Manurung saja kalau tidak salah belum menikah, tapi dia bisa berkarya. Apakah dengan tidak menikah, menjadi beban. Buat aku sih tidak, berkarya dan bisa berguna bagi orang lain. Jodoh, Rejeki dan Maut, Tuhan sudah atur sebaiknya. Jadi Cukup berdoa dan meminta karena kekuatan doa itu "LUAR BIASA" disaat kita meminta, Tuhan berikan lebih. Bahkan aku tidak minta, Tuhan berikan. 

Biarpun badan aku seperti "GENTONG AIR/BABI AIR" dan "BELUM MENIKAH" Aku Cinta dengan hidupku yang sekarang.. Aku enjoy dengan kehidupan sekarang.. Aku ingin seperti BUTET MANURUNG yang bisa membantu orang banyak... 












Sunday, July 22, 2018

Pasukan Bogor

Pasukan Bogor
Laura Dorkas Manurung

Hari ini kita jalan-jalan ke kota Bogor hanya  bersama "Pasukan Bogor", istilah yang kami gunakan hari ini (21/07/2018)

Sate Taichan Lodaya tujuan kami, letaknya disamping Mcd Lodaya Bogor. Kereta api, alat transportasi yang digunakan untuk menuju ke Bogor. Lalu disambung grabcar untuk sampai ketempat tujuan kami.

Wuihhh..Tidak sangka, padat terjadi distasiun dikarenakan mesin tap untuk masuk & keluar sedang upgrade. Alhasil, antrian panjang untuk masuk. Didalam keretanya sendiri sih tidak begitu ramai, duduk malah. 
Terik matahari tidak menghalangi kami untuk bisa sampai ke "Sate Taichan Lodaya". Sampai disana, ternyata lagi persiapan untuk buka. Maklum, baru buka jam 15:38, kami datang jam 15:00. Tapi tidak masalah, sambil menunggu kami bercerita sambil tertawa dan foto-foto. Maklum, kami banci kamera. Dimana saja harus foto, crekkk.. 

Tempatnya sih sederhana, tapi bagi kami yang penting makan dan datang untuk merasakan satenya. Oh ya, sekdar informasi Sipemilik "Sate Taichan Lodaya" teman kantor yang sudah resign, namanya Aldy. Si tukang tidur/sipelor, ternyata bisa juga jadi pengusaha biarpun masih kecil-kecilan. 

Tapi dari semua itu, yang terpenting adalah silahturahmi/kekeluargaan. 
Ya, kalau ada yang kataka
n gw "Gentong Air & Belum menikah" bodo amat. Yang penting, hidup gw happy. Setiap hari ada moment yang tidak terlupakan.

"Untuk merubah diri menjadi lebih baik, akan ada orang yang tidak percaya. Tapi yang terpenting, lakukan dulu kebaikan itu. Nanti biar orang menilainya" 
Rejeki itu bukan dalam bentuk uang, tapi kebahagiaan. 




