Sunday, June 7, 2020

You Are The Leader

You Are The Leader
Dorkas Manroe

Sebuah team adalah penggabungan dari beberapa orang dengan kemampuan, karakter dan tingkat motivasi yang berbeda-beda. Untuk itu diperlukan Pemimpin yang bisa memberi support, motivasi, membangun dan memahami masing-masing teamnya.

Berikut beberapa tips sebagai Pemimpin dari pengalaman sebagai Leader di sebuah Perusahaan swasta.

1. Kenali Tim
Setiap anggota team itu mempunyai karakter, kemampuan dan keterampilan yang berbeda-beda. Tapi justru karena berbeda itulah, bisa saling melengkapi dan menyeimbangkan pekerjaan yang ada.

2. Berani Ambil Resiko
Sebagai Pemimpin harus berani mengambil resiko dengan mencoba hal-hal baru dalam mencapai hasil pekerjaan. Dan harus berani mengambil resiko atau dapat bertanggung-jawab akan hasilnya nanti.

3. Menjaga Komunikasi
Bangun kepercayaan dan keterbukaan antar team dengan cara bersosialisasi. Team juga bisa diarahkan untuk tujuan yang sama dengan cara berkomunikasi.

4. Satukan Team
Libatkan seluruh team dalam proses pengambilan keputusan. Team diberikan kebebasan untuk mengemukakan gagasan atau pun ide sebelum mengambil keputusan.

5. Kekuatan / energi Positif
Bersikap positif dan sebarkan pengaruh positif untuk menginspirasi orang-orang disekitar kita termasuk team.

Jadi Pemimpin juga harus siap menerima kritikan dari teamnya dan dapat memperbaikinya. Jangan sakit hati jika dikritik dan jangan juga mencari-cari kesalahannya sehabis dikritik. Misalnya dengan memberikan Surat Teguran atau Surat Peringatan atas kesalahan yang sebenarnya tidak ada.

Seorang Pemimpin itu tidak mudah, dia harus siap mengayomi dan menjadi panutan bagi teamnya. Contoh, jika ingin teamnya ingin disiplin datang kekantor tidak telat. Sebagai Pemimpin juga bisa memberi contoh, tidak datang telat. Simple kan.


Semoga bermanfaat !!!



Sunday, May 31, 2020

Belanja Kebutuhan Pokok dan Sayur-Mayur di Pasar Tradisional Yuks

Belanja Kebutuhan Pokok dan Sayur-Mayur di Pasar Tradisional Yuks
Dorkas Manroe


Ketika disuruh memilih, belanja di Pasar Tradisional apa di Supermarket ? Pasti kebanyakan memilih Pasar Tradisional, murah dan banyak pilihan. Biarpun suasananya becek, jorok dan bau. Tapi sekarang sudah banyak Pasar Tradisional yang sudah bersih dan di tata dengan rapi.

Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, salah satunya. Pasar yang dikelola PD Pasar Jaya ini, sudah direnovasi sehingga pembeli dapat mudah mencari bahan kebutuhan pokok yang diperlukan. Di lantai basement / dasar, khusus menjual sayuran  dan ikan daging. Selain itu, di Pasar ini juga menjual mainan anak dan pakaian.

"Lebih suka belanja di Pasar Tradisional, biasanya ke Pasar Impres Senen atau Pasar Baru Bawah. Lebih lengkap dan harga lebih murah" Roshan Singh Dhaliwall

"Biasa belanja ke Pasar Tradisional, Pasar Depok Baru. Harganya murah dan bersih, kalau becek pas hujan saja. Kalau tidak hujan, tidak becek" Ratu Sarah.

"Kalau ke Pasar tradisional biasanya belanja lauk dan sayur-mayur karena seger-seger. Harganya murah dan pilihannya banyak. Kalau ke supermarket biasanya belanja sabun dan perlengkapan rumah-tangga lainnya, barang-barangnya lengkap dan banyak diskon" Maria Ngantung.

