Tuesday, May 12, 2020

Teror

Teror
Dorkas Manroe



Ada yang mengatakan "Menikah itu enak, bisa berbagi kisah hidup" Tapi sebenarnya menikah itu tidak enak, tidak seindah cerita dogeng atau kisah romantis seperti di film-film atau novel percintaan.

Seperti kisah ini dimana, menikah itu tidak selamanya indah. 

"Hi Rani, carikan kakak cowok yang bisa temenin malam ini". Isi pesan yang kuterima di inbox facebook.

"Ahh ... Maksudnya" Balasku tidak paham.

"Jangan pura-pura tidak paham, kamu tahu maksudnya apa" Balasnya kembali.

Aku tidak membalas pesan tersebut. 

Lalu aku merasa yang aneh, tumben akun facebook itu kirim pesan. Selama berteman di facebook, belum pernah akun tersebut komen. Tapi kenapa tiba-tiba, dia kirim pesan di inbox facebook. Bukankah dia tahu no whats up ku ya.

Ya, aku kenal dengan pemilik akun facebook itu. Dia keponakan tante aku, bukan keponakan kandung sih tapi keponakan lah. 

Veni namanya, perempuan yang sudah menikah dan punya 2 anak bahkan cucu. 

Selama ini kita hanya ketemu kalau ada acara keluarga saja, selebihnya tidak pernah ketemu maupun hang out bareng. Bukan hanya itu, komunikasi di whats up saja jarang. Kita chat paling tanya apakah datang atau tidak ke acara keluarga, selebihnya tidak.

Makanya aneh, tiba-tiba dia chat dan isinya tidak paham. 

Beberapa hari kemudian, chat tersebut datang lagi.

"Rani, gimana ? Sudah ada belum cowok buat kakak" Tanyanya.

Dan lagi-lagi aku tidak membalas chat gila tersebut. 

Tapi semakin lama, teror itu terus datang. Kemudian aku memutuskan telp ke no handphone Veni, tapi sayang tidak diangkat.

Setelah itu, aku pun lupa untuk menghubungi kembali. Hingga suatu hari ada yang telp yang membuatku emosi tingkat dewa.

"Hai Rani, malam ini kemana. Hingga nikmati dunia malam yuks" Ucap dari penelpon.

"Ini siapa" Jawabku dengan nada tinggi.

"Udah gak perlu tahu, kita ketemuan dimana. Atau aku jemput kamu dimana. Jangan lupa ajak kakak kamu itu ya" Ujarnya sambil ketawa.

"Bangsaaattt ... " Lalu ku tutup telp dan ku block no tersebut.

Ingin rasanya tonjok wajah si penelpon, tapi sayang dia tidak didepan mata. Kalau didepan mata, habis kubuat.

Lalu ku telp kembali si Veni, dan lagi-lagi tidak diangkatnya. Ku kirim pesan di whats up nya "Kakak dimana, ini kenapa ada chat dan telp aneh ke aku ya. Balas pesanku ya"

Anjiiirrr ... Tidak ada respon sampai 2 hari. Kemudian aku mengirim kembali pesan dan kutulis namaku. Barulah pesanku dibalas."Sorry Rani, kakak kabur dari rumah. No telp kamu hilang, jadi kakak pikir orang iseng"

"Bisa jelaskan apa maksud chat yang datang ke aku" Balasku.

"Kita ketemuan saja, Minggu jam 12:00 di daerah Cikini ya" Pintanya.


******

Sesuai dengan janji, aku datang ketempat janjian. Disana aku bertemu dengan Veni, dia menjelaskan apa yang terjadi dengan rumah tangganya.

Dia kabur dari rumah karena dipukul dan dikurung dikamar, tidak boleh kemana-mana. Dia juga dikatakan "Kafir".

Ya, Veni dan suaminya beda agama. Mereka selama ini menjalankan sesuai agamanya masing-masing, tapi anaknya ikut agama suaminya.

Dan dia bisa kabur karena anaknya yang bukaan pintu ketika suaminya sedang mengajar.