Friday, July 6, 2018

Kehilangan Team

Kehilangan Team
Dorkas Manurung

"Guys, tolong berikan masing 20 agent top up ya" Kubaca isi whats up group sambil berpikir untuk apa nama tersebut.
Keesok harinya, semua supervisor dikumpulkan diruangan OM. Dan, deng..deng.. "Guys, ada kabar buruk. Project ini hanya membutuhkan beberapa agent. Dan agent yang lain akan dimutasi ke project lain. Mereka terakhir tanggal 15 Juli. Tolong keep silent, biar ER yang informasikan" Semua Supervisor saling tatapan, suasana hening seketika dan bagai disambar petir dipagi hari. 
Dengan wajah pura-pura senang, kita semua kembali ketempat dengan wajah senyum tapi hati teriris karena harus menyimpan berita tersebut untuk beberapa hari kedepan. 
Siang hari, Supervisor dipanggil kembali keruangan "Tolong nama-nama ini ketemu ER karena akan ketemu user besok" 
"Ya bu" kami semua berdiri dan kembali ketempat dengan perasaan bercampur aduk.
Nama-nama yang terpilih pun dipanggil dan briefing ER. Dan setelah selesai, salah satu dari team duduk dengan wajah sedih sambil berkata "Mih.. Kok kenapa jadi begini. Kita harus pisah mi"
"Kamu harus mendapatkan pengalaman yang lain supaya ilmu kamu nambah. Tapi keep silent, jangan kasih tahu yang lain" Sambil wajahku kelayar komputer dan tangan memainkan keyboard. Tidak sanggup tatap wajahnya.
Sejak saat itu perasaan jadi campur aduk, tidak konsentrasi. 
"Damm.. Kehilangan agent bukannya biasa ya. Ini bukan pertama kalinya harus kehilangan. Tapi.. Kenapa berat kali melepas mereka. 11 tahun bekerja, kenapa baru kali ini berat melepas"
Teringat beberapa bulan pas pegang project ini, rasanya pengen pindah project saja. Tidak kuat dengan cara kerja agent, disiplin attitute dan performance mereka. Seperti belum pernah kerja. Penolakan dari aku dan mereka semakin kuat bahkan ada yang menggunakan cara-cara gaib supaya aku tidak tahan diproject tersebut. Tapi Tuhan itu baik, Dia mengirimkan malaikat-malaikat penolongnya buat support. Terima kasih Ane Hasian, Pak Tono, Akka Chitra, Ane Ranjen, Bhai Sanjey, dll. 
Semakin lama, kita semakin dekat. "Mami.." Begitu kalian memanggilku. Hari-hari yang kita lalui pun setelah itu penuh canda tawa biarpun terkadang membuat kesal. Beraneka ragam tingkah kalian, tidak pernah sepi. Dan harus diingatkan supaya suara kalian pelan.
Hari yang ditunggu pun tiba, nama-nama yang akan tetap tinggal diumumkam. Dan yang tidak ada namanya akan dipindahkan project. Tak terbayang wajah mereka nanti ketika diumumkan berita itu.
Jreng.. Jreng.. Saatnya tiba, suasana hening. Semua diam, berpegangan tangan dan berdoa berharap nama mereka masuk yang akan tetap tinggal. Satu persatu nama yang akan tinggal dibacakan, suasana berubah menjadi tangisan ketika nama-nama yang dibacakan tidak termasuk didalamnya. Mereka saling berpelukan dan menguatkan. 
Air mataku pun membasahi pipi, belum pernah merasa sangat kehilangan seperti ini. Dalam hati berkata "Ayo.. Ini bukan untuk pertama kalinya kehilangan team, jangan cengeng. Jangan baper" Tapi perasaan itu tidak bisa disembunyikan, air mata itu terus mengalir. Sudah lama tidak menangis, bahkan lupa kapan terakhir menangis.
"Mih.." Beberapa dari mereka datang menghampiri dan memeluk. Suasana berubah menjadi tangis. 
11 tahun bekerja, belum pernah merasa kehilangan yang sangat. Jujur, kehilangan ini lebih sakit daripada terima whats up di Pagi hari, difitnah, dimaki dan dicaci maki dengan kata-kata kotor oleh calon istri ane Chandra Kanden. Yang tanpa sebab jelas, memaki di whats up. Bahkan diteror yang mengaku dari kepolisian. Tapi pada saat itu tidak mau ambil pusing karena tidak melakukan apa yang disampaikan. Dan dia lakukan itu pasti karena tidak mau kehilangan. Dia tidak mau Ane Chandra meninggalkannya. 
Dalam hati, "Aku yang beritahu semua tentang Ane Chandra kepadanya pada saat dia bilang dijodohin sama chandra. Aku yang kasih tahu dari kesehariannya bahkan luka dilengannya pun aku yang beritahu. Masa aku pula yang menghancurkan, justru aku orang yang paling bahagia melihat Ane Chandra menikah. Doaku dijawab Tuhan. Please deh, cemburu buta. Kalau kalian jodoh pasti bersatu biarpun badai datang mencobai kalian". 