"Pasar Tradisional, dekat rumah, harganya murah dan bisa ditawar. Apalagi kalau sudah langganan, biasanya dikasih harga miring" Rebecca Sitompul.

Tapi ada yang juga yang belanja di Supermarket, alasannya sih lebih ke suasana.

"Selama ini lebih suka belanja di Supermarket, lebih aman saja" Ira Trisnawati.

"Lebih suka belanja di Supermarket, lebih bersih dan bisa milih barang yang sesuai kita inginkan. Terkadang juga harga jauh lebih murah di Supermarket di banding pasar tradisional, suka ada Promo" Emmy Olivia Scouttia.

"Supermarket, suasananya lebih nyaman dan tidak berdesak-desakan. Apalagi kalau bawa anak-anak, aman" Dewi Manurung.

Kelebihan lain di Pasar Tradisional itu, harganya murah dan bisa ditawar. Apalagi yang jago menawar, pasti bisa dapat harga sesuai yang diinginkan.

Disini kita juga bisa memilih daging / ayam / ikan yang fresh. Misalnya kalau ikan, kita bisa lihat insangnya masih berwarna merah atau tidak. Atau kalau ayam, kalau ingin fresh, bisa pilih ayam hidup dan minta dipotongkan. 

Untuk sayur-mayur juga bisa beli paketan, misalnya mau masak sayur lodeh. Kita tinggal bilang saja, beli sayur lodeh. Nanti kita akan dikasih plastik yang isinya sayuran yang ada di lodeh. Jadi tidak perlu beli satuan. Jatuhnya akan mahal.

Di pasar tradisional, kita bisa juga membeli bumbu jadi. Nah, kalau yang tidak mau ribet membuat masakan dengan bumbu dapur, bisa beli disini. Misal, mau masak opor ayam, tinggal bilang saja "Beli bumbu opor ayam". Nanti bumbu yang kalian beli itu, tinggal langsung diolah saja dirumah. Tidak perlu lagi, kupas atau pun marut. Itu butuh waktu lama bukan.

Kalau ke Pasar Tradisional juga harus berhati-hati, keamanan disini belum sepenuhnya aman. Jangan memakai perhiasan yang terlalu mencolok, bisa dicopet. Dan jangan berdandan terlalu menor, bisa dikasih harga mahal. Berpakaianlah seperti biasa, untuk aman dari tindakan kriminal.

Jadi, mari kita dorong Pasar Tradisional untuk lebih ditata dan lebih baik agar kita sebagai pembeli lebih nyaman saat berbelanja seperti di supermarket.

Semoga bermanfaat.









Friday, May 29, 2020

Yuks, Mulai Kenalkan Seni ke Anak Sejak Dini

Yuks, Mulai Kenalkan Seni ke Anak Sejak Dini
Dorkas Manroe

Kepintaran / Intelligence Quotient (IQ) seseorag itu tidak bisa diukur dari tingkat Pendidikannya, bisa juga dilihat dari talenta yang ada dalam dirinya. Salah satunya

"SENI".Tapi sebenarnya Seni itu sendiri apa ?

"Seni itu imajinasi yang tidak terhingga karena kepintaran seseorang tidak bisa di nilai dari akademis saja. Terkadang dari berseni orang bisa dilihat tingkat kecerdasannya. Dan seni sendiri bisa dikenalkan ke anak sejak mereka dalam kandungan" - Esther Febriane Manurung.

"Karya yang dibuat untuk menjadi suatu hasil yang indah. Seni itu penting, supaya setiap orang bisa punya kemampuan untuk berkarya dan lebih bisa berkreasi.Dan sejak bayi sudah mengenalkan ke anak musik, menyanyikan lagu. Biarpun suara pas-pasan, tapi itu salah satu cara mengenalkan musik ke anak" - Yuliana Subiyanti.

"Seni adalah karya / keahlian. Dengan seni bisa membuat hasil karya menjadi layak, cantik, indah, lebih berharga dan lebih dihargai. Seni juga bisa membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih pintar. Dan seni bisa diperkenalkan ke anak sedini mungkin" - Eva Sihombing.