Sejak pensiun dari salah satu BUMN, suaminya mengajar. Dari sanalah sumber penghasilan keluarganya. Dan karena alasan inilah, Veni memutuskan untuk bekerja kembali. Suaminya memberikan izin untuk dia bekerja lagi.

Makanya aneh bagi aku, kenapa suaminya bisa lakukan tindakan kekerasan seperti itu.Selama ini menurut pandangan aku, suaminya baik. Apa yang diminta Veni selalu diberikan, tidak pernah aku lihat suaminya marah besar atau membentaknya.

Bahkan suaminya pernah mengantar aku sampai terminal bus dan memastikan bus yang aku tumpangi aman. 

"Udah kamu tidak usah hiraukan telp teror itu. Kakak saja tidak pikirin" Ujarnya.

"Tapi kakak harus selesaikan, jangan kabur. Kalau mau cerai ya cerai, jangan buat orang lain ikut terlibat" Ucapku dengan nada kesal.

Veni tidak menjawab, dia sibuk memainkan handphone nya. 

Hingga secara tidak sengaja, aku melihat sosok cowok yang sedang memeluk Veni dari belakang. 

"Kakak itu siapa, kayak aku kenal" Tanyaku penasaran.

"Ahhhh ... Bukan siapa-siapa" Jawabnya gugup.

"Coba lihat sini kakak, itu Keni kan. Anaknya 1, cewek" Ujarku sambil aku tarik tangannya yang sedang memegang handphone.

Veni dengan cepat memasukkan handphonenya ke dalam tas, kemudian dia menceritakan siapa cowok yang kulihat tadi.

Ternyata benar, cowok itu teman di facebook aku juga. Dan aku suka cowok itu. 

OMG ... 

Ternyata mereka kenalan ketika aku upload foto yang ada dia dan sepupu aku satu lagi. Veni di add friend cowok itu dan di acceptnya.

Bagi aku sih biasa saja, tapi yang tidak biasa ketika dia mengatakan sering ketemuan dan terjalin hubungan diantara mereka.

"Aaahhh ..." Kaget aku mendengarnya. 

Bagai petir disiang bolong mendengar cerita Veni.

Aku hanya bisa diam, hati menangis "Kenapa harus cowok itu yang disukai Veni"

Jadi cowok itu alasan dia kenapa memilih kabur daripada mempertahankan rumah-tangganya. 

Ya sih, cowok itu baik dan royal. Dia bisa membesarkan anaknya tanpa menikah lagi dan bisa dekat dengan anaknya. Itulah alasan kenapa aku menyukai cowok itu.

Sakit kepala aku mendengar semua kisah percintaan Veni dengan cowok itu. 

Entahlah, harus berkata apa. Hanya bisa diam dan diam mendengar dia bercerita.

Setelah Veni puas bercerita, kami pun berpisah. Dia cuma minta supaya aku tidak meladenin telp atau pun chat aneh. 


***

Setelah pertemuan kami itu, makin sering aku ditelp dan dichat tidak jelas. Dan atas saran teman, aku menggunakan aplikasi dimana kita bisa tahu siapa yang telp.

Hampir tiap hari, aku terima teror tidak jelas itu. 

Puncaknya, aku emosi tingkat dewa. Aku chat Veni dengan kata-kata kasar "Kak, bisa tidak usah bawa-bawa aku dalam urusan rumah-tangga kakak. Bisa tidak diselesaikan baik-baik sama suami kakak itu"

Diluar dugaan, Veni hanya membalas "Lapor polisi saja, kakak tidak perduli"

OMG ... Tambah emosi aku ketika membaca chat tersebut.

Kemudian Veni memblock semua akun aku, whats up dan facebook.

Dan akhirnya, aku menceritakan masalah ini ke sepupu aku dan kebetulan sepupu dia juga.

"Sis, udah tahu belum Veni kabur dari rumah. Katanya suaminya suka mukul terus dia dikurung dikamar".

Siska, sepupuku itu malah ketawa mendengarnya. "Bohong dia, siapa bilang dia dikurung dan dipukul. Lagipula kalau dia dipukul pasti ada alasannya. Dia juga sih gaya hidupnya maunya glamor terus. Apalagi sekarang suaminya sudah pensiun, jadi pemasukan tidak seperti dulu"

Eemmm ... Aku hanya bisa diam mendengar cerita Siska.  