Dulu waktu ditanya bilang tidak cinta ane chandra, tapi sejak ada yang kejadian apalah itu, terbukti cinta ane chandra. Lucu.comlah. Kemunafikan itu biar urusan kamu dengan Tuhan. Tidak mau ikut campur urusan kalian. Tapi yang pasti terbukti kan doaku terjawab, ane Chandra berjodoh dengan kamu. Artinya besar kuasa doaku untuk kalian. Tuhan kabulkan, terbuktikan.
Ya, memang Ane Chandra Kanden bagian dari masa laluku yang pernah aku suka. Tidak bisa aku pungkiri, aku bisa berkarya terinspirasi dari dia. Tapi tidak akan kulakukan hal gila seperti yang dikatakan calon istrinya. Tidak mungkin aku lakukan hal bodoh untuk ke-2 kalinya.
Ya, memang dulu aku pernah melakukan hal gila yang membuatnya kecewa. Membuat akun FB palsu supaya bisa dekat dengan dia, bisa dengar tawa senyum dan cerita kesehariannya. Hanya itu, tidak pernah aku ambil keuntungan materi satu sen pun darinya. Aku hanya membuatnya kecewa karena telah membohonginya. Hanya itu, tidak lebih. Dan aku pun sudah minta maaf, terserah mau dimaafkan atau tidak. 

Hal gila bodoh itu kulakukan saat itu karena sayang, saat itu. Kalau sekarang, mata hatiku terbuka. Ane lebih pantas jadi om aku, umur ane 2 tahun lagi sudah kepala 5 & selisih umur kita jauh. Tapi sejak saat itu, aku berjanji, tidak akan melakukan hal gila seperti itu apa pun dan kepada siapun. Terima kasih Eyang Romo, Bunda Dewi, Aunty Rara, Om Al & Ane Hasian yang tidak pernah bosan memberi saran mengenai hal ini. Sayang kalian.
Dada ini lebih sakit daripada harus berkata jujur ke Ane Chandra tentang akun palsu itu, Kehilangan agent biasa, tapi ini sakit banget. Kesedihan terpancar diwajah mereka, tidak ada canda tawa sampai jam pulang kantor. Suasana hening dan terlihat air mata diwajah mereka. 
15 Juli itu artinya beberapa hari lagi bersama mereka. Tidak ada lagi keisengan, kekonyolan, makan bareng sama mereka. Tidak ada lagi yang tiap pagi bunyi whats up isinya "Mih.. Telat kesiangan bangun" atau "Mih, sakit tidak masuk" Pokoknya ada saja tingkah mereka yang buat kesal. 
Tidak ada lagi teriakan "Yadi...Tidur aja" ataupun dengar ejekan-ejekan seperti "Dasar banci.."dll.
Mari berhitung mulai senin.. Menghabiskan waktu yang tinggal beberapa hari lagi bersama mereka.. Siapkan tissue dan mental untuk hari H.
*Dimana pun kalian berada ku kirimkan terima kasih untuk warna dalam hidupku dan banyak kenangan indah kau melukis aku*




Friday, June 29, 2018

St. Tanah Abang - St. Rawa Buntu

27 Juni 2018
Perjalanan St. Tanah Abang - St. Rawa Buntu
Dorkas Manroe
"Wah, kereta sepi. Lumayan nih buat bobo 30 menit" Dalam hati berbicara. Pada saat mata ingin menutup, kulihat seorang kakek berdiri depanku. Lalu kubangun dan mempersilahkan duduk karena kursi yang kududukin, kursi prioritas. Si kakek berkata "Ndak usah, u saja duduk. Saya berdiri saja" 

"Tidak apa-apa, eyang saja yang duduk" Lalu sieyang pun mau duduk dan berkata "U turun dimana" 

"Rawa buntu eyang" sambil mata tertuju dibuku yang ada disakunya. Dalam hati, sepertinya kakek ini banyak ilmu suka membaca.

"Wah, berarti saya duluan turun baru u" jawab kakek itu. Aku hanya tersenyum dan mengangguk

"U tinggal disana" tanya kakek itu lagi

"Tidak, ada kerjaan disana. Rumah aku di Jakarta Timur" jawabku. 

