Wednesday, May 20, 2020

#TerserahIndonesia

#TerserahIndonesia
Dorkas Manroe



Baru-baru ini trending tagar #TerserahIndonesia. Hal ini merupakan salah bentuk kekecewaan dari para team medis karena masih banyaknya kerumunan massa. 

Berawal dari beberapa hari lalu, ketika tempat umum mulai dibuka seperti bandara Soekarno-Hatta maupun beberapa mal yang sudah dibuka. Antrian panjang dan membludaknya kerumunan masyarakat.  Padahal Pemerintah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan meminta masyarakat untuk "Stay At Home".

Mungkin masyarakat sudah tidak perduli dengan wabah COVID-19 ini, atau sudah bosan dirumah sehingga himbauan Pemerintah ini tidak digubris.

Lalu kalau sudah begini, akan muncul banyak opini / komentar di masyarakat

"Penanganan soal Covid-19 di Indonesia carut-marut, aturan yang dibuat suka berubah-rubah sehingga membuat masyarakatnya tidak patuh/bigung" - Davy Soetiman.

"Sampai kapan dirumah saja ? Apakah dengan dirumah wabah COVID-19 akan berakhir ? Sekarang masyarakat harus bisa memulai kehidupan baru di tengah wabah ini, caranya menjaga kebersihan. Seperti jaga jarak, hindari sentuhan fisik, memakai masker, mencuci tangan , menjaga imunitas tubuh dan masih banyak lagi seperti anjuran Pemerintah" - Deepa.

"Seperti menyalahkan Pemerintah padahal masyarakatnya tidak patuh. Dan Pemerintahnya serba salah, diketatkan peraturannya nanti perekonomian mati. Dilonggarin, jumlah yang terkena bertambah. Pokoknya Pemerintah serba salah untuk bertindak" - Alex Tobing.

"Spechless ...Kesadaran diri kurang Seharusnya masyarakat bisa patuh anjuran Pemerintah" - Ade Faranissa Kurniawan.

Dan kalau sudah begini, miris kelihatannya. Ketika team medis berjuang supaya wabah COVID-19 ini tidak menyebar, tapi masih ada saja masyarakatnya yang tidak patuh dengan anjuran Pemerintah.

Dimasa PSBB ini, masih ada saja masyarakat yang "bandel" tidak ikuti anjuran Pemerintah. Untuk penggunaan masker saja masih ada saja yang tidak gunakan. 

Sebenarnya PSBB ini dibuat Pemerintah, supaya masyarakat benar-benar "Stay At Home". Tidak ada aktivitas kegiatan diluar rumah jika tidak penting. Gunanya untuk menekan penyebaran virus COVID-19.  

Tapi kenyataannya, masih  ada saja masyrakat yang keluar rumah. Bahkan ada yang mengambil kesempatan sebagai liburan.

Lalu ini salah siapa ? Pemerintah ? Karena kurang tegasnya menerapkan Peraturan selama virus COVID-19 ini. 

Tapi masyarakat juga tidak bisa disalahkan, sudah kurang lebih 2 bulan kegiatan dilakukan dirumah. Seperti anak-anak sekolah belajar dirumah, karyawan bekerja dari rumah. Pokoknya semua kegiatan dilakukan dari rumah. Bukan itu saja, banyak toko-toko, rumah makan, restaurant bahkan mall ditutup. Guna untuk menghindari kerumunan massa.

Jika seperti ini terus, akan banyak Perusahaan dan tempat usaha yang akan "gulung tikar" karena tidak ada transaksi jual-beli. Bukan itu saja, berapa banyak karyawan yang akan terkena dampak PHK. 

Sudah waktunya Pemerintah mencari jalan keluar agar perekonomian di Indonesia tetap berjalan ditengah-tengah polemik virus COVID-19 ini. Apa yang harus dilakukan untuk menekan penyebarannya dan menekan angka kematian akibat wabah ini.

Dan masyarakat juga harus patuh dengan anjuran pemerintah. Jika untuk hal simple saja susah dilakukan, bagagimana virus COVID-19 ini akan berakhir. 

Sebenarnya Virus COVID-19 ini apa ? 

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit baru yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Bagaimana Virus COVID-19 bisa menular ?

Metode penyebarannya melalui saluran pernapasan, makanya disarankan untuk memakai masker ketika keluar rumah. Dan menjaga jarak minimal 1 meter. 

Gejalanya seperti apa ? 

Untuk saat ini gejalanya seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, dan hidung tersumbat, menggigil atau  tubuh merasa sakit, mata merah dan masalah pencernaan.

Darimana asal mula virus COVID-19 ini ?

Wulan, negara pertama kali yang memberitahkan virus ini. Asal mula virus ini dari orang yang memakan hewan kelelawar. Dari sini lah awal mula virus ini yang kemudian berevolusi ke hewan lainnya. Dan menghasilkan virus baru. 

Umur berapa yang beresiko terkena Virus COVID-19 ?

Usia 50 tahun keatas, paling beresiko terkena virus ini karena sistem kekebalan tubuh mereka yang melemah. 

Oleh karena itu harus berhati-hati, jika dirumah ada orangtua yang berusia 50 tahun harus dijaga pola makanan dan melakukan olahraga. Artinya kesehatan harus lebih diperhatikan. 

Bagaimana supaya virus COVID-19 ini berakhir ?
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan mengikuti anjuran Pemerintah merupakan cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi penyebaran virus COVID-19 ini.

Jadi sekarang dikembalikan lagi ke masyarakat, jika ingin virus COVID-19 ini berakhir kuncinya KESADARAN DIRI dan PATUH dengan himbauan Pemerintah. 


Semoga bermanfaat.



No comments:

Post a Comment

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...