Sejak saat itu, aku tdak bisa berbuat apa-apa. Hanya bisa diam dan membaca semua chatnya, bahkan memblock no telp yang tidak jelas.

Ternyata, dari cerita sepupu dia yang lain. Veni pernah memfitnah sepupunya yang sering kerumahnya. 

Emma, nama sepupu yang dia katakan kesemua orang ada hubungan dengan suaminya. 

"Uuuhhhfff ..." Aku hanya bisa menghela nafas saja ketika mendengar cerita Emma, bagaimana dia difitnah punya hubungan dengan suaminya.

Bahkan orangtua Emma sempat marah besar dan tidak mengirim uang ke dia. Tapi namanya juga kebohongan, pasti ketahuan juga. 

Semua ftnah Veni tidak terbukti, bahkan semua kelakuan Veni terbongkar. 

Ternyata suaminya marah karena menemukan foto Veni sedang tidur dengan lelaki lain. Anaknya melihat foto itu album handphone Veni, kemudian memberikan kepada Papanya.

Suami mana yang tidak marah, melihat istrinya berfoto diatas ranjang dengan cowok lain dan disimpan dihandphone. Itu sama saja membongkar aib sendiri.

Veni memang dari dulu gayanya luar biasa, selalu menggunakan pakaian bermerek. 

Oh ya, Veni sudah menikah 2 kali. Suami pertamanya dicerai juga karena materi, tapi begitu cerai dan menikah lagi sekarang kehidupannya mapan.

Dan sekarang suaminya kedua, begitu pensiun langsung dia bertingkah. Dulu waktu suaminya masih jaya-jayanya, dia sering berlibur keluar negeri. 

Ibarat kata, habis manis sepah dibuang.

Hahahaha ... 


***

Bukan hanya itu, hubungan aku dengan cowok itu juga putus. Semua karena Veni, dia malapetaka. 

Ketika Veni memblock semua akun aku, otomatis tidak bisa komunikasi dengannya. Dan salah satu cara yang aku gunakan, komunikasi lewat cowoknya.

Aku mengatakan agar Veni menyelesaikan urusan rumah-tangga nya dengan suaminya baru dengannya. 

Tapi diluar dugaan, cowok itu mengatakan "Aku tidak mau tahu urusan mereka, kamu katakan sendiri saja dengannya" Dan telp ditutupnya.

OMG ... Kesal aku dibuatnya, baru kali ini aku kesal dengan dia.

Tidak nyangka dia akan berkata seperti itu.

Apakah cinta sebuta itu, hingga tidak bisa bedakan mana yang benar mana yang salah.

AAarrggghhh .... 
 

***

Setelah mendengar cerita tentang Veni dari banyak sumber, aku sekarang hanya bisa menikmati saja teror yang datang. Anggap saja melatih mental, hahaha ...

Saat ini biarlah Veni dengan cowoknya itu menikmati kebahagiaan mereka. 

Biar saja mereka saat ini ngumpet-umpet kayak anak sekolah yang takut ketahuan pacaran sama orangtuanya. Tapi suatu hari nanti, hubungan mereka pasti akan dipublikasikan juga.

Dan kita tahu kebenarannya.


***

Jadi, kalau berumah-tangga itu belum tentu akan mulus. Akan bahagia atau tidak, kerikil-kerikil kehidupan akan datang. Apalagi kalau salah satu pasangannya tidak bisa terima keadaan pasangannya. 

Akan datang bencana bahkan perceraian.

Maka sebelum menikah, pikirkan dengan matang apakah dia pasangan yang akan SETIA dalam suka maupun duka maupun dalam keadaan miskin maupun kaya.




No comments:

Post a Comment

Mengenal Permainan anak Era 70-an sampai 90-an

"Masa kanak-kanak, masa yang paling indah". Masa dimana hanya untuk belajar, nonton dan bermain".  Masa dimana dapat tertawa ...