Si kakek dengan raut wajah heran dan berkata "U berani ya naik kereta sendiri, jauh lagi. U dah biasa ya seperti ini" 

Aku tersenyum dan berkata "Tidak eyang, baru pertama kali. Dan sudah terbiasa kok naik turun angkot kereta. Justru nambah pengalaman" Si kakek hanya mengganguk-nganguk

"Kerjaan apa u disana, jauh dari rumah u" tanya si kakek

"Kerja untuk Tuhan" Sambil tersenyum. 

"Eyang sendiri darimana, kok sendiri" tanyaku

"Saya habis dari seminar di Perpustakan Nasional mengenai kedokteran. Tapi mereka hanya bahas negara lain. Padahal saya ingin tahu kedokteran Indonesia. Ya sudah, saya pulang saja" 

Lalu sepanjang jalan, kami mengobrol banyak hal termasuk soal agama. Kakek berkata "Dalam hidup semua harus imbang, semua agama memgajarkan ibadah dan kelakuannya harus imbang. Tapi kenyataannya tidak seperti itu" 

Aku hanya tersenyum dan mendengar apa yang dia ucapkan.

"Siapa nama u, orang mana u sulawesi ya" tanya kakek

"Laura, orang batak" 

"Tapi bukan seperti orang batak, lebih ke sulawesi u. Nama saya Rusli .. (Lupa nama panjangnya. Saya sejarahwan, saya suka dengan sejarah-sejarah" 

Dia berkata "Sejarah itu jangan dilupakan, perlu diingat. Seperti rumah, jangan dijual karena rumah itu mempunyai sejarah dimana setiap sudut ruangan mempunyai kenangan. Begitu juga sejarah Indonesia, harus kita ingat biar kita tahu. Sejarah itu bisa dari berbagai macam aspek, komunikasi psikologi agama dll. Belajar sejarah itu enak, tidak sulit. U lulusan apa ?" 

"S1 Komunikasi" jawabku sambil tersenyum

"Kampus mana"

"IISIP Jakarta, Kampus Tercinta" jawabku

"U harus kuliah S2, ambil sejarah karena sejarah itu menyenangkan" Pinta kakek Rusli

"Belum ada uangnya eyang" 

"U malas baca, u punya potensi besar dalam diri u. Jangan malaslah u, gali potensi u" 

Aku tersenyum dan tertunduk malu karena apa yang dikatakan benar, malas membaca

Kemudian si kakek berdiri karena sudah mau turun, dan dia berkata "Simpan no hp saya. Nanti kita diskusi lagi. Kartu nama saya habis. Jangan segan-segan untuk diskusi dengan saya" lalu si kakek berjalan kedepan pintu kereta api. 

Lalu kududuk dan ternyata aku kelewatan stasiun sambil berkata "OMG.. Aku kelewatan" Panik pun melanda.

Tuhan itu baik, memperkenalkan kepada orang baru yang bisa menambah wawasan. 



#Pondokkelapa #JakartaTimur  
#27Juni2018  
#St.TanahAbang-St.Rawabuntu

Monday, June 11, 2018

Kebaikan dalam Hidup


Kebaikan dalam Hidup
Dorkas Manroe


Aku bermimpi mendaki gunung yang penuh dengan salju dan rumput hutan yang begitu lebat. Dalam perjalanan menuju puncak gunung tersebut, kutemukan seorang bayi dalam keadaan hidup. Kugendong dalam pelukanku, sambil kulihat sekelilingku tidak ada seorang pun.

Kubawa bayi tersebut, dan tidak jauh dari tempat bayi itu kutemukan, ada seorang perempuan tua. Ketika kuhampiri perempuan tua tersebut, dia tidak bertanya aku siapa maupun bayi yang kugendong tersebut. Perempuan tua tersebut hanya memberitahukan bahwa aku sudah berada di ketinggian 2000 dari permukaan darat. Kemudian perempuan tua tersebut memberikan aku nasehat “Jangan kamu mendaki lebih keatas lagi karena bayi yang kamu gendong akan kekurangan oksigen”.