"Hidup tidak ada seni lebih baik mati. Seni itu banyak seperti, musik, lukis, sosial dan masih banyak lainnya. Manusia tidak punya jiwa seni berarti dia gila, hidupnya tidak ada irama. Dari orang suka warna baju saja berarti dia punya jiwa seni. Orang suka mendengar musik berarti dia punya jiwa seni. Makanya sedini mungkin, seni dikenalkan kepada anak-anak agar mereka mempunyai irama"  - Fajar Muharam.

"Seni merupakan sesuatu yg adanya unsur keindahan.Dengan seni, kita dapat menciptakan sesuatu hasil / karya yang indah" - Frans Silalahi.

Seni itu sendiri berbagai macam "Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari, Seni Theater, Seni Drama dan masih banyak lagi.

Makanya selain memberikan Pendidikan formal, orangtua juga harus memperkenalkan "SENI" ke anak-anak dengan cara memberikan mereka kursus / Les Privat.

Seni bisa jadi modal buat mereka, jika mereka "kurang" dalam menerima Pendidikan Formal, seni bisa jadi modal untuk mendapatkan materi.

Hadassha Nauli, salah satu anak berumur 5 tahun yang sudah dikenalkan seni sejak dalam kandungan. Dan ketika dia berumur 4 tahun, orangtuanya memberikan les Piano dan Ballet. 

Lalu bagaimana jika anak terkadang tidak mau kursus / les ? Jangan dipaksa jika si anak tidak mau kursus / les. Kita sebagai orangtua tidak boleh juga memaksaan. Justru itu akan membuat si anak tidak menyukai kursus / les tersebut

Tapi sebenarnya, kapan waktu yang tepat memperkenalkan "SENI" kepada anak-anak ?

Para Ahli Kandungan mengatakan sejak dalam kandungan, dengan mendengarkan musik. Dan benar, akan ada interaksi dari bayi dalam kandungan. Mereka akan bergerak, kalau tidak percaya coba tanyakan ke orangtua kita apa benar tidaknya.

Dan ketika mereka sudah mengenal suara, kita bisa kenalkan dengan musik atau memberi tontonan anak-anak. 

Begitu mereka sudah bisa memegang pulpen / pensil warna dan mencoret-coret dibuku atau pun di tembok. Itu sebenarnya mereka sedang berkreasi sesuai imajinasi mereka. Tangan mereka sedang menggambarkan sesuatu. Tetapi karena kemampuan mereka belum terlalu mahir, jadi mereka hanya bisa mencoret berupa garis atau lingkaran yang banyak.

Kalau seperti itu. Jangan dimarahi atau memukul tangan mereka. Biar saja buku atau tembok kotor akan coretan mereka, biarkan mereka berkreasi sesuai imajinasi mereka. Siapa tahu mereka jadi pelukis nantinya.

Nah, orangtua juga harus bisa melihat talenta yang dimiliki anak. Misalnya anak-anak menyukai musik, bisa dikembangkan dengan cara memberikan kursus / les privat. Kalau mereka suka melukis, bisa dimasun kelas melukis. Jangan sampai talenta yang anak punya tidak dikembangkan.

Sebenarnya "SENI" itu bisa mengembangkan sistem otot, kerangka, dan saraf. Terutama untuk anak-anak yang mempunyai keterbatasan seperti difabel / disabiltas dan Autisme. Mereka bisa berprestasi dalam dunia "SENI", sebut saja Mozart, Komposisi Dunia Musik Klasik.

Dan kalau dari Indonesia, banyak pelukis dengan tubuh yang kurang sempurna, bisa menghasilkan karya yang indah seperti Patricia Saerang, Trimah , masih banyak pelukis lainnya.

Jadi jangan anggap sebelah mata orang-orang yang berkecimpung di dunia "SENI", mereka itu bisa menghasilkan materi juga. Bukan itu saja, mereka bisa terkenal dengan karya-karyanya jika ditekuni dan didukung orang-orang sekitarnya.

