Indonesia terkenal akan kebudayaannya, salah satunya alat musik tradisionalnya. Hadirnya alat musik tradisional, ada yang merupakan hasil akulturasi budaya asing. Namun banyak juga yang asli dari negeri sendiri.
Berikut beberapa dari alat musik dari Negeri Indonesia
Gondang Batak
Alat musik tradisional ini berasal dari suku Batak, Sumatera Utara. Gondang merupakan alat-alat yang terbuat dari perunggu yang terdiri dari perlengkapan yang mempunyai empat sampai dua belas gong kecil, satu atau dua gong besar yang digantung, dua sampai sembilan kendang, satu alat tiup, penyari dan gembreng.
Gondang Batak memiliki 2 jenis ansambel yaitu gondang Sabangun dan gondang Hasapi, secara garis besar kedua jenis tersebut dipakai untuk acara adat maupun ritual keagamaan. Gondang Sabangun biasanya dimainkan dimainkan di luar rumah / di halaman rumah sedangkan gondang Hasapi biasanya dimainkan dalam rumah
TEHYAN
Alat musik tradisional ini berasal dari Jakarta merupakan peninggalan kebudayaan Tionghoa. Tehyan dibawa keturunan Thiong Hoa yang dahulu menetap atau singgah di Indonesia
Tehyan merupakan alat musik gesek berbentuk panjang dengan bagian bawah yang agak melebar. Jika diamati, alat musik ini mirip rangka manusia mulai bagian badan hingga bokong. Tangga nada dalam alat musik Tehyan yang diatonis, dalam permainannya lebih mengandalkan feeling atau perasaan. Itulah yang membuat alat musik ini berbeda dengan alat musik lainnya.
Cara memainkannya mirip bermain biola yaitu dengan menggesek kedua dawainya. Tehyan serupa dengan alat musik Sukong atau Kong’ahyan, bedanya ada dinada dasarnya. Dan Tehyan biasa dijumpai dalam acara kebudayaan Betawi seperti pertunjukan Gambang Kromong, Ondel-ondel atau Lenong.
BAASI
Alat musik tradisional ini berasal dari Sulawesi Tenggara. Baasi biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian atau nyanyian dari lagu daerah tersebut.
Baasi dimainkan dengan cara dipukul menggunakan rotan. Instrumen ini berupa potongan bambu berupa berjumlah 10 buah yang memiliki panjang berbeda-beda dan terdapat lubang di tiap pangkalnya. Sehingga menghasilkan bunyi nada yang bervariasi
SLUDING ATAU KELENTANGAN
Alat musik tradisional ini berasal dari Kalimantan Timur. Semula, Slunding dimainkan untuk mengusir burung. Kini Sluding mengiringi upacara adat.
Alat music ini terdiri dari 8 bilah kayu dengan ukuran berbeda-beda, kemudian disusun meyerupai gambang dan diuntai pada sebuah rak kayu. Di sisi kanan dan kiri atasnya terdapat hiasan dengan motif kepala burung Enggang sebagai hewan sacral oleh suku Dayak Modang.
FU
Alat musik tradisional ini berasal dari Maluku Utara. FU dikenal dengan nama Tahuri atau Karno oleh masyarakat pesisir di Maluku Utara. Keunikan alat musik ini terletak pada bentuknya karena terbuat dari kulit kerang dan cara memainkannya dengan cara ditiup pada bagian berlubang atau berlubang.
Dulu, alat musik ini ditiup untuk memanggil bantuan para penduduk ketika tersesat. Sekarang, FU dibunyikan dengan nyaring untuk mengiringi tari-tarian Suku Asmat.
PARERET PENGASIH –ASIH
Alat musik tradisional ini berasal dari Bali. Alat musik ini mungkin kurang familiar. Padahal, konon Pareret sering dipakai perjaka untuk mengguna-gunai gadi yang dicintainya, lalu memainkannya di atas pohon tinggi pada malam hari. Kini, alat musik sejenis terompet yang terbuat dari kayu ini biasanya disembunyikan untuk mengiringi kesenian opera Sewo Gati
No comments:
Post a Comment