Aku mengatakan kepada perempuan tua tersebut “Aku harus bisa mencapai puncak dari gunung ini”. Ketika kuingin menitipkan bayi, perempuan tua tersebut memberikan tiga pilihan, Pilihan pertama “Bila engkau tinggalkan bayi itu disini kemudian kamu melanjutkan perjalananmu maka bayi ini akan mati"

Pilihan kedua “Saya akan berdosa”, dan pilihan ke tiga “Kamu tidak bisa mencapai puncak kalau kamu tidak melanjutkan perjalananmu”. Kemudian perempuan tua tersebut hilang entah kemana. Dan tiba-tiba badai besar datang beserta angin dan hujan kencang.

Tubuhku dan bayi ini semakin kedinginan, tidak ada satu orang pun cuman aku dan anak bayi itu saja. Kulanjutkan perjalananku, kemudian kulihat ada semacam Gua kecil, kuberjalan kedalam Gua tersebut.

Aku pun berkata dalam hati “Aku akan berlindung sementara disini bersama bayi ini” Sambil kupandang wajah polosnya. Dan kami pun hanya makan buah-buahan yang ada disekitar kami, yang aku petik untuk menahan lapar. Tapi kondisi bayi itu semakin lemah fisiknya, kupeluk dan kucium bayi tersebut untuk memberikan kehangatan.

Tidak lama kemudian kami pun tertidur, dan tiba-tiba aku terbangun. Kulihat sekitar dan berkata “Dimana aku” Sambil mata memandang sekitar dan keheranan. Aku sudah berada dipuncak gunung bersama bayi tersebut. Kulihat pemandangan yang indah, tak lama kemudian aku dan bayi tersebut turun dari puncak gunung.

Dalam perjalanan turun, kami kembali hanya memakan buah-buahan dan meminum air embun saja. Setelah beberapa hari dalam perjalanan turun dari gunung tersebut. Akhirnya kami beristirahat didalam Gua kecil yang dipenuhi dengan salju.

Tiba-tiba dalam tumpukan salju aku menemukan dua orang yang berbentuk mayat yang sudah membeku. Kemudian aku menggali tumpukan salju tersebut, kulihat seorang bayi dan seorang lelaki muda yang sudah meninggal dunia. Tidak lama kemudian perempuan tua tersebut muncul kembali, aku menanyakan kepada perempuan tua tersebut “Siapa mereka” sambil menunjuk kearah dua mayat tersebut.

Perempuan tua tersebut memberitahu bahwa “Ini adalah mayat kamu dan bayi yang kamu gendong. Kamu sudah tidak ada lagi dibumi ini, kamu sudah meninggal. Aku terkejut dan menangis.

Perempuan tua tersebut memberitahukan bahwa “Tujuanmu untuk mencapai puncak sudah terpenuhi, kemudian tujuanmu untuk menjaga bayi tersebut agar tidak naik lain dari ketinggian 2000 kaki lebih yang bisa menewaskan bayi tersebut sudah kamu jalankan. Dan tujuanmu, takut dengan dosa karena apabila bayi tersebut kamu tinggalkan bisa meninggal, sudah kamu penuhi juga. Semua kewajibanmu sudah kamu lakukan meskipun kehilangan nyawamu”.

Perempuan tua tersebut berkata kembali “Engkau pun telah sampai puncak bersama bayi tersebut meskipun dalam keadaan meninggal dunia. Engkau telah melakukan kebaikan sampai mana pun Tuhan akan menolongmu meskipun dalam keadaan yang sudah meninggal sekalipun. Ya, Tuhan akan menolongmu selalu disetiap saat”. Kemudian perempuan tua tersebut menghilang.

Dan pada akhirnya lelaki dan bayi tersebut yang sudah meninggal dunia berada di tempat semestinya karena sudah melakukan kebaikan di dunia yaitu Surga, tempat yang damai indah bersama yang lainnya.