Yuks, mulai kenalkan "SENI" ke  anak-anak, tapi ingat "JANGAN DIPAKSA" jika mereka tidak suka. Lihat dahulu, talenta mereka dimana. Kalau dipaksa, nanti akan membuat anak stress. Itu justru tidak bagus untuk perkembangan otak maupun fisiknya.

 

Semoga bermanfaat.







Thursday, May 28, 2020

Alat Musik Tradisional Negeri Indonesia

Alat Musik Tradisional Negeri Indonesia
Dorkas Manroe

Indonesia terkenal akan kebudayaannya, salah satunya alat musik  tradisionalnya. Hadirnya alat musik tradisional, ada yang merupakan hasil akulturasi budaya asing. Namun banyak juga yang asli dari negeri sendiri.

Berikut beberapa dari alat musik dari Negeri Indonesia


Gondang Batak

Alat musik tradisional ini berasal dari suku Batak, Sumatera Utara. Gondang merupakan alat-alat yang terbuat dari perunggu yang terdiri dari perlengkapan yang mempunyai empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantung, dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng.

Gondang Batak memiliki 2 jenis ansambel yaitu gondang Sabangun dan gondang Hasapi, secara garis besar kedua jenis tersebut dipakai untuk acara adat maupun ritual keagamaan. Gondang Sabangun biasanya dimainkan dimainkan di luar rumah / di halaman rumah sedangkan gondang Hasapi biasanya dimainkan dalam rumah

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\gondang.jpg



TEHYAN

Alat musik tradisional ini berasal dari Jakarta merupakan peninggalan kebudayaan Tionghoa.  Tehyan dibawa keturunan Thiong Hoa yang dahulu menetap atau singgah di Indonesia

Tehyan merupakan alat musik gesek berbentuk panjang dengan bagian bawah yang agak melebar. Jika diamati, alat musik ini mirip rangka manusia mulai bagian badan hingga bokong. Tangga nada dalam alat musik Tehyan yang diatonis, dalam permainannya lebih mengandalkan feeling atau perasaan. Itulah yang membuat alat musik ini berbeda dengan alat musik lainnya.

Cara memainkannya mirip bermain biola yaitu dengan menggesek kedua dawainya. Tehyan serupa dengan alat musik Sukong atau Kong’ahyan, bedanya ada dinada dasarnya. Dan Tehyan biasa dijumpai dalam acara kebudayaan Betawi seperti pertunjukan Gambang Kromong, Ondel-ondel atau Lenong.

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\Theyan.jpg



BAASI

Alat musik tradisional ini berasal dari Sulawesi Tenggara. Baasi biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian dari lagu daerah tersebut.

Baasi dimainkan dengan cara dipukul menggunakan rotan. Instrumen ini berupa potongan bambu berupa berjumlah 10 buah yang memiliki panjang berbeda-beda dan terdapat lubang di tiap pangkalnya. Sehingga menghasilkan bunyi nada yang bervariasi

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\Baasi.jpg C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\BAASII.jpg





SLUDING ATAU KELENTANGAN

Alat musik tradisional ini berasal dari Kalimantan Timur. Semula, Slunding dimainkan untuk mengusir burung. Kini Sluding mengiringi upacara adat. 

Alat music ini terdiri dari 8 bilah kayu dengan ukuran berbeda-beda, kemudian disusun meyerupai gambang dan diuntai pada sebuah rak kayu. Di sisi kanan dan kiri atasnya terdapat hiasan dengan motif kepala burung Enggang sebagai hewan sacral oleh suku Dayak Modang.

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\Sluding( klentangan ).jpg



FU 

Alat musik tradisional ini berasal dari Maluku Utara. FU dikenal dengan nama Tahuri atau Karno oleh masyarakat pesisir di Maluku Utara. Keunikan alat musik ini terletak pada bentuknya karena terbuat dari kulit kerang dan cara memainkannya dengan cara ditiup pada bagian berlubang atau berlubang.

Dulu, alat musik ini ditiup untuk memanggil bantuan para penduduk ketika tersesat. Sekarang, FU dibunyikan dengan nyaring untuk mengiringi tari-tarian Suku Asmat. 

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\FU ALAT MUSIK.jpg



PARERET PENGASIH –ASIH

Alat musik tradisional ini berasal dari Bali. Alat musik ini mungkin kurang familiar. Padahal, konon Pareret sering dipakai perjaka untuk mengguna-gunai gadi yang dicintainya, lalu memainkannya di atas pohon tinggi pada malam hari. Kini, alat musik sejenis terompet yang terbuat dari kayu ini biasanya disembunyikan untuk mengiringi kesenian opera Sewo Gati

C:\Users\Teresa Abigail\Desktop\Pareret.jpg


Wednesday, May 20, 2020

#TerserahIndonesia

#TerserahIndonesia
Dorkas Manroe



Baru-baru ini trending tagar #TerserahIndonesia. Hal ini merupakan salah bentuk kekecewaan dari para team medis karena masih banyaknya kerumunan massa. 

Berawal dari beberapa hari lalu, ketika tempat umum mulai dibuka seperti bandara Soekarno-Hatta maupun beberapa mal yang sudah dibuka. Antrian panjang dan membludaknya kerumunan masyarakat.  Padahal Pemerintah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan meminta masyarakat untuk "Stay At Home".

Mungkin masyarakat sudah tidak perduli dengan wabah COVID-19 ini, atau sudah bosan dirumah sehingga himbauan Pemerintah ini tidak digubris.

Lalu kalau sudah begini, akan muncul banyak opini / komentar di masyarakat

"Penanganan soal Covid-19 di Indonesia carut-marut, aturan yang dibuat suka berubah-rubah sehingga membuat masyarakatnya tidak patuh/bigung" - Davy Soetiman.

"Sampai kapan dirumah saja ? Apakah dengan dirumah wabah COVID-19 akan berakhir ? Sekarang masyarakat harus bisa memulai kehidupan baru di tengah wabah ini, caranya menjaga kebersihan. Seperti jaga jarak, hindari sentuhan fisik, memakai masker, mencuci tangan , menjaga imunitas tubuh dan masih banyak lagi seperti anjuran Pemerintah" - Deepa.

"Seperti menyalahkan Pemerintah padahal masyarakatnya tidak patuh. Dan Pemerintahnya serba salah, diketatkan peraturannya nanti perekonomian mati. Dilonggarin, jumlah yang terkena bertambah. Pokoknya Pemerintah serba salah untuk bertindak" - Alex Tobing.

"Spechless ...Kesadaran diri kurang Seharusnya masyarakat bisa patuh anjuran Pemerintah" - Ade Faranissa Kurniawan.

Dan kalau sudah begini, miris kelihatannya. Ketika team medis berjuang supaya wabah COVID-19 ini tidak menyebar, tapi masih ada saja masyarakatnya yang tidak patuh dengan anjuran Pemerintah.

Dimasa PSBB ini, masih ada saja masyarakat yang "bandel" tidak ikuti anjuran Pemerintah. Untuk penggunaan masker saja masih ada saja yang tidak gunakan. 

Sebenarnya PSBB ini dibuat Pemerintah, supaya masyarakat benar-benar "Stay At Home". Tidak ada aktivitas kegiatan diluar rumah jika tidak penting. Gunanya untuk menekan penyebaran virus COVID-19.  

Tapi kenyataannya, masih  ada saja masyrakat yang keluar rumah. Bahkan ada yang mengambil kesempatan sebagai liburan.

Lalu ini salah siapa ? Pemerintah ? Karena kurang tegasnya menerapkan Peraturan selama virus COVID-19 ini. 

Tapi masyarakat juga tidak bisa disalahkan, sudah kurang lebih 2 bulan kegiatan dilakukan dirumah. Seperti anak-anak sekolah belajar dirumah, karyawan bekerja dari rumah. Pokoknya semua kegiatan dilakukan dari rumah. Bukan itu saja, banyak toko-toko, rumah makan, restaurant bahkan mall ditutup. Guna untuk menghindari kerumunan massa.