Aku pun terbangun dari mimpi dan berjanji akan melakukan kebaikan terhadap sesama tanpa memandang dari sisi mana pun. Tuhan juga akan menolong umat-Nya dengan cara-Nya.

Amin ...

Dari kisah diatas, betapa pentingnya dalam hidup itu harus menolong orang lain. Karena dengan melakukan Kebaikan terhadap sesama sebenarnya mencerminkan "KASIH" seperti ajaran Yesus Kristus.

Yohanes 15:12

"Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu".

1 Yohanes 3:23

"Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita".

1 Tesalonika 4:9

"Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah".

Roma 12:10

"Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat".

Ibrani 13:16

"Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah".

Lukas 6:38

"Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu".

Matius 5:42

"Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu".

Amsal 25:21

"Jikalau seterumu lapar, berilah dia makan roti, dan jikalau ia dahaga, berilah dia minum air".

Foto Pribadi

Lukas 3:11

"Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian".

Ulangan 15:11

"Sebab orang-orang miskin tidak hentinya akan ada di dalam negeri itu; itulah sebabnya aku memberi perintah kepadamu, demikian: Haruslah engkau membuka tangan lebar-lebar bagi saudaramu, yang tertindas dan yang miskin di negerimu."

Disaat kita hidup pada ”hari-hari terakhir”, kebanyakan orang sekarang tidak punya rasa kasihan. Mereka juga kejam, menyukai kekerasan, dan tidak mengasihi sesama.

Nah, untuk itu hendaklah kita selalu berbuat kebaikan kepada sesama.Salah satunya bisa dengan membeli barang dagangan dari penjual di pinggir jalan. Dengan membeli, kita sebenarnya sudah membantu mereka. Biarpun sebenarnya kita tidak membutuhkan, tapi itu sangat berarti buat mereka.

Dengan kita berbuat kebaikan, niscaya Tuhan akan memberikan rejeki yang berlipat-ganda.

 Maka ingatlah hal ini

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Gal. 5:14; lihat Rm. 13:9)

 

Sunday, June 10, 2018

My Channel

My Channel
Dorkas Manroe


https://youtu.be/SNY7kVs5FsY




https://youtu.be/OPXfWUpevb4





 https://youtu.be/CG-11FokCjQ


  https://youtu.be/F88pi9rNEe8




https://youtu.be/OPXfWUpevb4



 
https://youtu.be/IRJMwzh6Jzc




https://youtu.be/ms8iiOjlqIU




https://youtu.be/u9sOAoi9wT8



https://youtu.be/IccH_A0BCAQ




https://youtu.be/kmnHrz2VPzo



https://youtu.be/tkx8RHY_d9o




https://youtu.be/SaTTNN1GhJw






https://youtu.be/CG-11FokCjQ





https://youtu.be/l5mIu5FcvvI





https://youtu.be/4W7q8fOdMsk





Saturday, June 9, 2018

Sahabat

SAHABAT TERBAIKKU
Dorkas Manroe

Sahabat,
Di saat kita menikmati kebersamaan
Banyak hal yang terlewatkan begitu saja
Keceriaan, canda dan tawa semuanya mengalir begitu saja
Waktu yang tersisa seolah tak mampu menampungnya

Dan waktu yang sangatlah singkat
Membuat ku teringat kepada mu, Sahabat.
Semua kenangan-kenangan itu tak terasa
Pergi meninggalkan segala kegembiraan
Serta canda dan tawa mu satu persatu hilang sekejap mata
Ada seribu senyum saat terlintas memori yang dulu kala

Sahabat,
Semua yang telah kita jalani hari demi hari
Waktu demi waktu telah kita lalui semuanya
Banyak hal yang pernah terjadi
Karena itulah jalan hidup yang kita miliki
Kadang benci, kesal, dan kecewa serta rasa senang dan sayang
Sungguh luar biasa, apa yang telah kita lalui bersama

Ya Allah,
Jagalah dan lindungilah
Sahabat-sahabat ku
Karena merek adalah sahabat terbaikku selamanya




Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...