Jika seperti ini terus, akan banyak Perusahaan dan tempat usaha yang akan "gulung tikar" karena tidak ada transaksi jual-beli. Bukan itu saja, berapa banyak karyawan yang akan terkena dampak PHK. 

Sudah waktunya Pemerintah mencari jalan keluar agar perekonomian di Indonesia tetap berjalan ditengah-tengah polemik virus COVID-19 ini. Apa yang harus dilakukan untuk menekan penyebarannya dan menekan angka kematian akibat wabah ini.

Dan masyarakat juga harus patuh dengan anjuran pemerintah. Jika untuk hal simple saja susah dilakukan, bagagimana virus COVID-19 ini akan berakhir. 

Sebenarnya Virus COVID-19 ini apa ? 

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Bagaimana Virus COVID-19 bisa menular ?

Metode penyebarannya melalui saluran pernapasan, makanya disarankan untuk memakai masker ketika keluar rumah. Dan menjaga jarak minimal 1 meter. 

Gejalanya seperti apa ? 

Untuk saat ini gejalanya seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat, menggigil atau  tubuh merasa sakit, mata merah dan masalah pencernaan.

Darimana asal mula virus COVID-19 ini ?

Wulan, negara pertama kali yang memberitahkan virus ini. Asal mula virus ini dari orang yang memakan hewan kelelawar. Dari sini lah awal mula virus ini yang kemudian berevolusi ke hewan lainnya. Dan menghasilkan virus baru. 

Umur berapa yang beresiko terkena Virus COVID-19 ?

Usia 50 tahun keatas, paling beresiko terkena virus ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah. 

Oleh karena itu harus berhati-hati, jika dirumah ada orangtua yang berusia 50 tahun harus dijaga pola makanan dan melakukan olahraga. Artinya kesehatan harus lebih diperhatikan. 

Bagaimana supaya virus COVID-19 ini berakhir ?
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengikuti anjuran Pemerintah merupakan cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penyebaran virus COVID-19 ini.

Jadi sekarang dikembalikan lagi ke masyarakat, jika ingin virus COVID-19 ini berakhir kuncinya KESADARAN DIRI dan PATUH dengan himbauan Pemerintah. 


Semoga bermanfaat.



Monday, May 18, 2020

Keadilan Pendidikan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan Pendidikan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dorkas Manroe
 



"Keadilan Pendidikan Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" Kalimat ini saya dengar ketika menonton Instagram live akun @sokolainstitute, 16/05/2020 Jam 12:00 WIB. Dan kalimat itu juga tertulis di salah satu kaos merchandise "Sokolainstitute".

Oh ya, sedikit informasi mengenai "Sokola Rimba" didirikan tahun 2003 oleh Butet Manurung dan empat pendidik lainnya. Tujuannya ingin anak-anak yang dipedalaman bisa mendapatkan pengajaran atau pendidikan yang sama seperti anak-anak lainnya.

Nah, kalau pengin tahu lebih banyak mengenai "Sokola Rimba" bisa kunjungi websitenya http://sokola.org/ .

Benar juga sih kalau dipikir-pikir, pendidikan saat ini belum semuanya rata. Dalam arti, untuk membaca-menghitung saja masih banyak anak-anak yang belum bisa. 

Lalu bagaimana dengan program Pemerintah, yang mewajibkan semua penduduk mengikuti program pendidikan dasar selama sembilan tahun (Enam tahun Sekolah Dasar (SD), tiga tahun Sekolah Menengah Pertama dan tiga tahun Sekolah Menengah Umum (SMU).

Kenapa masih banyak anak-anak yang belum mendapatkan pendidikan seperti program pemerintah tersebut, padahal sistem pendidikan ini juga tertulis dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.  

Sebenarnya seberapa penting pendidikan itu sendiri ?

Oma Selly (@omaselly)
"Pendidikan itu penting karena berkaitan erat dengan pengetahuan sementara jaman semakin kesini semakin canggih dalam segala bidang. Andai kita tidak punya pengetahuan maka bagaimana kita bisa hidup dalam peradapan yang berlaku. Masa depan itu nomor kesekian yang penting mampu mengikuti jaman"

Ratih Himura (@ratihhimura)
"Pendidikan itu sistem yang dapat mengubah perilaku seseorang melalui pembelajaran atau pelatihan yang terus menerus dilakukan. Dan pendidikan itu penting banget untuk bekal masa depan sesorang dalam mencapai karirnya"

Enny Setiyowati (@ennysetiyowati)
"Pendidikan itu adalah ilmu pengetahuan / pembelajaran penting untuk bertahan hidup baik. Ilmu / ajaran tentang sosial, agama, budaya, perilaku, dasar berkreasi dan inovasi mengikuti perkembangan jaman. Serta harta/dasar pembentukan jati diri/cara berpikir / intelektual setiap manusia itu sndri untuk menyesuaikan diri dimanapun dia berada dan berkembang.

Sarah Trisna Kinanti (@SarahTrisnaKinanti)
"Pendidikan adalah usaha atau kegiatan yang menambah wawasan seseorang"

Butet Manurung (@butet_manurung)
"Pendidikan itu seharusya membuat seseorang menjadi versi terbaik dirinya yang bermanfaat bagi orang lain"

Freedy Bereciartu (@freddymarr)
" Pendidikan itu akademik, sangat penting. Dan untuk tingkat pendidikan masing-masing orang berbeda, disesuaikan dengan kebutuhan hidupnya"

Itulah pendapat mereka mengenai pendidikan, tidak ada yang salah maupun benar. Masing-masing punya pendapatnya mengenai Pendidikan. 

Mungkin kalau dari sisi pendidikan formal, sangat penting karena penentu tingkatan untuk kedepannya. Dengan hasil akhirnya ijazah yang bisa digunakan untuk melamar pekerjaan.  Semakin tinggi pendidikan kamu, mudah dilirik Perusahaan.

Tapi beda halnya dengan Freedy Bereciartu, yang sudah travel ke 60 negara ini, gelar pendidikan yang dia peroleh karena permintaan orangtuanya.

Freedy Bereciartu menyelesaikan sekolah menengahnya di Venezuela, kuliah di bidang ekonomi di Amerika Serikat. Dan dis master bisnis di Eropa.
 

Baginya pendidikan kehidupan merupakan salah satu pendidikan informal yang didapatnya dari travel yang sudah dia lakukan.

Jadi baginya pendidikan informal juga dibutuhkan untuk menunjang pendidikan formal.

Apalagi di zaman globalisasi sekarang ini, rata-rata Perusahaan melihat gelar ketika mencari kandidat karyawannya. Setelah itu pengalaman dan ketrampilannya. 

Selain pendidikan formal, kebanyakan orangtua juga mengikuti anak-anaknya pendidikan informal seperti kursus bahasa inggris, karate, balet, vocal, musik, dan masih banyak lagi.

Ini dilakukan supaya anak-anak mempunyai banyak kegiatan dan kemampuan yang kedepannya bisa menunjang pendidikan formalnya.

Lalu bagaimana dengan pendidikan di pedalaman / rimba ?

Apakah pola pendidikannya sama dengan pendidikan di perkotaan ? Tentu tidak.

Masih banyak daerah-daerah yang ada di Indonesia, khususnya di pedalaman / rimba yang untuk membaca, menulis dan berhitung saja tidak bisa. Silahkan googling dan baca.

Makanya tidak heran kalau masyarakat di pedalaman / rimba, sering dibohongi. Ada saja yang berniat jahat atas kepemilikan mereka, seperti tanah, ladang, sawah maupun harta benda mereka lainnya.

Lalu bagaimana cara supaya masyarakat di pedalaman / rimba bisa mendapatkan pengajaran / pendidikan yang sama seperti perkotaan. Paling tidak, mereka bisa yang dasarnya saja dulu seperti membaca,menulis dan berhitung.

Kalau jawabannya masyarakatnya harus hijrah ke perkotaan. 

Tidak segampang itu, orangtuanya tidak memberikan izin untuk hijrah / keluar dari daerahnya. Mereka takut jika sudah pergi / keluar dari desanya, tidak akan kembali lagi. Artinya mereka akan lupa akan kampung halaman dan kebudayaanya.

Ini lah yang menjadi "PR" / tugas Pemerintah supaya masyarakat yang di pedalaman / rimba bisa mendapatkan pendidikan yang sama dengan masyarakat perkotaan. 

Kalau ada yang mengatakan LSM / Relawan / Volunter yang datang untuk memberikan pendidikan kepada mereka. 

Pertanyaannya "Bagaimana pola pengajaran yang mereka berikan dan berapa lama mereka menetap didaerah tersebut, selamanya atau hanya sesaat saja"

Mereka juga mempunyai keterbatasan, termasuk dalam hal finasial / keuangan. 

Tapi saya tertarik dengan "Sokola", Pusat Pembelajaran masyarakt di pedalaman / rimba.

Awalnya tertarik dengan perempuan batak, Butet Manurung, yang mau terjun langsung ke pedalaman / rimba hanya untuk mengajarkan anak-anak disana.
 
Jujur, aku sudah lama tertarik dan kagum dengan dia.  

Gimana tidak kagum, dia perempuan berani masuk hutan dan bersatu dengan alam. Mungkin, ada saja laki-laki yang bisa seperti dia. 

Dan berkat Instagram (IG), aku bisa menemukan akunnya. Ternyata dia tidak sombong, ramah dan tidak pelit ilmu. 

Tiap diajak sharing, pasti dia jawab. 

Dia juga tidak lupa memberi tahu jika ada live di IG, pembahasannya macem-macem. Tapi intinya soal pendidikan.

Pola pendidikan yang diberikan juga berbeda karena mereka belajar di alam. Tanpa pakaian seragam, tas, sepatu mapun buku belajar. 

Jam belajar juga tidak seperti disekolah formal, disini kalau bosan bisa rehat / istirahat sebentar. Nanti belajarnya diteruskan lagi. 

Dan selama wabah corona, banyak tahu mengenai bagaimana pendidikan anak-anak di pedalaman / rimba.

Ternyata masih banyak yang belum "disentuh" Pemerintah.

Inilah kenapa Pendidikan belum merata, masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum mendapatkan pendidikan sesuai Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003.

Pemerintah harus lebih fokus dan mencari solusi dalam hal ini, terutama bagaimana cara pendidikan di pedalaman / rimba bisa sama dengan perkotaan. Paling tidak dasarnya saja dulu, "Membaca, Menulis dan Berhitung" 

Oh ya, untuk orangtua juga jangan pernah larang anak untuk bereksperimen / menganalisis sesuatu. Biar saja mereka melakukan apa yang mau mereka lakukan, dari sana mereka akan belajar. Istilahnya "Jangan pernah takut kotor", justru dari kotor akan banyak ilmu yang didapat dengan sendirinya". Tapi tetap harus diawasi.

Pendidikan formal itu memang sangat perlu, tapi pendidikan informal juga perlu karena keduanya berguna untuk kehidupan kita. 





Pondok Kelapa, Jakarta Timur
19 Mei 2020







*Tulisan ini di ilhami dari IG Live @butet_manurung dan @sokolarimba. 

Jujur saja, sudah lama kagum dengan sosok perempuan batak. Dia bersama teman-temannya, mau terjun langsung ke pedalaman / rimba hanya untuk mengajarkan anak-anak membaca, menulis dan berhitung.

Dari IG Live tersebut, jadi banyak tahu bagaimana situasi dan cara mereka mengajar anak-anak disana.

Berbeda memang karena mereka belajar di alam. Dan kalau bosan, rehat / istirahat sebentar. Nanti belajar lagi.




Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...